April 21st, 2010 by nakjaDimande

[perempuan berasal dari tulang rusuk lelaki yang bengkok]
laki-laki lurus, persegi dan tegas
sedangkan perempuan bengkok
memang bengkok kurasa
melengkung lebih tepatnya
Lihatlah gerak indah perempuan
Saat mendekap bayi mungilnya
Mengayun-ayun penuh syahdu
Belaian sayang tak terkata
Bukankah tangannya memang bengkok mendekap?
dan ia mengayun, membentuk lengkung
seperti rahimnya pun yang melengkung
tempat kau dulu lelap bergelung
itulah perempuan, melengkung
gerak yang lembut dan bergelombang
Lalu, di mana masalahnya?
Lurus memang harus berteman lengkung
Menjadi satu diri.
[teruntuk semua Kartini di ladang jiwa, Bukittinggi 21 April 2010]
Ps. Bagi yang lurus, titip salamku untuk lengkungan indahmu..
November 17th, 2009 by nakjaDimande

kemanakah malam bersembunyi
saat pagiku menjelang
kemanakah ghulam berlari
saat hatiku berdentang
merdu..
[merdu - puisi dadakan untuk kang yayat arkasala]
Gyahahhhhaaa.. pagi tadi ada tantangan dari kang yayat untukku setelah kemarin berhasil menyebar virus tentang huruf-huruf cadel itu [ada 5 olang eeank dapat pengkhalkaan], sekarang kang yayat penasaran bagaimana caranya agar bisa suka pada puisi dan ingin bisa menulis puisi juga. **kang yayat ingin beri hadiah puisi untuk mamanya Arka
Karena waktunya sempit, tentu saja aku tak sempat cari referensi dari Bapak Taufik Ismail atau Bapak Sapardi Djoko Damono, tentang bagaimana cara menulis puisi yang baik dan benar. Jadi dengan sok iye aku akan membuat tips menulis puisi ala nakjaDimande.com.
# Jadikan semua orang sebagai sumber inspirasi. Di Ladang Ilalang sudah banyak yang menjadi korban puisiku, tapi seringnya aku tak memberi tahu pada sumber inspirasiku bahwa puisi itu adalah tentangnya. Biasanya yang punya perasaan cukup peka akan langsung datang dan cengar cengir komen. Ada juga yang langsung sembunyi karena tau banget bahwa itu adalah tentangnya, tapi kebanyakan sumber inspirasiku cuek bebek
Belajar membuat puisi dengan sumber inspirasi dari semua yang ada disekeliling.. tak hanya manusia, pemandangan alam pun bisa menginspirasi. tapi bagiku harus ada satu persyaratan penting: Jatuh Cinta! jatuh cinta dengan apa yang aku lihat dan aku dengar.
Jatuh cinta disini berarti melibatkan hati, bisa jadi aku jatuh cinta melihat bocah dekil yang bajunya tak diganti selama 2 minggu dan membuat aku akhirnya menulis.. Jatuh cinta dengan sawah di samping ruanganku yang sedang menunggu panen, Jatuh cinta denganmu semua seringkali
# apakah yang disebut puisi harus berupa susunan dan baris-baris yang diatur sedemikian rupa..? bagiku Tidak! yang manakah dari tulisanku yang aku kategorikan sebagai puisi?
Semua tulisan bagaimanapun bentuknya adalah puisi bila aku ingin menamainya puisi. paham kan..
walau hanya racauan dengan susunan tak teratur, tapi bila aku ingin menamainya puisi maka pembacaku harus setuju bahwa itu adalah puisi.
# Belajar menulis puisi dari penulis yang kita suka. Aku adalah pencinta pak Sapardi dan sering berkutat disekitar olah kata yang beliau hasilkan.. dan terus terang puisiku kebanyakan terinspirasi dari gaya pak Sapardi. Bagiku tak perlu takut dibilang menjiplak, karena memang niatnya bukan menjiplak. Pada puisiku selalu ada rasa milikku walaupun ada warna pak Sapardi didalamnya [sok iye banget si bundo nie]
# Puisi bukan untuk dipikirkan, tapi cukup dirasakan saja. Rasa yang yang dimiliki pembaca bisa jadi berbeda dengan rasa yang dimaksud oleh penulis, tak mengapa.. disitulah uniknya, dalam puisi kita tak perlu menyamakan persepsi. Sesuka hatimu sajalah..!
