Archive for
January, 2009
January 15th, 2009 by nakjaDimande

foto-foto hasil bidikan seorang senior, bapak erison j kambari.. yang piawai dan jeli mengulik hal-hal yang kecil ataupun yang besar.. yang dengannya harus berhati-hati bila berucap, tajam nanti beliau menebas leher kita..
tentu berbeda jauh dengan saya yang cendrung melihat sesuatu sesuai yang terlihat saja **suka telat mikir memang** makanya saya lebih suka bila jendela terbuka lebar, karena jadi lebih mudah memandang bunga di seberang halaman.. suatu hal yang sulit bagi saya untuk membayangkannya dalam keadaan jendela tertutup.. **kenapa topiknya jadi jendela..?**
Jam gadang ditengah kota.., ditutup kain pada malam pergantian tahun. suatu langkah yang diambil oleh pemda.. setelah peristiwa tahun lalu, ada banyak kekacauan terjadi.. saat perayaan tersebut
sehingga diputuskan untuk menutup jam gadang dan taman yang berada disekitarnya. Dengan himbauan agar bersama-sama berbuat untuk kemaslahatan umat. Keputusan ini tentu saja.. seperti keputusan2 yang lain, selalu memancing pro dan kontra. Ada yang senang karena segala hal yang dikhawatirkan akan dapat diminimalisir **siapa yang jamin kota bebas kekacauan?** ada yang bersedih, para pedagang dan pengusaha penginapan mungkin.. karena Bukittinggi sepi pengunjung
hmm.. bingung juga.. begini atau begitu..???
saya dimalam tahun baru..? halah..halah.., ikut terjebak dengan 20 orang mahasiswanya KD.. mereka seperti kebanyakan anak muda pengennya kumpul sesama mereka, semangat bikin acara bakar ayam di kampus.. tak mungkin untuk melarang kata KD… alhasil KD, aby, dewi, dan saya.. nongkrongin anak2 itu sampai jam satu malam.. muhasabah..
saat menuju pulang, kami berusaha lewat disekitar jam gadang.. tapi ternyata susah untuk menembusnya karena mobil dilarang masuk kesana.. disepanjang jalan kami lihat cukup banyak remaja duduk dipinggir jalan.. tak terjadi kekacauan tampaknya.. sampai hari ini, tak ada berita miring **atau saya yang tak baca koran**

lewat berapa hari, tak lagi saya mengingat jam gadang terbungkus kain itu, sampai saat bapak erison j kambari **kekeuh.. tulis nama lengkap** posting hasil bidikannya di FB.. dalam hati saya berkata “ouww.. cantik juga..” secara saya adalah pecinta warna hitam, merah dan kuning.. hehhhe karena yang terbayang semula oleh saya adalah jam gadang dibungkus seperti pocong.. mengkhawatirkan sekali **dasar kurang daya khayal**..
setelah lihat fotonya.. “Ooooo begini thoo…”
,
,
peristiwa dibungkusnya jam gadang ini, bagi saya cukup indah.. dari segi tampilan ataupun dari sudut makna **sok iye saya** membuat saya melihat kedalam diri.. sudah berbuat apa saya untuk kota ini..? sudahkah saya ikut untuk saling mendukung dan saling menolong demi kebaikan bersama..?
TANDA TANYA..
note:
Da son… makaciiiii atas foto2 cantik ini
January 15th, 2009 by nakjaDimande
waktu kanak-kanak… uuhhh paling benci dengan yang namanya tukang ngadu.. **sebenarnya saya iya juga.., tukang ngadu**
dikit-dikit ngadu ke ibu.. dikit-dikit ngadu ke kakak.. sekarang juga dikit-dikit ngadu ke KD, apalagi klo habis kena marah sama ibu kepala dinas.. hehhhee.. 
mengadu adalah bawaan setiap manusia.. walau cara mengekspresikannya berbeda-beda.. ada yang berlebihan, ada juga yang cool abizzz…, saya termasuk yang berlebihan 
ternyata mengadu itu harus.. nah lo..!!! dan ADA yang senang kita jadikan tempat pengaduan.. segala hal, suka duka.. dan dijamin DIA engga bakal pernah pusing dengan segala curhatan kita..
