yen ing tawang, abdullah dan hijrah
December 29th, 2008 by nakjaDimande
yen ing tawang ono lintang, cah ayu.. aku ngenteni teka mu
marang mego ing angkoso, nimas
sung takok ke pawartamu…
diluar kebiasaan.., Abdullah, seseorang yang biasanya selalu meluncurkan angka-angka, dari kemarin pagi sampai malam hari hanya menyenandungkan lagu ini. entah mengapa.. mungkin angka-angka sedang buyar dari kepalanya
dipuncak ketinggian ada bintang.. disana ku tunggu kedatanganmu.
ketinggian itu…, hanya bisa dicapai saat kau merendahkan diri
dalam sujudmu, kau akan mi’raj ke tempat yang penuh milyaran bintang
dan hanya dalam sujudmu kan temukan Sang Maha Tinggi
subhana rabbiyal a’la wabihamdih..
pada awan diangkasa, kutanyakan ceritamu..
padaMU Sang pemilik awan…, ku kan selalu bertanya
dan.. hanya dengan lautan angka KAU jawab semua pertanyaanku..
ahh.. abdullah kembali pada lautan angka-angka itu
Selamat Tahun Baru..
Selamat menapakkan kaki di negeri hijrah..
Selamat melangkah dengan ditemani angka-angka itu, para sahabat..
Bismillahirrahmanirrahiiim
::note:
pasti tak membingungkan lagi..
,
,
Tags: abdullah, angka, hijrah, lirik, puisi, puncak, sujud, tahun baru, tembangLadang, tinggi, yen ing tawang




Saya menulis komen ini ditemani lagu tersebut, sampai sekarang saya belum tau judul lagu ini sehingga list di i-tunes msh tertulis audio track. Tak penting judul, tak harus hapal namun bisa menikmati keindahan nada dan instrumen cukup membawa perasaan menembus pelbagai pengalaman.
Angka-angka itu milik-Nya, jangan dibuat pusing karena hidup ini bukan untuk dihitung tapi diperhitungkan…(bingung khan..
Ning stasiun balapan
Kuto solo sing dadi kenangan
Kowe karo aku
Naliko ngeterke lungamu
Ning stasiun balapan
Rasane koyo wong kelangan
Kowe ninggal aku
Ra kroso netes eluh ning pipiku
hahhhaa..
saya tak bingung bila anda bisa menangkap lirik lagu jawa dengan tepat
karena telinga anda memang buatan jawa
itu judulnya stasiun balapan..
tempat dulu anda selalu berjanji untuk bertemu
dengan..
bingung kan..
Judul lagu dari lirik yg saya kirim memang “stasiun balapan” bun…yg mau saya cari tahu adalah judul lagu dari lirik “yen ing tawang ono lintang….” itu yg saya belum tahu..
saya belum pernah ke solo lho bun…
‘jo
blasteran maninjau-tiku…
Selamat Tahun Baru!
Biar apa pun yang mendatang, ku doakan aman segala.
amiiinnn ya Rabb..
smoga encik Imran sehat selalu
mas jo:
iya.. iya mas jo emg blasteran tiku.. saya ngalah d
eh mau tau lirik lagu egois..?? niy dia..
“Tuhan kirimkanlah aku.. kekasih yang baik hati
yang mencintai aku.., apa adanya..”
aplg dinyanyiin ahmad dani, tambah2 de..
hihi.. emg ga nyambung..
,
, 
Agak telat yach Bun … buat yang satu ini. Kadang bundo memang suka membingungkan, susah ditebak. Kali ini dah ngerti Bun, karena tahu latar abdullah.
Subhanallah … memang hanya denegan merendah dan kembali ke tanahlah kita bisa mencapai ketinggianNya yang belum seberapa kita capai dibanding ketinggianNya yang sesungguhnya. semakin dalam sujudmu, semakin kau rendahkan dirimu semakin tinggi Ia kau gapai dengan kehendak dan dayaNya.
So … sujudlah melebihi sujudnya matahari, bulan, siang, malam, langit dan seluruh binaannya, bumi serta yang ada di hamparannya … Sujudlah jiwa agar sempurna pada akhirnya. menjadi nafs yang tunduk, nafsul mutmainah yang berdamai denganNya… hingga kelak siap dipanggilNya dalam panggilan kesayangan dari Nya … Ya ayyuhal nafs mutmainah … Irjii illa Rabbi … (duhai jiwa yang tenang … kembalilah engkau kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai).
Yang barusan filosoogiq Bun … susah nge add nya di blogq, jd sekalian aja dech nempel di blog Bundo… mumpung blognya Bundo dah kesohor kemana- mana…
halah ada yang tau latar belakang abdullah… GAWAT neeccchhhh….!!!!!!
,
, 
wqqqqq
makasih sudah berbagi filosofi si bening disini…
sabar saja ya cintaku.. lama2 insyaAllah lancar.. lama2… bundo kelelep…!!!!
toloooonnngggg…!!!!!
[...] pun pulang, dan saat mengetik ini aku pun teringat lagi dengan Abdullah dengan tembang jawa [...]
[...] Abdullah bercerita tentang anak-anak di pariaman, betapa mereka perlu didampingi melewati semua ini. Banyak [...]
Who is Abdullah ?