Archive for
December, 2009
December 28th, 2009 by nakjaDimande
senyuman pagi di Bukit nan Tinggi
hadir diam-diam dari selimut beku bulan Desember
~oOo~
Mengenang Hari Jadi ke 225 Kampungku
Bukittinggi Tercinta

Jam Gadang di Pagi Hari

Ngarai Sianok

Istana Bung Hatta [dulu dikenal dengan sebutan Istana Tri Arga] menjadi saksi ketika Bukittinggi mengukir sejarah sebagai Ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948. Dan Istana tersebut ikut dibumihanguskan pada tanggal 21 Desember 1948 sebelum Belanda sempat merebutnya.
Di belakang Istana Bung Hatta terlihat Ngarai Sianok dan Gunung Singgalang. Sedangkan Di depan Istana terdapat Taman Sabai nan Aluih tempat berdirinya Jam Gadang. Saat ini di sisi kanan terdapat pusat pertokoan yang bagiku membuat pemandangan menjadi sangat terganggu

Sisi kiri Taman Sabai nan Aluih

Jam Gadang dibidik dari arah pusat pertokoan modern. Terlihat Pasar Atas yang menjual beraneka hasil kerajinan rakyat. Pasar Atas sudah berulang kali hangus terbakar. Alhamdulillah berkat Rahmat dari Allah SWT, para pedagang pun berhasil bangkit kembali.

Jembatan Limpapeh
yang menghubungkan Taman Puti Bungsu dengan Benteng Fort de Kock
[ Semua foto milik uda Erison J Kambari ]
============================
~oOo~
Ngakunya hiatus tapi posting juga
ingin sedikit menyapa Duncayku semua yang sedang menghabiskan liburan akhir tahun. Pada Liburan kemana? jangan ke Bukittinggi yaaa, soale Bukittinggi penuh! jalanan macet. Ga asyik pokoknya
Bundo masih berstatus hiatus niyh, jadi belum bisa BW
Kerjaan Bundo tinggal dikit lagi, Insya Allah tahun baru sudah selesai semua.
Teruntuk Pakde Cholik tersayang, yang merindukan Bundo. Sebagai penebus rasa bersalah karena kemarin ndak ikutan Pantun Ngakak Antar Nusa maka kali ini Bundo akan menjawab pantun dari Pakde [hasil nyontek juga
]
Esuk mancing sore ya mancing
Sing mancing arek suroboyo
Esuk eling sore ya eling
Sing di eling-eling ora rumongso
Pantun milik Pakde, entah ditujukan untuk siapa?
kuanggap untukku saja, dan inilah jawabannya
ehm, ehm..
koto kaciak koto nan ampek
marantak kudo sikumbang jati
hati sadiah lah batambah larek
lah lamo taragak si jantuang hati
artinya
gW kanGEn juGaaaa…!!!
December 22nd, 2009 by nakjaDimande
Selamat Hari Ibu
untuk semua Ibunda..
yang telah menjadi tempat tumbuh
beraneka bunga indah di muka bumi
|
|
hari ini bundo bertugas di Padeblogan dan di BlogCamp
[pengumuman Sang Juara PPC]
December 21st, 2009 by nakjaDimande

