Archive for
July, 2010
July 29th, 2010 by nakjaDimande
Cinta. Isi rumahnya penuh cerita tentang kekuatan cinta yang indah, tentang kemesraan manusia dan alam semesta, tentang indahnya jalinan kasih dua insan yang fana. Tapi tak seorangpun tahu dia sering dikecewakan oleh cinta manusia.
Tegar. Yang kubaca adalah untaian motivasi yang indah, gairah hidup yang menggelora, untaian kata yang menggugah rasa dan ketegaran hidup yang luar biasa. Tapi tak seorangpun tahu dia pernah rapuh dan terjatuh berkali-kali.
Gagah. Aku terlalu terbuai dengan ungkapan eksotika keperkasaannya, menaklukkan segala problema, menerjang garis batas ketakutan dan kemapanan, hingga terhanyut dalam petualangan yang menakjubkan. Tapi tak seorangpun tahu dia pernah menjadi kerdil bertahun-tahun.
Canda. Tak kuasa aku menahan tawa setiap kali singgah ke tempatnya, tempat aku mencari semerbak senyum yang selalu dia tebarkan, tempat aku menikmati alur keluguan dan keceriaan, membuatku terpesona dengan segala kelucuannya. Tapi tak seorangpun tahu dia terlalu banyak menangis dalam hidupnya.
Dia, seperti itulah yang kukenal di dunia maya. Dan Aku, mungkin seperti itulah yang kau kenal di dunia maya, dan kelak ketika kau menjumpaiku berbeda, bolehkah aku memohon jika aku tetap ingin kau mengenalku seperti di dunia maya?
_______________________

note : lagi-lagi ditulis oleh seorang penulis rahasia.
Untuk yang merasa punya ikatan batin dengan penulis ini, pasti bisa menebak!
_________________________________________________________________
July 27th, 2010 by nakjaDimande
Ibu, kini aku makin mengerti nilaimu
Kamu adalah tugu kehidupanku
……
Kamu adalah teratai kedamaian samadi
Kamu adalah kidung rakyat jelata
Kamu adalah kiblat nurani di dalam kelakuanku
[Sajak Ibunda – Rendra]
Dulu aku pernah berkata bahwa Rendra seperti juga Iwan fals begitu fasih saat berbicara tentang ibu, mungkin harus menjadi pribadi yang matang seperti mereka terlebih dahulu bila aku ingin dapat menghormati karier tersulit didunia, menjadi seorang ibu..
Trus, apakah hari ini aku sudah berubah menjadi perempuan matang? belum.. masih jauh. Tapi makin hari aku semakin mengakui ketangguhan Mama, menghadapi bermacam halilintar yang aku persembahkan buat beliau.
Berbilang 2 putaran tahun aku menyimpan semua untukku sendiri, karena tak ingin menyakiti Mama. Dan sungguh ajaib, ketika saat itu tiba beliau masih saja tersenyum lebar meski dengan genangan air mata. Mama justru yang menghiburku, membuatku teduh dan yakin bahwa hidup akan berjalan baik-baik saja.
Semoga Allah mengampuni aku yang paling sering bikin Mama berduka, dan aku tau Allah akan selalu jaga Mama.. jaga hatinya.
Mama, Mrs.Weasley ku.. Yang meskipun sedikit galak, kehadirannya selalu menghangatkan the Burrow ini. Dan yang paling penting Mama punya tongkat sihir untuk menghilangkan semua galauku, sampai kapanpun aku akan terus membutuhkan kekuatan sihirnya
pengen tau reaksi Mama
bila suatu saat Simon Templar datang melamar anaknya.
July 22nd, 2010 by nakjaDimande
Ade : “Ma…buku cerita Ade cuma satu, Kakak punya empat.”
Mama : “Trus?”
Ade : “Ya Ade juga harus punya empat kayak Kakak.”
Mama : “Emang kalo Kakak punya empat, Ade juga harus punya empat?”
Ade : “Iya.”
Mama : “Tante Lisda mobilnya banyak, mobil kita harusnya banyak juga dong…. Tante Yusuf anaknya empat, anak mama cuma dua, harusnya anak mama empat juga dong. Kalo apa yang kita punya harus selalu sama dengan orang lain, repot juga ya De?”
Ade : “…………………..”
Mama : “(singing)….syukuri apa yang ada…hidup adalah anugrah….”
Ade : “(singing)…tetap jalani hidup ini….melakukan yang terbaik….”
Dan Ade pun mengerti.
Selamat Hari Anak Indonesia ya De..!
[tante p3ri bilang kecepetan sehari
]
__________________________________________________________________________

Sang Mama menuliskan dialog di atas lalu bertanya pada Bundo,
“klo tulisan yang kayak begini layak tayang di Ladang Jiwa gak ya..?”
