Archive for
June, 2009
June 29th, 2009 by nakjaDimande

[keluh]
tak habis pikir, mengapa aku tak bisa setangkas ibuku dulu
pagi pergi mengajar pulangnya urus anak lima, sendirian
sedangkan aku mengurus KD seorang saja
namun setrikaan baju selalu saja keteteran
[akan aku coba tanggulangi, dan pliss.. jangan bilang gara-gara FB karena ini kasus sudah dari dahulu kala]
tak bisa miliki senyum seperti ibuku
yang senyumnya hangat, menghangatkan seisi kampung
sedangkan aku, tetangga di seberang sana
tak jua mampu kuhapal satu persatu
[masih bisa diusahakanlah...]
tak bisa bagi waktu seperti ibuku..
yang sekarang mengurus cucu disana sini
tapi tak tinggalkan tahajud dan pagi buta sudah duduk di surau
sedang aku, masih saja lelap menikmati mimpi..
[tak boleh begini lagi..]
tak bisa secantik ibuku
yang cantik lahirnya dan cantik batinnya
bisakah aku miliki juga..?
::note: 35 dengan keadaan begini sungguh memprihatinkan, memang..
35x
June 27th, 2009 by nakjaDimande
seorang gadis cantik berjanji untuk bertemu denganku..
hmm, sebenarnya dia tak pernah jelaskan
apakah dia seorang gadis manis
atau malah seorang lelaki tampan..
tapi hatiku berkata,
sungguh dia pasti seorang gadis yang sangat kutunggu..
kuhabiskan hari-hari untuk menulisi namanya
disetiap lembar kertas kosong yang dapat kutemukan
tuliskan nama yang manis untuk si gadis manis
tetapi kemudian, dia batalkan janji
tak sempat temui aku disini, sekarang
mungkin aku harus buat janji lagi pertemuan yang lain dengannya
tak mengapa..
aku hanya ingat,
gadis itu tak jadi menemuiku, hari ini setahun yang lalu..
June 26th, 2009 by nakjaDimande
Sebagai orangtua, aku cukup sering bicara tentang jodoh pada anak-anakku **sok iye punya banyak anak **
dulu pernah aku cerita tentang jodoh episode makan siang atau jodoh episode lepas terompah.. berapa hari yang lalu si bundo ini mulai membual tentang jodoh episode peta perampok dan mungkin berhasil bikin si gadis puyeng
Peta perampok milik Harry Potter.., di peta itu Harry bisa lihat posisi Snape disebelah mana, sehingga harry bisa aman menyelinap keluar. Peta perampok mungkin bisa juga kita pakai untuk melihat si calon belahan jiwa yang sedang berjalan ke arah kita.. dan berakhir disuatu titik temu..
Karena aku sudah bertemu KD, aku bisa gambarkan peta perampok milikku sendiri..
.
aku hidup 19 tahun diranah minang **itupun berpindah tempat sampai 5 kali karena mengikuti dinas ayahku almarhum** kemudian aku beranjak ke arah selatan pada tahun 1993.. menyusuri sumatera ke arah selatan, berhenti sejenak di Lampung karena aku berubah pikiran.. minta balik lagi ke Bukittinggi tercinta
[hal plg pintar yg pernah kulakukan], sayangnya tim pengantar tak setuju.. akhirnya jadi juga aku menyebrangi selat sunda itu.
Dari jakarta masih terus ke arah selatan ke sebuah tempat bernama kota Bandung.. akhirnya aku menetap disana. berapa tahun kemudian aku bergerak lagi kearah selatan, kesebuah tempat kami ditugaskan oleh Kampus Unpad untuk melakukan KKN.. disebuah lereng bernama Gunung Puntang..
Peta perampok KD juga cukup unik.., dilahirkan di Kalimantan, kemudian pindah ke ranah minang sampai usia 10 tahun **uuhh KD dan aku mungkin pernah bertemu pada masa-masa itu
** kemudian KD menjalani hal yang sama dengan aku, dari Ranah minang menyusuri sumatera ke arah selatan.. sebrangi selat sunda, lalu menetap di Bandung.. untuk kemudian datang ke gunung Puntang, lalu berkenalan dengan aku disana..
hmm, Gunung Puntang.. disitulah titik temu itu
Seandainya kita dibekali peta seperti itu sedari awal.. tentu tak perlu lagi bertanya-tanya..
tapi tidak, Allah menghendaki jodoh, rezeki dan maut adalah misteri.. agar kita tak berhenti berusaha, tak berhenti bergerak.. tak berhenti meminta padaNYA.
