Gadisku turun kesawah..
May 15th, 2009 by nakjaDimande

gadisku meminta untuk pergi ke sawah nenek, cukup jauh di ladang ujung
“ayolah, kaka ingin tau rasanya ‘mairiak padi’ ..” rengeknya pasti, tanpa manja
jadilah jalan beriringan melewati pematang, hmm.. pematang selalu memberikan rasa rindu..
sampai disana gadisku mencoba dengan gagahnya, mairiak padi.. melepas bulir demi bulir padi dari batangnya.. “tak adakah cara yang lebih mudah dari ini..?” si gadis mulai kepayahan.. tapi dilanjutkannya lagi “ah, nanti biar kaka bikin sendiri alatnya..” cukup percaya diri..
sembari nenek si gadis mengingatkan tentang nasinya yang kadang bersisa, tak dihabiskan.. padahal susah payah menghadirkan sebutir nasi itu untuk sampai dihadapannya.. rupanya cukup mempan, menasihati gadis itu dengan langsung melihat kenyataan yang ada dihadapannya.
aku sesekali meliriknya.., tetap gemulai ditengah kegagahannya itu.. seperti biasa dikepala ini akan muncul lagu yang sesuai untuk mengiringi situasi saat itu.. Dara, Harvey Malayholo..!!! **mau bagaimana lagi, si bundo hanya punya file lagu lama dikepalanya..
Dara, aku melihatmu
Hanyut dalam gerakanmu
Gemulai kau menari
Seiring nada syahdu
Aku termangu-mangu
Dara, kau sungguh jelita
Anggun dan penuh pesona
Binar bola matamu
Dan senyuman menawan
Menggetarkan jiwa
Oh dara…
Kau pikat hati yang tak mengerti
Apa arti senyum di sela-sela tarianmu
Namun sikap wajarku tlah hilang
Ditepis gairah cinta yang begitu dalam
Kucari kau ke sana
Kucari kau ke sini
Ke ujung dunia pun tak peduli
Hmm.., lagu yang indah..
Makan siang ditengah sawah setelah ikut bekerja, sungguh dinanti.. hiruk pikuk berganti dengan wajah-wajah antusias menghadapi lauk yang hanya sederhana.. tapi penuh kenikmatan..
dan O..o.. mana gadisku..? dia sudah kembali tekun dengan benda kesayangannya
nak, sementara ini takkan kukenalkan FB padamu..
nanti aku buatkan blog untukmu, agar kau tak telat menulis catatan perjalanan cintamu..
dan saat aku mengkritiknya tentang kukunya yang merah itu, langsung dijawab : “Lhah.. kan bundo sendiri yang kasih kaka inai dari mekah kemarin..”
huhu, aku saja tak pakai.. gadisku memang sudah remaja
kaka nanti segera pake jilbab yaa.. pasti tambah cantik..



salam …keteguhan si manis untuk merasakan menjadi pejuang di sawah yang harus meneteskan Air keringatnya
sungguh kagum aku melihat kegigihan sang Gadis ..mantap.
terimakasih pak Doel..
smoga si gadis menjadi Rahmatan lil’alamin..
si kembar ya bun,,, suka iri liat anak kembar.. kepingin punya kembaran,, heheh.. yang bisa diajak sharing apapun..
kayanya seru banget y maen kesawah,, disini ga ada yang kaya gitu…
iya tante rayya, ini salah satu dari sikembar
namanya Andara, tapi memanggil dirinya ‘kaka’.. karena merasa menjadi kakak dari Andari kembarannya, sehingga memang bawaannya selalu lebih dewasa.. jauh dari manja..
**bundo pernah tulis cerita Andari [Dinda] dengan segala kemanjaannya yang lucu itu
hayuk tante rayya maen sini dong.. biar bantuin ke sawah..
**hehhhhee, padahal sebenarnya bundo juga ga pernah bantuin
dewasa dan manja mungkin seperti bundanya dulu-dulu…
huhu, si bundo sudah tentu dewasa tanpa manja.. wqqq