Archive for
January, 2010
January 31st, 2010 by nakjaDimande
Hari minggu bersama si kembar, dengan agenda utama mengunjungi Niang. Niang begitulah panggilan sayang kami pada beliau tanpa embel-embel maktuo, nenek atau yang lainnya. Beliau tinggal di pinggir ngarai sianok di seberang Bukittinggi, dahulu kala Ibuku harus berjalan kaki melewati lembah untuk sampai di rumah Niang. Sekarang cukup 15 menit saja bila naik kendaraan bermotor.
Apa yang istimewa di rumah Niang? Sudah pasti Niang adalah yang paling istimewa, beliau seorang ibu yang penuh perhatian. Memiliki Ilmu agama yang cukup dalam, karena beliau adalah lulusan Pesantren Parabek *dulu itu sudah yang paling keren buat seorang perempuan. Menyenangkan bercanda dengan Niang, walau sering juga bikin telinga kita kebakaran dengan omelannya. Kali ini si kembar yang kena omel gara-gara sholat mereka yang super kilat **Niang ga liat aku lagi sholat.

Rumah Niang berada di kampung yang agak di pedalaman, namanya kampung Guguak Tinggi [artinya Bukit Tinggi juga]. Yang menyenangkan bila memasuki kampung ini adalah suasananya yang masih alami. Begitu juga di rumah Niang segalanya masih serba tradisionil, terutama dapurnya. Dapur Niang paling aku suka, dengan kitchen set yang super klasik!
Sampai saat ini Niang tak berkeinginan mengganti kitchen set-nya dengan kompor gas atau kompor minyak tanah. Beliau tidak mau karena merasa hasil masakan menjadi tidak selezat bila memasak dengan kayu bakar. Untuk hal ini aku setuju dengan Niang, segala sesuatu yang dimasak di atas tungku itu [tigo tungku sajarangan] hasilnya selalu lebih nikmat. Alasannya menurutku karena memasak dengan kayu bakar jauh lebih sulit, butuh seorang koki yang penuh cinta untuk bertahan di dapur klasik itu. Sehingga hasil masakannya pun pasti penuh cinta gitu deehhh.
Yang paling asyik adalah sebelum bara apinya padam, aku paling suka membakar ubi jalar di sana. Cukup benamkan di antara bara itu, tunggu sesaat.. tinggal dinikmati *hehe dasar cangok!
Semoga Dapur itu akan terus bertahan, tapi entahlah bila nanti Niang sudah ndak kuat memasak lagi, mungkin penerus Niang akan beralih memasak dengan kompor. Sementara ini Niang masih sehat aku bersyukur masih bisa menikmati pemandangan dapur yang penuh nostalgia itu.
Dan Niang teramat paham bahwa masakannya yang penuh cinta itu selalu membawa kami anak dan cucunya kesana lagi.. dan lagi..!!! Makasi Niang Sayang, semoga Allah SWT senantiasa menyayangimu. Amiin
yuk, makan.. makan.. makan..!
foto hasil masakan sengaja dengan warna aslinya
biar ngabibita ncep Pyan ‘ma Ulil, ngacaaiiiii
January 28th, 2010 by nakjaDimande
Now I see the secret of the making of the best persons
It is to grow in the open air and to eat and sleep
with the earth..
[Walt Whitman – Song of the Open Road]
Menuliskan Gie Sang Demonstran pada hari ini, adalah kesengajaan yang disengajakan. Sedikit membayangkan andai Gie masih ada hari ini, puisi mana yang akan dibacakannya? Entah, menurutku demonstrasi hanya pas bila diisi dengan sajak dan puisi. Seperti yang juga dilakukan Rendra dahulu.