Tentu saja bundo langsung oke dengan tulisan singkat yang manis ini.
Dan itu bukan karena Jae sang mama adalah sobat Bundo selama 17 tahun. Ibu Guru ini memang suka pura-pura tidak bisa menulis, padahal di dunia FB beliau adalah admin dari sebuah grup yang memotivasi anggotanya untuk menulis. Anggota grup tersebut sudah mencapai ribuan orang, pokoknya si Jae ini luar biasa.
Setiap orang punya dunianya masing-masing, dan Jae menemukan dunianya pada grup yang dibinanya tersebut. Makanya Bundo gak cerewet ketika ia tak lagi mengurusi blognya, karena Jae memang sudah pas dengan perannya di FB. Blog dan FB hanyalah media, selama itu bisa bermanfaat, pake media apapun tidak masalah.
Seorang Sarjana Kedokteran Gigi, yang menempuh jalan istimewa dengan menjadi guru mengaji dan guru sebuah SDIT di Cimahi. Yang sudah 17 tahun jiwanya berada bersama Bundo, bintangku yang luar biasa.. I Love u, Jae!
Ntar pulang ngajar balesin komen yaa..!
___________________________________________________________________________
July 20th, 2010 by nakjaDimande
Keluarga Besar Ladang Jiwa
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Yang Pertama
18 Juli 2009 - 18 Juli 2010
“BLOG CAMP”
www.abdulcholik.com
Semoga Semakin Disayang Pembacanya
Keluarga Besar LJ
Bundo ~ Nang ~ Nen9 ~ Nok ~ Ntong ~ Nduk
Paklik ~ MM (Karyawan LJ)
July 17th, 2010 by nakjaDimande
antara biru dan kelabu..
Kupu di Ladang Jiwa
Kupu di Ladang Jiwa (KdLJ) adl bentuk kolaborasi antara biru yang disana & kelabu yang disini.
Tour de Bukittinggi
Rencana semula adalah meliput pesta ulang tahun, tapi ternyata semua tlah usai. Dua pesta besar usai digelar di Ladang Jiwa.
Konon kabarnya pesta yang lebih besar juga akan digelar, tapi hari dan tanggalnya belum pasti. Denger2 sich pesta nikah. Siapa yg mo nikah ya?
Selagi masih di Bukittinggi, maka waktu yang ada dipakai jalan-jalan keliling Ranah Minang. Berikut laporan lengkapnya.
Begadang di Jam Gadang
Pertama pastilah berkunjung ke jam gadang terlebih dahulu. Dibangun th 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh, merupakan hadiah dari Ratu Belanda. Jam Gadang berada satu komplek dengan taman Sabai nan Aluih dan juga Istana Bung Hatta

Biaya yg dikeluarkan mencapai 3.000 Gulden. Jam Gadang menjadi landmark kota Bukittinggi.
|
Meninjau Danau Maninjau
Zona berikutnya adalah Danau Maninjau, 36 kilometer dari Bukittinggi. Danau ini merupakan danau vulkanik dg ketinggian 461 meter

Bagi yang suka tantangan dapat jalan kaki menuruni lereng menuju Danau Maninjau atau melintasi hutan lindung ke Objek Wisata Embun.
Terhuyung Di Pagaruyung
Istana Paguruyung sdl peninggalan Raja Johan Iskandar (1851) yang mempunyai sembilan orang anak perempuan.
Berlokasi di Batusangkar Sumatra Barat. Istana ini sekarang dalam tahap pembangunan kembali setelah mengalami kebakaran beberapa kali.
|
Ingat Nok di Ngarai Sianok
Nama yg aneh, ngingatkan pada nama anak eMak yaitu Si Nok.

Nggak tau juga kenapa namanya aneh begitu. Saat ini nDuk baru balik dari mudik, semoga besok pagi genduk sudah bisa menjelaskan semua ini. Agar semua ini tidak lagi menjadi teka teki *halah!
Gue di Gua Jepang
Goa Jepang berada di pusat kota Bukittinggi. Merupakan salah satu bukti sejarah pendudukan Jepang yg masih tersisa hingga sekarang. Lubang gunung yg berdinding batu keras ini panjangnya puluhan meter.
Tempat yang angker karena ada penjara disitu **mungkin nDuk mau coba?
|
segala perbaikan pada koran KdLJ dilakukan atas bantuan MM
pakar HTML yang baik hati, murah senyum dan tidak sombong
© 2010 KdLJ
July 15th, 2010 by nakjaDimande
“Di tengah-tengah cahaya terang matahari, jangan meminta bantuan kelelawar untuk mencari arah perjalanan. Jika engkau badai samudera, jangan meminta bantuan kepada bayangan cahaya dan pasir di tepi pantai. Dan engkau, janganlah membuat penjepit dari batang kayu yang sudah lapuk.”
