dalam genggaman..
August 25th, 2009 by nakjaDimande
|
bila kau genggam setangkai bunga gerak bunga dalam genggamanmu aku sudah lihat gerak angin kulihat gerak bibir..,
jauhkah yang menggerakkan dengan yang digerakkan? Rabb.., dalam genggamanMU kah diriku ini..? [Bukitinggi, 24 november 2008] |
::note: puisi lama dengan kemasan baru. Zian terimakasih..! akhirnya bundo backgroundnya berhasil..!



“jika ingin benar-benar melihat, rasakanlah…” [morishige]
quote ini udah ada yang bikin belum, bundo?
**akhirnya bundo berhasil
bukankah ini sbg bukti klo bundo sll dalam genggamanNYA?
ini gara-gara diriku lagi maen ke tempat shige, eh dianya lagi singgah ke sini. jadi ndak bisa pertamax di sini
ada yang menggenggam kita.
seberapa kuat genggamannya, seberapa sensitif kita merasakannya.
bundo sudah berhasil mambuat diriku sensitif akan hal ini. jadi untuk apa ditanyakan balik lagi. rasa akan jauh lebih berharga dari verbal. [bener ga sih, soale waton bae]
selamat, bundo
bundo.. dima tingga?? bisa wak silaturrahmi ndak
sebuah kata yang indah tersusun, tentunya kata yang keluar adalah dari seorang yang cerdas menangkap apa yang dilihat,dengar dan rasakan. Selamat berpuitis ria
met sahur
Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku Wabil Khusus Bundooooo yang saya Hormati dan Kasihi.
MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
ops:

I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Astaghfirullohhhhhhhhhh kang Kung….. komeng nengendi-ngendi kok padha kaya ngene. Jane B. Indonesiamu mbiyen oleh piro sih?
tobat tenan kok karo Jin Botol iki.
oh: (doh)
Ura ana hubungane karo tulisan blas. Mbok yo… ngunu lhu
Wakaka, hihihi, protes is the best dok.
apa yang kita ketahui genggamlah karena mungkin dalam perjalanan semua akan berubah.. karena kebenaran dan pemahaman itu bertingkat
salam sayang
Dikritik Pak KangGuru, langsung komeng yang mengandung unsur genggam menggenggam, yang KangBoed?
Kok ada nama saya ya?
Habis sahur..eh, nemu puisi yang bikin diri termenung, sudahkah diri ini menjadi orang yang ‘pantas’ di hadapan-NYA ?
Btw, ini puisi tercipta dengan latar belakang apa sih Bund? Kok tertanggal 24 Nov 2008?
Mungkin jawabanya hampir sama dengan pertanyaan sedekat apakah Robb dengan kita ya Bund?
Ye, malah senang saya. Kalau perlu, review blog saya sekalian. Hehe…
Background nya keren!, puisi nya lebih kereen, dan yang menulis puisi itu subhanallah Bundo cantik nan jelita super kereen
Tapi maaf ya, YANG MENGGENGGAM semuanya PALING KEREN di atas yang terkerennnnnn!!
Terima kasih Bundo untuk puisinya
Rabb.., dalam genggamanMU kah diriku ini..?
Pasti … pasti … dan PASTI …!!!
Namun jangan coba2 menggenggam bara …
ujung2nya … prahara yang membara …
Bundo … kalo yg ini …kelaut aja..!
aku juga suka puisi… keren bundo!
Bunganya kuning, tulisanya juga kuning. Jadi gak kelihatan bun..
Maklum saya rabun warna hehe..
mantap puisinya bundo…
terima kasih juga sudah memberitahukan cara membuat backgroud kayak gitu, nanti dicoba ah…
ya Allah yang menggenggam hidup ini,
jangan biarkan kami melepaskan diri dari genggamanMU
jangan biarkan kami tak terkendali
jangan biarkan kami menjadi tak berbudi…
Bu dokter, kapan ya membuatken aku pulisi? Paling aku hanya bisa 4×4=16 ama 7×7=49.

Masak sih dok? mana kalimat nyang menunjukken ke aku?

Ckckckck… Santri gila gini dibilang pintar.*muka merah*
iyah ya..sudahkah aku berada dalam 9en99amanMU ya Rabb??
hufff bundo.. speachless aku klu ma puisi
** nice bundoo..
tidak cuma kamu tapi semua yang komeng dalam genggamanNya…
Tuhanlah yang menggerakkan semuanya.
yang menggerakan angin, menggerakkan air, dll.
Semoga Kita selalu dalam perlindungan-Nya,
dan selalu mendapatkan hidayahnya.
kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang
duuuu………hhh Bundo, saya paling nggak ngerti puisi,
.

