Archive for
June, 2010
June 30th, 2010 by nakjaDimande
Berlima
Nang:
Nang, anak tertua di keluarga LJ, profesiku sebagai tukang kompor. Usaha ituh tlah kurintis semenjak aku bercita-cita sebagai penjinak bom. Kurasakan beban yang kupikul sangatlah berat, ibarat memikul 2 buah container, agak lebay siyh.. tapi memang begitulah keadaannya *suka melebay2kan maksute*. Tentang keempat adikku, jangan tanya berapa besar rasa sayangku pada mereka, bersama eMak akhirnya aku bisa membesarkan mereka tentunya dengan kegigihan dan kebulatan tekad serta penuh semangad bahwa segala penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Di rumah, akulah anak eMak yang paling bisa diandalkan, semua aku kerjakan mulai memasak, menyeket, menyulam hingga memandikan adik2ku sewaktu kecil dulu. Demi mereka, aku rela berbuat apapun, kapanpun dan dimanapun mereka telah menyatu dalam segenap jiwa dan ragaku. Dan tentang eMak, bagiku beliau adalah seorang yang sangat2 bersajadah eh bersahaja dink, lelahku langsung lenyap, begitu melihat senyumnya. Ah.. eMak, senyum donk..
Neng
Namaku Neng, anak kedua dikeluarga LJ, profesiku sebagai tukang kebun dan pengamen. Kebunku selalu bersih, bahkan tak sedikitpun kubiarkan bahan beracun dan berbahaya mengotorinya *opo iyo?*. Selesai membersihkan rumput, menyiram dan memupuk tanaman yang kutanam dengan sepenuh cinta,dengan bermodalkan ecek ecek yang terbuat dari tutup tong drum dan beberapa buah sendal jepit tak berupa lagi, aku berangkat mengamen. Aku sengaja membawa banyak sandal jepit, sendal jepit itu ku gunakan untuk melempar mereka yang hanya ingin gratisan mendengarkan lagu yang tlah kunyanyikan dengan suara merduku. Pangkalan ngamenku biasanya di lampu merah Tunjungan plaza. Selepas mbecak Nok (adik perempuanku), terkadang menemaniku dan turut mengamen juga, jujur aku iri padanya, suaranya lebih cempreng dari suaraku. Mereka yang risih dengan suara cemprengnya langsung memberi tanpa menunggu lagu habis dinyanyikan, enak tho?. Nok juga sering menilep uang hasil ngamen, jika bosan Neng dan Nok membantu Nduk memalak dipasar. Semua aku lakukan demi seraup permata dan segudang intan berlian *lebay*. Neng bersyukur mempunyai sodara2 yang hebat dan eMak, bagiku senyummu bunga, matamu surya. Luv u Mak… sun dulu sinih.
Nok
Kenalan dulu.. aku Nok. Ya Nok, anak emak bernomor jidat 3, Mak mang sering nomerin anaknya dijidat, takut kelupaan soale. Paling narsis dan paling eksis diantara sodara yang laen. Sebenarnya ke-narsis-anku karena doktrin dari eMak. Dulu saat Nok masih kecil, eMak selalu bilang gini, ‘Nok, anakku wedok sing ayu dewe’. Meskipun belakangan Nok baru sadar maksud kata-kata eMak. Ayu dewe, ayu=cantik, dewe=sendirian, jadi kesimpulanya Nok itu cantiknya cuman kalau sendirian, nah kalau lagi ngumpul sama banyak orang, Nok juga masih paling cantik, narsis tho?. Aktifitas Nok sehari-hari sebagai tukang becak, itung2 bantu eMak yang hanya berprofesi jadi tukang congkel gigi. Kata akang Nok seperti kutilang darat (Kurus, tinggi, langsing, dan rattt *seret bingung nyari kepanjangannya*) tapi kalau urusan gowes becak siyh, keciiiiilll …. ke bulan pun, bakal Nok anter-jemput PP *brasa ndogeng*. Postur tinggi Nok yang menjulang, dimanfaatkan dengan semena-mena oleh eMak. Kadang Nok dijadikan tiang jemuran, kadang juga jadi galah untuk ngambil mangga depan rumah dan kalau malem sering pengganjal pintu. Apapun itu pokoknya asal membuat Emak seneng Nok lakukan, karena eMak adalah perempuan embun, muara jiwa bagi kami semua anak-anaknya.
Ntong
Nah namaku Ntong, bukan kaNtong, bukan geNtong, cukup Ntong. Di keluarga LJ, urutanku persis dibawah Nok, aku kalah gesit. Aku laki–laki kalem, pendiam, tulen dan pulen. Gemar ngecengin cewek-cewek cantik dan imyut-imyut kayak marmyut diberi lipstik, wajar tho?. Aku selalu nurut apa kata eMak, jika eMak nyuruh ke sumur yang ada di sebelah barat buat nyari aer, aku pasti akan pergi ke timur (yang dibarat ituh tembok Mak !). Aku anak yang paling disayang eMak, dua kali sehari sehabis sarapan dan sebelum tidur eMak selalu bilang kalo Ntong pria tampan dan pintar, tangguh dan hebad, berbudi luhur dan rendah hati, ramah tamah dan tepa selira dan masih banyak lagi. Kata sodara2ku sekalian, aku seorang playboy, suka geli sendiri kalo disebut playboy, ngapain juga mainin laki-laki?. Profesiku? Biarkan saja para sodaraku yang lain yang bekerja, aku lebih senang berdiam diri dikamar ditemani bunga 7 rupa, kopi pait, rokok kretek, aroma dupa dan menyan plus minyak nyonyong. Bicara tentang eMak, bagiku beliau perempuan lemah lembut, penyayang dan penyabar, heran tak satupun sifat-sifat eMak menurun pada sodara perempuanku.
Nduk
Nduk, anak terakhir keluarga LJ. Menjadi anak paling bontot adalah keberuntungan bagiku, semasih dalam kandungan aku sengaja menendang mereka keluar duluan. Selayaknya anak paling kecil, sodara-sodaraku begitu memanjakanku, walaupun dengan bantuan golok. Dengan modal muka sangar dan hati ibu tiri yang kejam, aku mencoba peruntungan sebagai pengumpul uang preman pasar. Kulakoni demi menambah perbendaharaan kas keluarga LJ. Itu saja yang dapat kuceritakan tentang diriku. Dan eMak. Bagiku beliau adalah seorang eMak, selakunya eMak dan selayaknya eMak *bingung? podho*
________________________________
Nang, Neng, Nok, Ntong dan Nduk adalah 5 anak eMak yang lumayan misterius, karena jarang menampakkan wujud aslinya. Buat yang selama ini penasaran dengan penampakan Vyan RH, Wi3nd, Nda, Hari Mulya dan Ram (Lung), inilah mereka dan anda diminta menebak dengan cara mencocokkan gambar di foto tersebut dengan nama yang ada.