Dan seperti apapun rumitnya peta perampok milik kita masing-masing, semua itu hanyalah agar kita berucap Subhanallah, Maha Suci Allah yang selalu mengatur segala sesuatu dengan sempurna..
So, bersabar.. berusaha.. InsyaAllah anak2 bundo semua punya peta perampok versi masing-masing..
::note: adik KD, Fatra.. setelah berputar-putar kian kemari ternyata akhirnya menikah dengan gadis sebelah rumah.. yang dinding rumahnya menempel ke rumah mertuaku. .
June 26th, 2009 by nakjaDimande
ONE DAY IN YOUR LIFE
by: Michael Jackson
one day in your life you’ll remember a place
someone touching your face
you’ll come back and you’ll look around you
one day in your life you’ll remember the love you found here
you’ll remember me somehow though you don’t need me now
i will stay in your heart and when things fall apart
you’ll remember one day . .
one day in your life when you find that you’re always waiting
For a love we used to share
Just call my name, and I’ll be there
you’ll remember me somehow though you don’t need me now
i will stay in your heart and when things fall apart
you’ll remember one day . . .
one day in your life
when you find that you’re always longing
for a love we used to share
Just call my name, and I’ll be there..
hari ini akan kutemui banyak cerita tentang jacko michael
dan aku pilih lagu ini untuk menggambarkan hubunganku dengan Jacko michael **silahkan gubrak..!**
dulu.. sebagai bocah belasan tahun, kalimat ‘Just call my name, and I’ll be there..‘ terasa ajaib dan sungguhan.. aku pikir memang benar seperti itu.. namun pada kenyataannya, walau aku sudah setengah mati sebut nama siapapun, tak ada yang sudi muncul dihadapanku.. sampai akhirnya, bertahun-tahun kemudian KD datang menyelamatkan aku.. 
**buat semua anak gadis bundo, tenang saja.. orang-orang seperti kita memang harus menunggu pahlawan untuk datang menyelamatkan..**
lagu ini sering diputar abangku, saat pulang sekolah siang hari..
karena dulu beli kaset mahal, kami tak punya banyak lagu lain.. akhirnya lagu ini yang sering diputar.. selain kaset lagu minang dan melayu punya ibuku..
seperti biasa, bila mengulang lagi lagu yang dulu sering kita dengar.. suasana akan kembali muncul.. aku jadi ingat siang hari saat lagu ini diputar, terdengar bunyi lonceng dari gerobak tukang cendol yg lewat depan rumah.. cendol itu berwarna ungu *bukan hijau..* lengkap dengan ampiang ketan.. hmm, slurrpp **sudahlah.. jacko michael membawaku terlalu jauh pada kenangan masalalu yang aneh..
hmm, siapapun.. bagaimanapun.. jacko michael sudah berbuat banyak untuk dunia, bahkan untukku juga.. karena telah membuat aku punya soundtrack untuk cerita masalalu..
goodbye Jacko.. we’ll miss u..
June 20th, 2009 by nakjaDimande
“Ibuuuu.., nenek saya juga suka duduk depan jendela, itu kan kerjaannya orang tua..!” begitulah biasanya teriakan Supriyono supir ambulans di puskesmasku yang lama, setiap mendapati aku memandang agak lama keluar jendela.
Jendela dan orang lanjut usia, membuat aku teringat nenek. Supriyono memang benar, karena bagi nenekku jendela adalah kehidupannya sekarang.
Lokasi favorit beliau adalah dekat meja setrikaan, di sanalah satu-satunya jendela yang langsung menghadap jalan raya. Beberapa jam sehari beliau akan duduk di sebuah kursi rotan, mengawasi hilir mudik warga kampung. Bila ada orang yang beliau kenali lewat, maka sesekali nenekku akan keluar memanggil orang itu kemudian mengajaknya bicara.