(Yusuf di Penjara – Jalaluddin Rumi dalam Masnawi)
Bertahun-tahun sudah aku membaca paragrap itu…
Agaknya, Rumi benar, bahwa masing-masing manusia telah diberkati dengan ‘cahaya terang matahari’, yakni jiwa, akal, dan hati. Melalui media-media itu, Tuhan tak henti-hentinya mengalirkan petunjuk. Lalu, mengapa harus ‘meminta bantuan kelelawar’ yang bodoh dalam ‘cahaya terang’ itu?
Masing-masing manusia telah diberi kekuatan sekuat ‘badai samudera’, maka tidaklah layak ia percaya kepada ‘bayangan cahaya’ yang semu dan berharap kepada ‘pasir di tepi pantai’ yang bisa dihempaskannya.
Manusia sepatutnya percaya dan mensyukuri anugerah-anugerah itu. Manfaatkan ia dengan baik, supaya tak ‘membuat penjepit dari batang kayu yang sudah lapuk’.
Bertahun-tahun sudah aku membaca paragrap itu, namun aku masih saja belum mampu menafsirkannya dengan tepat. Paragrap itu, masih saja bisa ditafsirkan lebih luas lagi, lebih dalam lagi…
Menafsirkan Rumi, ternyata bukan pekerjaan yang bisa selesai sehari dua hari.
_________________________________________________

Nah ini dia contoh anak bujang yang tak mau merepotkan Bundo-nya, Kali ini tampilan foto penulis tamu di LJ tidak akan tampak samping lagi karena Sudes dengan suka rela memberikan foto tampak depannya yang sungguh akan membuat para Ibu ingin segera melamar Sudes sebagai menantu. Anak bujang yang tampan.
Khery Sudeska, Bundo mengenalnya sudah cukup lama. Berdomisili di Pekan baru, pemuda kelahiran 3 Mei ini adalah seorang narablog yang pemikir. Menulis tentang kebangsaan adalah favoritnya, walaupun sesekali diselingi artikel ringan yang tetap saja menggunakan pemikiran yang dalam.
“saya mencoba untuk mencari jalan tengah, membuat tulisan – yang saya upayakan – ringan dan santai untuk dibaca. Meskipun, nantinya, akan anda dapatkan juga tulisan dengan “gaya bahasan berat”. Ini, mungkin, berkaitan sulitnya saya keluar dari gaya menulis saya yang lama. Namun, saya akan terus mengupayakan apa yang saya tulis disini, secara perlahan, lama kelamaan, menjadi ringan dan enak dibaca..” Begitu pengakuan Sudes tentang gaya kepenulisannya.
Sudes, terimakasih sudah berbagi Rumi disini. Bundo senang sekali Sudes hadir di Ladang Jiwa. Jikalau Sudes ada waktu sudilah kiranya membalas komen yang masuk, ok!
July 12th, 2010 by nakjaDimande
PINTU GERBANG PADEBLOGAN
Kereta Ekspres warna Pink jurusan Bukittinggi – Jakarta – Kendal – Surabaya itu terparkir rapi.
Spanduk oranye berkibar tertiup angin Juli. Tulisan penuh filosofi menghiasi spanduk tadi.
“sapa sing tekun golek teken bakal tekan”
Sayup-sayup tembang mijil mengalun walaupun lirih namun cukup mengisi seluruh ruang yang ada walaupun dari para “bala wingking” menginginkan diputar lagu dangdut atau “campur sari” agar menambah semangat bekerja.
Tak dinyana “gerutuan” itu terdengar oleh operator soundsystem yang langsung mengganti tembang dengan lagu spesial yang entah dari mana datangnya lagu ini tau-tau sudah ada dan disetel keras-keras.
Selamat Ulang Tahun [Evie Tamala] <<—- Yang ini boleh di download..
Hari ini suasana Padeblogan tampak berseri. Handai taulan dan famili berdatangan dari pelosok negeri.
AULA PADEBLOGAN
Panggung Seni berdiri dengan gagah. Nang bikin dekorasi, nTong yang bantu pegang kursi yang ditumpuk (ternyata Nang gak cukup tinggi) karena tenda khusus yang luas dan tinggi didatangkan dari Jerman kiriman dari perusahaan terkenal DaimlerBenz yang merupakan mitra bisnis Kyaine. Agar tidak terjadi seperti tragedi runtuhnya tenda sirkus baru-baru ini di Jakarta. Aneka alat musik tersedia, dari mulai Orchestra Philharmonic, Karawitan, Kulintang, Arumba, Jazz hingga nDank-Dhut lengkap bin komplit…. Tampak speaker besar bertumpuk dengan “garang” dari soundsystem merk Marshall dipasang ditiap sudut agar semua tamu dapat menikmati dengan nyaman.
