masihkah akan berdarah…
February 2nd, 2009 by nakjaDimande
dalam kamar ini kami bertiga: aku, pisau dan kata
kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
tak peduli darahku atau darah kata…[kami bertiga, sapardi djoko damono]
note:
kemana pisauku..
masihkah akan berdarah..?



kamu; pisau; kata;
mampu menghiris
tumpul? atau sumbing?
asah!
dan,
hiris
jangan
disarung
janganlah maen pisau… nanti luka lhooo….
lagian, nyimpen pisau jangan sembarangan… tp di dapur
ada apa dengan pisau Bun ?
kurang tajam ?? beli lagi atuh…
tadinya bingung juga Bun … apa pula ini? pisau, darah, kata. Sekarang barulah aq paham ternyata pisau itu tak hanya sebatang besi yang diiris tajam dan bisa merobek/ mengiris hingga mengeluarkan darah, tapi juga bisa dari organ yang lunak dan tumpul tapi pabila merobek/ mengiris dengan kata katanya membuat hati berdarah- darah. Dan ternyata lebih tajam kata daripada sebilah pisau dari besi yang keras ya Bun …
“Ya Allah … Ya Ghafur … Ya Lathif … smoga Kau jauhkan kami dari hati dan lisan yang tak terjaga. Amin …”
@imran.. bila pisaunya sudah hilang, harus bagaimana..???
@mamaw.. iya pisaunya hilang, ntar beli lagi aja ya.. kirim2 atuh dari bandung
@bening.. klo bundo terjemahkan ‘pisau’ pak sapardi adalah pena **sok iye ngerti pak sapardi**, tapi benar juga kata memang lebih tajam
kalau aq..sedang ingin membuang pisau…karena takut tak tahan mencari darah dengannya….dziiig
saya sudah pasrah teh.., biarkan hanya SANG MAHA PUDJANGGA yang mengucurkan darah itu untuk saya
**putus asa atau pasrah..??? tipissss**
penasaran sampe buka blog nya ternyata…umi tau maksud bundo….hiks umi sering sekali melakukan pembunuhan berencana kalo seperti ini sama abi dengan menggunakan ‘PISAU’ hiks hiks kena pasal 953 ya un dengan hukuman berlapis…piz…piz…pizzzzzzz
soal pembunuhan terencana.., bundo juga sering melakukannya
pak sapardi disini **mulai sok iye lagi..** justru menginginkan pisau itu berdarah
karena pisau bukanlah pisau bila tak ada darah di matanya..
bundo juga maunya begitu **nyama2in pak sapardi**
ingin pisau itu.. menjadi pisau yang sesungguhnya.. tapi apa daya…
ntar pelajaran mengenai pak sapardi dilanjutkan di liqo.. ok umi
Pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya?
Pisau tentulah pisau kalau mampu menghiris. Cukup sekadar mampu menghiris, tidak perlu sampai betul-betul berdarah. Luka barulah luka kalau tinggal parutnya, kalau berdarah terus itu namanya siksa.
*hampir separuh mati juga - tapi cuba juga difahamkan*
terkadang, pisau harus sampai betul-betul berdarah
aku perlu darah itu..!!!
**semoga indra mulai ’separuh hidup’**
,
, 