Bagi 3 (tiga) orang yang menebak secara tepat kelima nama tersebut akan mendapatkan hadiah istimewa dari eMak.
[ heran, dari kemarin yang jawab kok cuman dikit..??? ]
June 29th, 2010 by nakjaDimande
dedalane guna lawan sekti
kudu andhap asor
wani ngalah luhur wekasane
tumungkula yen dipun dukani
bapang den simpangi
ana catur mungkur
jalan menuju kekuatan dan kesaktian
adalah sikap rendah hati
mau mengalah, pada akhirnya dimuliakan
tunduklah bila dimarahi
singkirilah angkara murka
menjauhlah dari pembicaraan (yang) tak bermutu
.jpg)
Dalam Tembang Macapat, Mijil ditempatkan pada urutan awal. Mijil berarti thukul, tumbuh, bersemi, dan istilah bagi perkembangan kehidupan manusia diartikan sebagai kelahiran. Dalam khazanah budaya Jawa, perhitungan neptu dina (hari) dan pasaran weton (kelahiran) seseorang menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupannya. Neptu dina dan pasaran ini meliputi hari, pasaran, tanggal atau jam lahir yang nantinya akan digunakan sebagai dasar perhitungan dalam hal perkembangan kehidupannya : rejekinya, jodohnya, keberuntungannya bahkan hari naas kematiannya.
Para waskita jaman dulu menghimpunnya dalam bentuk primbon, semacam ensiklopedi kehidupan. Primbon bukan ramalan, boleh percaya atau menolaknya. Akan lebih bijaksana menyikapi primbon sebagai rambu-rambu kehidupan yang telah disusun oleh leluhur.
Kutipan tembang Mijil di atas adalah doa setiap orang tua bagi anaknya yang baru lahir. Betapa dalam maknanya. Dalam perjalanan kehidupan anak-anaknya, orang tua berkewajiban membimbing dan mengarahkan agar anak-anaknya tetap pada jalur dedalane guna lawan sekti tadi.
Ketika seseorang masuk dalam fase dewasa, semestinya sudah mampu memaknai arti kelahirannya di dunia ini. Semua tingkah lakunya adalah sikap rendah hati, selalu mau mengalah yang pada akhirnya nanti akan dimuliakan hidupnya. Gusti Allah tentunya tidak sedang iseng dengan menghadirkan kita di dunia ini. Kelahiran kita adalah untuk memberikan manfaat bagi sesama umat manusia.
Untuk my lovely sister, tepat di hari ini selamat mengenang tanggal kelahiran dengan diiringi Tembang Mijil Symphony #2906.
_____________________________
Artikel di atas sudah pasti bikinan my lovely brother, satu-satunya yang paling menyebalkan itu. Tapi hatinya baik minta ampun karena telah menghadiahkan tulisan ini di hari kelahiranku menggantikan kehadirannya di Ladang Jiwa, sekarang beliau masih dalam perjalanan pulang dari umroh.
Makasih ya Kak, Insya Allah lima pesan tersebut akan ku terapkan dalam langkahku ke depan. Selamat datang kembali di Padeblogan, semoga kakak sekeluarga sehat dan ditunggu ceritanya tentang perjalanan indah ke Pusat Bumi.
===========================================================
Berlima

Nang:
Nang, anak tertua di keluarga LJ, profesiku sebagai tukang kompor. Usaha ituh tlah kurintis semenjak aku bercita-cita sebagai penjinak bom. Kurasakan beban yang kupikul sangatlah berat, ibarat memikul 2 buah container, agak lebay siyh.. tapi memang begitulah keadaannya *suka melebay2kan maksute*. Tentang keempat adikku, jangan tanya berapa besar rasa sayangku pada mereka, bersama eMak akhirnya aku bisa membesarkan mereka tentunya dengan kegigihan dan kebulatan tekad serta penuh semangad bahwa segala penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Di rumah, akulah anak eMak yang paling bisa diandalkan, semua aku kerjakan mulai memasak, menyeket, menyulam hingga memandikan adik2ku sewaktu kecil dulu. Demi mereka, aku rela berbuat apapun, kapanpun dan dimanapun mereka telah menyatu dalam segenap jiwa dan ragaku. Dan tentang eMak, bagiku beliau adalah seorang yang sangat2 bersajadah eh bersahaja dink, lelahku langsung lenyap, begitu melihat senyumnya. Ah.. eMak, senyum donk..
Neng
Namaku Neng, anak kedua dikeluarga LJ, profesiku sebagai tukang kebun dan pengamen. Kebunku selalu bersih, bahkan tak sedikitpun kubiarkan bahan beracun dan berbahaya mengotorinya *opo iyo?*. Selesai membersihkan rumput, menyiram dan memupuk tanaman yang kutanam dengan sepenuh cinta,dengan bermodalkan ecek ecek yang terbuat dari tutup tong drum dan beberapa buah sendal jepit tak berupa lagi, aku berangkat mengamen. Aku sengaja membawa banyak sandal jepit, sendal jepit itu ku gunakan untuk melempar mereka yang hanya ingin gratisan mendengarkan lagu yang tlah kunyanyikan dengan suara merduku. Pangkalan ngamenku biasanya di lampu merah Tunjungan plaza. Selepas mbecak Nok (adik perempuanku), terkadang menemaniku dan turut mengamen juga, jujur aku iri padanya, suaranya lebih cempreng dari suaraku. Mereka yang risih dengan suara cemprengnya langsung memberi tanpa menunggu lagu habis dinyanyikan, enak tho?. Nok juga sering menilep uang hasil ngamen, jika bosan Neng dan Nok membantu Nduk memalak dipasar. Semua aku lakukan demi seraup permata dan segudang intan berlian *lebay*. Neng bersyukur mempunyai sodara2 yang hebat dan eMak, bagiku senyummu bunga, matamu surya. Luv u Mak… sun dulu sinih.