Tak luput pula, berbagai rangkaian bunga bermacam ukuran dan juga aneka anyaman janur melengkapi dekorasi semakin membuat suasana meriah.
Kerjasama yang baik dari anak lelaki bundo yang ganteng dan tampan ini sangat mengesankan tamu gadis ABG yang sudah datang lebih dahulu. Bahkan diantaranya ada yang sedang serius berbisik-bisik (sambil mengerling mesra) memperhatikan dua lelaki yang sedang sibuk bekerja. Walaupun peluh menetes namun semakin menambah “gallant dan macho”.
The Ordinary Trainer, om NH18 pun tak ketinggalan ikut andil pada persiapan ini, sibuk mencoba beberapa alat musik sambil manggut-manggut dan memilin kumisnya yang sudah mulai dihiasi “kembang jambu” dan berguman “amazing..”
RUANG TENGAH PADEBLOGAN
Para senior tak ketinggalan, sudah berkumpul dan saling bercengkerama. Nampak pada barisan depan ada pakdhe Cholik dan Budhe Ipung disampingnya ikut serta Bella yang cantik dan imoet dan Briga yang gagah seperti eyangnya.. (prikitiw..!!) Bunda Lily hadir bersama keluarga tercintanya, menggandeng mesra Ayahanda Agus yang mengiringi langkah putranya yang ganteng dan putrinya yang cantik. Didekat tumpukan soundsystem asik bercengkerama kang Yayat dan Bang Isro Batavusqu, tentu mereka sedang sharing tentang sepedanya masing-masing. Mas Edi yang datang dari Medan dengan membawa berkardus-kardus Bika Ambon tak ingin ketinggalan.
Di sisi lain terlihat pula miss Oyen “yang sudah kurus” sedang meneliti siapa-siapa yang hadir menerka-nerka siapa yang bodynya bakal menyaingi dia. Disebelah miss Oyen tampak pula bu Mars dan Bunda NH yang asik ngobrolin arisan nampaknya. Sementara terlihat Mas Mandor bersandar di tembok sedang sibuk nelepon, Mas Zenteguh juga hadir bersama anak dan istrinya.
Dalam buku tamu sudah tertera, Ceuceu Soviati, Anna, Kaka Akin, Uda Vizon, Mas Narno, Achmad Sholeh, Abu Gholib, Bu guru Jumialely, Rita Susanti, Kang Ian, Irfan Jayadi, Mas Andi, Didit Tukang Poto, Nahdi, Julie, Mas Aldy dan mbak SausKecap dll, dkk, dbd.
Kemana sang Koepoe Biroe? Tanyakan pada cicak yang sedang mengerami telurnya.
DAPUR PADEBLOGAN
Neng, Nok dan nDuk ada di posisi masing-masing, Neng membuat adonan kue dan Nok bertugas meracik bumbu. Lha nDuk ngapain? Karna tenaga ekstra yang dimilikinya, nDuk diberdayakan guna nguleg bumbu dan memarut kelapa. (Yang ini ide sapa? gak sekalian aja nDuknya suruh numbuk gabah atau manjat kelapa
)
”Agaknya Emak sudah luluh hatinya, niyh buktinya mau repot-repot ngadain pesta buat Paklik’. Neng memulai obrolan.
“Jangan salah Neng, nanti seusai acara ini semua biaya pasti di klaim ke Paklik. Ya kan nDuk?’, Sahut Nok sembari melempar 1 kepala bawang putih ke arah nDuk. nDuk yang sedari tadi melihat keluar jendela, dan sedang manyun karena mendapat tugas nguleg bumbu serta memarut kelapa tak menyahut sedikitpun, dari ekor matanya nDuk dapat menangkap gelagat Nok yang akan melempar bawang putih kearahnya.
Tanpa melepas tatapannya, sebelum bawang putih mendarat di kepala dengan tangan kiri nDuk berhasil menangkapnya, kemudian memasukkan kedalam mulut, lalu dikunyah-kunyah. Tak diyana, nDuk memuntahkan kunyahannya, menggunakan tenaga maha dasyat nDuk melempar kembali. Naas bagi Nok yang kebetulan sedang menguap, bawang putih hasil ulekan mulut nDuk berhasil masuk ke mulut Nok dan tertelan.
‘Uaasemm tenan…!! ‘ Nok mengumpat, matanya memerah.
Melihat Nok sulit bernafas, Neng bergegas mengambil air putih.
“nDuk.., sama Mbak Yu nya jangan jahat begitu, sepantesnya jadi adik ituh yang nurut. Eh Nok, emangnya bawang putih dah ganti rasa ya? Kok jadi asem?’ tanya Neng kepada Nok.
‘Heh?’ Nok bingung dengan pertanyaan Neng.
