gadis biru laut: catatan di penghujung tahun..
January 2nd, 2009 by nakjaDimande
catatan ini saya pinjam dari adinda… saya panggil dia, gadis biru laut..
…Sesuatu yang Teringkari…
Kau bawa langkahku pergi
Pada suatu hari
Di musim semi
Berjalan menyusuri kotaku
Menapakkan sejuta rinduDi ujung senja hatiku berbunga
Seperti mawar merekah yang merona
Saat itu sebuah cinta terciptaKucintai kau dengan segenap hati
Kugenggam kau seperti matahari
Yang tak pernah sabar menanti
Kapan kau kembaliKupejamkan semua mata
Memenuhi jiwa
Diam
Dan luluh dibalik kataSeandainya aku tahu,
Takkan kubiarkan
Kau lukis langit di atas gunung merapi
Takkan kuijinkan
Kau ukir pelangi di sudut kota bukittinggi
Takkan pernah kurelakan hatiku kau sakiti
Untuk sesuatu yang teringkariTak perlu lagi berkata apa pun,
Waktu telah habis
Tenggelam
Pada bantal yang basah
Pada mimpi yang kurajut
Dan kemudian kusutKini aku sedang terjaga
Saat purnama menyentuh lelapku
Menyapa gelap jemput rindukuSekarang aku sedang berlari
Mengejar cinta
Yang lewat tengah malam
Dalam linangan air mata
Dalam harap
Berbisik
Bersenandung
Dan menumbuhkan kembali ranting-ranting
Yang pernah patah
Hanya Tuhan yang tahu
Dan akan mempertemukanku‘Sebuah catatan di penghujung 2008’
bundo:
sekarang.. ditahun yang baru
biarkan ranting-ranting itu disiram hujan
agar dia tumbuh kembali dan tak lagi mudah patah..
Tags: biru laut, bukittinggi, merapi, patah, puisi, ranting, teringkari



Selamat tahun baru dan selamat melangkah untuk hijrah …
saya harus teriakkan pada si gadis biru laut..
bahwa Rindu lewat dan berhenti didepan kamar
karena mendengar senandung lukanya..
makaci de..
,
, 
aduh sedih banget isinya
tapi sekarang si biru laut sudah tak sedih lagi, Alhamdulillah