Klo lagi ga sabar, dada sesak.. panggillah DIA.. ya Shobuur.. sabarkan aku
Klo lagi perlu duit, ngadu ke DIA.. ya Rozzaq.. limpahkan rejekiku
Klo lagi sakit.. merintihlah ke DIA.. ya Rabb Yang Maha Menyembuhkan… sehatkanlah aku
klo lagi kurang kedamaian mintalah ke DIA, ya Salam.. damaikanlah kami
klo lagi mentok ga punya ilham.. memohonlah padanya ya Rabb, Yang Maha Luas… luaskan hati dan pikiranku..
tapi seringnya saya terlalu sombong untuk memilih mengadu padaNYA..
saya lebih suka mengadu pada makhluk lemah ciptaanNYA
saya tak mau mengaku rapuh padaNYA.. ahhh
padahal saya akan jadi manusia super seandainya saja saya mau menjadikanNYA satu2nya tempat pengaduan
seperti contoh perumpamaan yang t’dian beri kemarin di FB.. bila saja kita sudah jadikan Allah segala2nya.. pada saat mendapatkan masalah.. kita tak lagi berkata “adduuhh.., aku punya masalah yang besar sekali” tapi sudah berganti menjadi kalimat optimis “wahai masalah.., aku punya Allah yang maha besar” cool ngga tuh…
masalah..?? minggir sono..
January 15th, 2009 by nakjaDimande
sebenarnya saya sedang menunggu.., dua alamat blog terbaru dari dua orang sahabat.. tapi entahlah, apakah belum jadi ataukah alamat itu tak dibagikan untuk umum.. biarlah saya tetap menunggu..
permohonan maaf saya untuk.. biru langit, biru laut, kepompong dan rein.. karena pada akhirnya jatuh cinta dengan lagu ini.. maafkan saya karena mendahului memasang liriknya di blog ini.. **daripada ga posting** dan maafkan bila judulmu dicuri, wahai biru langit.. 
RAPUH
Joeniar arief
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku, bagai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku
Walaupun cinta tak sempurna menghampiriku seketika
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku, disitulah selalu kau di masa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati dan ku terluka
Luka membekas.. bekas membuas
Buas selamanya.. selamanyaku
Ku khan selalu.. ku khan selalu rapuh
Kau ingin tunjukkan kepada dunia, tak hanya ada karena masa lalu
Tapi masih ada harapan bagi yang baru, kau tawarkan ku sejuta harapan
Namun kenangan itu tak pernah hilang
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku, disitulah selalu kau di masa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati dan ku terluka
Luka membekas.. bekas membuas
Buas selamanya.. selamanyaku
Ku khan selalu.. ku khan selalu rapuh
Kau datang bagai hujan, basahkan taman hati
Tapi kau lihat sendiri luka ini
dan ku terluka luka membekas..
bekas membuas, buas selamanya..
selamanyaku.. ku kan selalu..
ku kan selalu rapuh
note:
komentar: ala mak jaaannnggg…
lagu ini saya dapatkan potongan demi potongan..
dimulai dari lirik, kemudian lagunya.. sekarang yang jadi masalah adalah saya sama sekali ga tau penampilan penyanyinya seperti apa..
,
,
January 10th, 2009 by nakjaDimande
apa dayaku menjadi pembaca
datang berkunjung dari satu bilik, ke bilik yang lain
berjalan sore ke taman di ujung sana
atau kadang melewati surau dipinggir kampung..
bilik itu bukan milikku
taman itu bukan lamanku
surau itu, pun bukan gurauku
apa daya bila berlalu.. dan tak terdengar apapun lagi
taman tak lagi dibuka untuk umum
dan surau pun tak lagi untuk berjamaah
bolehkah: pembaca merasa terkhianati..?
