Archive for
October, 2009
October 31st, 2009 by nakjaDimande
Minggu hujan puisi di hatiku..
***
lagu air jatuh bukanlah lagu hujan turun
di sebalik karang panjang, ada yang mengelupas
serupa kulit kopi
dan susupan paruh burung pelatuk di tandan pisang
tajam, dalam, pastilah nyansam
[kutipan dari: Lagu Air oleh Esha Tegar Putra]
# puisi diatas terdapat dalam buku 60 Puisi Terbaik Indonesia 2009 berupa kumpulan puisi dari 34 penyair, termasuk didalamnya satu puisi dari Esha Tegar Putra si pemilik kandang padati.
surprised di hari selasa! karena Lastri tidak memberitahu bahwa dia akan mengirimi aku sebuah buku kumpulan puisi
terimakasih Lastri cantik.. [kemarin Bapakmu sungguhan menyanyi lagu Biru ya?]
***
Rintik menitik
Oh, hujan lagi
Hujan melagu
Lagu merindu
Anak bersyahdu
Hujan berlalu
[kutipan dari: Anak-anak Hujan oleh Imran Abdul Jabar]
# puisi diatas terdapat dalam buku SALUN EKSOTIKATA, berupa kumpulan puisi dari 11 penyair malaysia dan 9 puisi indah didalamnya adalah milik Imran Abdul Jabar, sang menara
surprised di hari jumat! karena imran sama sekali tak memberitahu tentang pengiriman buku itu, dulu dia hanya bilang bahwa akan ada buku baru.. sehingga aku berharap diam-diam, bahwa dia akan mengirimi aku satu
terimakasih Imran, buku dengan tanda tanganmu itu sungguh membuatku tersenyum.. “Dan akan aku keluarkan bintang dari saku bajuku!” [aku ingin beri 59.000 bintang, tapi sayang sekali tak ada ada label harga dibuku itu
]
*****

October 30th, 2009 by nakjaDimande
Generasi yang lebih tua biasanya selalu mengkhawatirkan generasi yang berada jauh dibawahnya, mengkhawatirkannya dalam segala hal.
Contohnya saja aku, sebagai generasi yang lahir terlebih dahulu alias lebih tua, sering sok iye mengkhawatirkan para bocah jaman sekarang.
Sama seperti orang-orang tua dahulu mengkhawatirkan generasiku. Dan sudah merupakan hukum alam bila terdapat banyak perbedaan yang terjadi antar generasi ini
Coba aku gambarkan perbedaan tersebut:
# Dulu: saat berusia 13 tahun aku belum bisa memasak, aku ingat betapa ibuku khawatir bukan main. Kata-kata yang sering diulang adalah bahwa aku akan sulit mendapatkan suami dengan kondisi tak bisa ke dapur [hihi saat usiaku 13 th ibuku sdh memikirkan calon suami untukku] kenyataannya: hal tersebut bukanlah perkara sulit, aku akan mencoret nama teman-teman lelakiku yang jelas-jelas menyatakan bhw istrinya harus pintar memasak. Dan Allah SWT yang sungguh menyayangiku mengirimkan KD yang tak pernah berkeberatan dengan hal yang satu itu
]
kondisi sekarang: ponakanku si kembar tak pernah didorong oleh ibunya untuk bisa memasak, kakakku itu bilang bahwa dia sudah cukup bersyukur bila si kembar mampu menyelesaikan PRnya sampai tuntas, itu saja sudah menyita waktu.. boro-boro sempat diajari memasak
**dan tak pernah juga ibu mereka membicarakan tentang betapa kelak mereka akan sulit mendapatkan suami gara-gara tak bisa memasak [tapi nanti itu zamannya orang-orang makan masakan instan semua, jadi tak perlulah pintar ke dapur
]
# Dulu: kegiatanku menonton TV hanya sekedarnya saja, palingan si unyil, Ria Jenaka, Oshin dan Aneka Ria Safari. Sebagian besar waktuku habis bersama teman-teman bermain sepeda, atau jalan-jalan kesawah dan ladang.. tidak hanya sesekali saja, hampir setiap hari sepulang sekolah! yang membuatku harus diomeli ibuku karena menurut beliau seharusnya anak perempuan di rumah saja bukannya keluyuran terus setiap hari [tapi hasilnya selalu juara kelas tuh.. **narcol:narsis colongan mode On]
kondisi sekarang: anak-anak disibukkan mengerjakan PR yang seabreg dalam keadaan yang cukup tertekan, lha wong ortunya juga ikutan stress krn ga paham tentang PR anaknya
dan setelah PR selesai, bocah-bocah itu akan bersantai dengan menonton kartun atau sinetron anak yang kadang bukannya menghibur malah membuat stress bertambah karena jalan cerita yang aneh [sisi positifnya mungkin, anak-anak itu terlatih menghadapi stress sedari kecil]
hmm..
