Unshakeable Mentality
September 11th, 2009 by nakjaDimande
hwaa tumben si bundo hari ini pake judul basa inggris.. ![]()
hehhe, judul itu aku dapat dari ustad yang semalam kasih tausiyah habis tarawehan, kebetulan peserta taraweh anak muda semua **kecuali aku dan KD.. jadi Ustad Djati bisa bebas berbahasa inggris dalam ceramahnya. Kebayang klo ceramah Ramadhan di mushalla sebelah rumahku yang isinya kebanyakan ibu-ibu diatas 50 tahun, bisa mati gaya ustad Djati bila bicara inggris begitu **palingan ibu-ibu itu pada tidur..
Unshakeable Mentality, iman yang tak tergoyahkan.. keimanan milik Nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail.. tiga orang luar biasa yang percaya bahwa perintah Allah SWT tiada kan pernah salah, percaya dengan Rahman dan RahimNYA. tak sedikitpun pernah mereka meragukan Allah SWT.. itulah mental yang tak sanggup tergoyahkan oleh apapun.
dalam kehidupan ini, kita kadang menjadi Ibrahim.. saat kita harus meninggalkan keluarga yang sangat dicintai untuk pergi mencari nafkah dan mungkin diantara kita harus ada yang merelakan kehilangan anak yang telah didambakan sejak lama.. **aku teringat Anton, yang kehilangan 11 anggota keluarga pada saat gempa kemarin
kita kadang menjadi Bunda Hajar.. ketika tiba saatnya kita harus berjuang sendirian membesarkan anak tanpa suami, tanpa memiliki bekal apapun. dan setelah sang permata hati tumbuh besar kita pun masih harus siap untuk kehilangannya.. **bagaimana bisa kau sekokoh itu wahai bunda..?
dan bisa jadi tiba saatnya kita menjadi Ismail.. tumbuh besar tanpa didampingi oleh ayah tercinta.. lalu ada kalanya kita harus kehilangan hal paling berharga dari diri kita.. **bagaimana bisa Ismail merelakan nyawanya sendiri?
sumber kekuatan yang dimiliki oleh nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail, digambarkan dengan dua angka yaitu: 0 dan 1. diterjemahkan dalam kalimat La ilaha il-Allah.. tiada [0] yang patut disembah selain Allah [1]. Hanya Allah saja.. bukan anak, bukan harta benda, bahkan bukan nyawamu sendiri..

sudahkah kau dan aku memahami makna La ilaha il-Allah..?
Allah akan terus perjalankan untuk membuat kita paham..
mohon pahamkan kami ya Rabbana..
***
note: biar semangat saat mengucapkannya
, bentuk huruf nol dengan telunjuk dan ibu jari pada kata La, kemudian diakhiri dengan mengangkat satu jari telunjuk pada kata Allah. Ok..?! La ilaha il-Allah.. tiada tuhan selain Allah..!
Tags: Bunda Hajar, Ibrahim, iman, Ismail, kokoh, Lailahailallah, Ramadhan, taraweh



pertamaxx
semoga puasa kita kali ini bisa menambah keimanan kita yang kadang naik dan kadang turun
Gak jd mande ya gak dikasih komeng … he3
Beliau2 adalah teladan buat kita … cuma sayang, sekedar meneladani (mengikuti) saja sulit, apa lagi menjadi teladan (yg ngasih contoh) …
Ya setidaknya tdk putus asa utk terus mencoba meneladani langkah beliau2 (jalan para nabi) di atas.
kadang kita memang tidak sadar…bahwasanya apa yg ada pada kita adalah kepunyaanNya…tiada lain…
Kadang kita terlalu angkuh dengan menganggap semua milik kita…
salam,
kata orang² sih, semakin besar rasa kehilangan itu berbanding lurus dengan seberapa besar rasa kepemilikan kita atasnya. masalahnya apa benar sesuatu itu milik kita…
*saia sih sekedar ngutip, bundo…*
Alhamdulillah dapat ilmu baru. Harusnya dipraktekkan rame2 waktu mbuat angka 0 dan 1 itu bu dokter.
Senang saya kalau ada ilmu2 baru yang singkat tapi mudah di cerna.
Salam hangat dari Surabaya.
Wah, keren cara supaya kita semangat mengucapkan Laa ilaaha Illallaah nya Bundo…
Terma kasih atas ilmu nya, semakin membuat kita sadar bahwa ternyata kita tak memiliki apa-apa…Karena semua yang ada pada kita even nyawa kita sendiri pun harus ikhlas kita relakan untuk ALLAH.