pokoknya idem dito sama Pak Guru Wandi…he……..he………
Namun, Bundo……………….
Begitu baca yang satu ini………hiks……..hiks……
pengen nangis bombay rasanya………………….hikz…..hikz….
semoga kita menjadi jiwa2 yg tenang dlm genggaman Allah swt, amin.
Salam.
Salam
Selamat Bun, ga gampang merasa dalam genggaman-Nya, butuh perjuangan (klo buat aku siy). ajari aku Bun, plis..
subhanallah..indah sekali bundo…belakangan begitu sering aku merintih agar DIA selau menggengam jiwaku
“Yang menguasai hari pembalasan;
Kepada kau kami sembah & kepada kau kami minta
pertolongan”
Dalam genggamanNya pasti kau takkan terlepas….
walau sesaat…
I Love this poem.. I love it… kata-katanya indah (pernah ada di bulan Juni kan bun?)
yup @FB (never forget it Ms. June xixi..)
just wanna say : I Love this mom too… ^_^
diri ini lemah tanpaMu ya-Robb..!
Ampunkan hamba..!
bahkan untuk merasa dalam genggamanNya kita juga harus berproses dan mengerti. Begitu ya Bun?
Mantaps bun, sampai botak pun mungkin aku tak bisa bikin puisi macam tu
menggungah jiwa, menyayat hati
hahaha, dipuji bukan berarti harus memuji balik loh bund
Bundo saya cuma mau bilang kalo saya ndak bisa dan ndak biasa ngomen puisi, sekian dan terima kasih
*BTW, puisinya betul-betul menyentuh hati*
Bagus juga puisinya, tapi kok cuma dikit
Salam silaturahmi.
ko’ saiia kepincut sama tampilan gmn caranya bundo posting iia… heheheh.. keren ajja tuu kek gtu.. :thumbsup: tulisan ada BG nya

heheh.. ngiri* mode OON…
Pernahkah kita lepas dari genggamanNya ? tidak bunda, kita tidak pernah lepas dari genggaman yang Maha Pencipta, hanya kita saja yang merasa terlepas.
Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
whuaaaa, bunda ternyata jago bikin puisi ya…
puisi religius pula.
keren bunda.
ya muqollibal qulub, tsabit qolbi ‘ala dinika…
salam ramadhan almubarak bundoo itteww..
Yang menggenggam itu yang paling kuereennnnn!
Ini yang selalu bikin asyiknya ke rumah Mande; damai, tenang, tentram, indah… Mande memang orang yang bijak, bersahaja. Terlihat dari tampilan dan konten blognya…
Ini bukan pujian, Mande… Kalo lagi stress, kunjungi blog Mande, hilang dah
damai dah 
miss you
Jika kita dalam genggaman-Nya, maka tak akan mustahil untuk melakukan segalanya.
Bunganya apik, mendukung kalimatnya yang juga tersusun dengan apik pula.
Selamat berbuka puasa bu dokter.
Salam dari Surabaya
Ramadhan benar benar membuka mata hati kita untuk meLihat segaLa kebesaranNya..aLhamduLiLah…
indah nian puisinya bundo
benar2 menggambarkan betapa besarnya cinta terhadap sang khalik…semoga kita selalu dalam genggamannya, hingga terbebas dari hal2 yang negatif
bundo..

ajarin deby bikin puisi donkz?
Puisinya menyentuh sekali bundo..seneng sekali kalo baca bait² sebuah puisi, tp sayangnya saya ini terlalu awam dg Puisi..
apakabar bundo? semoga selalu sehat ya bundo?amin
salam , ^_^
seandainya saya bisa merangkai kata seindah puisi ini…hmmmm..sayangnya hanya untaian kata sederhana yg tak bermakna yg mampu saya hasilkan… heuheu…
kunjungan silaturrahmi bundo,
Ramadhan buat hari semakin terasa selalu dalam genggaman-Nya,, tak kuasa melepas diri walau hanya sedetik.. semoga untuk seterusnya..
pa kabar bundo cay.. puisi lama dengan semangat baru..
mau tau resepnya dwonk bundo…
kalo pake blog gratisan bisa ga,,
baca coretan2 asa mbak diatas, mengingatkan saya ttg sms dari sahabat, tadi pagi sehabis sahur. isinya kaya di bawah ini persis (COPAS mode ON)
“tuliskan rencana kita dengan sebuah pensil, tapi berikan penghapusnya pada ALLAH, izinkan DIA menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantinya dengan dengan rencana NYA yang indah dalam hidup kita, karna ALLAh selalu tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita ingin kan”
malam Bundo..maaf baru bisa kunjung kesini
baca dulu ya Bundo
Insya Allah Bundo tetap berada dalam Lindungan Nya Bun..Amien
-salam- ^_^
Tidak semua santri pintar Bundo. Seperti saya. Bahkan saya ini sangat bodoh, karena tidak mengamalkan ilmu yang sudah banyak didapat.
Btw, backgroundnya keren..
aku jauh, Engkau jauh…
aku dekat, Engkau dekat…
katanya Bimbo lho bun…
pagi bundo….