Bila dibahas satu persatu tentu banyak sekali perbedaan itu, lha iya jamannya saja sudah jauh berubah! Tidak pula pada tempatnya bila aku menginginkan anak-anak sekarang mengulang apa yang dulu aku lakukan, masanya sudah berlalu.. Berjalan ke sekolah melewati pematang sawah, menginjak tanah biasa, bukan di trotoar dari paving block. Bermain ditengah hujan, kesekolah tak pernah membawa jas hujan ataupun payung karena memang itulah yang diinginkan, menikmati hujan.
Menumbuk daun pacar untuk pemerah kuku dan memeras daun bunga raya lalu dicampur sabun, kemudian ditiup dengan sedotan menghasilkan puluhan balon berterbangan, membuat kalung dari daun singkong, main pasar-pasaran dan jajan kerupuk kuah dengan bihun goreng diatasnya seharga seratus perak, masih banyak sejuta kenangan lain yang dengan senang hati akan kuceritakan, tak habis-habis..
Betapa semua itu adalah surga masa kecilku, dan ada kekhawatiranku bahwa generasi sekarang tak lagi miliki masa cerianya sebagai kanak-kanak.
Tapi, mungkin saja kekhawatiranku berlebihan.. seperti dulu ibuku mengkhawatirkan aku. Karena ternyata toh semuanya baik-baik saja. Para orang tua dan guru tentu lebih paham akan kondisi anak-anak yang tumbuh dan berkembang di masa sekarang [harus tanya Desri, ibu guru itu]
Berdasarkan pengalamanku sebagai anak [karena aku belum menjadi orangtua] betapapun kejamnya dunia yang dilalui oleh seorang anak, aku yakin semuanya akan baik-baik saja bila ia selalu dikelilingi oleh lingkungan yang penuh cinta. Dan Allah selalu Maha Menjaga..
>>>Dan, bolehkah aku tahu apakah kenangan terindah di masa kecilmu….?
**si bundo sekarang gaya, suka nanya di akhir artikel.. anggap saja itu sebagai soal test untukmu di saat blogwalking
October 29th, 2009 by nakjaDimande

“empu, ambo ingin nak jadi penulis!”
“nuliso, nduk!”
“apo yang mesti ambo tulis?”
“tulis waelah, nduk!”
“ambo ndak punyo ide, empu..”
“tuliso ne awakmu ra duwe ide..”
“haaahh? bingung ambo..!”
“tuliso ne awakmu bingung”
“iiihhh, empu ni kok maksa seeh, ambo kan sudah bilang ndak bisa nulis..!”
“tuliso ne awakmu ra seneng dipekso lan ora iso nulis!”
“OK deehh empu.. ambo menulis sekarang!”
[dialog diatas terjadi antara sabai dengan mpu tantular
kalimat mpu tantular ditranslate dengan bantuan andari perempuan jawa yang bukan jawa
]
menurut aku, seharusnya mpu tantular terlebih dahulu menyarankan sabai untuk membaca Kitab Sutasoma karangannya yang fenomenal itu. Tentu saja Kitab Sutasoma dalam bahasa Indonesia, karena sabai hanya sedikit sekali mengerti bahasa jawa
**emang ada yang versi Bahasa Indonesia?
Aku sendiri sudah merasakan betapa sulitnya menulis akibat dari kekuranganku dalam membaca. Aku sama sekali bukan pembaca yang tekun! hal ini menyebabkan aliran ide yang tersendat-sendat dan miskin dalam kosa kata sehingga isi artikelku terasa monoton dari hari kehari **ini bukan curcol, jadi tak usah menghiburku
Benar apa yang dikatakan oleh Bapak Taufik Ismail, bila kita buta membaca maka akan terjadi kelumpuhan dalam menulis. rasanya terlalu sombong bila kita nekad menulis tanpa membaca. [lha, komeng aja bisa ngawur kok klo kita terlalu sok iye ndak mau baca dulu artikelnya **hayoooo ngaku! yang BW langsung komeng tanpa baca dulu artikelnya
]
Aku bukan pencinta buku yang tangguh, tidak pula rajin melengkapi koleksi buku di rak..