Semoga kita bisa menjadi orang ” yang tabah dalam segala hal ya bundo..
Ya Allah..
Karuniakanlah kami keikhlasan Ibrahim, kesolihan Ismail dan ketabahan Hajar dalam menjalani hidup ini
amien..
judul ya kayak materi di ESQ..
pernah jadi ATS juga pa bundo….
Assalamu’alaikum,
Tulisan yg bagus Bunda, keimanan Nabi Ibrahim as, memang patut contoh, ketawakalannya kepada Allah SWT menjadikannya sebagai kekasih Allah. Kisah Nabi Ibrahim, bisa menggetarkan keimanan orang yg membacanya, sangat dalam muatan tauhidnya. Saya sangat suka membaca kisah tentang Nabi Ibrahim as. (Dewi Yana)
iman yang takkan tergoyahkan bunda, mantep toh. semoga kita semua berada dalam lindunganNya.amin
Hari ini koq saya jadi melankolis ya bun? Baca yang kayak gini2 jadi terasa adem. Apa mungkin dua minggu ini nasib saya seperti dibolak balik oleh Gusti Allah ya? Dua minggu kemarin saya seperti mendapatkan durian runtuh, dan kemarin sore saya seperti keruntuhan durian, jadi benjut semua kepalanya kena durian
kalimat la ilaha ilallah, kalimat yang memberi keselamatan dunia akhirat
salam kenal bundo
*cessssss.. lan9sun9 adem baca ini..
bikin sejuk buun…..**bihun mo n9omon9 apa..
bundooo..*kan9enn..
imanku nggak stabil, bundo. kadang naik kadang turun. naiknya sedikiit, turunnya nggak kira2… *keluh*
yang ngasih tausiyah ke saya mending bundo aja, lebih menyentuh kalbu. betul kiranya mungkin saya tidak seistiqomah nabi Ibrahim, tidak sekokoh dan setawakkal siti hajar ataupun tidak seikhlas dan berkorban seperti nabi Ismail…
kunjungan sebelum buka puasa……selamat berpuasa
pengennya sih selalu dalam kondisi unshakeable mentality .. tapi tidak jarang jika malas sedang melanda .. maka tergoyahkan juga semangat ibadahnya ..
stable unshakeable mentality .. what a hard condition (ceritanya ikut2an ustadznya ah .. beringgris2 ria .. hehehe)
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
__udahbaca kok briii…tapi gakmau komeng bund__
__heseeuy rek ngomongnya naon ia
__
___elamatberbuka puasa ia bundo__
wah jadi ingat judul sebuah nasyid
belajar dari Ibrahim. selamat berbuka puasa bund
Wah… pelajaran menarik nih bund ; ..Yang belum mengerti angka 1 pasti gak kenal dengan angka 0…begitukah ?
rang rantau punya tulisan menarik dg judul ” Andai Kau tahu “
Senangnya punya bunda yang pintar agama dan ajaran tauhid.
Tetapi mencontoh 3 contoh diatas sulitnya minta ampun bunda, rasanya udah jungkir balik mau menjadi orang baik, tetapi selalu ada saja kurangnya…semoga sang Khalik mengampuni.
salam
Well, aku yakin Bun, kita ini nyatanya ga pernah betul-betul sendirian ada Dzat Yang Maha Tinggi yang akan selalu menolong, hmm ini mungkin quote yang gampang tp meyakininya, menjalankannya butuh perjuangan
Sepertinya inti dari semua perjuangan di atas adalah Laa Illaaha Il-Allah, dengan sikap rela dan pasrah + yakin atas kebesaran dan janji Allah. (Duhh ….beraaatttt menjalaninya….?!!!)
belajar dari Ibrahim :
Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar janji
Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataanya
Pada harta pada dunia
Tunduk seraya menghamba
Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah….
(by : snada)
Yes, i Like this nasyid…. tengkyu Guskar..
kunjungan malammmm
kunjungan malam lagiii
saya juga suka nasyid belajar dari Ibrahim..
kadang bingung juga..iman labil banget..padahal saya pernah baca buku ada kalimat “orang tua yang bertobat dimuliakan Allah, tetapi lebih mulia lagi pemuda yang bertobat”..banyak godaannya..
salam rimba lestari, bun…
Iya makanya ya jika pemuda bertobat lebih mulia, karena sangat banyak dan berat godaannya..Mudah2an kita yg muda2 (he he GR masih ngerasa muda nih
diberi kekuatan untuk senantiasa ingat bertobat, amiin.