# Jangan pernah merasa puisi kita picisan, karena picisan atau tidak toh hanya kita sendiri yang tahu.
Dan sepagian tadi ada pengakuan dari 4 narablog pria tentang puisi [mengapa kok pria semua ya? mungkin karena yang wanita malu mengakui tentang puisi-puisi indahnya] :
pakde Cholik :
Puisi memang harus dibaca dengan hati agar makna yang diinginkan penulis tercapai. Paling mudah membaca puisiku karena benar-benar telanjang.
kawanlama95 :
bisa jadi puisi yang kita angap sederhana namun karena sang pembuat puisinya mempunyai karakter atau punya nilai (ruh) membuat kita yang baca menjadi terinspirasi. dan puisi itu jadi seperti bernyawa.
Masnur :
Puisi memang selalu menginspirasi. Awal2 saya ngeblog juga sering nulis puisi, tapi sekarang sepertinya badmood sama puisi, cuma seneng baca punya orang aja
morishige :
dulu sekali, waktu SD, saya pernah nulis pantun dan puisi satu buku penuh
>>> Ok Duncay, jadi gampang kan menulis puisi itu..?!! sekarang bolehkah bila aku meminta dirimu semua menuliskan sebait puisi di kolom komeng dibawah ini, terserah mau dipersembahkan untuk siapa **untukku juga boleh 
hayooo, masa nulis puisi aja ga berani seehhh..!!!
August 13th, 2009 by nakjaDimande

hujan mungkin turun lagi senja nanti
menjelma arus liar, menyudutkan bening
terperangkap keruh bertemankan galau
untukmu kali ini, hujan dalam peran antagonis
aku mengerti pahit itu
kala perahu kertasmu hanyut dibawa deras hujan kemarin
kini kau terus menatap dari balik jendela
dan sudut matamu ikut mengalirkan sungai
menangislah yang deras, tapi jangan menghilang
sungguh, tak satupun ingin kehilanganmu..
~*Bukittinggi, 13 Agustus 2009*~
::note: mengapa tak kita cari saja perahu itu?
mungkin ia tersangkut ranting kurus yang rebah kesungai
atau kau buat lagi yang baru..? terserahlah.. tapi kumohon jangan menghilang..
July 9th, 2009 by nakjaDimande
telah kudengar teriakmu itu
mau kepantai..! kau rindukan ombak
inginmu yang tak bisa ditawar, kurasa..
[lalu kutulis pesan pada burung camar, agar temani kau kesana]
andainya bisa kuseru pada angin
untuk bawa pergi semua penatmu yang kini lekat
harapku bisa meminta pada samudera
untuk tenggelamkan penatmu yang kian pekat
namun, aku hanya duduk diam disini
mendengar gemericik di hulu jiwa..
sungai bening
hutan hening
syafakallah..
July 1st, 2009 by nakjaDimande
juni pun berlalu..
kemarin itu, juni datang hanya untuk memberitahuku
tentang cinta yang tak kusadari, lewat begitu saja..
terimakasih juni, telah hapus segala langkah ragu
bahwa cinta tak boleh dibiarkan menunggu
memang seharusnya, akulah yang menghampiri cinta..
dan saat juni telah berlalu, takkan pernah aku menutup jendela
masih akan kusaksikan hujan sore hari dari balik bingkainya
hujan yang selalu menghantarkan cinta..
::note: terimakasih untuk semua yang telah mengunjungiku di bulan juni..
June 12th, 2009 by nakjaDimande
tak kubagi makanan pada yang menahan lapar
sebenarnya siapa yang kubiarkan lapar..
tak kuulurkan tangan sejuk pada yang sakit
sesungguhnya siapa yang kubiarkan sakit..
masih tak kusapa jiwa yang sepi..
entah siapa yang tak kupedulikan itu..
aku membiarkan diriku lapar
aku membiarkan diriku sakit
aku membiarkan jiwaku sepi
kau tahu.., aku menyakiti diriku sendiri..
June 9th, 2009 by nakjaDimande

rintik, rintik
hanya serintik saja hujan tak deras
entah mengapa
hatinya mulai menggigil
lirik, lirik
hanya selirik saja lihat tak jelas
tapi entahlah rasa
hatinya ikut memanggil
menyahut, menyapa
bermekaran si bunga mungil..!
