September 2nd, 2009 by nakjaDimande
|
sinar mentari begitu biasa
namun mencekam bila DIA tutup gerhana
udara dan angin begitu biasa
namun mencekam bila DIA hadirkan badai
riak, ombak adalah biasa
namun mencekam bila DIA jelmakan Tsunami
tarikan napasku terlalu biasa
dan pasti mencekam bila DIA
berkehendak mengambil
mengapa aku teriakkan namaNYA setelah mencekam datang
mengapa tak kurindukan DIA sekarang
pada saat yang biasa saja..
[Bukittinggi, november 2008]
|
turut berduka atas musibah gempa yang menimpa daerah jawa barat dan sekitarnya.. semoga Allah SWT melindungi kita semua, amin..
September 1st, 2009 by nakjaDimande
Tadi pagi aku balik lagi ke halaman jangkriknya Shige, dan sedikit kaget mendapati jawaban dari Shige bahwa jangkrik adalah semacam makian atau pisuhan di daerah jawa. Alhasil seharian tadi sibuk memikirkan kenapa juga sampai si jangkrik ini jadi pisuhan – dulu setahuku teman-teman dikampus pisuhannya hanya sekitaran ‘bajigur‘, tak ada yang bilang jangkrik – bukankah jangkrik adalah hewan yang cukup manis, yang mengeluarkan suara indahnya saat senja menjelang di kebun belakang
Sesuai judul, lain padang lain jangkriknya. lain daerah lain lagi pisuhannya. Di ranah minang, yang paling populer adalah ‘baruak’ [si bundo menuliskannya dengan tega
] baruak sama dengan nyemot, klo dipikir-pikir monyet juga hewan yang manis. Coba deh, apa sih alasannya kenapa dia dijadikan pisuhan? makanannya pisang, ndak suka mengganggu dan wajahnya juga cukup manis **klo kita dibilang mirip si nyemot, harusnya dia yang tersinggung.
Nah, klo orang minang berantem ma orang jawa..? satu bilang jangkrik, satu lagi teriak baruak. Pastinya ngga mempan! ketika kuliah dulu, seorang temanku
perempuan minang berantem sama temanku satu lagi pemuda jawa. Karena dirasa adu pisuhan tersebut pasti kurang ampuh, si gadis minang menghadiahkan sebuah tendangan telak untuk sobatku yg malang itu, mantaaappp!
Menurut si gadis, sebuah tendangan adalah bahasa yg lebih universal daripada memborong makian satu bonbin **Alhamdulillah dia sekarang sudah ndak pernah lagi maen tendang..

Hus! apaan siyh, puasa kok ngomongin pisuhan dan berantem. Mana boleh bulan ramadhan dipake buat musuhan? ayolah bun, klo ngomong yang baik-baik saja. Klo mau belajar bikin syair lagu mbok yang menyejukkan, jangan sampai menyakitkan hati saudaramu.
Karena hati yang dipenuhi benci pastilah sedang dihuni setan, marilah kita rubah lagi benci itu menjadi cinta.
***
September hari pertama, bagi Vina Panduwinata september pastilah selalu ceria. Namun satu hari sebelum hari ini, 12 tahun yang lalu my lady Di tiada . Beliau adalah ‘kepiting’ panutanku **semoga tak ada yang menjadikan kepiting sebagai pisuhan..
Buat kita umat muslim yang sekarang lagi berjuang menuju kemenangan hati, semoga kali ini menjadi september paling ceria. Menjadi Ramadhan terindah. amiin