Duncaayyyy, Hari ini pengumuman Parade Puisi Cinta..! **ups kok ga ada yang antusias seeehhh???
Hari ini, Pakde Cholik selaku tuan rumah Parade Puisi Cinta akan mengumumkan 15 puisi terbaik pilihan Dewan Juri. Lalu besok dilanjutkan dengan pengumuman 3 Puisi Sang Juara, tepat pada peringatan Hari Ibu. Dan juga ada 2 puisi unik pilihan tuan rumah yang akan mendapatkan tali asih.
Sebenarnya aku sebagai Juri Utama lebih berdebar-debar dibanding peserta. Jjjiiiiaaaaahhh, seumur-umur belum pernah jadi juri apapun lalu kali ini sekonyong-konyong menjadi Juri Utama untuk acara Parade Puisi Cinta dengan 149 peserta. Angka yang berada diluar prediksi aku dan Pakde, karena kami mengira peserta tak kan beda jauh jumlahnya dari peserta Supermanshow, berkisar 10 orang paling banyak.
Melihat peserta membludak, terus terang aku cukup gelagapan. Beruntung selalu ada dukungan moril dari para senior. Salah satunya Pak Mars yang mengusulkan agar juri melakukan pengelompokan atas sejumlah puisi tersebut, yang kemudian segera aku tindak lanjuti dengan membuat 7 kelompok tema cinta.
Awalnya bingung juga karena adanya keberagaman tema cinta, ada puisi cinta untuk istri, puisi cinta untuk ibu, puisi cinta untuk kekasih. Lha istri kan kekasih juga? mosok aku harus bikin kategori : Puisi Cinta untuk kekasih yang dinikahi, Puisi Cinta untuk kekasih yang belum menikah, belum lagi Puisi Cinta untuk kekasih orang lain. Tapi jangan khawatir akhirnya urusan pengelompokan ini berakhir dengan selamat.
Bantuan berikutnya datang dari PujanggaLangit, beliau memberikan kisi-kisi penilaian yang harus aku perhatikan selama penjurian, diantaranya meliputi unsur bahasa, tema dan kreatifitas ide. Untuk hal ini aku harus mempelajarinya perlahan-lahan, karena aku memang betul-betul juri pemula.
Dan orang yang paling membantuku selama penjurian siapa lagi kalau bukan Pakde Cholik [namanya juga asisten juri
], beliau senantiasa menghibur agar kepalaku tak berasap. Mempercayai dan mendukung apapun keputusanku sebagai juri utama, tentu saja setelah sebelumnya kami melakukan diskusi yang serius. **duncay percaya kan klo juri utama diskusi serius dengan asisten juri?
~oOo~
Terimakasih atas 149 puisi cinta itu, yang sudah membuat hatiku berbunga-bunga saat membacanya. Membawaku ke alam cintamu masing-masing.
Sungguh, bagaimana mungkin aku mengabaikan kata cinta di puisimu itu? dan membandingkan satu puisi dengan yang lain. Bukankah semuanya ditulis dari hati yang paling dalam saat panah si cupid tepat mengarah ke jantungmu sehingga melahirkan puisi luar biasa.
149 puisi itu telah terpilih, tali asih diberikan untuk semuanya berupa Cinta kembali dariku untukmu.. [mau yach, yach.. yach..? ]
>>>Ok Duncay, maafkan bila ada yang tidak berkenan selama aku bertugas sebagai juri dan aku hanya bisa berpesan padamu semua, bila lain kali hendak mengikuti acara lomba puisi sebaiknya perhatikan dulu dengan hati-hati siapa dewan jurinya!
~*~*
*~*~
===============================================================
Terimakasih untuk:
7 orang penulis puisi yang terjegal. Tindakan yang terpaksa dilakukan oleh juri untuk menjaga obyektifitasnya, suatu hal yang sangat sulit dalam menilai suatu karya puisi. Adapun 7 orang penulis tersebut sudah dihubungi juri satu persatu dan Alhamdulillah semua berlapang dada menerima kenyataan bahwa puisinya dijegal dengan hormat oleh Dewan Juri. Penasaran dengan nama 7 orang penulis puisi tersebut..? mohon maaf sementara ini masih rahasia
===============================================================
The Soundtrack of PPC : Ketika Cinta Bertasbih by Melly Goeslaw
December 19th, 2009 by nakjaDimande
H i j r a h .
December 17th, 2009 by nakjaDimande
Pertanyaan pada artikel yang lalu :
Yang diciptakan Tuhan sebelum Alam, tahukah anda..?
Jawaban :
Ayah dan Ibunya
Penjelasan :
Alam yang dimaksudkan adalah