~oOo~
Buku Soe Hok-Gie Sekali Lagi, adalah buku kedua tentang Gie yang sampai di tanganku. Dengan 512 halaman yang cukup memukau, membuat aku lebih menikmatinya dibanding buku Gie yang pertama dulu. Buku ini terdiri dari lima bagian yang memuat perjalanan Soe Hok Gie saat dirinya masih hidup, juga beberapa tulisan mengenai Gie dengan para sahabatnya.
Membaca kesaksian dari para sahabat Gie di masa lalu dan juga membaca kesan dari beberapa orang yang mengakui Gie telah memberikan banyak inspirasi pada hari ini, membuat aku lebih memahami lagi bahwa seorang pahlawan memang tak pernah mati. Akan terus hadir menginspirasi generasi berikutnya.
Pengakuan jujur dariku, bahwa Nicolas Saputra-lah yang membuat aku ingin mengenal Gie, hehhe [makasi Nico..] Sebelum film Gie diluncurkan bisa dibilang nama Gie hanya selewat pernah kudengar dan tak kupedulikan. Terimakasih pada orang-orang hebat yang sudah berusaha menggali tentang Gie sehingga menghasilkan film bagus itu dan juga menghadirkan buku luar biasa ini. Sangat membantu generasi muda mendapatkan sosok pahlawan baru untuk dijadikan panutan. Sejujurnya juga bahwa sosok Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro kadang dianggap seperti pahlawan dalam dongeng karena hidup di waktu yang sangat jauh di masa silam [atau usaha memperkenalkan mereka masih sangat kurang, hanya dari film-film lama yang terasa kuno sekali]
Gie hidup di masa yang masih cukup dekat dengan hari ini beserta kenyataan hidup yang hampir mirip, saat musim demonstrasi telah bersemi kembali.
Andai hari ini, 28 Januari 2010 hadir seorang pemuda bernama Soe Hok-Gie , kira-kira apa yang dilakukannya? Energi idealis seperti apakah yang akan Gie tampilkan di Jakarta sana? Pastinya sesuatu yang menarik karena Gie adalah anak muda yang cerdas, peka dan ‘berani nekad’ yang selalu dipenuhi energi meluap untuk melakukan reaksi yang sangat keras dengan cara unik sesuai wataknya. Reaksi keras yang tertuang lewat puisi dan lirik [hmm, terlalu panjang bila harus kutuliskan detil tentang pemuda mempesona ini, kau baca sajalah bukunya..]
Yang berkesan bagiku adalah betapa Gie sangat diilhami oleh Walt Whitman pada syair Song of the Open Road. Bahwa alam terbuka itu adalah gunung, di sana Gie merasa bersih dan membersihkan diri. Memutuskan untuk ke gunung lagi.. dan lagi.. sampai akhirnya Gie memenuhi kutipannya sendiri diatas kata demi kata, huruf demi huruf. Di Gunung akhirnya Gie berbaring tidur selama-lamanya bersama bumi.
dan antara ransel-ransel kosong
dan api unggun jang membara
aku terima itu semua
melampaui batas-batas hutanmu
melampaui batas-batas djurangmu
aku tjinta padamu Pangrango
Karena aku tjinta pada keberanian hidup
[Mandalawangi-Pangrango, Soe Hok-Gie]
[kakak, makasi bukunya..]
January 25th, 2010 by nakjaDimande