apalagi pindah ke Bukittinggi semakin menjauhkan aku dari segala rayuan buku-buku menarik. Dan tak pernah juga mencari info tentang buku baru dari internet.. sampai kemudian mengenal blog, sering membaca review buku-buku bagus dari para sahabat. Hal itulah yang membuat aku insyaf bahwa diriku begitu ketinggalan jauh, jauuuhhh sekali..!!!
Disini aku menemukan banyak blog sahabat yang memiliki variasi ide nan menakjubkan dan penggunaan kosa kata yang cerdas serta gaya kepenulisan yang menarik. Semua itu pasti diperoleh dari ketekunan membaca buku dan berlatih.. **para pakar bilang bakat adalah faktor nomer sekian.
tips dari J.K Rowling: Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu, tulislah apa yang kamu alami dan apa yang kamu rasakan. [hmm, kedengaran cukup mudah]
OK, aku akan mendukung sabai agar selalu semangat, termotivasi dan berusaha keras untuk tetap berlatih menulis. Karena kita harus percaya pada setiap diri tersimpan potensi menulis sama besar seperti potensi bicara.
>>>>jadi bagaimana dengan bicaramu? lancar kaannnn..?!
note:
pada seseorang yang gagap dalam bicara, apakah potensi menulisnya juga sama besar dengan potensi bicaranya?
**pertanyaan dari seseorang yang gagap
October 28th, 2009 by nakjaDimande
Ghuawwaatttttsss..! si bundo sok iye mau bicara seni, pasti sudah kehabisan bahan dan mulai mengada-ngada.. **tak tahu harus bicara apa di Hari Sumpah Pemuda
Hmm, menurut aku orang indonesia itu nyeni, semuanya..! dari sabang sampai merauke, meskipun tak seluruhnya terkenal. Terdapat masih banyak seni tradisional daerah yang belum aku ketahui, dan cukup senang melihat acara tv tentang petualangan ke seluruh penjuru tanah air karena biasanya diperlihatkan kesenian daerah yang unik yang belum pernah aku lihat.
Semua kesenian daerah itu, baik yang terkenal ataupun tidak.. sungguh mempesona!!! walaupun aku orang minang yang tak paham sepenuhnya tentang kesenian dari daerah lain, tapi aku tetap dapat menikmati syahdunya bila ada orang memetik kecapi pada seni karawitan sunda.. tak menghalangi aku untuk bisa menikmati lagu melayu, tembang jawa ataupun batak. syahdunya menelusup ke relung hati, entahlah mengapa.. mungkin karena seni selalu dihasilkan dari hati sehingga selalu sampai kepada hati.
Pada peristiwa yang belum cukup sebulan berlalu, gempa di ranah minang.. selain lagunya Ebiet G Ade, ada musik tradisional minang yang sering diperdengarkan oleh stasiun tv, yaitu alunan serunai dan saluang yang menyayat hati. Tanpa harus mengerti bahasa minang , para sahabat pasti paham bahwa itu adalah lagu luka. Mungkin begitulah cara orang Indonesia nyeni, semuanya disesuaikan dengan keadaan. Ada seni yang muncul karena kebutuhannya untuk mengabarkan berita duka, ada seni yang muncul untuk pengajaran hidup seperti macapat yang diciptakan oleh para pujangga jawa. Huebbaaattt sekali para leluhur itu!