January 9th, 2009 by nakjaDimande

sore ini saya menangkap pemandangan yang hampir bisa dibilang tak biasa saya saksikan sebelumnya di sebuah infotainment, ayu azhary sedang dikejar2 wartawan.. itu biasa memang
yang istimewa adalah ayu sedang menggendong bayinya menggunakan kain panjang batik..
memang kenapa..? selain karena saya jarang liat selebriti gendong anak **padahal pasti banyak siy**, maksudnya bener2 menggendongnya kian kemari seperti itu.. apalagi pake kain panjang.. hehhhe ibu jaman sekarang kan lebih memilih gendongan yang modern atau menarohnya di kereta bayi yang bisa didorong itu **apa ya nama benda itu?**
ahh, tapi saya bukanlah atau belumlah seorang ibu, yang bisa merasakan tekhnik manakah yang paling nyaman bagi seorang ibu untuk mengendong bayinya.. tentu harus diperhatikan juga kenyamanan kedua belah pihak.. si baby dan si ibu. Jadi saya tak ingin menjudge bahwa seorang ibu yang lebih suka menaroh anaknya di kereta bayi itu berarti kurang sayang sama bayinya, tapi… ahh, lagi-lagi..
saya juga tak mungkin sok iye mau menggurui bahwa berdasarkan penelitian dan ada himbauan di negeri belanda.. bahwa gendongan kain panjang batik ala indonesia adalah yang paling t.o.p.b.g.t **nah lo.. kok malah di Belande..**

hal lain adalah kain panjang itu.. apalagi yang bermotif batik, merupakan benda istimewa bagi saya.. karena dulu ibu saya pergi mengajar pada tahun 80 awal selalu menggunakan kain itu, **sebelum berganti dengan seragam dinas**..
dulu.. beliau juga pasti menggendong saya dengan kain panjang batik, yang walaupun saya tak punya foto untuk membuktikannya tapi saya yakin sekali.. karena sampai sekarang setiap cucunya menjelang lahir pasti yang pertama beliau cari adalah persediaan kain panjangnya itu.. dan juga saat saya selesai dikuret kemarin yang pertama beliau hantarkan kekamar saya adalah sebuah kain batik **sekarang persediaannya pasti sudah menipis**
saya tak mengerti batik, sama halnya saya juga tak mengerti songket.. tak penting bagi saya apakah itu batik tulis yang mahal ataukah hanya batik hasil print, saya tak mengerti seni dan seringnya tak meng’hargai’ seni.. tapi saya mencintai kain panjang batik. Dan saya lebih cinta setiap ibu.. yang menggendong bayinya pakai kain panjang itu..
wahai para wartawan infotainment.., jika kalian mau mengulang lagi untuk melihat lebih dalam…, dia, seorang ibu yang cantik itu.. sedang menggendong bayinya memakai kain panjang bermotif batik..
note:
makasih buat ibu di bandung yang lemari kain batiknya selalu jadi korban jarahan saya **besok2 dijarah lagi ya bu..**
mamaw, umi, bunda heru, sari, ny suahedi noor, mrs D, ririade, bunda Nao, mba tias tatanka, bahkan Anggun Cipta Sasmi.., semuaaaanya pasti gendong anaknya pake kain panjang.. kenapa giliran ayu azhary baru saya tulis…??? Karena saat para bunda ini gendong anaknya saya ga sempat liat di infotainment…!!! Pizzzz bundas…
,
,
sayang sekali.., foto yang saya harapkan belum bertemu
January 8th, 2009 by nakjaDimande
Berkunjung ke kamar sebelah hari ini.., ada koment terbaru tentang tulisan lama beliau ‘tour de Bukittinggi’. walaupun sampai sekarang belum ada bayangan bahwa akan dicalonkan menjadi walikota Bukittinggi, tapi tulisanya cukup menggelitik saya untuk membuat semacam review, versi saya tentunya..