Nok
Kenalan dulu.. aku Nok. Ya Nok, anak emak bernomor jidat 3, Mak mang sering nomerin anaknya dijidat, takut kelupaan soale. Paling narsis dan paling eksis diantara sodara yang laen. Sebenarnya ke-narsis-anku karena doktrin dari eMak. Dulu saat Nok masih kecil, eMak selalu bilang gini, ‘Nok, anakku wedok sing ayu dewe’. Meskipun belakangan Nok baru sadar maksud kata-kata eMak. Ayu dewe, ayu=cantik, dewe=sendirian, jadi kesimpulanya Nok itu cantiknya cuman kalau sendirian, nah kalau lagi ngumpul sama banyak orang, Nok juga masih paling cantik, narsis tho?. Aktifitas Nok sehari-hari sebagai tukang becak, itung2 bantu eMak yang hanya berprofesi jadi tukang congkel gigi. Kata akang Nok seperti kutilang darat (Kurus, tinggi, langsing, dan rattt *seret bingung nyari kepanjangannya*) tapi kalau urusan gowes becak siyh, keciiiiilll …. ke bulan pun, bakal Nok anter-jemput PP *brasa ndogeng*. Postur tinggi Nok yang menjulang, dimanfaatkan dengan semena-mena oleh eMak. Kadang Nok dijadikan tiang jemuran, kadang juga jadi galah untuk ngambil mangga depan rumah dan kalau malem sering pengganjal pintu. Apapun itu pokoknya asal membuat Emak seneng Nok lakukan, karena eMak adalah perempuan embun, muara jiwa bagi kami semua anak-anaknya.
Ntong
Nah namaku Ntong, bukan kaNtong, bukan geNtong, cukup Ntong. Di keluarga LJ, urutanku persis dibawah Nok, aku kalah gesit. Aku laki–laki kalem, pendiam, tulen dan pulen. Gemar ngecengin cewek-cewek cantik dan imyut-imyut kayak marmyut diberi lipstik, wajar tho?. Aku selalu nurut apa kata eMak, jika eMak nyuruh ke sumur yang ada di sebelah barat buat nyari aer, aku pasti akan pergi ke timur (yang dibarat ituh tembok Mak !). Aku anak yang paling disayang eMak, dua kali sehari sehabis sarapan dan sebelum tidur eMak selalu bilang kalo Ntong pria tampan dan pintar, tangguh dan hebad, berbudi luhur dan rendah hati, ramah tamah dan tepa selira dan masih banyak lagi. Kata sodara2ku sekalian, aku seorang playboy, suka geli sendiri kalo disebut playboy, ngapain juga mainin laki-laki?. Profesiku? Biarkan saja para sodaraku yang lain yang bekerja, aku lebih senang berdiam diri dikamar ditemani bunga 7 rupa, kopi pait, rokok kretek, aroma dupa dan menyan plus minyak nyonyong. Bicara tentang eMak, bagiku beliau perempuan lemah lembut, penyayang dan penyabar, heran tak satupun sifat-sifat eMak menurun pada sodara perempuanku.
Nduk
Nduk, anak terakhir keluarga LJ. Menjadi anak paling bontot adalah keberuntungan bagiku, semasih dalam kandungan aku sengaja menendang mereka keluar duluan. Selayaknya anak paling kecil, sodara-sodaraku begitu memanjakanku, walaupun dengan bantuan golok. Dengan modal muka sangar dan hati ibu tiri yang kejam, aku mencoba peruntungan sebagai pengumpul uang preman pasar. Kulakoni demi menambah perbendaharaan kas keluarga LJ. Itu saja yang dapat kuceritakan tentang diriku. Dan eMak. Bagiku beliau adalah seorang eMak, selakunya eMak dan selayaknya eMak *bingung? podho*
________________________________
Nang, Neng, Nok, Ntong dan Nduk adalah 5 anak eMak yang lumayan misterius, karena jarang menampakkan wujud aslinya.. khusus di hari istimewa ini mereka menampakkan diri buat pengunjung LJ.
>>Buat yang selama ini penasaran dengan penampakan Vyan RH, Wi3nd, Nda, Hari Mulya dan Ram (Lung), inilah mereka..! 
_________________________________________________________________________________________________
eMak
Selama ini wujud eMak sering hanya terlihat satu sisi, pipi chubby nya yang kiri saja. Di hari ini eMak mau kasih liat wajahnya lengkap dari dua sisi, plus braces tentu saja. Namun eMak masih disandera oleh si Koepoe Biroe, ia hanya mau kasih lihat eMak pada narablog yang berhati emas. Anda kah orangnya? selamat mencoba
Stop Press..!!!
Berhubung ada sms yang meminta kejelasan tentang foto anak2 eMak di atas, maka secara mendadak eMak mengadakan sayembara. Silahkan mencocokkan gambar di foto tersebut dengan nama yang ada.
Bagi 3 (tiga) orang yang menebak secara tepat kelima nama tersebut akan mendapatkan hadiah istimewa dari eMak.
June 26th, 2010 by nakjaDimande
Obrolan antara orang yang tidak anda kenal, dengan orang yang anda pun tidak kenal.
Kami biasa manggilnya pake sebutan mbok Jarmi.
“Siapa !!?”
Busyeet daah… tanya ya tanya sob, tapi jangan dikuping gini, loe kira gue bolot !!. Mana pake muncrat lagi. Ciih..
“Kaget plus penasaran pren, mbok Jarmi sapa siyh? Gebetan baru loe ya?”
Gebetan moyang loe!!, masa gue ngegebet mbok-mbok. Mbok Jarmi yang rumahnya di ujung kampung gue.
“Mana gue tau kampung loe dimana, loe cuman mau crita segitu doank?”
Hla.. eloe nya gak tanya, ngapain juga gue capek-capek nyeritain.
“Iya-iya… sekarang gue tanya, mbok Jarmi itu cewe ya?”
Haayyah… loe dulu sekolah belajarnya di pojokan ya? Heran gue, kalo dah dipanggil mbok-mbok ya pasti cewe lah. Di kampung gue kaga ada cap belalai yang dipanggil mbok, gue setrika juga dah loe.
“Tadi disuruh tanya, giliran nanya malah mau disetrika, mang gue duwit basah !.
Udah diyem dulu loe, gue mau crita nih. Mbok Jarmi ituh perempuan kuat sob, tangguh.