Demi pertanggungjawabanku sebagai lulusan Fakultas Ilmu Sekeloa, maka hari senin ini akan dimulai dengan artikel yang berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut. Walaupun setengah mati juga bagiku memikirkan judul yang puitis namun tak berhasil. Tapi tak mengapa, aku rela sesekali untuk membuang jauh-jauh kepuitisanku demi artikel ini.
Okelah kalau begitu, artikel ini diperuntukkan bagi orang tua atau calon orang tua, tips agar si kecil kooperatif bila diajak merawat giginya ke dokter gigi. Sehingga cita-cita orang tua agar si kecil memiliki senyum yang super manis bisa tercapai. Dan tentu saja tujuan akhirnya adalah agar aku, sebagai dokter gigi tidak terlalu kewalahan membujuk si kecil, yang jelas-jelas adalah kelemahanku yang utama
Inilah 7 poin tersebut :
1. Jangan gunakan perawatan gigi sebagai ancaman atau hukuman dan hilangkanlah kebiasaan menakut-nakuti si kecil. “Klo ndak sikat gigi, ntar gigimu dicabut sama dokter gigi loh..!” [iigghhh emangnya dokter gigi algojo]
2. Sedini mungkin perkenalkan klinik gigi pada si kecil. Gpp bila hanya sekedar berkunjung walaupun tak punya keluhan, biarkan anak bertanya-tanya pada dokter gigi sambil melihat-lihat poster dan model gigi. Harapannya ketika suatu waktu si kecil punya keluhan, ia dengan mudah akan menurut untuk diajak ke dokter gigi. [stt, tentu saja kunjungi dokter gigi yang tidak terlalu ramai.. yang bikin tips ini prakteknya ngga ramai kok
]
3. Berikan contoh. Bila suatu waktu anda kebetulan harus mengalami perawatan atau pencabutan gigi, tunjukan pada anak bahwa anda berani dan perlihatkan pada anak bahwa perawatan gigi itu adalah hal yang wajar. [Jangan sebelum dan sesudah cabut gigi anda terlihat cengeng di depan si kecil]
4. Jangan memberikan sogokan kepada anak agar mau ke dokter gigi. Tentu anda sudah paham sogokan dalam hal apapun tidak baik. Biarkan kemauan tumbuh sendiri dari dalam diri si kecil.
5. Jangan memarahi dan berlaku kasar pada anak. Yang sering terjadi adalah, anak dengan ibu atau bapaknya bertengkar di depanku. Hal ini tentu tidak baik bagi kepercayaan diri si kecil, karena dimarahi di depan orang lain. Mereka butuh proses, bersabarlah [kepada dokter gigi-nya juga, bersabarlah!
]
6. Jangan membohongi anak. Katakan saja sejujurnya bahwa memang dicabut gigi itu menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Bila anda berbohong dikhawatirkan kepercayaan anak terhadap anda dan dokter gigi jadi hilang.
7. Jangan mengancam anak. Karena ancaman yang berulang-ulang akan berdampak kurang baik pada psikologis anak. Trauma psikologis yang berkepanjangan akan menjadikan anak takut dan menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter gigi selama-lamanya. [klo sudah begini, gawat dah!]
>>>Segala strategi pendekatan harus terus dicoba. Tidak bisa terjadi begitu saja. Untuk melakukannya kita memerlukan waktu dan proses. Hal yang perlu diingat, membujuk anak itu termasuk seni mempengaruhi orang lain. Jadi perlu kesabaran. Selamat mencoba!
Note: artikel ini tentu saja hasil nyontek sana sini.
.
January 22nd, 2010 by nakjaDimande