Los Lambuang:
Los itu apa sih.. lorong kali ya..? saya sedang malas mencari maknanya.. kira2 begitulah **semoga ga dimarahin Yus Badudu**, sedangkan lambuang, ya lambung.. tempat makanan diperut kita. hampir semua makanan yang dijual disini berasal dari kampung kapau.. sebuah kampung dipinggir kota bukittinggi.. yang indahnya.. dahsyat gile..!!! **subhanallah.. maksudnya**
Katupek kapau.., hmm..
pernah saya sebut sekilas ditulisan tentang hari pekan.. sejenis warung yang mempunyai 4 sisi, si ibu (sang penjual) duduk disatu sisi menghadap kepada para pembeli yang mengisi bangku di 3 sisi lainnya.. ditengah-tengah semua itu ada sebuah meja dengan segala macam pernak-pernik keperluan, untuk menciptakan sepiring ketupat yang lezat..
perlu saya jelaskan segala pernak-pernik itu.., ada sayur lobak singgalang yang diiris halus, mie kuning, jantung pisang rebus diiris halus, bihun goreng, kerupuk merah, kripik talas pedas yang super renyah dan ketupat yang digantung pada sudut belakang meja, sedang pilihan kuahnya ada dua macam.. kuah gulai kuning yang berisi nangka, ‘kamumu’ (batang keladi) plus rebung ataukah kuah pical/saos kacang yang pekat itu, favorite saya adalah ketupat dengan bihun goreng disiram kuah gulai plus sedikit kuah pical.. lalu diatasnya dihiasi kripik talas **halah.. keliatan nggragasnya**
ehhmm.., ada ga ya.. yang sekitar tahun 80-an akhir, pdkt atau kencan diwarung ketupat ini (wuoii.. istilah pdkt jaman sekarang apaan seehh..).. lucu kali ya.. pdkt didepan ibu penjual yang jaraknya hanya sekitar 1 meter dari kita, dan yang pasti dipelototin terus sama si ibu warung.. hihihi…
sayang sekali masa remaja saya, tak sempat merasakan apa itu ‘pdkt’ **tepu..**. jadi saya ke warung ketupat itu selalu rame-rame dengan teman satu gank yang hebohnya bukan main.. hehhe, segitu juga makan diwarung ketupat los lambuang adalah hal yang cukup ‘gaul’ pada saat itu
ada yang hampir terlupa, bagian terluar pembeli ditutupi dengan kain putih yang cukup lebar di tiga sisi diikatkan dengan menggunakan tali rafia, sedangkan sisi penjual dibiarkan terbuka.. karena masih harus menyimpan peralatan masak seperti kompor dan lainnya.. sayangnya saya tak mempunyai foto warung ketupat ini.. di los lambuang sekarang sudah mulai berubah bentuk sedangkan di Pasar Aur Kuning mereka masih menggunakan style lama.. dimana pada saat datang kita harus menyibakkan dulu kain putih yang menutupi tenda..

Nasi Kapau
masih satu los dengan ketupat.., warungnya pun segi empat.. hanya saja lebih luas.. dan ibu penjual duduk disatu sisi dengan posisi yang lebih tinggi dari pembeli.. sedangkan ditengahnya diletakkan segala macam lauk pauk yang disusun bertingkat. Bila kita hendak memesan.., si ibu akan mengambil lauk dengan menggunakan sanduak (sendok panjang dari batok kelapa).. saking panjangnya sanduak itu sehingga dapat menjangkau bagian terjauh dari tempat si ibu duduk..