Mas Alam Endah
Menteri Lingkungan Hidup
pada
Kabinet Narablog Bersatu
Pemenang :
Mas Badruzzaman dan Elmoudy
Hadiah :
Silahkan membujuk Kyaine atas buku yang diinginkan
di halaman Bagi-bagi Buku [buruan, ntar kehabisan!]
Ucapan terimakasih pada :
Nda
Wi3nd
Bunda Lily
Om Iksa
Tyan
Zian
Pakde Cholik
Rychan
Yang sudah berpartisipasi menjawab kuis ini dengan sepenuh hati.
Semuanya telah memberikan jawaban yang bagus
hanya saja masih kurang tepat.
Argumentasi:
# Mas Alam Endah lebih identik dengan Alam Semesta, secara beliau selalu konsisten menerbitkan artikel dengan tema alam. Salah satu narablog paling konsisten yang pernah aku kenal.
# Karena kita tidak tahu nama kakaknya Mas Alam, sehingga jawaban yang paling masuk akal adalah Ayah dan Ibunya.
# Ayah dan Ibu adalah satu kesatuan jawaban, jangan sampai ada yang protes bahwa itu merupakan dua jawaban. Karena Mas Alam tak mungkin bisa hadir bila tanpa kedua orang tua tersebut.
# Vetty Vera! hmm, aku sudah menebak bahwa semua akan mengarah kesana. Mungkin mengira aku melanjutkan kuis Alam ‘mbah dukun’ milik Pakde Cholik yang aku menangkan kemarin. **tak kan lah aku memakai Alam yang sama dengan pakde
# Lain kali jangan kapok untuk mencoba ikutan kuis di sini yaaaa..
ini contoh kuis yang tidak bertanggung jawab..
December 17th, 2009 by nakjaDimande
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat.
Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar
[sumber : Wikipedia]
~oOo~
Eitss, kenapa niyh si bundo tiba-tiba bicara tentang alam, sudah selesaikah tugasnya sebagai juri PPC?
Duncay, besok adalah akhir pekan yang panjang.. sudah siap-siap untuk berlibur bersama keluarga? Menemani duncay menyelesaikan perkerjaan hari ini aku ingin beri sebuah pertanyaan berhadiah.
>>>Yang diciptakan Tuhan sebelum Alam, tahukah anda..?
silahkan memberikan SATU jawaban sesuai pengetahuan yang dimiliki, satu jawaban yang paling pas dengan keinginanku akan mendapatkan hadiah buku yang boleh anda pilih sendiri di PadebloganKyaine.
Jawaban ditunggu sampai pukul 4 sore nanti yaaa..
December 14th, 2009 by nakjaDimande
[lewat juga 130 judul puisi..]
ps. sudah tau kan, klo postingannya seperti ini berarti kepala sang penjaga Ladang sedang berasap, nyari pic baru pun sudah tak sanggup
December 11th, 2009 by nakjaDimande
Ini kisah perjumpaan dua orang sahabat yang sudah puluhan tahun terpisahkan, bernama Rio dan Bujang. Mereka kangen-kangenan, ngobrol ramai bercerita soal nostalgia SMA dan kemudian tentang kehidupan mereka sekarang ini
“Ngemeng-ngemeng, mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?” ujar Rio pada si Bujang yang terus membujang.
“Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya aku masih membujang. Dulu di Bandung, aku bertemu seorang gadis cantik yang amat pintar. Aku pikir dia adalah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku. Namun ternyata setelah kenal baru ketahuan bahwa ia sangat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu.
“Di Jakarta, aku ketemu seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Aku langsung kasmaran, hatiku berdesir kencang. Namun belakang ketahuan ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.