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas, tiada yang menahannya selain daripada Allah. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman [16:79]
***
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu [67:19]
***
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan juga burung dengan mengembangkan sayapnya. masing-masing telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan [24:41]
Maha benar Allah dengan segala firmanNYA
Selamat hari jum’at, nuansa beningku di ladang jiwa..
Ku ingin bersamamu mengepakkan sayap.
sesungguhnya tiada yang dapat menahan kepak sayap itu di udara, smoga tak ada lagi ragu..
January 21st, 2010 by nakjaDimande

Didit..,
Silahkan hubungi Kang Yayat untuk pengaturan selanjutnya
Mulai detik ini Bundo serahkan hadiah itu untukmu
Semoga bermanfaat dan penuh berkah Allah SWT
~oOo~
================
Ps.
Untukmu semua Nuansa Bening Ladang Jiwa
yang sudah tuliskan impiannya disini
Semua impian itu berhak untuk diwujudkan
Dan Insya Allah bisa diwujudkan
Karena Bundo hanya punya satu hadiah
marilah kita usaha lagi yaaa..!
pasti ada rezeki besok hari
Terima kasih atas partisipasinya
I Love u all.

January 20th, 2010 by nakjaDimande
Sekian lama ‘tuk mengerti
Dirimu jadi misteri yang kian terselami
Sekian jauh menilai
Kadar cinta terjalin milikmu sejati
Sejuta asa yang sempat
Kutitipkan di dalam sinar matamu
Pribadi nan sederhana
Menjanjikan keteduhan kasih nan murni
Ternyata t’lah menjadi
Kebahagiaan hati yang tiada terperi
[KLA Project – Tentang Kita]
KLA telah mengiringi masa indahku di Sekeloa
Kampung kecil itu bernama Sekeloa [Seke = mata air, Loa = pohon Loa] mungkin karena banyak pohon Loa, berada di kawasan Dipati Ukur Bandung. Melewati jalan sempit agak mendaki karena memang Sekeloa merupakan kesatuan dengan daerah Dago yang merupakan perbukitan. Di bagian dalam kampung itu terdapatlah sebuah kampus yang penuh kenangan indah untukku. Kampus yang sudah melewati usia 50 tahun, november lalu. Tempat menuntut ilmu yang dengan mudah kumasuki tapi ternyata susah payah kutinggalkan [sehubungan dengan hobby-ku mengambil cuti kuliah, resmi ataupun tidak ]
Pemandangan yang lazim terlihat mulai dari depan jalan masuk kampung Sekeloa adalah segerombolan gadis yang menggunakan rok panjang. Peraturan yang berlaku untuk menggunakan rok, demi keleluasaan bergerak kebanyakan kami memilih model rok yang agak panjang menutupi betis [waktu itu aku belum berhijab] dan berpotongan lebar sehingga memudahkan bila harus berlari mengejar seminar yang selalu dimulai jam 6.30 pagi.
Ciri khas lain mahasiswi FKG adalah menjinjing perangkat semacam tas perkakas seperti yang dibawa oleh tukang listrik atau montir di bengkel, hanya saja ukurannya lebih kecil. Tas perkakas ini biasanya dibawa pulang atau kadang-kadang ditinggalkan di dalam loker di kampus.
Mengapa FKG mudah dikenali dari mahasiswinya? karena sesuai judul FKG adalah Fakultas Kelebihan Gadis. Seingatku jumlah total angkatanku saat pertama kali adalah sekitar 120 mahasiswa, 13 orang diantaranya adalah laki-laki. Setelah melewati semester kedua sekitar 3 orang dari pria itu melarikan diri ke ITB dan ITS [Djuned, Ipung dan satunya lagi aku lupa..]. Aku termasuk yang menghadap Dosen Wali-ku untuk ikut melarikan diri di akhir semester ke-dua itu. Tapi Ibu Chitra Badudu yang tercinta [beliau putri Bpk. Yus Badudu, idolaku] bersikeras tidak mengizinkan aku. Membujuk bahwa sebenarnya aku bisa, asalkan aku mau untuk mulai mencintai pelajaran anatomi gigi geligi yang paling aku benci itu.
Entahlah ramalan apa yang beliau gunakan, bahwa pada akhirnya nasibku tetap akan berakhir sebagai dokter gigi. Sementara satu persatu teman seperjuanganku drop out dan mengundurkan diri. Menikmati bentuk kehidupan yang lain di luar sana, sebuah kemewahan yang sangat aku dambakan saat itu.
Kembali tentang perbandingan yang tak seimbang ini, sangat tak memungkinkan bagiku meminta tolong ini dan itu pada para pria yang hanya sedikit tersebut. Harus berusaha mengerjakan sendiri berbagai pekerjaan lab yang sebenarnya butuh tenaga laki-laki. Memang sudah hukum alamnya begitu, bila anda adalah gadis yang tidak cantik, yang suka maen tendang dan tak bisa bicara manis, maka berusahalah mengerjakan semuanya sendiri. Berbeda dengan Andari yang manis dan lembut itu, semua pria dari segala angkatan akan menyerahkan diri untuk membantunya
. Andari adalah sahabat yang sangat banyak membantuku, terutama meminjamkan peralatan mahal yang aku tidak mampu membelinya. [terimakasih bintangku, telah menyapaku di Lapangan Parkir Utara itu
]
Setelah sekian lama aku bertemu lagi dengan Ibu Chitra, dan beliau tertawa karena tebakannya benar bahwa aku bisa melewati semuanya. Alhamdulillah..
Masa-masa itu adalah hari-hari penuh tawa dan kekocakan dalam hidupku. Di kemudian hari aku menyadari bahwa ternyata yang membuat aku bertahan di kampus melalui segala macam kesulitan adalah berkat kehadiran para sahabat yang menyenangkan [nanti aku ceritakan tentang genk fosil tercinta]

Gedung Eyckman RSHS untuk fku dan fkg, karena sesuatu hal aku tak bisa pasang foto lama kami di kampus Sekeloa yang penuh tampang culun itu. [Andari, aku sudah pesan tolong foto Sekeloa yang baru, ok!]