85 tahun sudah nenekku tinggal di rumah ini, rumah tua yang sudah sedikit direnovasi. Pemandangan dari jendela itu tentu saja sudah banyak berubah. Tak ada lagi penjaja pisang goreng dan ketan yang keliling kampung [waktu aku SMP masih ada], tak banyak lagi delman/bendi yang hilir mudik [dulu hanya sedikit angkutan umum ke jalur ini, sehingga pulang dari pasar orang biasa menumpang bendi, perginya cukup jalan kaki saja..] Aku selalu takut bila di tengah malam buta terdengar ringkik kuda di depan rumah, gara-gara sobatku shanty bilang bahwa kuda suka tiba-tiba mogok dan meringkik bila bertemu makhluk ‘lain’
Dan sudah lama berlalu, kolam di depan itu menghilang sejak aku kelas 5 SD untuk keperluan pelebaran jalan raya. Dulu kegiatan pagi warga kampung berada disana, cuci pakaian, cuci piring, mandi. Sekarang pun masih ada kolam-kolam yang digunakan untuk itu. Di kampung Ujung kebanyakan rumah masih mempunyai kolam.
Kembali ke jendela.
Jendela bagi nenekku mungkin sama dengan mengenang, mengenang adalah hak nenekku sebagai seseorang yang sudah melalui begitu banyak episode kehidupan. Dan pasti banyak kenangan yang sudah aku rampas dari nenek, karena aku tidak bisa menjaga semuanya tetap sama seperti dulu.
Bila aku menjadi nenek, pasti aku akan marah dan sedih bila segala sesuatu yang kucinta berubah atau hilang, Namun mungkin itulah sebabnya bila usia kita bertambah akan ada beberapa ingatan yang menghilang dari bagian-bagian kenangan. Aku rasa begitulah cara Allah SWT menjaga kita agar tetap bisa tersenyum sampai di usia senja.
…suatu saat bila aku sempat menjadi tua seperti nenek, di balik jendela yang manakah aku akan duduk?

::note: bahkan pemandangan di jendela yang ini pun sudah berubah. Euphorbia di pot itu minggu lalu dipindahkan semua oleh ibuku ke tanah di halaman. Pertumbuhannya tak lagi bagus, karena akarnya sudah memenuhi pot.
June 14th, 2009 by nakjaDimande
“setiap pertemuan adalah suci..” sebuah kalimat meluncur sekitar 2 tahun yang lalu dari seorang ‘teman seperjalanan’ [istilahku untuk menggantikan kata 'guru'] Bapak Abdul Jabir nama temanku itu **hahha, sok iye bener serasa teman.. boleh ya Pak..
**
saat itu aku belum paham, kenapa setiap pertemuan dikatakan suci..
bahkan pertemuanku dengan seorang peminta-minta adalah suci, bila aku punya kuncinya
kunci itu adalah bila aku bersedia meleburkan diri dengan orang yang kutemui dan temukan Allah disana.. pada dirinya..
seringnya bila bertemu pengemis, aku bergumam.. “ok, tentu saja aku akan berbaik hati padamu” kemudian aku tersenyum senang dan bangga berhasil keluarkan uang untuknya, memandangnya tak lebih sebagai objek bagiku untuk berbuat baik..
salah..? tidak juga.. namanya juga belajar **kata KD tak ada yang salah dengan apapun
** pelan-pelan aku mulai paham bahwa ternyata ada yang lebih indah dari sekedar memberi.
bagaimana mungkin pertemuan itu tidak suci..?
karena ternyata Allah kirim setiap orang yang bertemu denganku hanya untuk membuatku tersenyum, sebenarnya akulah yang membutuhkan pertemuan itu..! tak terkecuali dengan pengemis tersebut..
pertemuan bisa dimana saja, dirumah, kantor, jalan raya, dalam angkutan umum.. daaaannnn, pertemuan disini..
mimpi apa aku yang tinggal disudut kampung ini punya banyak sahabat yang buatku tersenyum setiap saat.. sahabat yang tak pernah kulihat rupanya secara langsung dan tinggal di seberang lautan yang mungkin entah kapan kutempuh..
hmm.., aku menulis ini karena ingin berterimakasih buatmu semua sahabat..
terutama Abu moumtaza, yang sudah dua hari ini buatkan potongan puisi bulan juni untukku di status FB nya.. tugas yang seharusnya aku lakukan sendiri, tapi karena kehabisan ide aku seperti biasa kembali menjadi dramaQueen yang seolah-seolah sedang pergi.. padahaaaalll hanya kehabisan ide..
terimakasih Abu
terimakasih Abu
terimakasih Abu
Alhamdulillahirrabil’alamiin..
aku tak pernah bertemu dengan Abu, tak pernah berkomunikasi lebih banyak dengannya.. tak pernah berani menyapanya terlebih dahulu.. hanya diam-diam belajar pada tulisan-tulisannya..
terimakasih Abu sudah menyapaku
senyummu adalah matahari untuk Ummi Moumtaza, duo moumtaza dan seluruh alam..
note: dan coba kubayangkan tiba-tiba Abu bilang “maaf uni, puisi itu sama sekali bukan buat uni..” hwaaa, mampus..!