“Aku terus berusaha mencari tanpa kenal lelah, sampai akhirnya aku bersua wanita ideal yang selama ini aku dambakan. Ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan, dan suka humor. Aku pikir, inilah pendamping hidup yang dikirim Tuhan.”
“Lantas” sergah Rio dengan antusias “Kenapa tidak kau lamar gadis itu, wahai Bujang?” Yang ditanya diam, hening.
Lalu dengan lirih si Bujang menjawab, “Baru belakangan aku tahu bahwa ia juga sedang mencari pria sempurna.”
>>> Duncay yang merasa Bujangan ‘hampir’ abadi, jangan tersinggung yaaaa, teruslah berikhtiar dan berdoa.. 
kisah di atas diambil dari majalah usang
yang aku baca tadi pagi, ditambah sedikit rekayasa
December 9th, 2009 by nakjaDimande
Hati ini sedang rindu
Karena engkau belum menjengukku
Mungkin engkau sengaja melupakanku
Ataukah engkau telah jemu
Wahai kekasih pujaanku
Wahai juwitaku
Aku kan menunggumu
Walau sampai memutih rambutku
**dari seseorang yang sedang sendu
dan duduk dibawah pohon jambu
[Di Bawah Pohon Jambu - Pakde Cholik, Asisten juri]
Di bawah pohon jambu
Kulihat memutih rambutmu
O cinta, tak pernah aku melupakanmu
Jangan toning lagi rambut indahmu itu
[jawaban Di Bawah Pohon Jambu – Juri Utama]
Dua puisi di atas adalah contoh puisi berkualitas tinggi hasil karya tim juri. Semoga anda semua sudah semakin yakin dengan mutu juri PPC, sehingga tidak perlu ragu menyertakan puisi anda untuk kami nilai.
Hahhh? Tidak bermutu..? siapa yang berani bilang begitu ngacung..!
Hmm, tapi tak mengapa.. Simon Cowell dan Paula Abdul pun tak begitu bisa menyanyi tapi bisa menjadi juri yang mumpuni di American Idol [jjjiiaahhh smoga simon dan paula ikhlas disama-samain]
>>>Duncay, kelihatan banget ya klo juri utama mulai stress..?
Minum Teh Bersama Ibu
Ramaikan dan ikuti Karnaval Blog “Minum Teh Bersama Ibu”
www.guskar.com
Parade Puisi Cinta (PPC)
Ungkapkan rasa cinta Anda dalam bentuk puisi, lalu ikutkan!
www.abdulcholik.com
Sekhilaf info penjurian PPC
Taukah anda? bahwa juri utama mulai mabok dan sempoyongan! ada baiknya ikuti terus serba serbi penjurian PPC.
www.nakjadimande.com
adv by metamarsphose
December 7th, 2009 by nakjaDimande