“Seperti Marcopolo yang pemberani dan tangguh dan sekuat macaan.. hauuummm,”
*keplak* Gue serius, dodong !!
“Sakit monyong!, loe siyh dah tau guenya gak sabaran, nyeritainnya malah seperempat-seperempat. Dah.. lanjutin, gak bakal gue sela, tobat gue”
Mbok Jarmi itu salah satu dari sekian perempuan kuat yang gue kenal. Seorang janda, yang untuk menghidupi keluarganya bekerja sebagai tukang pijat di kampung gue. Gue bener-bener salut ama kegigihan mbok Jarmi. Mbok Jarmi punya empat orang anak. Tiga diantaranya belum dititipin akal dan yang satu dah selesai SMA, sebuah prestasi yang membanggakan bagi mbok Jarmi yang katanya SDpun gak lulus.
“Ntar..ntar…maksud loe.. belum dititipin akal itu yang begimana? Gak faham gue, apa… keterbelakangan mental gitu?”
Aarrgggh… eloe nyela-nyela mulu. Keterbelakangan? Terserah lu mau nyebutinnya gimana, mulut-mulut loe.
“Trus..trus.. lanjutin crita loe”
Gue pernah tanya ke mbok Jarmi, pertanyaan aneh yang seharusnya gak ditanyakan dan menurut gue emang gak perlu dipertanyakan.
“Halah…. bahasa loe mbulet. Langsung aja sebutin loe tanya apa ke mbok Jarmi gak usah pake bahasa mbulet lan mbilet, bikin pala gue mumet, mata gue sepet, dan akhirnya idung gue nih ikut-ikutan tumpet”
Ngomong loe ribet, ogah gue ngelanjutinnya, pulang sana loe !!
“Kampret loe!, inikan rumah gue, loe namu disini, main usir-usir aja. Gue santet juga dah loe!!”
Lue siyh bikin gue emosi, kan akhirnya gue jadi lupa diri. Ok, gue lanjutin. Gue pernah tanya, “Mbok gimana siyh rasanya punya anak yang belum dititipin akal?”. Trus mbok Jarminya jawab “ Ya.. mesti ikhlas, dijaga dan dirawat”. Gue tanya lagi “Tapikan agak ringan ya mbok? Ada yang ngebantu-bantu, tuh anak lanang yang baru tamat SMA kemaren”. Mbok Jarmi malah bilang gini “Yang waras sama yang gak waras sama aja. Malah lebih repot ngurusin yang waras, kalo yang gak waras, paling cuman nyukupin makannya aja udah, gak banyak permintaan. Nah.. kalo yang waras, biarpun makan udah cukup, tetekbengeknya juga dah cukup, tapi masiih aja pengen yang lain yang kalau diturutin gak bakal abis-abis, gak pandang orang tuanya mampu atau nggak. Lagian kalo disuruh bantu-bantu, wuiiih… susahnya bukan main. Trus kalo sedikit dibentak, malah gentian mbok yang dibentak, kalo diplototin malah mbok yang gantian diplototin, ngurusin yang waras ituh lebih susah”.
“Hla? mang itu bedanya sob, antara yang Idi… eh antara yang belum dititipin ama yang dititipin? Keinginan ituh tadi kan.”
Nah disitu ituh, Gue juga bilang gitu sama mbok Jarmi. Mbok Jarminya ngejawab lagi gini “seharusnya yang waras ituh, yang kudu ngerti”.
“Inih maksudnya, ngerti yang gimana sob?”
Ya. entah, maksut mbok Jarmi ituh ngerti yang kek gimana gue juga kaga ngerti. Mbok Jarminya keburu ada pasien lain jadi gak sempet gue tanya-tanya lagi. Tapi, bisa jadi maksud mbok Jarmi kudu ngerti dititipin kewarasan ituh buat apa.
“Mungkin juga, eh.. loe dipijat mbok Jarmi juga ya? Pijatannya yahuud tak?
*keplak* Keponakan gue yang dipijat. Dah malem nih, SMS dari gue dah loe baca kan? Ya dah, siniin kunci motor gue.
“Idung loe angus!!, sejak kapan gue pinjem motor loe? Yang ada loe yang bakal minjem. Nih kuncinya, jaga baek-baek, gue gak mau si Mimi di towal towel sama orang yang bertanggung jawabpun enggak”
Halah.. motor jelek aja loe namain Mimi. Ya dah, gue pulang dulu, besok siang gue kembaliin.
Ati-ati loe ngebawanya.
“Iyaah… bawel amat loe, kayak nenek-nenek mau lairan aja”
Sudah Habis
Ini sebenernya crita yang gak ngalor dan gak ngidul dan asal jadi
. Pada penasaran gak pengen liat mbok Jarmi. Nih saya kasih liat penampakan mbok Jarmi seperti apa.
Kesimpulan foto : Mbok Jarmi tak tampak sama sekali
Maaf.. lupa ngasi tau kalo mbok Jarmi bisa ngilang.. *disetrika*,
Saya belum pulang kampung, jadi blum bisa ngasi foto mbok Jarmi. Dan untuk mengurangi rasa penasaran, saya beri foto diatas. Semoga berkenan ^_^V *disantet*
____________________________

Artikel ini ditulis oleh anak kucing manis, bernama Lung.
Tak inginkan profil detilnya dipaparkan
hanya berpesan agar tulisan ini dipublish nanti saja
bila akang tercintanya sudah ditemukan dalam keadaan sehat.
[Alhamdulillah, sudah Nduk..
]
June 25th, 2010 by nakjaDimande
Ladang Jiwa sekarat
Meminta sekelumit kalimat sebagai penahan rasa sakit
Memohon nyawa tambahan darimu, mengalirkan kembali darah di ladang ini
menunggu artikel tamu dari sahabat semua di :
ladangjiwaku@gmail.com
semoga ladang jiwa kembali berseri
ladangjiwaku suatu hari
ketika kekasih menghilang..
June 20th, 2010 by nakjaDimande
Emma Russell : How will I find you?
Simon Templar : I’ll find you. You found me.
_______________________________________
ladang jiwaku suatu kali,
ketika Simon menatap mataku saat mengucapkan itu
June 19th, 2010 by nakjaDimande

Nona, kau begitu indah untukku
Nona, aku mencintaimu
………
ladang jiwaku pada suatu hari,
ketika aku jatuh cinta
June 17th, 2010 by nakjaDimande
Pagi yang cerah dan burung2 pun berkicau dengan riangnya,, terbang kelangit luas…
Seorang gadis kecil terbangun diatas ranjangnya yang hangat.. wajah polos tanpa dosa menggemaskan bagai malaikat mungil.. kelopak matanya mengerjap2 akibat tertimpa sinar matahari pagi yang menerobos lewat celah tirai jendela..