June 13th, 2009 by nakjaDimande
berusaha mencari alasan untuk merasa tercampak
tak bisa, karena Rabb ku tak pernah campakkan aku
berusaha mencari alasan untuk merasa terluka
tak bisa, karena Tuhanku tak mungkin lukai aku
berusaha mencari alasan untuk merasa sendirian
bagaimana bisa, karena Sang Kekasih tak pernah lepas menggenggamku..
lalu kucoba mencari alasan untuk menangis
juga tak bisa, tak ada celah sedikitpun..
tapi mengapa kulihat bendungan hancur
air meluap-luap entah sampai mana
dan tetap kulihat Pilar menangis ditepi sungai Piedra
seperti juga aku..
June 13th, 2009 by nakjaDimande
anjing itu menggonggong keras ke arahku
dan kami saling bertatapan
kuberikan bermacam isyarat untuk mengusirnya
anjing itu masih menggonggong
saat coba kuhardik, gonggongannya malah semakin keras..
disaat buntu.. aku menjerit memanggil si pemilik anjing
yang sekejap datang, memberikan isyarat dengan jentikan jari
anjing itu langsung diam dan pergi..
begitulah mungkin perumpamaan
bila suatu saat hati dilanda resah..
semakin dipikir semakin gundah
dicari-cari sumbernya malah semakin runyam
kenapa tak minta tolong saja pada Sang Pemilik semua rasa itu
minta bawa pergi semua resah yang mengganggu
juga bila suatu saat **mungkin sekarang**
ribuan setan datang dihatiku..
menggonggong keras, menggangguku
sekuat hati kulawan, semakin mereka mengganggu
mengapa aku tak menjerit saja pada Sang Pemilik semua makhluk
[menurutku pemilik setan adalah Allah SWT] untuk usir semua setan dihatiku
dan DIA kemudian hanya beri sedikit isyarat pada para setan itu
untuk diam dan pergi..
kedengarannya cukup mudah..
June 12th, 2009 by nakjaDimande
sering aku bertingkah seperti supir angkutan umum
memuat apapun yang bisa dimuat dihatiku
semua hal yang kurasa perlu, padahal didalam sudah penuh sesak
tak bisa lagi bernafas lega..
kumuat apapun yang kurasa penting untuk hidupku
tapi ternyata ruang itu bertambah sempit..
hmm.., dustakah yang berkata bahwa hati seluas angkasa?
kali lain kucoba cara yang berbeda
gali semua cinta yang berasal dari satu percik
kulebur semua dihati.. sebanyak apapun
ruang itu lapang bertambah lapang
benar-benar seluas angkasa, yang sabar tak bertepi
yang kosong dari prasangka..
dan mampu memuat mentari, bintang dan bulan untuk bertahta
::hanya saja, aku masih suka menjadi makhluk lemah, yang biarkan hatiku dipenuhi muatan tak perlu..
June 12th, 2009 by nakjaDimande
saat ini **bahkan sering**
aku bermain akal-akalan..
hanya saja.. dia tahu semua yang ada dipikiranku
sedangkan aku tak setitikpun tahu tentang rencananya
namun aku selalu berlagak tahu
karena aku yakin dia sungguh menyayangiku
maka aku terus berusaha mengakalinya
permainan sia-sia yang terus kumainkan..
:: mungkin dia hanya tersenyum saja sampai tiba saatnya kupingku disentil
saat itu aku akan kembali mengakalinya dengan berpura-pura insyaf..
lalu dia sentil aku lagi.. sampai berkali-kali..
June 12th, 2009 by nakjaDimande
tak kubagi makanan pada yang menahan lapar
sebenarnya siapa yang kubiarkan lapar..
tak kuulurkan tangan sejuk pada yang sakit
sesungguhnya siapa yang kubiarkan sakit..
masih tak kusapa jiwa yang sepi..
entah siapa yang tak kupedulikan itu..
aku membiarkan diriku lapar
aku membiarkan diriku sakit
aku membiarkan jiwaku sepi
kau tahu.., aku menyakiti diriku sendiri..
« Previous Page