“Acara sebentar lagi akan dimulai, bumbu belum sedikitpun nDuk ulek, kelapa belum juga nDuk parut. Hayo..cepetan dikerjain, bisa gagal pesta akbar ini kalo hidangan tak matang” Neng memerintah. nDuk masih terdiam dan termanyun dengan tatapan tak lepas ke luar jendela.
“nnDuuk.. mmemang… sussah.. di dikaassiih.. ttauunnyaa Yuu” tambah Nok dengan nada terbata-bata (sekarang dah gak musim bata Yu, tapi dah pake hebel barusan tanya Wak google)
nDuk masih terdiam dan termanyun dengan tatapan tak lepas ke luar jendela “Kok diam aja nDuk? jadi siapa donk yang nguleg bumbu ama marut kelapa? Neng gak mau ah, tangan Neng bisa jadi kasar, lagian biasanya sehabis nguleg bumbu badan Neng suka demam” dengan sedikit lebay Neng kembali bersuara.
“Nok juga ogah kalo nguleg bumbu ama marut kelapa, takut maagnya Nok kambuh” Nok tak mau kalah dengan gaya lebaynya yang melebihi ambang batas.
Mendengar percakapan kedua saudaranya, kembali dengan kekuatan maha dasyat nDuk melempar 2 buah kartu nama. Satu kartu nama nempel di jidat Neng dan satu lagi berhasil ditangkap oleh Nok yang tak ingin kecolongan untuk yang kedua kalinya. Neng membaca Kartu Nama yang dipegangnya tertera “Opera Van Oyen” menyediakan segala macam makanan dan minuman berbahan dasar jengkol, pesan banyak dapat diskon, pesan sedikit jangan ngebon, Melayani delivery order Pulang-Pergi.
Nok juga membaca Kartu Nama yang dipegangnya “Pabrik Tentang Tempe” mengolah tempe dengan kualitas diatas rata-rata, pengujian menggunakan Gage R&R. Sedia tempe olahan dan tempe mentah selalu dalam keadaan fresh. Partai Besar dan Kecil, dalam dan luar Jawa. Anda Pesan-Kami Antar.
Selesai membaca Neng dan Nok saling berpandangan.
“Kalo gak ada yang nguleg bumbu dan marut kelapa kita pesen makanan aja. Nok kamu telepon gih, pesan yang banyak, tamu paklik bakal segudang garam yang datang” perintah Neng sembari memberikan kartu nama yang dipegangnya kepada Nok.
“NoklagiNoklagi nDukituhkerjanyaapasih? semuasemuaNok apapaNok apapaNok, huh !!”Nok menggerutu.
“EGP GPL lah” batin nDuk dengan mata masih menatap keluar jendela.
“Liat apa siyh nDuk daritadi gak meleng-meleng” Neng menghampiri nDuk yang berdiri dekat jendela.
“Iyah, liat apaan siyh?” Nok turut penasaran setelah selesai menelpon.
Tanpa bicara nDuk hanya menunjuk saja.
“Ooo…nDuk gak tau ya kalau ituhkan berarti Siapa yang mau tekun, maka ia akan mendapatkan teken dan ia akan segera tekan atau kesampaian apa yang menjadi idamannya. Proses yang panjang yang harus dilalui seseorang agar sampai pada tekan, penuh onak dan duri, derita, duka dan nestapa yang selalu mengiringinya. Dari laku tekun saja membutuhkan waktu yang tidak pendek, kemudian mendapatkan teken yang bukan berarti halangan dan cobaan usai. Teken yang digunakan itu harus dimanfaatkan secara sebaik-baiknya agar sampai tidak meleset. Setelah proses demi proses dijalani, barulah tekan atau berhasil. Jelas nDuk?” Neng menjelaskan. nDuk menggeleng.
“Masih belum jelas nDuk? Ituh tulisannya “sapa sing tekun golek teken bakal tekan”, maknanya yang dijelasin Neng tadi. Nok menambahkan nDuk masih menggeleng
“Hayyah… kamu itu dari tadi ngeliatin apa siyh?” Neng dan Nok bertanya secara bersamaan dengan nada yang mulai meninggi.
“Itu lho.. mangga Wak Mahmud dah mulai kuning-kuning, enaknya ntar malem diambil pake galah atau dilempar ya?” Akhirnya nDuk mulai bicara. Neng menjewer kuping nDuk hingga membentuk angka 8, sementara Nok menjepit nDuk dengan daun jendela. Lalu pergi meninggalkan nDuk begitu saja. (Pada puas dah.. kalo nDuk sengsara).
* Tak lama kemudian Neng dan Nok kembali menghampiri nDuk yang masih dalam keadaan terjepit daun jendela.