[dan leluhur kita pun pasti tak suka bila terjadi permusuhan gara-gara karya seni yang mereka wariskan, nilai-nilai luhur sama sekali bukan untuk dipertengkarkan **jadi dilarang komeng dengan menggunakan kalimat penuh permusuhan tentang segala klaim karya seni di blog bundo yaa
]
Sekarang? aku masih berusaha mikir apakah sebaiknya para pemuda diharuskan menekuni seni tradisional itu? Hmm, gimana ya..
terus terang itu adalah hal yang sulit karena zaman sudah berubah.. para pemuda sekarang sibuk duduk di depan laptopnya **yang tua juga deennngg
Mungkin bukan seni secara fisik yang harus mati-matian dipertahankan, tapi yang penting adalah nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya harus terus diwariskan pada generasi muda, sehingga akan muncul hasil seni dengan nuansa baru tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.. **Alhamdulillah, si bundo berhasil mengeluarkan pernyataan yang serius
nyontek dimana ciy?
Ok deehh, wahai para pemuda.. walaupun tak ada dokumen dan bukti sejarah otentik tentang peristiwa sumpah pemuda [dapat info ini dari guskar.com
] tak mengapa, karena yang penting adalah mewarisi semangat juang dari pahlawan bangsa.
Mereka pasti menginginkan agar jangan sampai hilang rasa cinta pada tanah yang kita pijak, jangan sampai pudar rasa terimakasih pada air dan udara yang kita hirup. InsyaAllah.
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
October 27th, 2009 by nakjaDimande
Aku melangkah lagi lewat jalanan sepi
Perlahan tapi pasti mengikuti ayun melodi
Langkah silih berganti
Melalui hari yang sunyi
Aku melangkah lagi dengan pasti
Langkah semakin cepat
Karna citaku semakin dekap
Hasrat kini terungkap
Dalam kata-kata yang terucap
Waktu terus melaju seirama alunan lagu
Aku melangkah lagi dengan pasti!
Liku-liku yang dulu adalah guru bagiku
Dan kuyakinkan diri menghadapi yang terjadi
Harapan yang ada takkan ku sia-sia
Kenangan yang lama sirna seiring nada
Kutinggalkan bayang-bayang semu
Lalu memulai cerita baru
Aku melangkah lagi!
[Aku Melangkah Lagi-Vina Panduwinata]
SELAMAT PAGI NUANSA BENINGKU SEMUA..!!! 
bagaimana pagimu kali ini? semoga matahari sudah lepaskan semua temaram hati..
hehheehh.., pagi ini aku jadi terbawa untuk bersenandung lagu di atas, setelah semalam bw bertemu nuansa bening yang lagi muram [jeng dhila sudah senyum lagi kan?]. Lagu Aku Melangkah Lagi dari Vina adalah salah satu andalanku untuk menghibur hati, selain Sekeping Hati nya saujana dan masih banyaaakkk lagi
tentu saja senandungku ini hanya sebatas terdengar oleh telingaku saja, karena pita suaraku tak pernah mampu menghasilkan suara merdu yang bisa membuat orang lain terhibur.. tapi tak apa, yang penting setiap hari aku harus punya senandung untuk mengiringi pagi
aku rasa, bersenandung pagi hari dilakukan hampir semua orang.. ada yang terdengar, ada yang hanya dalam hati. Salah seorang temanku di puskes, beberapa hari ini selalu saja tertangkap basah menyenandungkan lagu “Malam Pertama” nya om Chrisye.. **lha iya lah maklum pengantin baru..
>>>>nah! aku yakin bibirmu semua juga sedang mengalirkan sebuah senandung.. bolehkah aku tahu lagu apakah yang mengiringi pagimu kali ini? dan mohon tuliskan sebait liriknya yang paling kau suka di kotak komeng, agar aku bisa menebak suasana hatimu ..
**halah! si bundo mau tauuuuuu aja..
October 25th, 2009 by nakjaDimande

Kick Andy beberapa minggu lalu menampilkan Kiboud Maulana, seorang gitaris jazz dan blues senior era 70-an. Pada acara tersebut kiboud bercerita kisahnya ketika manggung di Amerika, saat BB King sang legenda blues dunia memperkenalkan kiboud sebagai gitaris blues dari Bali..! [“dari Bali” bukan “dari Indonesia”]
Hihi mau cerita tentang “Padang” kok dimulai dari kiboud maulana siyh? Karena hampir mirip kasusnya. Di luar negeri Indonesia itu adalah Bali, demikian pula bila di perantauan.. bagi orang lain Minang itu adalah Padang. Setumpak kecil kota Padang mewakili bentangan luas Ranah Minang.