Gadis kecil itu fayra… senyum manis merekah diwajahnya.. rambut ikal membingkai wajah bulatnya.. ia turun dari ranjang dan berlari mendekati jendela,, disibaknya tirai dan dibukanya daun jendela lebar2..
Ia tau, hari ini adalah hari tercerah dan terhangat dalam hidupnya,, yaaa.. hari ini… hari specialnya..
Fayra memandang kelangit biru yang menyilaukan, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya ke udara terbuka,, kebiasaan paginya sehabis bangun tidur.. kemudian gadis itu berlari keluar kamar..,, senyum manis masih setia menghias wajah bulatnya..
Langkah-langkah kecil membawa fayra kedapur,, belum sampai masuk kedalam ia berhenti.. dan mulai berjingkat-jingkat.. matanya terpejam menghirup aroma masakkan yang terbang bersama angin dari balik pintu dapur…
dibukanya pintu,, dan didapatinya seorang wanita sedang sibuk memasak, memunggunginya..
melihat wanita itu,, fayra segera berlari menghampiri.. memeluk pinggangnya dari belakang, dan berteriak memanggilnya “bundaaaa…” sesaat keduanya tertawa cekikikan,,
“bunda lagi ngapain…?”
bunda berbalik dan membungkuk,, memeluk dan mencium kedua pipi fayra.. “selamat ulang tahun my little anggel.. ” dikecupnya kening fayra dengan penuh kasih sayang…
“ma-aci bunda,, ayra sayaaang bunda… ” dipeluknya lagi sang bunda erat2
“nah, sekarang ayra main diluar dulu ya… supaya bunda bisa selesain masaknya..”
“bunda pasti lagi bikin kue buat ayra… hehehhh,, sini coba ayra cicipin dulu.. enak gaaa..”
“eits,, ga boleh.. nanti ga jadi kejutan lagi donk.. bunda kan mau bikin kue special buat ayra.. ok..”
“ummm.. iya deh,, ayra ok ajah..”
setelah puas bermanja2 dengan bundanya,, ayra berlari ke ruang tamu.. disana ia mendapati ayahnya yang sedang sibuk mendekor ruangan..
“ayaaah….,, ayra mau bantu… “
“loh… putri kecil ayah sudah bangun,,, sini dulu… selamat ulang tahun ya sayang.. ” digendong dan diciumnya pipi gembil fayra..
“muaccchh,, ayra sayang ayah… ” ia pun balik mencium gemas pipi ayahnya.. “ayra mo bantu ayah,, boleh kan?”
“humm,, ayra belum mandi yah.. mandi dulu gih,.. bau acem niyh… ” ayah mengernyitkan hidungnya kearah fayra..
“uhh,, masa siy.. ayra kan masih kecil,, jadi belum bau keringet,, ga kaya bang reza… “
diturunkannya fayra dari gendongan,, “ayra mandi dulu.. baru boleh bantu ayah…,, ok.. ” ayah mengedipkan sebelah matanya kearah fayra…
“iyaaa… ok deh,,,”
kembali fayra berlari ke kamar,, disana ia bertemu sang abang yang sedang asyik dengan kertas krep berwarna-warni,,, kejutan lain untuk ku.. pikir fayra
“ahhh… itu pasti kado buat ayra… iya kan bang,, iya kan…?!”
“uhhh,,, anak kecil so’ tau,, sana2 jangan ganggu…”
sebelum mengusir fayra jauh2 dari misi rahasianya.. abang menyempatkan diri mengacak2 rambut fayra yang sedari tadi sudah acak2an…
“selamat ulang tahun ya kiwil,, “ teriak abangnya sambil tertawa cekikikan..
“uhhh,, abang iseng… bilangin bunda niy.. weeekkk” sambil balik berlari fayra menjulurkan lidah kearah abangnya yang masih tertawa jahil…
tak sengaja dibelokkan fayra menabrak kakaknya aisyah,,
“auwww…” jidat fayra persis mehantam perut aisyah…
“duwhh,, hati2 donk ayra… jangan lari2an didalam rumah.. “
“ahhh,, apa tuw dibelakang ka aisyah,,” fayra melirik jail kearah belakang punggung kakaknya..
“bukan apa2 ko’ sayang… ” aisyah manjawil usil pipi adiknya… “gih sana mandi,, bau acem niyh..”
“umm.. ayra ga bau ko,, niy buktinya masih wangikan…”
“ga ah,, bau acem..” aisyah menggeleng2kan kepala,, sambil memencet ujung hidungnya dengan satu tangan..
sedang satu tangannya lagi sibuk memegang bungkusan rahasia dibalik punggung…
“ya udah,, ayra mandi dulu deh… kenapa ci cemua orang bilang ayra bau acem.. uwhh..” fayra melangkah masuk kekamar mandi sambil menghentak2kan kaki kelantai.. tanda tidak terima dengan tuduhan bau asem itu..
“hihi,, selamat ulang tahun ya adik kecil.. muaaachh” aisyah mencium pipi fayra sebelum pintu kamar mandi tertutup..
“katanya bau acem,, tapi ko dicium2 mulu.. weeekk” kemudian pintu kamar mandi pun ditutup..
Walau baru duduk di TK Nol Besar.. fayra kecil terbilang mandiri.. tahun ini fayra sudah bisa makan sendiri,, mandi sendiri,, dan pakai baju sendiri,, bahkan sudah bisa berhitung sampai angka 50 loh… yang ini hasil belajar sendiri..
Setelah selesai mandi,, mengenakan gaun putih baru plus kuncir dan jepit warna-warninya.. fayra berjalan ke ruang tengah..
Sesampainya diruang tengah, fayra kaget bukan kepalang…. ruangan telah dipenuhi banyak orang.. dari keluarga tercinta hingga teman2 sepermainan yang tak terlalu ia kenali wajahnya.. tapi sebodo amat dalam hati fayra.. yang penting disini ada ayah, bunda, kakak, dan abang.. yipieee…
melihat fayra masuk keruangan, serentak semua meneriakkan ucapan selamat ulang tahun padanya…“Happy Birthday Aayraaaa….”,, kertas warna-warni berterbangan diatas kepala fayra.. rupanya ini kejutan yang sedari tadi dikerjakan reza abangnya..