bagaikan langit di sore hari
berwarna biru sebiru hatiku
menanti kabar yang aku tunggu
peluk dan cium hangatnya untukku
[Bagaikan Langit - Melly Goeslow]
Langit di bulan desember biasanya akan berwarna kelabu [menurut lagunya Yuni Shara] dan di belahan bumi yang lain akan turun titik titik salju yang syahdu. Tapi langit di Ladang Ilalang malah membiru, dengan tambahan capung dan kepakan cantik sang kupu-kupu . Hmm, biasalah sang penjaga ladang memang suka aneh, aku sendiri merasa silau dengan bar di kanan atas yang berwarna oranye itu. Tapi tak mengapa anggaplah itu matahari yang sedang bersinar terang.
Header yang membiru tersebut hanya dipasang sementara saja. Karena bulan ini aku mendapat tugas yang cukup berat sebagai juri PPC, sehingga aku perlu untuk menjaga suasana hati agar selalu tenang. Semoga header ini cukup membantu menerangi hatiku saat membaca puisi cantik milik semua peserta, satu persatu.
Peserta PPC yang terus bertambah setiap hari, tentu saja sangat menggembirakan sekaligus membuat juri cukup sibuk. Terus terang perkiraan awal antara aku dan pakde bahwa yang ikut hanya sekitar 10 orang peserta saja, sehingga akan lebih mudah menilainya [10 yang sudah kukenal aku pikir]
Dan ternyata peserta membludak! Tidak mengherankan karena sahabat pakde memang banyak sekali. Kemarin ada yang bertanya apakah juri berkeliling ke semua peserta? Tentu saja kawan, bagaimana aku bisa membaca puisi peserta bila tidak berkunjung
mungkin ini juga kesempatanku mengenal sahabat pakde satu persatu. Silaturrahim tambah luas, Alhamdulillah.
Sebagai juri sebenarnya aku tak bekerja sendirian, banyak pendukung di belakangku. Ada Pujangga Langit yang memberi masukan tentang kisi-kisi penilaian, ada Pak Mars yang memberi ide tentang penatalaksanaan peserta yang cukup banyak ini dan ada Pakde Cholik yang selalu mendukung penuh sebagai Asisten Juri [Pakde sampai merasa perlu untuk bertukar nomer hape untuk kelancaran penilaian ini
]
Sahabat semua tidak usah khawatir, aku tak akan menjadi juri yang semena-mena. Bila sampai hari ini aku belum komeng di semuanya, itu dikarenakan cukup banyak yang hendak dikunjungi. Tetap saja walaupun aku sudah komeng bukan berarti pilih kasih, bahkan khusus untuk beberapa narablog aku sudah beri warning bahwa puisi mereka tidak mungkin aku loloskan karena mereka aku anggap orang dalam, hal ini untuk menjaga agar aku tetap obyektif dalam menilai [bahkan pakde aku tolak mentah-mentah, saat memaksa mendaftarkan puisinya ]
>>>Ok, Duncay.. baiklah sekarang aku akan melanjutkan tugas sebagai juri..! doakan aku ya..
Minum Teh Bersama Ibu
Ramaikan dan ikuti Karnaval Blog “Minum Teh Bersama Ibu”
www.guskar.com
Parade Puisi Cinta (PPC)
Ungkapkan rasa cinta Anda dalam bentuk puisi, lalu ikutkan!
www.abdulcholik.com
Sekilas info penjurian PPC
Taukah anda? bahwa puisi Kyaine dan pak M terancam tidak lolos dalam penjurian. Ikuti terus serba serbi penjurian PPC!
www.nakjadimande.com
ps. Buat Didit tukang foto, bagus ga bidikan bundo diatas..? judulnya “di Atas Sumatera” masih banyak yg lain tapi kejebak dalam mr. M
December 5th, 2009 by nakjaDimande
Peringatan lagi: Tulisan ini tak elok bagi anda yang alergi terhadap rendang dan juga bagi anda yang doyan rendang tapi tidak mendapatkan kiriman rendang dari Bukittinggi, hal ini bisa membuat perasaan anda menjadi tidak tentram. Lebih baik gunakan waktu anda untuk mendaftarkan diri pada acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu dan program PPC: Parade Puisi Cinta. Sekarang juga!
Minum Teh Bersama Ibu
Ramaikan dan ikuti Karnaval Blog “Minum Teh Bersama Ibu”
www.guskar.com
Parade Puisi Cinta (PPC)
Ungkapkan rasa cinta Anda dalam bentuk puisi, lalu ikutkan!
www.abdulcholik.com
Tau tentang Pak dan Bu Mars?
Segera hubungi kami jika anda tau banyak tentang mereka berdua
www.nakjadimande.com
[kyaine sudah bisa belum ya memposisikan iklan Pak Mars di tengah?]
~oOo~
Hari Raya Idul Adha di Bukittinggi tentu saja sama dengan di daerah lain, ada suatu kemeriahan karena itu adalah Hari Raya Kurban saat di setiap rumah akan merasakan nikmatnya masakan daging kurban pada hari tersebut.
Ketika di Bandung dulu pemandangan yang lazim terlihat adalah acara bakar sate, sehingga udara seharian akan beraroma sate. Berbeda di kampungku Bukittinggi, selama dua hari berturut-turut akan ada wangi rendang setiap melintasi di rumah-rumah penduduk.
Tipikal masakan di kampungku jarang sekali yang menggunakan daging kambing, satu-satunya yang aku tahu hanyalah gulai cancang, semacam kari. Bahkan sate pun di sini menggunakan daging sapi. Sehingga pada pemilihan hewan kurban selalu diusahakan untuk berkurban sapi, caranya adalah dengan patungan. Biasanya panitia di surau dan masjid yang mengatur satu sapi untuk 6-7 orang. Sedangkan bagi yang telat menyetorkan uang kurban sehingga bisa jadi sudah tak ada teman patungan untuk beli sapi, maka dibelikanlah kambing. Namun biasanya itu hanya satu dua ekor saja. Dan sudah menjadi tradisi bahwa kambing yang disembelih akan dimasak menjadi gulai cancang untuk acara makan bersama warga kampung di mesjid pada hari itu, sedangkan yang dibagikan tetaplah daging sapi.
Setiap lebaran haji. ibuku seperti juga ibu yang lain akan memasak daging yang diantarkan oleh panitia menjadi rendang, untuk kemudian dikirimkan ke seluruh penjuru. Hehhe, emangnya rendang seberapa banyak siyh? Lumayanlah, biasanya ibu menambahnya dengan daging dari pasar agar bisa mencukupi.
~oOo~