May 20th, 2009 by nakjaDimande
kali ini merindu..
rindukan sahabatku si penyair tua
kemarin sore aku masih bicara pada matanya
dan tetap kulihat senyum dari huruf –huruf yang terpahat
namun seringkali aku ragukan itu..
aku ingin menuduh camar telah patuk luka dimatanya
ingin caci maki ombak terlalu deras sulit ditebak
namun tak bisa karena akulah itu, sang terpidana
[dia tertawa setiap kali aku salahkan diri..]
hey, penyair tua..!!!
pinjam saja buku itu dari sang legenda Iwan fals
lalu kan datang burung senja mengepakkan sayap
tulis sajak indah
hanya untukmu seorang
tentang mimpi-mimpi malam
note: aku sudah sering tulis sajak indah untuk si penyair tua.. walau dia tak pernah berkata indah, hehhhe…
May 16th, 2009 by nakjaDimande
koran hari ini berkata merah putihku terpuruk
tak pahamlah aku maksudnya, terpuruk sejak hari ini atau sudah dari lama
ah, mungkin tak usah baca koran lagi
besok pasti dia berkata merah putihku sudah tersobek-sobek
lapuk, luntur atau entah apalagi..
bagiku, merah putih tak pernah pupus
masih selalu ada, disini..
tidak harus dalam simbol bendera
tapi pada langkah setiap jiwa yang kutemui
masih ada merah pada jiwa-jiwa yang berani berbuat untuk sesama
masih ada putih pada jiwa-jiwa yang selalu menghadap diri pada yang SATU
tak perlu kau bilang merah putihku terpuruk
saat kenyataan ternyata tak sesuai harapmu
jangan lalu kau duduk sendiri, ayolah bersama..!
dan kau akan lihat merah putihmu berkibar
tak lagi terpuruk..
May 5th, 2009 by nakjaDimande
kepergian itu
hanyalah sepelemparan hati..
cobalah kau lempar hatimu
seberapa jauhkah kau sanggup?
ya.., hanya sejauh itulah kau pergi..
DIA selalu ganti sajadah-sajadah lama kita
dan kini kau dapatkan sajadah baru untuk teruskan sujudmu
walau untuk itu harus pergi tinggalkan semua..
sekarang cobalah kau lempar hatimu
aku yakin kau tak bisa membuangnya jauh-jauh
karena ternyata aku masih memeluk hati tersebut
erat-erat..
catatan untuk my Dvy yang hijrah menuju Jakarta, minggu ini.. love u, always
March 5th, 2009 by nakjaDimande
…di gunung tinggi ku temui
gadis manis putri bapak petani
cantik menarik menawan hati
diana namanya, manja sekali… [Koes Plus]
tak begitu hapal lirik persisnya, karena memang bukan lagu pengiring masa remaja saya
kadang terdengar di bis antar kota.. dan mau tak mau lekat juga di kepala
alkisah seorang gadis gunung.. **pasti bukan nakja, krn nakja tinggal hampir dipinggir lembah**
tersebutlah seorang gadis gunung..
bukan diana namanya..
hmm, Rinjani saja lah.. lebih pas..
dari kecil hidup di lereng ini..
laksana Heidy si anak gunung
laksana Daya si pasir berbisik..
tumbuh bersama, bocah-bocah gunung..
kehadiran rinjani mudah dikenali
bersinar lembut, membuat rembulan pun mengalah padanya
lalu..
tiba saat rinjani harus melangkah turun, tinggalkan lereng..
tinggalkan tempat akarnya tercerabut
berjuang dan berjuang.., itulah rinjani
sinar lembut berubah menjadi garang..
hingga mentari mengalah padanya
akupun mulai kehilangan..
sampai suatu waktu, dia berteriak padaku
“kembalikan aku ke gunung..!!!”
“gunung yang mana..?” tanyaku bingung..
akhirnya ajak dia ke gunung mana saja yang bisa kutempuh..
ajaib..!!!
disetiap aku dan rinjani sampai di gunung..
sinarnya kembali lembut
dan.. pesona rinjani telah kembali
mengisi palung-palung dihatiku..