Tidak peduli bahwa aku adalah warga Bukittinggi yang tak pernah merasakan menetap di kota Padang, aku tetap saja dikenal sebagai orang Padang ketika sedang berada di Jakarta atau Bandung.
Bila tiba saatnya aku pulang ke Bandung, teman-teman akan bertanya bagaimana kabar keluarga di Padang? hehhe, kadang terasa ingin menjelaskan, tapi ya sudahlah..
kecuali keluarga KD yang memang sudah paham dan selalu bilang kalau menantu kesayangan ini adalah orang Bukittinggi bukan orang Padang
Kebanyakan orang luar minang seperti di Jakarta dan Bandung, akan menyamakan semua penghuni Ranah Minang ini dengan sebutan orang Padang, seperti pertanyaan “kapan pulang lagi ke Padang?” padahal bila aku naik pesawat, letak Bandara Internasional Minangkabau itupun sama sekali bukan di kota Padang. Sehingga setelah mendarat aku akan langsung pulang ke Bukittinggi tanpa harus melewati kota Padang.
Trus kenapa? ndak masalah toh? Hehhe ngga siyh hanya iseng saja mendata istilah Padang yang banyak digunakan oleh teman-temanku saat di Bandung dahulu, yang kadang justru membuat aku kasihan sama orang Padang karena harus menanggung beban atas semua pencitraan warga ranah minang
>> Orang Padang itu pelit. wkwkkwkkkk padahal yang pelit itu adalah aku! yang jelas-jelas adalah orang Bukittinggi
>> Orang Padang suka lebay.. gara-gara pedagang kaki lima di Pasar Baru Bandung yang kebanyakan orang minang, suka lebay kasih harga
padahal si uda itu bisa jadi adalah warga Payakumbuh yang berada cukup jauh dari kota padang **malah mungkin si uda belum pernah ke padang**
>> Klo mau nikah sama cowok Padang harus bayar mahal, hihiihi keciaaannnn deh yang jadi lelaki Padang karena kebiasaan bayar mahal itu terjadi bukanlah di kota Padang
>> Adat padang itu ribet ya? lagi-lagi huahahhahhha.. karena masyarakat di Padang sebenarnya cukup longgar dalam menjalankan adat, mungkin karena perkembangannnya sebagai kota yang cukup besar. Justru Adat Kurai Bukittinggi yang cukup bikin pusing
Selain banyak dirugikan karena harus menanggung image warga ranah minang secara keseluruhan, kota Padang juga diuntungkan karena ada beberapa hal positif yang justru dikenal dengan embel-embel Padang.
# Rumah Makan Padang. Padahal bila dicoba cari di pelosok kota Padang dan seluruh Ranah Minang tak kan bertemu yang namanya Rumah Makan Padang. Karena yang ada adalah Masakan Kapau atau Masakan khas Minang.
# Sate Padang. Justru disini tak ada yang judulnya sate padang karena yang ada adalah Sate Pariaman, Sate danguang-danguang atau sate Padang Panjang [sate pariaman paling enak, tanyain shige klo ga percaya
]
# Perempuan Padang pinter masak. Aku selalu bilang iya atas pernyataan ini.. jangan bilang aku berbohong, karena aku kan perempuan Bukittinggi jadi ndak apa-apa kalau aku ndak pandai memasak
Cukuplah sekian dulu ya daftarnya, kapan-kapan aku tambahi lagi 
Hanya saja aku minta tolong jangan sampai ada yang berucap: “Bagaimana kabar Padang, Bundo…? pengen deh ke Jam Gadang dan Ngarai Sianoknya…!”
karena Jam Gadang dan Ngarai Sianok itu berada 92 km dari kota padang, OK..!!!
