sajak ilalang kepada ilalang
December 19th, 2008 by nakjaDimande
maafkan aku.., ilalang
karena dulu tak sempat menuliskan sebaris puisi untukmubila saja aku adalah hujan
yang bisa memberikan irama gerimis di helai daunmu
kurasa itu cukup menjadikan puisiku untukmuseandainya saja aku adalah angin,
yang sanggup melambaikan helai daunmu
kurasa juga cukup menjadi untaian sajakku padamutetapi aku hanyalah serumpun ilalang sepertimu
yang bisa kulakukan adalah tumbuh memenuhi ladang
bersamamu dan juga ilalang lain
sehingga ladangpun terlihat elok memukau…semoga itu cukup menjadi persembahan puisiku
bagimu(sajak ilalang kepada ilalang, bukittinggi, 2 maret 2006)
ketemu saat nengok ke rumah sang mentor.. liat ada blognya si ilalang ini.. didalamnya nyempil puisi lama saya **bangga banget, puisi saya ada yang nyimpan**
,
,




salam:
aku suka ini. bicara ilalang sama ilalang.
sama sedarjat, sama masalahnya, sama rumpunnya.
aku ngerti ini. aku suka. trimas!
salam lagi:
bukankah anda juga ilalang itu..?
karena yang istimewa dari ilalang adalah
harus tumbuh bersama ribuan ilalang lain
kemudian.., hadirlah padang ilalang yang memukau!!
makasih juga
gaya bahasanya indah….
ga tidur saya malam ini teh..
,
, 
[...] rasa yang pertama slalu muncul ketika liat puisinya Bundo. Kok bisa menyusul kalimat segitu bagusnya. Iri karena saya nya ga pernah bisa merangkai kata-kata [...]
suatu kehormatan menerima IRI dari sang mentor..
suatu kehormatan pernah tulis puisi ini untuk sang ilalang (yg mgkn ga akan komen)
suatu kehormatan dari semua yang sudi tersenyum pada batang-batang ilalang
dan..
suatu kehormatan menerima aliran kata dariNYA
hai…
aku baru berkunjung ke blogmu.
salam kenal.
monasylviana.wordpress.com
Puisi yang indah dan sangat menyentuh…
makasih teh mona..
,
, 
minggu ini KD bikin saya deg2an karena berhasil ngebujuk t’mona dan t’dian ibung mampir kesini
antara senang dan malu karena disini tak ada apa2
hanya yang pasti.. guru saya bertambah lagi
dari 2 bulan yll saya sudah mampir dan belajar terus dari teh mona
serasa mimpi..,
karena kemarin.. 3 tahun yang lalu saya masih berdiri sendirian di gramedia
memandang sampul buku bergambar teteh dengan tangan gemetaran karena penasaran
hari ini.., ternyata penulis itu hadir disini untuk menyapa saya
**walau atas bujukan KD**
senang sekali atas kunjungannya
adel
mas toto:
,
, 
terimakasih.. hehhee taktik saya berhasil
untuk mendapatkan kunjungan dari Aku dan Duniaku
seandainya saya jadi ilalang juga, hihihi….
anda suka bercanda rupanya
tolong di koment…
diam gak selalu untuk ilalang
tiap tulisan membutirkan suatu tanda untuk ilalang
kenapa ilalang slalu diam dan enggan
buat apa filosifi ilalang
bisa hidup diantara tinggi nya pohon nan menjulang
harum nya bunga taman
rendah nya rumput
gersang nya tanah….
ku sakit tiap da bayangan tentang ilalang
dia cuman dia….
se akan acuh dengan dunia…
apa ilalang tau????
aq diam untuk nya…
menjaga satu kata untuk nya…
ku jaga slalu untuk nya….
maf, jelek…. kan amatir….