“Ngapain masih disitu, buruaan… Acara Ulang Tahun Paklik akan dimulai”. Neng dan Nok menarik nDuk secara paksa. (brasa beradegan di flim India kalo mau nyanyi)
KAMAR TIDUR PADEBLOGAN
Pria kekar berambut cepak tidur dengan suksesnya. Hari ini ia ingin mengenang kembali saat menjadi bayi. Ya… Hari ini 43 taun yang lalu, ia resmi terdaftar sebagai penghuni planet bumi.
Tiba2 muncul sesosok bayangan, wanita cantik luar biasa yang sedang membisikkan sesuatu. Bayangan itu adalah visualisasi dari apa yang sedang ada di mimpi pria kekar tadi. Dengan kecanggihan teknologi kamera TV Tjap Koepoe, maka bayang2 tadi bisa unggah di youtube. Inilah hasil rekamannya. Beruntung tidak berlanjut dengan kejadian yang tak diinginkan, sehingga tak satupun pasal KUHP maupun Undang2 IT yang dilanggar.
Sungguh sebuah pesta yang sempurna,
Selamat mengenang hari lahir, Gus, Kyaine, guru kami, paklik’e bocah2, sahabat kami tercinta..!
________________________
note : Bundo ternyata dilaporkan ke polisi oleh manajer PWN gara-gara gak bisa melunasi honor PWN yang sudah tampil dalam mimpinya Kyaine. Sampai saat ini tak seorangpun yang menyadari ketidakhadiran Bundo, karena semua masih asik berpesta. Sehingga bundo hanya mampu berucap lirih dari balik sel penahanan :
“Happy birthday my lovely brother.. we all love you”
(Bundo gak begitu sedih krn di sel barengan ma Ariel)
July 8th, 2010 by nakjaDimande
Dulu sewaktu masih duduk di bangku SD, sudah diajarkan sifat-sifat mulia, salah satunya adalah dermawan. Kata dermawan, sedekah, amal, dan memberi begitu menancap kuat dalam pikiran karena diajarkan pada masa - masa pikiran masih belum mendapatkan ilmu-ilmu yang lain. Demikian juga dengan lawan katanya, kikir, semasa SD
pun diajarkan agar tidak menjadi orang kikir bin pelit. Kenangan masa SD ternyata benar-benar lugu dan polos, pelajaran kepribadian dermawan masih teringat sampai sekarang.
Sekarang kalau dipikir-pikir, masing-masing dari kita termasuk yang mana? Yang dermawan atau yang kikir. Atau lebih praktisnya kita mengambil amannya yaitu bukan kedua-duanya
karena masih belum condong ke kedua pilihan tersebut.
Sesungguhnya Allah memberi rejeki kepada makhluknya itu merata tanpa pilih kasih tinggal kita mengelola sesuai dengan kebutuhan. Allah memberi rejeki bukan hanya harta melainkan kenikmatan yang kita rasakan setiap hari yang tidak akan pernah bisa terhitung banyaknya. Adakalanya harta menjadi suatu ukuran tetapi itu bukanlah hal yang sangat penting / vital di dalam kehidupan sehingga tidak perlu mengejar sampai setengah hidup.
Ada beberapa tipe orang yang diberi harta oleh Allah.
Tipe pertama adalah orang yang diberi harta cukup. Lihat saja orang yang diberi harta yang cukup, orang ini hidup berkecukupan atau bahkan kekurangan sehingga hartanya tidak bersisa untuk disedekahkan. Orang seperti ini wajar saja tidak memberi karena tidak ada harta untuk dibagi kepada orang lain. Sepakat saja tipe pertama ini tidak dalam bahasan kali ini.
Tipe yang kedua adalah orang yang diberi harta berlebih. Tipe seperti ini adalah mereka yang diberi harta oleh Allah sehingga bisa memenuhi segala kebutuhannya dan masih bersisa / berlebih.
Kalau dilihat dari keadaan harta yang berlebih maka sesungguhnya itu adalah modal untuk kita menjadi seorang yang dermawan atau kikir. Maka jangan salah bahwa seorang dermawan itu membutuhkan modal yang sangat besar atau minimal lebih besar daripada orang yang kikir. Atau kita masih berpikir bahwa orang kikir dan pelit itu tidak membutuhkan biaya.
Orang yang dermawan adalah orang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia gunakan hartanya untuk memenuhi segala kebutuhannya kemudian ada sisa hartanya yang disebut berlebih. Kelebihan harta inilah yang dibagi-bagikan kepada orang lain.
Orang yang kikir adalah orang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia gunakan hartanya untuk memenuhi segala kebutuhannya kemudian ada sisa hartanya yang disebut berlebih. Kelebihan harta ini kemudian ia tumpuk -tumpuk dan enggan untuk dibagi-bagikan kepada orang lain.