Walau usil.. fayra tau kalau abangnya itu sayaaang banget sama dia.. setiap saat abang selalu siap membela jika ada yang coba2 usil ke fayra.. jika ditanya.. ”kenapa siy abang mo belain ayra?”,, jawab abang singkat.. “karena yang boleh usil sama ayra tuw cuma abang” sambil ketawa terkekeh.. menurut fayra sungguh itu jawaban yang aneh..
Setelah ucapan selamat,, kak aisyah menghampiri fayra sambil membawa bungkus besar berwarna merah jambu.
“ini kado special buat ayra… selamat ulang tahun ya adik kecil qu.. “ senyum manis kak aisyah menyejukkan hati fayra..
“makasih kakak qu sayang..” fayra memeluk dan mencium pipi kakak kesayangannya itu..
Kak aisyah hari ini tampil anggun dengan jilbab panjang biru mudanya,, sebagai kakak dirinya selalu sabar dan penuh pengertian.. apalagi disaat harus menghadapi kedua adiknya yang nakal dan super usil.. fayra berkhayal jika besar nanti dirinya akan secantik dan seanggun kak aisyah,, yups tentu saja..
Setelah menerima kado dari kak aisyah,, fayra berlari menghampiri ayah dan bunda,, dipeluk keduanya erat2… wajah bunda yang selalu memancarkan kehangatan dan kasih sayang serta pelukan ayah yang selalu memberi rasa aman dan nyaman..
Mereka adalah kado terindah yang tak kan pernah tergantikan…
“tiup lilinnya… tiup lilinnya..”
Tiba2 sorak sorai seisi ruangan meminta fayra meniup lilin yang telah terpasang.. diatas kue cantik buatan bundanya.. kue coklat bersalut cream strawberry.. dengan taburan coklat warna-warni diatasnya.. api dililin angka-5 itu telah menyala, bergerak menari2 tertiup angin.. seolah ikut meramaikan suasana..
Fayra bersiap ambil posisi,, menarik napas dalam2 dan menutup kedua matanya.. kemudian hembusan napas keluar dari bibir mungilnya.. setelahnya fayra tertawa,, tawa yang tak pernah selepas itu sebelumnya.. luapan kegembiraan dihari specialnya…
Kaget mendengar gema suara tawanya sendiri, mata fayra terbuka… tapi aneh,, kenapa hanya gema suara tawanya sendiri yang terdengar,, kemana suara semua orang yang baru saja bersorak sorai mengelilinginya…?
Sekejap seperti orang linglung.. fayra mendapati dirinya terbangun di ruang luas yang gelap dan dingin,, namun senyum bahagia masih tersisa diwajahnya..
“dimana ini?” fayra bersuara..
“kemana semua orang,, semua hadiah.. dan juga kue ulang tahunnya..?”
fayra masih terus celingak-celinguk diatas ranjang besi tuanya, berusaha mencari… namun yang terlihat hanya berderet2 ranjang besi dengan selimut bermotif garis hitam-putih,,,
Tersadar dari mimpinya fayra tersenyum getir,, melirik kearah kalendar disamping ranjangnya.. samar terlihat karena pantulan cahaya dari luar.. hari ini tanggal 2 Juni..
Matanya menerawang…,,
Humm tanggal 2 Juni ya.. baiklah..,, hari ini akan ku jadikan sebagai hari ulang tahun ku.. bisik fayra.. kemudian ia tersenyum..
Kembali fayra masuk kedalam balutan selimut hitam-putihnya,, melanjutkan mimpi2 yang terputus.. sambil terus memeluk erat guling kesayangannya.. berharap yang dipeluk adalah sosok bunda yang begitu ia rindukan…
Di satu sisi guling berbalut seprai putih milik fayra,, tersulam tulisan dengan benang hitam yang mulai luntur “Rumah Yatim-Piatu Kasih Ibu”
Diluar hujan turun dengan derasnya, dan awan kelabu menyelimuti langit sepanjang malam.. di bulan Juni..
________________________________________________
Selamat ulang tahun Fayra sayang, Bundo ada di sini untuk memelukmu selalu.
…………………………………………….
……………………………..
Tulisan ini berhasil membuat bundo mengharu biru. Sebuah cerpen dari penulis rahasia, seorang gadis manis yang pemalu. Tentu saja Bundo harus memegang janji untuk tidak menyebutkan namanya di sini apalagi memajang fotonya. Gadis itu sering bermain di Ladang ini, ia anggota terlama di Ladang Jiwa
Gadis ini juga memiliki blog yang pernah para sahabat kunjungi.. hmm, mungkin saja ia akan berbaik hati membalas komen yang masuk. Bundo gak menjanjikan.
Sayang, cinta.. makasi ya cerpennya. Ayo bikin lagi, yang ini indah sekali.
Luv u.
June 16th, 2010 by nakjaDimande
“Owh, terbaik dua?! tq buat penyelenggara KFM. Jujur saja peran kemarin itu sangat sulit, karena Bundo mengharuskan saya mati sungguhan”
[Toro Sutiro Jumpa Pers Lagi - sekuel dari fikmin : Jumpa Pers]
____________________________________________________________

Bundo mengucapkan terimakasih untuk penyelenggara Kontes Fiksi Mini, duo Wiend dan Nda yang luar biasa. Telah melibatkan Bapak Agus Noor sebagai juri dan menjaring sekitar 206 peserta, sungguh pekerjaan yang hebat..!
Untuk Genduk tersayang, yang telah menghabiskan malam-malam panjang bersama Bundo. Membahas tentang fiksi mini siapakah yang akan menang, kata sambutan yang seperti apakah yang akan genduk ucapkan dan apakah kami berdua akan menangis pada saat menerima penghargaan itu [**nduk, impian kita berdua telah menjadi kenyataan..]
Berikutnya untuk yang tersayang dan Toro Sutiro. Toro patut dapat acungan jempol atas penghayatannya terhadap peran tersebut. Dia sama sekali tidak memakai stuntman dalam adegan tabrakan maut itu, dan hebatnya Toro tak mau hanya sekedar pura-pura tewas. Dia sungguhan..