Tahap pertama adalah memanaskan santan dan segala bumbu [semua bumbu dapur masuk, aku rasa
] daging jangan dimasukkan dulu, karena dikhawatirkan hancur karena proses memasaknya cukup lama. Ibuku menggunakan kompor minyak tanah bersumbu banyak, ditaroh di lantai agar lenganku tak terlalu pegal saat mengaduknya [aku bagian pengadukan secara lenganku cukup perkasa karena sudah biasa untuk ekstraksi ]

Tahap kedua terlihat santan mulai berkurang dan mengeluarkan minyak, pada tahap ini daging pun dimasukkan. Jangan pernah lengah dalam mengaduk karena akan mengakibatkan bagian bawah wajan hangus dan lengket.

Tahap ketiga rendang sudah semakin coklat, kewaspadaan harus semakin ditingkatkan. Pada tahap ini aku beberapa kali kena omel oleh ibuku, karena aku lengah gara-gara blogwalking yang kulakukan di dapur.

Tahap akhir, rendang sudah mengering dan ibuku menambah potongan singkong berukuran kecil yang sudah digoreng garing.. t.o.p.b.g.t pokoknya!

Rendang dibungkus plastik lalu dimasukkan kedalam dus, aku tak sempat lagi untuk membungkusnya dengan cantik. Nanti di Tiki saja minta bungkus dengan kertas coklat!
~oOo~

Sejak hari minggu tiki beroperasi dari jam 6 pagi, senin itu aku datang cukup pagi tapi antrian sudah panjang. Yang mengantri kebanyakan adalah ibu-ibu, hmm,,. hampir semuanya mengirimkan paket cinta berupa rendang untuk buah hati yang jauh di rantau.

Seorang wartawan meliput kegiatan ini dan mewawancarai beberapa ibu. Bila beberapa hari lalu dirimu melihat tayangan di TV tentang aktivitas pengiriman rendang di Bukittinggi, akan terlihat seorang ibu-ibu setengah baya berpakaian dinas yang berusaha menyembunyikan wajahnya takut tertangkap satpol pp karena ngantri di tiki pada jam dinas, nah itu adalah aku..!!!
Mungkin karena traffic pengiriman rendang begitu tinggi, kali ini tiki kurang menepati janjinya dalam pengiriman. Mamaw di bandung dan Ibu di jakarta lapor bahwa mereka baru menikmati rendangnya kemarin sore, seharusnya hari Rabu sudah sampai.
>>>duncay semua, maafkan ya.. karena tenyata narablog tak termasuk dalam daftar pengiriman rendang ibuku
« Previous Page