Sampai di terminal cinta ’seakan-akan’
March 5th, 2009 by nakjaDimande
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). [2:165]
Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. [9:24]
Ya Rabb.. jangan biarkan aku khianat..
keluarkan aku dari terminal ’seakan-akan’ mencintaiMU..
Note:
Contekan dari Albarqy dan Bening area.., seperti biasa…



janganlah hanya seakan-akan mencintaNya
lebih baik benar-benar mencintaiNya
Ya, yang benar-benar sahaja.
ya Robb, izinkan hamba mencintaiMu dengan penuh kesederhanaan. sehingga begitu mudah cintaMu terasakan dalam jiwaku.hingga tiba saatnya aku kembali kepangkuanMu.
Sesungguhnya indah sekali kalimat-kalimat ALLAH, tak satupun sastrawan di muka bumi ini yg sanggup menandingiNYA.
mas narno..
kucoba bersungguh-sungguh buang ’seakan-akan’ itu
sebaliktabir
marilah menuju yang sebenar-benar.. Yang Maha Benar
ahsinmuslim
DIA sudah berikan kemudahan itu, tapi sering kupersulit sendiri
sang Pelayan
Maha Benar Allah dengan segala firmanNYA..
Ya Allah … smoga kami tak pernah berada dalam terminal “seakan- akan mencintai” … tuntun kami untuk selalu mencintaiMu dan mencinta hanya karenaMu … Amin …
“Ya Allah .. kumohon cintaMu, cinta orang- orang yang mencintaiMu dan amal kebajikan yang membawa aku kepada cintaMu… Ya Allah … jadikanlah cintaMu lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku bahkan air yang dingin…”
Amin Ya Allah … dengan Rahman RahhimMu … Ya Rabb …
Amin Ya Rahim..
Aku bertanya pada diriku sendiri.Apa benar ketika kau keluar rumah bukan karena Allah
Bekerja kadang membuat orang lupa diri.bahkan sampai melupakan Tuhanya.
itulah aku juga, yang sering tak tahu diri
padahal SIAPA yang membuat aku bisa mengayunkan langkah, kalau bukan DIA..