NARUMALINA..
May 29th, 2009 by nakjaDimande
narumalina nama gadis cilik itu
rambutnya panjang lurus, muka bulat dengan mata yang sedikit sipit
tinggal di lereng bukit bersama ibu.. ayah tak pernah dikenalnya, pergi entah kemananarumalina dan ibu hidup dari hasil ladang di lereng bukit
sekali sepekan turun ke desa menjual hasil ladangsampai suatu hari..
narumalina turun ke desa sendirian
hati bertanya..? ternyata ibu telah pergi untuk selamanyasekian hari narumalina terus hidup sendiri, lalu datang seorang bibi hendak membawanya pergi
si gadis kecil menolak, menangis tak henti.., tak bisa tinggalkan lereng bukit dan ladang.. tak bisa tinggalkan pusara ibunda[sayangnya.., tak ada yang mengerti narumalina.. semua berfikir untuk membawanya pergi]
dan tibalah saat itu,
beberapa orang menjemputnya ke lereng bukit
[aku sungguh tak tega bercerita bagian akhir ini..]karena Narumalina ternyata sudah terbujur kaku disamping pusara ibunda
NARUMALINA takkan pernah tinggalkan lereng bukit itu..
note:
1. Narumalina, buku karya O.R Mandank [tahun 1932]
2. Aku membacanya saat kelas 3 SD.. sekitar tahun 1983.. buku yang mengguncang keceriaan kanak-kanak aku.. endingnya itu cukup lama mempengaruhi aku. ‘Ama yang bawakan buku itu, dan ‘Ama menganggap cerita itu cocok untuk aku baca..
3. Aku tak menemukan buku itu lagi.. sudah bongkar-bongkar lemari tak bertemu.. sudah pindah tangan ke tukang loak, mungkin.. padahal ingin aku ulang baca lagi untuk memastikan jalan ceritanya.. gambaran cerita diatas.. hanya berdasarkan tangkapan seorang anak kecil.. dan gambaran fisik Narumalina itu adalah aku..
4. Sudah cek ke om google, tak bertemu apa-apa kecuali tahun terbit.. dan aku baru tahu nama lengkap O.R Mandank adalah Oemar gelar Datuk Radjo Mandonk dilahirkan di Kota Panjang, Suliki, 1 Januari 1913.. hmm usia belasan beliau sudah jd penulis Balai Pustaka
5. Sekarang.. diusia 9 tahun anak-anak tak lagi memegang buku cerita.. sibuk membuat PR dan diselingi menonton sinetron-sinetron aneh..



kau suka baca juga
bagus
abisnya waktu aku SD belum ada FB.. jadinya Baca buku cerita aja..
saat bundo baca buku karya O.R.Mandank, aku baca Lima Sekawan… tapi sampai sekarang pun aku masih baca buku itu… rasanya tak rela meninggalkan masa kecil nan indah….
tapi putriku sekarang tak menyukainya… mereka lebih memilih Barbie…. bukunya, filmnya, games-nya…semuanya….
hmm.. hmm.., putriku rein suka menulis..
dan yang mengerti tulisannya hanya aku..
salam sayang untuk putrimu dan Barbienya
**dan bilang, bundo juga punya filmnya.. lengkap
wah… pasti mereka semangat ingin segera mengunjungi sang bundo….
bundo menunggu
rayya juga suka banget baca bun,, dulu pas SD.. rayya sering grecokkin bpk/ibu guru yg lagi istirahat.. buat ngambilin buku2 cerita di dalam rak buku dgn kaca geser..
ada cerita tentang kbn temulawak,, layang2,, jalan2 kermh paman,, burung nuri.. huwaaah.. pokokknya buanyak bun.. ^^
tapi ko’ sepertinya cerita “nurmalina” memilukan banget bun..
hehhee.., senang jadi gurunya Raya..
Narumalina.. memang memilukan, rasanya tll berat untuk anak-anak.. hanya saja saat itu bundo ga punya banyak bacaan kecuali buku2 Balai Pustaka.. maklum tinggal di Kampung.. langganan Bobo dan Ananda juga tak bisa karena jauh dari kota.. hanya beli sesekali saja..
semua buku-buku itu sedikitnya telah membentuk rasa buat bundo.. yang cendrung melow.. hhhee