[Akhirnya mendapatkan foto ini] Di tangga itu kami sering duduk bila sedang tak ada pekerjaan. Disitulah rok panjang berfungsi, karena bila menggunakan rok pendek dan duduk dengan cara yang kurang indah, maka dijamin Prof. Bergman akan menyentil telinga kami saat melewati tangga itu. Aku pernah kena sentil ngga ya?
>>>telat nanya: Duncay pernahkah dirimu merasa berada di jurusan yang salah dan sangat ingin melarikan diri..?
Hmm, Rein bilang dia mau masuk fakultas sastra UGM saja..
January 18th, 2010 by nakjaDimande

[ngambil gambar dari sono]
Sebagaimana yang sudah dimaklumi, bahwasanya Bundo si Penjaga Ladang Jiwa mendapatkan hadiah domain gratis dari Leysbook beberapa hari yang lalu, ehm..
Sekejap terlintas di benak Bundo untuk membuka Ladang Baru, namun Bundo melihat ada beberapa orang yang garuk-garuk dagu mempertanyakan niat bundo tersebut [sok iye punya banyak waktu]. Maka setelah melalui pemikiran, pertimbangan dan penela’ahan yang cukup matang dan juga atas restu dari Leysbook maka Bundo memutuskan untuk:
Memberikan hadiah domain gratis tersebut pada satu (1) orang Narablog.
cara :
Mendaftar melalui kolom komeng di bawah ini, dengan menuliskan alasan atau impianmu tentang blog idaman yang membuatmu ingin sekali memiliki Domain tersebut [cukup tuliskan dalam beberapa kalimat saja di kolom komentar]
Pendaftaran ditutup hari Rabu pukul 23.59 WIB.
Hari Kamis tanggal 21-01-2010 akan Bundo umumkan satu orang narablog yang terpilih mendapatkan Beasiswa Ndotcom tersebut.
Silahkan mendaftar dan tak harus menghiba-hiba, karena detak jantung Bundo akan segera menunjuk dirimu. Pemilik impian paling kuat!
January 16th, 2010 by nakjaDimande

Pagi yang indah hadir tak lagi diam-diam di kehangatan januari nan biru..
Kembang Ilalang berseri disinari mentari pagi, berbunga-bunga lah si Penjaga Ladang kali ini, rasanya tak percaya.
Ucapan terimakasih untuk Leysbook yang sudah memilih 7 Suara dari Ladang Jiwa sebagai Artikel Terbaik dalam acara Kemeriahan Leysbook. Tulisan yang sangat jauh dari sempurna, yang ditulis sepenuh hati meski tertatih-tatih dan tak mengikuti kaidah kepenulisan yang semestinya.
Terimakasih tak terhingga.
aku berada di sini karena chemistry
aku menulis karena chemistry
aku bersamamu semua, Nuansa Beningku.. dengan chemistry itu
chemistry yang given by Allah SWT
Alhamdulillahirabbil’alamin.
January 14th, 2010 by nakjaDimande