sejatinya makan nasi kapau, haruslah dicampur semua kuah dan samba ladonya.. jadi bila cuman makan nasi plus ayam bumbu saja tanpa guyuran bermacam pernak-pernik itu, bukan nasi kapau namanya. secara warna, Nasi Kapau itu indah.. setidaknya harus ada 6 warna diatas piring.. putih dari nasi, kuning dan hijau dari gulai sayur kapau (kacang panjang, rebung, nangka), merah dari samba lado, hitam dari bubuk rendang (biasanya ada kentang kecil atau singkong yg dipotong dadu), coklat muda dari bumbu lengkuas ayam goreng, coklat tua dari kuah cancang dan kalio.. **fiuuhh.. cape dee..**
nah apapun lauk yang anda minta.. seharusnya warna warni itu adalah standar bakunya.. barulah anda tau apa itu sesungguhnya nasi kapau.. seperti misalnya nasi rames, nasi campur.. ya.. sebenarnya kudu meriah.. tapi jaman sekarang, banyak orang yang perutnya tak sanggup **termasuk KD**
bagi saya bukan masalah sebenarnya.. asal saya tak memakannya ditempat.. karena bisa memancing kepanikan.. coba anda bayangkan diposisi duduk yang sangat mepet dengan pembeli lain **duduk bersebelahan** karena menggunakan bangku, bukan kursi..apalagi klo hari pekan bakal dempetan banget.. saya pasti sibuk mengurusi hidung saya yang meler terus, bisa menghabiskan berlembar2 tissue.. ahh hilanglah semua kenikmatan itu 
so.., take away sajalah..
tapi jangan khawatir, jaman sekarang sudah banyak nasi kapau yang berkonsep ala restoran.. tapi saya tetap memilih beli bungkus agar lebih tenang menikmatinya pelan-pelan dan tahukah anda porsi sebungkus nasi kapau..? bisa dimakan oleh 3 orang.. tapi tentu saja harus lauk ekstra
lagi-lagi di los lambuang bentuk kedai nasinya sudah banyak dirombak.. ciri khas kain putihnya sudah mulai hilang.. kalo ingin ketemu yang masih gaya lama yaa.., ke pasar Aur lagi..
tapi khusus disana nasi Kapau hanya ada dihari Pekan saja..
di dekat pintu masuk Los Lambuang sebelah belakang.. ada penjual gulo-gulo tare.. ahh saya juga tak punya fotonya.. itu sejenis permen tradisional yang terbuat dari gula enau **kira-kira neehh** trus istimewanya adalah dilumuri tepung yang sudah disangrai, saya paling suka sensasi tepungnya.. tapi sekarang saya sudah ga bisa lagi memakannya karena tenggorokan saya gampang banget meradang setiap makan yang manis-manis.., dipikir2 apakah amai (ibu) yang jualan itu masih punya pelanggan.. secara dijaman sekarang jajanan anak2 sudah modern semua.. ahh, bukankah Allah selalu adil dalam membagi rezeki hambaNYA..
seperti biasa.. semestinya masih banyak yang ingin saya uraikan.. tapi bila terlalu panjang saya khawatir anda kabur sebelum tuntas membacanya..