========
ps. tulisan di atas terinspirasi dari note dan foto karya uda Erison J Kambari
October 23rd, 2009 by nakjaDimande

Uhh, ternyata susah ngurusin para menteri baru itu. Baru selesai dilantik bukannya memikirkan program kerja, malahan sibuk memilih-milih kendaraan dinas terbaru
Tapi Alhamdulillah ada beberapa yang langsung siap bekerja sejak hari pertama, salah satunya Bapak Yayat Arkasala [beliau dipilih memang atas dasar kualitasnya, tak ada unsur balas budi
]
Jadi ya sudah lah daripada pusing, aku mau balik lagi ke jati diriku yang semula. Ingin sedikit bercerita tentang pemakaian braces, bukan dari sudut pandang seorang dokter gigi tapi berdasarkan pengalamanku setelah menggunakannya sejak 3 bulan yang lalu
1. Mengapa aku menggunakan braces? dulu pernah sedikit aku jelaskan bahwa kontak antara gigiku di rahang atas dan rahang bawah tidak normal [maloklusi] sehingga menyebabkan gangguan pada sendi rahang. Gejalanya sudah lama terasa bila aku mengunyah maka sendiku akan terasa sakit. Mengapa baru pakai sekarang saat usia sudah lanjut? Hihi, karena baru berhasil dirayu oleh temanku yang ahli orthondonti itu
2. Aku menggunakan kawat gigi cekat yang merupakan alat permanen yang dilekatkan menggunakan bonding, sehingga tak bisa asal buka lepas. Hal ini cukup menyiksa, seminggu pertama aku kesulitan makan kripik kesukaanku dan tak bisa lagi mengunyah habis tulang ayam
karena belum bisa beradaptasi dengan segala peralatan yang penuh di mulutku.
3. Konstruksi susunan kawat yang rumit, cukup sulit dalam menjaga kebersihannya, sikat giginya juga khusus. Sehingga aku harus mengurangi kegiatan makan bila di depan umum, karena biasanya sisa makanan akan menempel di sepanjang kawat itu. Bila menghadiri kenduri, aku harus berhati-hati saat makan, karena tak mungkin menumpang sikat gigi selesai makan
4. Setelah selesai diaktifkan setiap jangka waktu tertentu, gigi akan terasa sakit. Semula aku pikir rasa sakit ini akan mengurangi nafsu makan, ternyata sama sekali tidak..! karena toh yang dikawat adalah gigi bukannya lambung
[jadi berat badanku sama sekali tak berubah secara signifikan]
5. Jangan pernah makan permen karet atau jenang [kalamai, dodol] karena akan menyebabkan cincin braces lepas.. dan klo sudah lepas aku akan dimarahi oleh temanku itu karena dia yang repot memasangkan lagi, hahhha..
6. Setelah pemakaian braces, apakah percaya diriku semakin bertambah..? nah untuk yang satu ini aku berbeda dengan para ABG yang menggunakan braces demi mengikuti trend, karena justru sejak pemakaian braces aku takut bertemu banyak orang, sueeerrr!!! Apalagi bertemu narablog lain, ndak berani!
>>>>sesungguhnya senyum yang menawan berasal dari mana siyh? Ya dari hati yang tulus doonnggg…!
===========================================================

tulisan ini dibuat sebagai tugasku di hari pertama selaku Menteri Kesehatan Gigi pada Kabinet yang dipimpin Bapak Wandi Sukoharjo.
Doakan semoga aku istiqomah dalam menjalankan tugas ini. Dan tentu saja aku menunggu penawaran dari presiden tentang kendaraan dinas terbaru, agar aku semakin semangat bekerja
===========================================================
October 21st, 2009 by nakjaDimande

Berikut ini nama-nama menteri dan pejabat setingkat menteri yang diperkirakan akan duduk di Kabinet Narablog Bersatu periode 2009-2014
Menko Kesra: Bapak Wisnoe
Menteri Pertahanan: Bapak Abdul Cholik
Menteri Dalam Negeri: Den Mas
Menteri Luar Negeri: Fadhilatul Muharram [yang pengen banget ke luar negeri]
Menteri Keuangan: Nenyok [gayanya sudah mirip ibu Sri Mulyani]
Menteri Kesehatan: dr. Marshmallow
Menteri Lingkungan Hidup: Bapak Alam Endah
Menteri Pemberdayaan Perempuan: Zee
Menteri Perhubungan: Bundadontworry [mantan pramugari soale]
Menteri Kominfo: Nunik Isnuansa
Menteri Agama: Bapak Ustad Hardivizon [Inyiak Surau]
Menteri Perindustrian: Bapak Agus Sukarno Suryatmojo
Menteri Pendidikan Nasional: Bapak Wandi Sukoharjo
Menteri Perumahan Rakyat: Bapak VyanRH
Menteri ESDM: Bapak Yayat Arkasala
Menteri PDT: Pak Acil
Menteri Koperasi dan UKM: Bapak Khery Sudeska
Menteri BUMN: Rita Susanti
Menteri Sosial: Rayya
Menteri Kehutanan: Bapak Aldy Indo Hijau
Menteri Kebudayaan & Pariwisata: Morishige [jabatan paling cocok buat shige]
Menteri Hukum dan HAM: Septarius [dianggap cocok aja ya Ta]
Menristek: Afif
MenPAN: Bapak Elmoudy
Menpora: Mas Oglek
Sekretaris Kabinet: Wiend
Jaksa Agung: Yoan [hanya yoan yang pantas]
Kepala BIN: Zulhaq
Data di atas hanyalah perkiraan saja. Bagi yang belum disebut namanya janganlah berkecil hati, karena ada beberapa kursi menteri yang masih kosong. Kita tunggu saja hasil final susunan Kabinet Narablog Bersatu ini, yang sepenuhnya adalah hak prerogatif presiden.