Kemarin sore ketika aku sedang di dapur [makan untuk ketiga kalinya hari itu] terdengar hapeku berdering dari jauh. Tak sempat kujawab dan kemudian kulihat di sana tertera nama Komandan BlogCamp.
Aku [sms] : kenapa dhe? maaf tadi lagi di dapur. [kalimat berikutnya masih sangat panjang tak mungkin ditampilkan disini]
Pakde : Ipung mau bicara [pendek saja, biasa jual mahal]
Aku : Haaahhh, yang bener? Budhe mau ngomong sama aku? [mulai panik, sama gugupnya dengan Ibu Sri Mulyani ketika ngadepin sidang pansus]
Pakde : Iya [masih jual mahal, jawabnya pendek banget]
Aku : Pakde bujukin Budhe bentar ya, aku mempersiapkan diri dulu. Pakde kan tau aku pasti gagap klo sudah panik begini.
Tak ada jawaban. Aku berusaha menarik napas panjang menghilangkan segala kegelisahan, dan akhirnya hape berdering lagi.. ffiuuhhh..
Aku : “Assalammua’alaikum bude..” [dengan suara selembut dan setenang mungkin]
Pakde : “Wa’alaikumsalam, niiyyhh bude mau bicara” [pakde dengan suara seorang komandan]
Aku : “iya pakde..” [dengkul mulai lemes]
Bude : “Assalamu’alaikum mba cantik..” [aku lupa persisnya bude bilang apa pada tahap ini krn saking paniknya aku. Yang jelas suara Bude ternyata cukup meneduhkan, sehingga gagapku mulai berkurang]
Aku : “hehhee makasi bude, bude juga cantik banget..” [aku juga lupa apa yang kuucapkan di tahap ini, yang penting mengeluarkan kalimat demi kalimat buat bude, obrolan akhirnya panjang lebar sampai ke urusan tas dari Tanggulangin. Tentang bude yang dulu pernah tinggal di Palembang dan segala macem]
Bude : [tiba-tiba..] “mbak, ini bude serius mau tanya..”
Aku : [eng.. ing.. eng.. gawat niyh pasti ada apa-apanya ini] “kenapa bude?”
Bude : “ini tentang pakde..”
Aku : [ghuaawwaatttsss..!!!] “pakde sehat-sehat saja kan bude?”
Bude : “bude sering lihat di blog pakde suka ada yang centil-centil nangkringin pakde”
Aku : “oya bude? siapa saja…?”
Bude : “ada tuh, namanya nakja.. nakja, ah ndak jelas lengkapnya siapa, trus sinopi, mimi. Banyak lah mbak.”
Aku : “iya siyh bude, aku juga sering lihat.. itu memang pasukan centil penggemar pakde.. ya wajar dong bude itulah resikonya pakde karena jadi orang ganteng..”
Bude : “bener juga ya mbak. tapi bude masih resah sama satu orang. kaya’nya tergila-gila banget sama pakde”
Aku : “siapa bude? kaya’nya memang banyak deh yang tergila-gila sama pakde..”
Bude : “itu lho mbak yang namanya Endah.. kaya’nya sepanjang hari nangkring terus di blognya pakde. Gangguin pakde dengan pertamax sampe kelimax nya, teruuusss aja sepanjang hari. Bude kan sebel.. mana Pakde kayaknya kasih perhatian lebih sama dia..”
Aku : “iya deh bude, nanti aku cek narablog yang namanya Endah itu.. biar dinasehati agar jangan terlalu bernafsu ngejar-ngejar pakde. Tapi bude tenang saja yaa, yakinlah bahwa cinta pakde hanya untuk bude seorang..”
Bude : “iya siyh, Bude juga tau klo Pakde ndak mungkin beralih.. kan hanya bude yang bisa bikin sambel yang bukan secondhand itu.. dan bude juga sudah berusaha maklum bahwa semua itu adalah resiko punya suami ganteng. Makasih ya mbak udah ngobrol panjang lebar”
Aku : “makasiy juga bude sayang, klo ada yang mencurigakan lagi telpon aku saja ya.. I Love u Bude..”
~oOo~
Telepon ditutup, dan aku segera melakukan penelitian ke BlogCamp siapakah Endah yang dimaksudkan oleh Bude. Setelah aku periksa narablog yang sering ngejar-ngejar pakde dengan pertamax sampai kelimax nya itu ternyata adalah Alam Endah!
note: tulisan ini dipersembahkan untuk Miss Srampangan yang ingin tahu pembicaraan ini secara detil. Dan terpaksa aku buatkan rekayasa fiktifnya agar sinopi puas.
January 12th, 2010 by nakjaDimande

Disindir dengan artikel tentang lubang oleh Bhirawa dan sudah sering dipancing dengan sekian banyak ide dari Guru menulisku ternyata tak jua membuatku bergeming. Aku rasa hari ini harus begegas menulis apapun itu sebelum separuh seleraku pergi, seperti judul lagunya Inyiak Surau.
“tapi tak beginiiiiiiiiii..”
om NH dengan nada yang sama seperti Anang
Berikut sedikit dari beberapa hal yang seharusnya aku tulis tapi terhambat karena hil mustahal yang dicari-cari.