Kunjungan sore sambil ngabuburit nih Bund
, Bundo masak apa hari ini? aku mau kolak nya dunk Bund
kita adalah zero ya bundo…
patut ditiru tuuh,,meski sangat sulit untuk membuktikannya
Bundo pakabar?lancar kan puasanya ?
lebaran kemana niy?
Alangkah hebat kualitas keimanan Nabi Ibrahim as dan keluarganya.
keteguhan dan kekuatan iman mereka sampai dijadikan teladan bagi umat setelahnya, termasuk kita.
salam.
mereka memang suritauladan bagi ummatnya iia bundo…
kita masih sangat nol 
Tulisan yang sangat bagus Bunda. Menyegarkan keimanan kita atas teladan yang diberikan oleh Nabi Ibrahim
Penggambaran nyang pas buat anyak-anyak muda dok. Mari kita perbaiki pemahaman tahlil kita.
Apa misih sakit gigi dok? Komeng dunk
Subhanallah bundo,…saya teringat tatkala…*ayah, ibu, abang, kakak bahkan adik…semuanya sudah bertemu dengan “nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail” di Masjdil Haram Mekkah…saya sendiri yg belum… why..??
Waktu itu saya langsung instrofeksi diri…apa dosa saya Ya Allah…saya sendiri dlm keluarga tercinta yg belum mendapat panggilan Nabi Ibrahim, AS … kemudian hari-hari selanjutnya berdo’a bahkan sampai berlinang air mata ber-bulan2 … memohon kepada Allah … agar dapat *bersujud di depan Ka’bah.
Akhirnya semua terkabul…saya mendapat kesempatan memasuki Ka’bah untuk “tawaf & shalat fardu dan sunnah di samping maqom Ibrahim dan shalat sunnah dalam hijjir Ismail setelah sebelumnya Syai antara saffah dan marwah *ritual bunda siti hajar ….
Alhamdulillah …Ya Allah…sujud syukur atas kurnia-Mu. Amin..!
(Btw …itulah nuansa hati saya kalau teringat 3 nama besar panutan kita umat Islam…mudah2an curhat ini terhindar dari sifat riya … ya bundo…
.
salam bahagia, sungguh tanpa petolongan Allah kita tidak dapat merasakan manisnya nilai iman apalagi mencapai maqam para nabi dan keluarganya. Saya suka postingan ini buat kita renungkan
Itu dipakai saat training ESQ bundo..
Semoga kita bisa semakin meyakini hanya kepada Allah lah berpasrah segala sesuatunya..seperti apa yang dilakukan Nabi Ibrahim.. sesuai dengan doa dan dizikir al-ma’tsurat pagi dan sore..
nelat, bundo.
kombinasi telunjuk dan jempolnya sangat simpel dan mengena. bisa dipraktikkan
diriku salut dengan jemaah yang anak muda semua. biasanya yang biasa bertahan adalah orang-orang tua yang memang sudah tidak ada orientasi ke dunia saja.
Ya, angka 0 & 1.. Hidup ini bagaikan sebuah pilihan bundo.. Pilih yg mana (1) atau (0)? High or Low??hehehe
yup, bundo. kita harus punya mental yg gak gampang goyah. semangaaat. aku baru bisa mampir lagi nihhh… maklum aku sok sibuk. hehe.
Wow…Keren!!! Emang nih hrs bnyak bljr dr shirah2 para nabi… Saluuuuut.. hehe salam knal!!!
ehm…dalem banget…dalem banget bundo….suer…dalem banget…nih posting…
Rasanya yang ceramah kemarin itu bukan ustadz tsb. Tapi, kalo gak salah, seorang ustadzah lho… Namanya, ustadzah nakjaDimande
Kamu bagus sekali sharingnya bundo, jadi seperti dengar ceramahnya langsung.
Hmm…. jadi sedih nanti klo udah gede, anakku bakal tinggalin aku klo da kawin.
hari ini lagi banyak banget hal yang menggoyahkan kesabaran dan keikhlasan rayya niy bund,, fiuuhhh…
*jadi kepingin nangis.. T.T*
malu kalo baca postingan bundo,, padahal masalah yang dihadapi ga seberapa dibanding nabi Ibrahim, bunda Hajar, dan nabi Ismail… hiks
seluruh contoh keimanan bisa dijumpai pada keluarga nabi ibrahim. semoga allah meridhoi mereka. akankah kita dapatkan sedikit saja dari keteguhan keimanan mereka ya, bun?