>>>Hahhh, Presiden..? Presiden yang mana… ?!!!
October 20th, 2009 by nakjaDimande
|
biarkan aku datang dan pergi diam-diam
lalu ombak akan hapus semua jejakku di pasir itu
mungkin jejak harus belajar relakan diri
bahwa ia akan selalu hilang disapu ombak
dan bertemu lautan liar kekasihnya yang sejati
biarkanlah aku,wahai
jangan lagi kau beri tanda di setiap jejak
[bukittinggi, 20 oktober 2009]
|
October 18th, 2009 by nakjaDimande
Bila tidak karena berjanji kepada shige, aku mungkin tak kan masuk ke rumah ini. Melewatinya sudah hampir setiap hari, karena letaknya tak begitu jauh dari puskesmas tempat aku bekerja. Dan seperti yang sering terjadi, sesuatu yang dekat biasanya akan terlewat dari pengamatan.. Begitulah aku, sudah 4 tahun menetap di sini belum sekalipun masuk ke dalam Rumah Kelahiran Bung Hatta [RKBH] tersebut **terimakasih shige secara tak langsung sudah mengingatkan bundo

Berdua KD, berangkat dari rumah pukul 9 pagi. Hanya sekitar 5 menit pake motor sampailah kami di rumah itu, letaknya sangat dekat dengan Pasar Bawah tepatnya di Jl. Soekarno Hatta no 37 **cukup mengherankan bila kemarin jejaka petualang tak bisa menemukan rumah itu

Jam 9 ukuran Bukittinggi masihlah terlalu pagi, sehingga belum ada pengunjung lain, hanya ada petugas kebersihan dan seorang petugas yang menjaga rumah tersebut. Cukup surprise, karena ternyata ndak usah bayar! setelah berbicara sebentar dengan petugas tentang letak semua ruangan, kami dipersilahkan menjelajahi rumah itu tanpa pengawasan

Rumah Kelahiran Bung Hatta ini sempat dijual kepada orang lain, kemudian dibeli oleh Pemda Bukittinggi dan pada tahun 1995 dilakukan perbaikan. Rumah tersebut berusaha dikembalikan kepada bentuk aslinya. Hmm, setelah melihat hasilnya, aku salut atas usaha tersebut..!
o,ya maaf, aku pasang fotonya kecil-kecil saja. kalau mau lihat foto berukuran besar ada banyak di mbah gugel, lihat sendiri yaa

Cukup mudah untuk memahami setiap ruangan dan barang walaupun tidak ditemani petugas, karena semuanya sudah diberi nama. Ruangan yang ada jendela seperti pic diatas ini adalah kamar kelahiran Bung Hatta, berada dilantai dua. Untuk naik keatas kita harus melewati ruang makan yang kecil mungil..
Sedangkan kamar untuk bung Hatta ketika sudah bujang berada di belakang, di sebelah dapur dan kamar mandi. layaknya anak laki-laki yang sudah akil baligh akan sering tidur di surau, sehingga posisi kamar bujangnya pun berada di luar rumah utama. Agar mudah untuk keluar masuk tanpa mengganggu penghuni rumah lainnya.