Review buku. Sudah belasan buku sampai ke pangkuanku, kiriman para sahabat. Ucapan terimakasih terbaik seperti apakah yang bisa diberikan selain sebuah review? Tak cukup rasanya aku hanya berucap : “Buku yang kau kirim bagus sekali kawan! dan telah selesai kubaca, terimakasih banyak”.
Aku masih punya tekad untuk membuat review atas semua buku itu. Ditemani Lempok Durian yang masih tersisa dua bungkus aku rasa cukup untuk menyelesaikan sekitar 19 review. [Hemma sayang, Epitaph pun akan bundo bikinkan review.. **lagaknyaaaa]

Menulis tentang Kesehatan Gigi dan Mulut. Dalam waktu dekat bosku di Puskes mengancam hendak menghapuskan jam online-ku yang nonstop itu bila aku masih menolak menulis tentang hal-hal yang berguna. Hal yang berguna menurut bosku itu tentu saja adalah menulis artikel penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut! Alamakjaanngg [menurutku ada banyak sekali artikel seperti itu bertebaran tinggal browsing saja, lalu buat apa lagi aku menulisnya?] Namun aku mau acung jempol buat bosku yg baek itu karena telah membawa Puskes kami mendapatkan penghargaan Pelayanan Publik Terbaik [mungkin waktu itu tim penilai mengira aku online demi browsing ilmu-ilmu kesehatan gigi terkini]

Menuliskan kembali semua yang sudah kudapatkan dari Abdullah sahabat seperjalananku. Kemarin aku beralasan semua file itu terjebak di dalam mr. M. Tapi ternyata KD punya cadangan dan diam-diam sudah memindahkannya ke dalam tubuh si Pinky. Jumat ini bertemu Abdullah aku bakal cengengesan doang. Tak ada kemajuan, maafkan aku.

Menceritakan satu-satunya kopdar yang kulakukan dengan tutor blogku, di senja yang sendu tanpa penerangan sebatang lilin pun. Terlalu sendu untuk ku ceritakan.. *aku heran mengapa dia dan kd tertawa terus sepanjang pertemuan itu?* [inilah alasan berikutnya yg membuatku malas kopdar, orang tertawa saat aku sedang tak ingin tertawa]

Aku seharusnya menuliskan satu artikel khusus untuk KUTCAY si Kutu Cay atas prestasinya menaroh sebuah foto yang berhasil membuatku shock di pagi hari itu. Tak ada tanda-tanda sama sekali, kutu bergerak sangat diam-diam. Kutuuuuuuu..!!! [Kutcay, fotonya kecilin dikit napa..?]
Tadi baca berita gembira bahwa kutu mau interview lanjutan, sukses yaa bundo doakan selalu [ada tips bagus dari om NH buat kutu, duh senangnya Kutu disayang begini
]
Eitss ada yang ketinggalan, bahwa acara PATAS Kutu kemarin telah berhasil membuat seorang Sunarno Sahlan mengeluarkan satu sisi yang lain dari dalam dirinya [hahhhaahh, 545 komeng gokil itu
]
*****
>>>>> Dan hal paling utama yang sudah aku persiapkan namun gagal ditampilkan adalah : kata sambutanku saat menerima hadiah domain gratis dari Kang Yayat.
**Desriiiii…!!! DS engga muncul semalam yaa?
“tapi tak beginiiiiiiiiii..!”
ini Vyan a.k.a Anang beneran yang menjerit
January 7th, 2010 by nakjaDimande