Terimakasih juga untuk Adipati Karna yang akhirnya mengakui bahwa kemenangan Bundo dan Genduk bukan karena KKN. Pak Agus Noor sama sekali tidak tau bahwa kami punya hubungan darah dengan penyelenggara, jadi ini murni karena beliau benar-benar terpesona dengan kami berdua. Tak ada unsur lain.
Yang teristimewa tentu saja para sahabat LJ yang udah kasih dukungan dan bareng-bareng ikut kontes ini, hasil karya para sahabat semuanya hebat dengan ide-ide brilian yang tak pernah terpikirkan oleh Bundo.
Selamat untuk kita semua..!
June 15th, 2010 by nakjaDimande

Ini tumis toge teri buatan Mimi, dijamin lebih lezat dibandingkan bikinan Bundo
The Petai-nya itu loh, bikin ngacai..!
Menemukan seorang sahabat tidak harus dengan segenggam berlian, cukup dengan sepiring tauge…
Trust me! Ini ungkapan yang baru mimi temukan ketika mengingat kembali kali pertama mimi menginjakkan kaki (atau jari tangan???
) di Ladang Jiwa.
Awalnya sepiring tumis tauge teri buatan bundocay yang lezat, mampir di rumah pakdhe cholik.
Waktu itu, sepiring tauge teri ini adalah rival mimi (jiahhh bahasanya hahaha…) dalam acara masak-memasak di rumah pakdhe : harus memasak masakan dengan ikan dan sayur, lalu diberi nama yang seunik mungkin.
Bundo dengan kepiawaiannya mengolah kata dan huruf dan skenario film (???), menggubah nama ‘TuTauTe Kejar Tayang’ tuk nama masakannya…
Nama yang unik! Pikir mimi, seperti jurus kungfu tuh… jadi penasaran, ciapa ci niiyyy… mampir aaahhhhhh….
lalu aku klik url tersebut.
N’ then I knew the meaning of the phrase : LOVE @ the FIRST SIGHT!
Langsung jatuh cinta sama blog inih n juga sama pemiliknyah! Seorang dokter gigi cantik yang low profile dan baik hati, yang menjadi bundo bagi sekian banyak narablog yang unik-unik dan manja-manja (termasuk mimi yang ge-er inih)
seorang bundo yang dengan smart dan kesabarannya menjawab komeng-komeng kami yang ceriwis di Ladang Jiwa…
Yang di antara kesibukannya selalu menyempatkan diri untuk menyapa sahabat-sahabatnya tiap ada post baru di rumah sahabatnya, walau sahabatnya cuman apdet blog sebulan dua kali (si mimi maksudnya hehehe…)
Melihat ladang jiwa yang ga pernah sepi dari hiruk pikuk silaturahmi para sahabat, membuatku ingin menjadi seperti bundo… selalu menebarkan kebahagiaan bagi para sahabatnya yang berkunjung…
Thank you for being my friend, bundo… you’re so inspiring… semoga Allah selalu memberkahi bundo caycay…
Karna bundo, aku jadi mengerti indahnya cinta dalam sepiring tauge

_______________________________________
Ini hari Rabu Selasa..! mengapa ada artikel tamu..? he he, ceritanya si Penjaga Ladang khilaf. Tulisan dari Bakoel Kueh yang funky ini terselip cukup lama tanpa disadari. Khilaf, lupa.. maklum si Bundo udah tua
Bakoel kueh nan funky ini memiliki nama lengkap Fanty Puspita Dewi Setiawan. Biasa dipanggil Fanty atau lebih bekennya Mimi, panggilan kesayangan dari Allz putri semata wayangnya (eh, Allz dah punya adek blom ya Mi..?
) Mimi berpasangan dengan lelaki tampan yang berdiri di sebelahnya.. yang dipanggil Pipi.
Mimi memiliki toko kue online bernama KiosTe, namun karena kesibukannya akhir-akhir ini mimi sangat jarang posting, padahal kue-kuenya selalu oke punya. Beberapa sobat Narablog sudah membuktikan kelezatan kue bikinan Mimi, dan kreativitasnya sangat menakjubkan.
O, ya di keluarga Mimi kayaknya semuanya jago masak loh.. para sahabat mungkin juga kenal dengan Tanti seorang narablog yang cukup rajin posting dan selalu menampilkan resep-resep yang menggiurkan itu. Menyenangkan sekali pastinya bila sekeluarga jago masak semua **seandainya bundo tetanggaan dengan mereka
Baiklah Mimi sayang, makasih atas tulisan yang bikin bundo terharu dan juga tersipu-sipu ini. Maafkan kekhilafan bundo yaa, dan klo Mimi udah punya waktu boleh bales-bales komeng. Buat para pengunjung LJ dipersilahkan untuk pesan kue di KiosTe, dijamin yummy..!
June 13th, 2010 by nakjaDimande
Ya Rabbi Shali’ala Muhammad
Wa’ala’aliy Muhammad
Kama shalaita ‘ala Ibrahim
Wa’ala ‘aliy Ibrahim
Wahai kekasih Allah, kusinggah dalam rumahmu
Kutundukkan wajah dan suaraku
Kau sambut salamku, dengan keramahanmu
Terbayang derai senyum yang menawan
Tak mampu tuk mengangkat daguku
Tubuhku pun terasa menggigil
Kala suara batinmu menyentuh hatiku
Salamun’alaika Yaa Rasulullah
Salamun ‘alaika Yaa Habiballah
Salamun ‘alaika Yaa Ibrahim
Salamun alaika Yaa Habiballah
[lirik lagu Singgah di Rumah Nabi]
~*~*
*~*~
====================
Seminggu menjelang perjalanan indah untuk my Lovely Brother dan keluarga. Selamat mempersiapkan diri ya kak, semoga lancar semuanya.. senantiasa penuh berkah, sehat kembali ke sini berbagi cerita dengan kami semua.
Daftar doa sementara :
Nang : doa biar segera menyusul Kyaine menapakkan kaki di sana
Wiend : doa agar segera dapat pendamping yang sholeh
Nda : doa biar lancar ke pelaminan dengan Dewa Embun [siapapun lah Dewa Embun nya]
Lung : doa agar kedua mbakyunya di atas cepat nikah, biar dia ndak kehalang lagi
Hari : sama dengan di atas.. [kayaknya buat anak-anak bundo doanya agar segera kepelaminan semua..]
>>>Untuk semua Nuansa Bening Ladang Jiwa, silahkan menuliskan daftar doanya di kotak komeng.. mumpung Kyaine masih ada waktu seminggu untuk mencatatnya.
