palestina: bukan tanahku dan bukanlah tanahmu
January 4th, 2009 by nakjaDimande
sungguh hebat
bila masih mampu menumpahkan darah..
memamerkan wajah bengis,
dan masih mampu membuang ludah di tanah ini..
tak kah hati luluh
bila ingat lantai atas rumah suci baitul maqdis..
disanalah mihrab bunda maryam berada
tak kah kaki jatuh tersimpuh
bila ingat Rasulullah dan Jibril.., singgah sejenak ditanah ini
sebelum menuju sidratul muntaha
mengapa biarkan puing beruntuhan tak kuasa
biarkan tangisan menyayat, mengadu tak biasa
biarkan masjid-masjid bersujud.., menyatu dengan tanah
hati siapakah itu.. wahai..
kuiringkan munajatku..
agar hati berganti dengan kasih sayang..
note:
saya terlambat menyadari bahwa baitul maqdis (masjidil aqsa) bukanlah masjid yang berkubah emas itu
bait-bait terakhir adalah kiriman abdullah.., saya hanya menambahkan sedikit saja..




melihat apa yang terjadi disana terpikir oleh saya “sulitkah menciptakan perdamaian, segitu sulitkah damai”
*menitikan airmata*
Perdamaian itu harusnya bermula daripada dalam diri, iaitu ‘hati’.
Jika dalam hati penuh dengan rasa benci serta dendam, maka damai itu hampir sahaja mustahil.
Namun, mereka juga manusia yang tidak pernah sempurna.
Kita pula sentiasa mengharapkan yang perdamaian yang sempurna.
Siapalah juga kita - manusia yang tidak hampir kepada kesempurnaan.
Kita tanya, sulitkah perdamaian?
Kita tanya, cuba lihat diri kita sendiri?
RINDU:
Sang Damai pasti akan datang ndu..
selama airmata rindumu masih menitik..
selama hati rindumu masih menjerit
selama dadamu masih rindu memeluk luka mereka..
takkan dibiarkanNYA kau merindu sekian lama..
IMRAN:
siapa juga lah kita..
yang hanya berdiri menonton
tanpa sanggup berbuat..
kecuali menjerit pada Sang Maha Damai
mohon uluran SalamNya..
Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!
dir88gun
terimakasih.., telah berbagi secercah pengetahuan
semoga kita diberi kekuatan olehNYA untuk melakukan tugas
yang seharusnya kita lakukan untuk saudara kita,
dan untuk semesta alam.. amiinnnn