Sapardi Djoko Damono: Hujan di Bulan Juni
March 7th, 2009 by nakjaDimande
tak ada yang lebih tabah, dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijak, dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arif, dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu..
note:
hmm.., juni memang selalu indah
bisa dipastikan pak sapardi buat puisi itu untuk saya.. makacii pak..



wah.. kata2nya susah dimengerti ni mbak…
dah dibaca beberapa kali… tetep aja ga bisa tahu maknanya..
yach.. yg jelas, pak sapardi buat puisi ga buat saya dech, coz bulan yg paling saya benci adalah bulan ‘juni’… kebalikan sama mbak Nakja yaaa….
hahha.. senang ada yang bersebrangan dengan nakja..
bagi nakja..
bila menyukai satu puisi, berarti puisi itu adalah persembahan untuk nakja **narsisnya on mulu**
walau si pengarang puisi tak kenal sama nakja **laiyalah, nakja siapa???**..
jika p3nyo suka puisi nakja.. berarti itu persembahan buat p3nyo
**tapi kayanya p3nyo anti puisi**
saran: p3nyo dipersilahkan memanggil nakja dengan sebutan BUNDO..
Tak ada yang lebih ikhlas, dari hujan dibulan juni
di terima oleh bumi agar tetap subur
Tak ada yang lebih berarti, dari hujan dibulan juni
datang dalam mimpi indah.
Bunda lam kenal ya . Udah lama nian tak basuo dusanak.di kota padang.
terima kasih kawanlama..
semoga kita selalu siap menerima hujan..
dunsanak di kota padang, menunggu selalu
Duh, waktu Sapardi bikin puisi ini, Juni lagi musim apa ya? Kayaknya musim kemarau deh. Itu sebabnya, hujan di bulan Juni sangat dinanti, sangat arif, sangat diam2 dan rahasia.. Mungkin hanya tersimpan dalam tanah. Sapardi menangkap keindahannya… Lalu menuangkan dalam kata.
Btw, kalo sekarang, setelah efek global warming sangat terasa, tak tahu lah dengan nasib hujan di bulan Juni
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
[30:24]
tough itu bisa diartikan tabah jg kah? kalo emang iya, kau dan aku wanita seperti itu..
bila hujan diartikan kesejukan, itu adalah kau..
bila hujan diartikan badai, itulah aku
tak jelas kapan datang dan pergi,
seringnya orang2 menutup pintu dan jendela disetiap kedatangan
nice thread and nice thought


i love to read any poems
salam kenal dari saya