Fiuhh, Leeyys….!!! Mohon agar jangan tutup dulu pendaftaran di Kemeriahan Leysbook, maafkan aku karena menjadi peserta di kelompok terakhir akibat dari kelalaianku dan juga disebabkan oleh kesibukan yang melandaku beberapa minggu terakhir. Siang ini tugas –yang membuatku harus hiatus itu– Alhamdulillah selesai tuntas dan hal pertama yang kulakukan setelah itu adalah segera membuat artikel ini untuk Leysbook.
[siapa kak? siapa yang nanya? *Mariska Ayu mode on]
Ok Leys, kusimpulkan 7 manfaat blog yang membuat aku betah tiap hari nangkring di depan si Pinky. Melakukan segala macam hal dengan blog yang sudah kuanggap sebagai Rumah Ketujuh ini. Betah gila!
Bebas menjadi Bunglon! Tak ada aturan yang melarang aku hendak menjadi apa saja. Di sini aku bisa menjadi seorang perempuan penjaga ladang setengah baya, dengan karakter melankolis campur sanguin [gabungan yang kurang lazim], soulmatenya pakde dan memiliki nuansa bening yang bersedia menjadi anak-anakku tersayang. Sedangkan di Blog sana aku boleh menjadi gadis remaja aneh yang main hujan-hujanan melulu. Dan di Blog yang sono aku bisa menjadi manusia tanpa jenis kelamin. Sesuka ku saja tak ada yang melarang.
Hanya di Blog saja aku berani sok iye menggurui bahwa hidup seharusnya begini atau begitu, padahal pada kenyataannya aku sendiri masih begono. Bagiku tak mengapa, karena yang membaca berulang-ulang semua tulisan itu adalah diriku sendiri, setidaknya bisa memotivasi aku berubah menjadi manusia yang lebih baik. Amiin.
Belajar menata hati dan mengendalikan emosi. Walaupun suasana hati sedang nelangsa, toh aku tetap bisa pasang emo yang lagi cengengesan. Belajar melakukan interaksi yang baik dengan para sahabat narablog. Di dunia nyata, aku mengalami kesulitan menyembunyikan emosi karena semua terlihat jelas di wajahku dan tak bisa diganti dengan emo yang dikehendaki!
Setahun yang lalu tak pernah mimpi punya sahabat dari segala penjuru mata angin dengan beraneka nuansa. Aku, perempuan sudut kampung di pinggiran lembah bisa bersahabat denganmu semua para narablog yang hebat. Ya, Hebat..! karena bisa membuatku terpukau walau aku tak tahu rupamu, tak tahu siapa namamu yang sebenarnya namun aku merasa sungguhan mengenalmu. Persahabatan yang terjalin murni lewat aliran kata di artikel para sahabat. Mungkin istilahnya aku jatuh cinta saat pertama kali membaca mu –bukan saat menatapmu– bagiku ‘mata’ adalah rangkaian kata itu.
jatuh cinta pada matamu
meski tak pernah kutatap binar itu
namun ku tahu ia menusuk tajam
lewat kata-katamu yang menghujam
[puisimaksandotcom]
Semua sudah pasti setuju bahwa Blog adalah sumber ilmu! Segala macam ilmu rasanya sudah dibahas oleh para narablog. Tentang mesin, tentang Kesehatan Gigi [tentu saja bukan olehku], Tentang Politik dan segala berita terhangat akan langsung dibuatkan ulasannya oleh para sahabatku yang hebat-hebat tersebut. Seandainya tidak ngeblog aku tentu akan terheran-heran saat orang lain membahas tentang Cicak Buaya, Manohara dan sebagainya. Bisa dipastikan dengan gaya lugu aku akan bertanya kepada Zani –perawatku yang rada melek sama berita terhangat itu– Apakah miyabi itu? sejenis masakan jepang kah?. Berbeda dengan sekarang, Anggodo pun aku kenal. Bahkan rasanya sangat akrab
Meningkatkan kemampuan tata bahasa dan menambah kosa kata. Aku mengenal istilah-istilah terbaru setelah membaca blog para sahabat. Walaupun butuh waktu cukup lama untuk menyerapnya, namun sangat bermanfaat bagiku yang mengalami kesulitan mengembangkan tulisan karena keterbatasan kosa kata yang kumiliki. Sekarang sedikit demi sedikit bisa teratasi. Bahkan aku bisa tahu kepanjangan BBRKTJDKTITMSM yang sering diucapkan oleh Suaminya Mba Leys itu, padahal dulunya aku ora ngerti babar blas!
Tapi kawan, alasan paling utama aku sangat cinta nge-blog adalah karena:

Di sini aku bisa banyak bicara tanpa ketahuan
bahwa aslinya aku ini gagap!
~oOo~
note:
# butuh 4 jam mengetik ini sampai publish
# gambar didapat dari sini dan situ
« Previous Page