[udah tanggung, pasti dimarahin juga]
June 10th, 2010 by nakjaDimande
Tidak terasa akhir bulan ini dua tahun sebelas bulan sudah saya berjilbab, Alhamdulillah ya ALLAH, terima kasih sudah mengizinkan pakaian indah ini menjadi milik saya sehari hari, kini tiada hari tanpa jilbab
masih teringat komentar sahabat sahabat saya dikampus ketika suatu hari tanpa aba aba terlebih dahulu saya datang dan masuk keruang kuliah dengan pakaian yang sangat berbeda dari pakaian yang saya biasa kenakan “Masya ALLAH kiamat sudah dekat nih, kalau sampe Ade pake jilbab” dan saya hanya mampu menjawab dengan senyum manis saya tanpa berkata apa apa
speechless waktu itu.
Kemudian saya kuat kan hati untuk terus Istiqomah [ah sungguh nama yang indah] dengan jilbab saya, dari hanya satu jilbab yang saya beli di toko pakaian muslim Rabanni, kemudian terus bertambah, dari memakai jilbab yang hanya sebatas leher hingga saya julurkan hijab saya menutupi dada dan kadang mencapai pinggang… dari tetap memakai celana jeans kemudian saya ganti dengan rok semata kaki dan kaos ketat saya kemudian saya ganti dengan baju blus kedodoran yang memang lebih besar dari tubuh saya, karena urat malu saya berontak rontak ketika saya berjilbab tapi masih mengenakan jeans dan kaos ketat
Iya, pakaian saya kini adalah jilbab panjang, blouse kedodoran dan rok semata kaki, jika keluar rumah maka saya gunakan kaos kaki tipis agar tumit kaki saya tidak menjadi tangan setan untuk menggoda lelaki yang duduk ditangga masjid saat saya menapaki tangga
Saya memiliki banyak cerita setelah berhijab, kemarin ada seorang anak kecil yang bertemu saya disuatu masjid, si gadis kecil ini sedang menunggu ibunya yang juga shalat disana, selesai shalat saya memberi senyum kepada si gadis kecil sambil tangan saya melipat mukena, anak ini sibuk menatap saya sambil berkata “kakak cacat yah? koq tangannya ditutupin, koq kakinya ditutupin rapat gitu?” gubrakkk … tersenyum saya mendengar pertanyaan polosnya dan saya mengulurkan tangan saya mengajaknya bersalaman, sambil memberi tahu bahwa tangan saya utuh lengkap dengan jari jemari indah pemberian ALLAH ini
Kini sekitar dua tahun sudah saya terus memperbaiki cara berpakaian saya, dan saya yakin semua perempuan di muka bumi ini, terutama di Indonesia tahu bahwa mereka WAJIB berhijab, salah jika mereka mengatakan belum diberi hidayah karena hidayah itu bukan ditunggu tapi harus dijemput. Dan saya percaya mereka tahu koq kalau satu lembar rambut terlihat oleh yang bukan muslim maka syurga akan menjauh dari si perempuan dan saya yakin sekali mereka tahu itu hanya ketidak inginan mereka saja yang menghambat pemakaian jilbab dengan alasan alasan yang bersifat duniawi.
Pertanyaan saya kemudian adalah mau sampai kapan telanjang seperti itu, mau sampai kapan tidak berjilbab padahal kita tahu itu WAJIB, akankah kita tunggu dulu teguran ALLAH baru berhijab? atau para perempuan itu merasa yakin kalo besok ALLAH masih berkenan menitipkan napas kali yah? kalo engga …. nauzubillahimindzalik
Yo, mulai detik ini ketika kita tahu bahwa hijab ini adalah wajib, bahwa jilbab ini adalah wajib langsung saja kita kenakan tanpa bertanya lagi karena hukum ALLAH adalah mutlak dan janji ALLAH adalah pasti, ALLAH tidak pernah ingkar janji ketika DIA berkata akan membahagiakan perempuan dan laki laki yang taat … ridho lah dengan hukum ALLAH untuk berjilbab yah, agar ALLAH ridho untuk semua langkah kita.
Ya ALLAH hamba ridho dengan membuang semua duniawi dengan menjalankan perintahMU wahai ALLAH, hamba ridho ya ALLAH… ridho meski banyak sekali godaan
dan Istiqomahlah dalam berbuat kebaikan karena setan juga istiqomah dalam menggoda manusia, beda level ketaqwaan maka setanpun akan turun dengan level yang tinggi pula.
Ah dua tahun sudah saya berjilbab … terima kasih ALLAH yang telah begitu baik menuntun saya kembali, inilah pakaian saya yang membuat saya bangga.
_______________________
Siapa yang tak kenal dengan wajah elok ini?
Rasanya mulai dari newbie sampai narablog senior semua kenal dengan Ade a.k.a Rindu. Pemilik nama cantik Cut Istiqomah Meutia Saeful ini [stt, bundo baru tau niyh nama lengkap Ade] adalah penulis panutan bagi Bundo.. hmm, dulu sewaktu pertama kali dikunjungi oleh Ade senangnya bukan main dan giliran Ade harus hiatus karena kesibukannya, hari-hari pun terasa hampa.. pastilah banyak yang merasakan hal yang sama dengan Bundo (hayo ngakuuuu..)
“Saya adalah perempuan di titik NOL di kebun hikmah yang tidak memiliki apa yang seharusnya saya miliki karena pecinta ILLAHI konon hanya ingin memiliki dan dimiliki ALLAH, ingin menjadi TIADA hingga bertahta ALLAH saja, hingga tinggal jiwa sederhana tanpa berbalut dunia.”“
Begitulah Ade menggambarkan dirinya, kata-kata yang mengalir jernih seperti sungai. Konsisten berdakwah tiada henti, tak semua orang bisa melakukannya. Allah Maha Hebat telah beri daya untuk Ade menjadi sehebat itu, Subhanallah.
Ade, makasih ya sudah membuatkan sebuah artikel untuk LJ di sela kesibukanmu mengurus Kebun Hikmah yang selalu ramai itu [Bundo hanya berani melihatmu dari balik pagar
]. Semoga Ade selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus mengalirkan kata-kata dari Sang Pemilik Kata. Dan bila Ade ada waktu, Bundo minta tolong balesin komeng pengunjung yaaa
« Previous Page