Sesungguhnya orang dermawan dan orang kikir itu membutuhkan modal YANG SAMA BESARNYA !
Menjadi orang kaya harta bukan berarti mempunyai harta yang banyak kemudian ia terus menambah dan menambahnya lagi. Orang kaya adalah orang yang hartanya berkecukupan sehingga jika ada lebihnya ia tidak membutuhkan lagi kemudian ia membagi-bagikan hartanya kepada orang lain.
_________________________________________________________________
Bundo rasa percuma saja memperkenalkan orang ini, toh anda semua hanya dikasih lihat siluet wajahnya atau punggungnya saja.
Lebih baik kita menikmati tulisannya yang senantiasa bernas ini dan semoga saja ia akan membalas setiap komeng yang masuk [awas klo ngga..!]
Hmm, mungkin wajahnya akan terlihat jelas
bila ia sudah bertemu kekasihnya
Perempuan Desir Angin..
July 6th, 2010 by nakjaDimande
Segenap puji untuk Tuhanku yang sudah menciptakan bulan Juni..
Hey Jun, terimakasih telah bersamaku pada 30 kali matahari terbit dan 30 kali matahari tenggelam itu. Sudah menemani saat aku mencoba melompat lebih tinggi, dan menjaga agar aku tak terjatuh..
sehingga aku tak lagi harus menunggu cinta datang menghampiri, karena kau telah menyakinkan aku bahwa seharusnya aku yang menghampiri cinta. Yupp! akhirnya aku lakukan.. Alhamdulillah.

Sudah 6 hari berlalu dari bulan Juni, sungguh tak bertanggung jawab bila si penjaga Ladang membiarkan Kuis Anak eMak kemarin berakhir tanpa kejelasan. Yang membuat aku sedikit kecewa karena dari sekian banyak jawaban yang masuk, hanya satu orang yang menjawab dengan benar. Bayangkan, hanya satu orang..!!!
Dan yang membuat aku agak murka adalah sewaktu melakukan pengetesan terhadap seseorang yang mengaku sebagai Paklik-nya anak-anak, jawaban beliau ternyata lebih kacau lagi. Entah mungkin faktor usia membuat beliau tak bisa lagi membedakan para ponakannya tersebut.
Pak Mars selaku pengacara keluarga LJ berkemungkinan akan aku pecat karena juga tak mampu mengenali anggota keluarga LJ dengan benar, tapi beliau beralasan bahwa ia baru menjadi pengacara keluarga ini selama satu hari jadi wajar saja bila belum bisa membedakan gadis-gadis anak eMak tersebut. “Yang pasti saya cinta kok sama tiga gadis itu..” begitu pengakuan beliau [Nang dan Ntong bersyukurlah karena gak ikut dicintai oleh Pak Mars..]
Jadi siapa siyh satu-satunya pemenang tersebut? aku yakin ia menebak dengan menggunakan analisa yang mendalam, gak asal tebak saja.
Jawaban :
1. Neng (Wi3nd harum hutan)
2. Nok (nDa)
3. Nduk (Ramudheng / Lung)
4. Nang (kang Vyan)
5. Ntong (dek Hari Mulya)
6. eMak (bundo nakja doooong…)
Pemenang Tunggal
MIMI ALLZ
~oOo~
Taukah kawan betapa sulitnya bagiku untuk menuliskan pengumuman ini saja? menghabiskan 15 bungkus coklat kurma almond, sehingga akhirnya KD harus menyembunyikan kotaknya jauh-jauh.
Ditemani lagu cantik dari Tuan Vyan RH dan Om NH, yang malah membuat aku semakin terbayang-bayang kekasihku.. uffhhh memang sulit untuk menulis yang beginian bila sedang didera kasmaran.
hedeh hedeh.. **genduk mode on
July 2nd, 2010 by nakjaDimande
Rintik hujan membasahi bumi, bersamaan dengan lajunya ketikan huruf demi huruf pada papan keyboardku. Mencoba untuk merangkai kata apa yang tepat untuk kusampaikan pada seorang wanita di bumi minangkabau. Wanita yang sudah ku anggap seperti ibu sendiri. Wanita yang selalu memberi hikmah disetiap tulisannya. Wanita yang selalu ceria ketika menyapa sahabat-sahabatnya.
Pertama berkunjung ke rumahnya, ada kesan indah yang tersampaikan. Pun begitu ketika diri ini mencoba masuk kerumahnya dan melihat satu persatu isi dari rumah itu. Ada rasa damai di hati ini.
Setiap hari diri ini mencoba untuk mampir ke rumah itu, rumah yang sering disebutnya sebagai ladang jiwa. Kadang diri ini tak meninggalkan jejak, bukan karena rasa sombong melainkan mungkin diri ini tak pantas berada dideretan tamu yang ada di disitu. Ah entahlah..