Dahulu adalah hal yang memalukan bila laki-laki akil baligh masih tinggal bersama-sama orang tua, namun sekarang sudah tak ada lagi bujangan yang tidur di surau kecuali garin

Eitss, lupa.. masuk ke dalam rumah harus melepas alas kaki, dan bila kita ingin berkeliling di halaman belakang sudah disediakan tangkelek.. hehhhe aku sudah lama ndak pakai tangkelek
Di halaman belakang ada lumbung padi, kandang kuda kamar mandi dan dapur. Dapur itu sungguh membangkitkan memori pada dapur nenekku dahulu, rak piring yang dari kayu dan piring-piring loyangnya itu. Perlengkapan memasak tradisional seperti belanga sampai sekarang masih digunakan oleh warga Bukittinggi, karena ada jenis masakan tertentu yang hanya nikmat bila dimasak menggunakan belanga

Bagiku cukup menyenangkan berada di rumah itu, ada banyak foto di dinding yang belum selesai aku amati satu persatu.. mungkin besok-besok saat jam istirahat di puskesmas aku akan singgah lagi ke sana untuk memperhatikan lebih detil
Karena masih ada kegiatan lain, aku dan KD mengakhiri kunjungan di RKBH. Sebelum pulang kita diminta mengisi buku berisi kesan dan saran, dan dengan tulus aku menulis “pengen banget deh tinggal disini..” **sayang sekali tak ada emoticon yang bisa dibubuhkan
Dan di dekat meja itu ada kotak sumbangan, aku rasa para pengunjung cukup senang hati untuk memasukkan uang ke kotak itu, karena suasana disini sangat menyenangkan.
Demikianlah laporan singkat yang tak lengkap ini, lagi-lagi di mbah gugel sudah banyak yang membahas RKBH jadi para sahabat bisa cari sumber lain yang tentu saja lebih lengkap.
maafkan aku yang sedang kehabisan ruh untuk menulis, benar-benar habis.. **emoticon minta dikasihani ada ga siyh?
============================================================= 
Rayya sayang, terimakasih untuk kejutannya
jilbab merah itu sudah bundo pakai tadi pagi saat ke RKBH.
**dapat bocoran dari mana tentang warna favorit bundo?
=============================================================
October 15th, 2009 by nakjaDimande
Tumis Taoge Teri Kejar Tayang
itulah judul masakan yang akan aku ikutkan pada Ladies Program: cuisson du poisson et des legumes di rumahnya pakde cholik. mengapa Kejar Tayang? karena memasaknya hanya sekejap. Sedap Sekejap dong? hehhe ngga janjiii..
sesuai persyaratan bahwa masakan harus berbasis ikan dan sayuran. cukup menyulitkan, karena ibuku dua minggu ini tak ada rencana pulang ke Bukittinggi, sehingga aku tak mungkin mengandalkan beliau untuk memasakkannya kali ini
masakan minang yang berbasis ikan dan sayuran sebenarnya cukup banyak, seperti pangek ikan mas kacang panjang atau gulai masin ikan tongkol dengan buncis.. tapi hampir semua memakai santan. karena aku masih dalam suasana malas, aku pilih yang gampang saja.. lagian KD tak terlalu suka masakan bersantan **alesan
teri? memangnya teri termasuk ikan..? lha iya kan pakdhee, jangan sampai aku terancam diskualifikasi gara-gara pake ikan teri. walau imut begitu ikan teri kaya dengan kalsium..
ok, tak baik bila terlalu panjang kata sambutannya.. mari kita mulai saja memasak TuTaoTe Kejar Tayang ini.
bahan:
> minyak untuk menumis
> bawang putih, memarkan
> kecap ikan [tau lah kan, beli di supermarket ada..]
> teri medan goreng kering [boleh ganti dengan ikan asin lainnya]
> tauge, buang akarnya kata ibuku [kataku, cuek aja yang penting bersih
]
> daun bawang dan cabe merah di iris miring
cara:
1. tumis bawang putih sampai harum, masukkan kecap ikan, cabai merah, daun bawang dan tauge, masak dengan api besar
2. begitu taoge mulai layu masukkan ikan asin, angkat dan sajikan

catt:
# tak usah pakai garam lagi, karena ikan terinya sudah asin
# semua ukuran sepedenya saja 
# mengenai rasa, di luar tanggung jawabku.. karena aku hanya berpedoman dengan prinsip KD bahwa yang penting masakan itu sehat dan halal istrinya mau memasak.. mengenai rasa, nomer sekian..
« Previous Page