dan saya maklum bahwa pembahasan saya tentang katupek kapau dan gulo-gulo tare itu tak mungkin membawa saya menjadi calon walikota Bukittinggi, tapi cukuplah memenuhi hastrat nostalgia bagi saya sendiri.. krn meskipun telah kembali pulang sejak 3 tahun yang lalu.. tak selalu saya sempat menengok tempat2 kenangan itu
,
,
January 5th, 2009 by nakjaDimande

seorang sahabat **tak akan mau namanya disebut** mengeluh di hari minggu, pengakuannya bahwa dia terlalu lelah untuk membaca tulisan saya akhir-akhir ini dan meminta agar saya menulis yang ringan-ringan saja
hahhaa.. mungkin karena dia tau bahwa saya dulunya adalah seorang penipu, sehingga dia lelah harus mengartikan setiap kata yang saya tuliskan.. mungkin ada kecurigaan bahwa saya masih sedang menipunya, padahal sebenarnya saya memang masih menipunya dan akan terus begitu.. karena hanya ada SATU yang tak mungkin berhasil saya tipu
mungkin juga sahabat saya mengeluhkan gaya bahasa yang saya gunakan.. **tp dia tak menyatakannya** terlalu melankolis mungkin **padahal hasil test, saya Sanguin sejati**.. sehingga dia terlanjur lelah dan tak bertenaga untuk membacanya sampai tuntas.. mungkin rasanya seperti kelelahan klo ada teman yang curhat habis patah hati gitu kali ya…
untuk hal yang ini saya akui merupakan kelemahan saya dalam menulis.., cendrung monoton, ngambang dan kurang powerful.. sepertinya saya harus cari tambahan batu bata satu truk biar tulisan saya tak terlalu ngambang.. **catetannya rere tuh.. mantap bener..**
seperti yang inneke bilang.. sang robotic berkata bahwa saya sekarang “bukittinggi sekali” padahal dulu ‘kota besar sekali’, hahhhaa.. inee..!!! dulu juga saya adalah gadis kampung di tengah kota besar yang terpatah-patah untuk berbahasa gaul dengan inneke yang gaul banggets..
,
,
dan sekarang lebih-lebih lagi.. saya total menjadi perempuan sudut kampung diantara lembah dan gunung, yang membuat saya menjadikan itu alasan mengapa gaya bahasa saya sulit dirubah.. ahh tapi saya akan tetap berusaha..
hmm.. seorang perempuan disudut kampung yang selalu kegirangan bila salamnya disambut oleh semua sahabat.. **masih butuh pengakuan**. Seperti kemarin sewaktu mas Gong d FB menanggapi komentar tak penting dari saya, saat mba tanti bersedia tidak ignore request dari saya, saat ‘aku dan duniaku’ sudi berkunjung, saat mba tias tatanka mendahului saya menyampaikan salam (barakallah 2 u mba..), saat Rindu lewat didepan kamar ini dan sudi menjulurkan lehernya sejenak melewati pintu **pasti kasian bener sama saya ya Ndu..?**, sewaktu t’ Dian Ibung dan t’Mona senyum2 penuh maklum singgah disini atas paksaan KD **soalnya di gramed saya suka panas liat buku mereka**.., juga surprise ada yang mungkin salah adding saya, lingga pemenang lomba cerpen itu.. **blognya lingga saya belum tau nih**
mereka yang saya sebutkan diatas.. adalah mereka yg 1000 langkah jauuuuhhh didepan saya..
yang mungkin hanya akan sekali saja menyapa saya.. demi menyenangkan hati seorang sahabat yang baru belajar..
siapakah yang paling saya syukuri kehadirannya..? adalah semua sahabat hati yang bersedia selalu lewat di kamar ini.. walau tak suka dengan lagu saya yang sudah kadaluarsa.. tapi besok tetap lewat dan lewat lagi.. dan kadang bersedia memberitahu bahwa saya harus memperbaharui lagu-lagu itu.. bahwa soundtrack meteor garden ud ga jamannya lagi.. **emang bener gitu ya..??**
pun.. saat ini, pasti mentor saya sudah punya segudang evaluasi dikepalanya yang kritis.., atas karier 2 bulan saya ngeblog dan go-blog **jangan salahkan saya guru.. klo msh saja go-blog**
seperti pernah saya bilang pada imran bahwa sesekali tak mengapa ada sampah disana sini, asal bersedia menyapunya.. sampah terjadi karena ada yang beraktivitas.. dan diperlukan kerendah-hatian untuk memunguti dan membuangnya ketempat sampah..
Yuppp.. kembali kepada sahabat saya yang mengeluh tadi.., smoga bisa menerima diri saya yang begini adanya.. suatu saat saya pasti akan berubah lagi.. dan dia harus terima lagi..
hanya satu yang takkan berubah.. bahwa saya akan terus menipu, menipu dan menipu..
