Menyumpah-serapah ala chairil anwar
May 9th, 2009 by nakjaDimande
Tak Sepadan (Chairil Anwar-Februari 1943)
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka.Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.
Pertama kali temukan puisi ini diblog si penyair tua sahabatku.. entah mengapa membaca ini, serasa menyumpah-nyumpah dengan cantik.. **maafkan aku, wahai Bapak chairil anwar
Dan hari ini aku teringat lagi dengan kutuk sumpah serapah yang tertulis indah ini..
Ah.., sudah terlalu lelah Eros bila harus mengutuk sumpahi kau terus..!!!
,
,



[...] 11, 2009 oleh hutriest Dari tadi menatap puisi sumpah-serapahnya Bundo, tertegun pengen comment, tapi ga bisa berkata-kata mau comment apa, malu, takut keliatan [...]
akhirnya tau juga, bahwa aku sedang mengutuk sumpahi kau..!!!!
Masya Allah…
Jangan kebanyakan bersumpah serapah…
Nanti kemakan sumpah sendiri… Hehehe…
Puisi… Puisi..
Satu bahasa yang tak mudah dimengerti… tak mudah dipahami… Tapi tetap indah untuk diresapi…
salam kenal
salam kenal kembali.. senang mendapat kunjungan dari nurdiyon
**disini kadang ada sumpah serapah, tapi InsyaAllah sumpah serapah yang terkendali, hehhhee..
sekedar mampir, Bundo
hehhe, putri cantik pasti abis ngelongok om sicindai.. trus mampir ke bundo
makaciy putri