langitpuisiterbengkalai..
June 6th, 2009 by nakjaDimande

hanya duduk duduk saja sendirian di tembok hati memikirkan kata untuk puisiku yang terbengkalai.. kemudian sedikit riang diantara kejemuan saat kepik beritahu bahwa langit kali ini akan membiru tak seperti kemarin lalu, huh! jemu karena banyak ingin ini dan itu seolah semua berada digenggamanku.. bisakah bersabar tunggu senja saat langit kan lembayung pasti hibur hati yang sedang menunggu kabar, dan juga peluk cium.. langit.. langit.. maafkan aku yang banyak pinta, padahal sudah kutahu.. indahnya awan-awan berenangan di birumu.. tak seharusnya aku jemu..



manusia memang banyak pinta, banyak ingin ini ingin itu
maka jemu perlu disingkirkan agar menjadi ceria dan menyenangkan
hahha.. benar mas
Langit sudah beri semua warna yang ku mau
burung tahu kapan harus berkicau di jendelaku
bunga beri mekarnya saat ku lewat..
bodohnya bila ku masih berenang dalam jemu..
Ngelamun kah mbak?

hmm, aku tak boleh melamun.. pasienku bisa kabur semua
dan melamun takkan menghasilkan kata untuk ladang ilalang ini.. jadi harus terus bergerak.. walau gerak ku seringnya lemah dan lamban..
Begitu banyak awan bertebaran
seperti angan yang menghidupkan mimpi..
bahkan itu pun indah!
**puisi yang terbengkalai, aku menantimu
taklah pantas penyair langit menunggu puisi terbengkalai yang tunggu tercampak..
tak kan ada yag tercampak… dan tak lah boleh
*meniru kata-kata dewi ilalang ^^
mari dibantu…
hmm, tawaran yang menarik
**dewi ilalang hanya mudah bicara saja
saat jemu menerjang..
seringnya saya hanya berbaring menatap langit
dan menyaksikan makhluk bersayap terbang
bercengkrama dan bersenang-senang …
ah.. riangnya hati menyaksikan mereka ..
oya.. masihkan puisimu dibiarkan terbengkalai mba?
bila ada kau tentu takkan terbengkalai
**hati-hati deni ini rayuan khas ladang ilalang.. anggap angin lalu saja
andai langit dijadikan kertas.. pohon dijadikan pena dan air samudera raya dijadikan tintanya.. tiadalah cukup untuk menuliskan ayat ayat ALLAH.. tetapi hati seorang mu’min.. woooow.. dahsyat ruaaaaar biasaaaa
Salam Sayang
bagaimana boleh aku jemu..
yang ada hanyalah kebodohanku.. telah menutupi semua yang seharusnya ditorehkan oleh lautan tinta itu diatas langit luas..