Waspada..
Note:
Mangkenyee.., blog situ diupdate..!!! biar disini kepancing bikin yang lucu-lucu.. pizzzz man…
,
,
,
,
January 4th, 2009 by nakjaDimande
sungguh hebat
bila masih mampu menumpahkan darah..
memamerkan wajah bengis,
dan masih mampu membuang ludah di tanah ini..
tak kah hati luluh
bila ingat lantai atas rumah suci baitul maqdis..
disanalah mihrab bunda maryam berada
tak kah kaki jatuh tersimpuh
bila ingat Rasulullah dan Jibril.., singgah sejenak ditanah ini
sebelum menuju sidratul muntaha
mengapa biarkan puing beruntuhan tak kuasa
biarkan tangisan menyayat, mengadu tak biasa
biarkan masjid-masjid bersujud.., menyatu dengan tanah
hati siapakah itu.. wahai..
kuiringkan munajatku..
agar hati berganti dengan kasih sayang..

note:
saya terlambat menyadari bahwa baitul maqdis (masjidil aqsa) bukanlah masjid yang berkubah emas itu
bait-bait terakhir adalah kiriman abdullah.., saya hanya menambahkan sedikit saja..
January 2nd, 2009 by nakjaDimande

maukah kau pergi bersamaku..
pergi cari semua kesenangan
karena ku tak ingin mati.., sebelum cicipi itu semua
semoga masih saja cukup waktu..
tuk berburu semua kesenangan yang dijanjikanNYA
bahwa aku akan senang bila berburu memberi
bahwa aku akan senang bila berburu menyayang
bahwa aku akan senang bila berburu mencinta..
tapi aku tak boleh memanah.. selain pada NYA
ku kan kecewa bila memanah senyum agar hadir dibibirmu
ku kan kecewa bila memanah cinta dan paksa hadir di hatimu
karena hanya DIA pemilik semua kesenangan itu..
ya Rabb.. ijinkan aku berburu menuju MU…
January 2nd, 2009 by nakjaDimande
catatan ini saya pinjam dari adinda… saya panggil dia, gadis biru laut..
…Sesuatu yang Teringkari…
Kau bawa langkahku pergi
Pada suatu hari
Di musim semi
Berjalan menyusuri kotaku
Menapakkan sejuta rindu
Di ujung senja hatiku berbunga
Seperti mawar merekah yang merona
Saat itu sebuah cinta tercipta
Kucintai kau dengan segenap hati
Kugenggam kau seperti matahari
Yang tak pernah sabar menanti
Kapan kau kembali
Kupejamkan semua mata
Memenuhi jiwa
Diam
Dan luluh dibalik kata
Seandainya aku tahu,
Takkan kubiarkan
Kau lukis langit di atas gunung merapi
Takkan kuijinkan
Kau ukir pelangi di sudut kota bukittinggi
Takkan pernah kurelakan hatiku kau sakiti
Untuk sesuatu yang teringkari
Tak perlu lagi berkata apa pun,
Waktu telah habis
Tenggelam
Pada bantal yang basah
Pada mimpi yang kurajut
Dan kemudian kusut
Kini aku sedang terjaga
Saat purnama menyentuh lelapku
Menyapa gelap jemput rinduku
Sekarang aku sedang berlari
Mengejar cinta
Yang lewat tengah malam
Dalam linangan air mata
Dalam harap
Berbisik
Bersenandung
Dan menumbuhkan kembali ranting-ranting
Yang pernah patah
Hanya Tuhan yang tahu
Dan akan mempertemukanku
‘Sebuah catatan di penghujung 2008’
bundo:
sekarang.. ditahun yang baru
biarkan ranting-ranting itu disiram hujan
agar dia tumbuh kembali dan tak lagi mudah patah..
Next Page »