Hingga detik ini, kebiasan berkunjung menjadi rutinitas, membuat diri ini semakin mencintainya. Mungkin benar pepatah jawa ‚‘‘Witing tresno, jalarane soko kulino“. Terlalu naif mungkin, tapi ingin rasanya aku mengatakan
‘‘Bundo, Aku mencintaimu karena Allah“
Cinta karena Allah, bukan sekedar cinta pada fisik saja, sungguh fisik ini akan menua seiring dengan bertambahnya umur kita. Cinta karena Allah juga bukan karena segala kebaikan dan kelebihannya saja, tapi kita juga harus mengerti dan menerima segala kekurangannya.
Bundo, Selamat Ulang tahun ya…Semoga Allah selalu mengiringi dan menjaga bundo disetiap nafas dan waktu yang berlalu. I Love U Because Allah.
Ada seorang sahabat yang berdiri disamping Rosulullah Shollalahu Alaihi Wa Sallam, lalu seorang sahabat lain lewat dihadapan keduanya. Orang yang berada disamping Rosulullah itu tiba-tiba berkata „Ya Rasulullah, aku mencintai Dia.“ “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?“, tanya Nabi.”belum” jawab orang itu.Rosulullah berkata, “Nah, kabarkanlah kepadanya!“.Kemudian orang itu segera berkata kepada sahabatnya. “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.“Dengan serta merta orang itu menjawab, ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya“. (HR. Abu dawud)
_______________________________________________________________
Anak muda sekarang punya hobi berfoto hanya tampak punggung atau tampak samping, Edy Kurniawanto termasuk salah satunya. Narablog satu ini sedang sibuk menghadapi ujian semester di sebuat perguruan tinggi di kota Medan, namun ia tetap berusaha menyapa sahabat2 mayanya, meskipun udah dipelototin sama Bundo
Dilahirkan disebuah desa yang jauh dari ibukota manapun, kecamatan, kabupaten apalagi provinsi tak menyurutkan niatnya untuk terus maju dan belajar. Pria yang suka berbagi dan tak ingin melihat orang lain susah (selama masih bisa bantu) ini melalui pendidikan SD dan SMP Negeri di kampung halaman, tapi harus masuk ke SMK swasta ini bukan karena nilai ijazah yang tak mencukupi tapi lebih cenderung karena kebijakan yang pada waktu itu yang tak bersahabat. Tapi disinilah dimulai sebuah babak baru yang merupakan sebuah rekayasa dari sang pencipta…. begitulah yang tertulis di halaman tentang dirinya. Edy seorang pejuang di mata bundo.
Ed, makasi hadiah Ulang Tahunnya, terlalu indah. Malu rasanya karena Bundo gak sebaik yang Edy kira.. itu bisa jadi hanya semu belaka. Banyak hal buruk yang Edy tidak ketahui tentang Bundo. Tapi apapun itu, terimakasih sudah mencintai Bundo karena Allah SWT. Biar Allah yang membalas semuanya, Bundo tak punya apa-apa selain berusaha menyayangimu juga karenaNya. Insya Allah
July 1st, 2010 by nakjaDimande
Ladang Kemesraan
Ketika suaraku tak diterima dimana-mana,
Tidak demikian di ladang ilalang
Karena ladang ilalang adalah ladang tembang
Ketika sayapku tak leluasa mengembang
Tidak demikian di ladang ilalang
Karena ladang ilalang adalah ladang terlapang
Ketika hasrat berkomentar menggelegak
Ketika tangan gatal untuk ngacak-acak
Meski semua kata2ku terkesan norak
Kemana lagi kalau bukan ke Ladang Emak
Dan Ladang itu, Ladang Tembang itu…
Ladang Ilalang itu, Ladang mana lagi
Kalau bukan Ladang Jiwa.
Ladang yang rapi ditata oleh empunya
Ladang yang slalu dijaga anak2 tercintanya
Itulah Ladang Bersama
Ladang Kemesraan namanya
___________________
note : Puisi indah di atas adalah hadiah ulang tahun buat penjaga LJ. Sang penulis puisi terpaksa bundo rahasiakan, karena memang ia seorang yang pemalu. Bundo hanya ingat tentang dirinya yang sangat suka mendendangkan lagu I’m Yours bila sedang berada di ruang kerjanya. Tentang dirinya yang sangat mencintai sang istri meski mengakibatkan 1+1 = 0, dan juga tentang usahanya mencari mantu sampe ke kampung jengkol dengan cara yang anti biasa.
Tak bisa memaparkan fakta lebih banyak lagi karena kuatir akan menguak jati dirinya, biarlah rahasia diri sang penulis tersimpan selamanya di hati bundo.
Hey kamu, makasi ya..
halah, siapa siyh orangnya?