March 2nd, 2009 by nakjaDimande
saat jauh..
aku tahu, bila ada yang merindu..
takkan dapat dustai, sinyal kuat yang sampai dihatiku..
dan sekarang, aku jauh..
ADA SATU yang merindukan aku
teramat sangat.. teramat dalam
telah berulangkali mengirimkan tanda
berulangkali membujukku
hebatnya, aku tak terusik tuk mencari,
tak berlari mengejar..
buta dan tuli, itulah aku..
Ya Rabb.. Ijinkan aku terus di genggamanMU.. mohon jangan lepaskan
aku tak lagi inginkan rindu.. karena, sungguh ku tak bisa jauh..
note:
setelah Abdullah bilang, bahwa Allah SWT sebenarnya merindukan kita, hambaNYA.. bermacam Anugrah dan Ujian hanyalah agar kita kembali pada cintaNYA.. tapi seringnya kita buta dan tuli..
February 24th, 2009 by nakjaDimande
SAAT KU MERASA SUCI..
kupandang satu titik.., konsentrasi
kutahan pandanganku agar tak melirik
tapi tak mampu tahan pikiranku melompat jauh
kucoba terjemahkan kata-kata..
kuganti dengan kata yang ku tahu
tak mampu buat ku mengerti jua..
kucoba hadirkan rupa..
tak bisa, karena ku tak tahu seperti apa..
DAN SAAT KU MERASA HINA..
ku lupa dengan segala cara itu
tak bisa kupandang satu titik
tak mampu kuterjemahkan kata
tak kuasa tuk bayangkan lagi..
tapi KAU malah memilih hadir saat ini..
saat bumiku kering kerontang, merindukan hujanMU…
note:
judul lengkapnya adalah: “agak ….. memang”.. tak berani menuliskannya 
setelah duduk melingkar bersama.. membaca sebuah buku secara bergiliran.. thanks mardibros 
**KD tau saya tak mendengarkan giliran orang lain membaca, malah menulis puisi ini**
,
,
February 24th, 2009 by nakjaDimande
dua ditambah dua seharusnya empat
tapi mengapa..
kagetkan aku karena jawabNYA adalah lima
haruskah aku marah
haruskah berontak..?
karena lima adalah kehendakNYA
karena lima ternyata.. lebih baik untuk ku
mendengar mr. Rosela bicara di ruang depan.., tentu bukan dalam arti tak perlu matematikanya Abdullah..
Angka-angka itu masih terus penting.. walau kadang kehilangan, lagi-lagi karena kebodohanku..
Padahal angka-angka itu bertebaran di hadapanku
February 16th, 2009 by nakjaDimande

sungguh aku tak ingin merasa lebih daripadamu, sobat
bila bercerita, tak ingin aku berlagak menjelaskan kepadamu
seolah-olah kau tak paham maksudku..
sungguh aku pun tak ingin merasa kurang daripadamu, sobat
dan akhirnya cerita kupendam sendiri
karena anggap kau takkan suka kisahku..
seperti radio..
aku hanya ingin berada di gelombang yang sama denganmu
agar kau dan aku saling memahami
saling menasehati
dan saling berbagi
hanya itu..
February 5th, 2009 by nakjaDimande

sejenak saja aku berpaling
dan semua pun hilang dalam sekejap
seperti tsunami yang telah menghanyutkan semua jejak
sehingga mataku hanya bisa melihat padang datar tak bertepi
kosong..
dan hampa..
February 3rd, 2009 by nakjaDimande

hujan terlalu deras pagi ini..
tak sanggup aku menebas
mencari pisau yang hilang, tak jelas rimba..
January 29th, 2009 by nakjaDimande
satu jam setelah subuh
cahaya menerobos masuk halaman rumah
lewat sarang laba-laba yang melingkar dipohon mangga
mendadak rasa itu datang lagi
dada yang sakit tak tertahan batasnya
atas salahku tinggalkanNYA sekian lama
tertawakah DIA..? pasti..!!
melihatku selalu dalam keraguan
meski DIA tak bergeser dariku, setitikpun
tertawalah DIA..
melihatku mengaku-ngaku rindu
padahal tak pernah lepas menggenggamku
sedetikpun..
[pada rindu mungkin saja ada cinta,
tapi dalam rindu.. sudah pasti ada jarak..]
note:
terimakasih untuk mendadaknya mardibross.., benar belaka semua
tak pernah bisa dipaksakan..
January 18th, 2009 by nakjaDimande
hari ini aku berdoa, untuk lelaki hitam manis itu
semoga menjadi pemimpin
bagi dunia
bagi negaranya
bagi keluarganya
dan bagi dirinya sendiri..
dia, sungguh takkan bisa..!!
kecuali Yang Maha Menggenggam Kekuatan merestui
naif kah..? bila kujauhkan sinisme dan keraguan..
karena kuyakin tak satu kan terjadi tanpa ijinNYA
baik ataupun buruk..
sehingga hari ini pun aku masih berdoa..
untuk lelaki hitam manis itu.
note:
tak mengapa bila aku dikatakan terperdaya senyuman manis..
karena ku masih percaya senyuman adalah cerminan jiwa
,
,
January 10th, 2009 by nakjaDimande
apa dayaku menjadi pembaca
datang berkunjung dari satu bilik, ke bilik yang lain
berjalan sore ke taman di ujung sana
atau kadang melewati surau dipinggir kampung..
bilik itu bukan milikku
taman itu bukan lamanku
surau itu, pun bukan gurauku
apa daya bila berlalu.. dan tak terdengar apapun lagi
taman tak lagi dibuka untuk umum
dan surau pun tak lagi untuk berjamaah
bolehkah: pembaca merasa terkhianati..?
January 4th, 2009 by nakjaDimande
sungguh hebat
bila masih mampu menumpahkan darah..
memamerkan wajah bengis,
dan masih mampu membuang ludah di tanah ini..
tak kah hati luluh
bila ingat lantai atas rumah suci baitul maqdis..
disanalah mihrab bunda maryam berada
tak kah kaki jatuh tersimpuh
bila ingat Rasulullah dan Jibril.., singgah sejenak ditanah ini
sebelum menuju sidratul muntaha
mengapa biarkan puing beruntuhan tak kuasa
biarkan tangisan menyayat, mengadu tak biasa
biarkan masjid-masjid bersujud.., menyatu dengan tanah
hati siapakah itu.. wahai..
kuiringkan munajatku..
agar hati berganti dengan kasih sayang..

note:
saya terlambat menyadari bahwa baitul maqdis (masjidil aqsa) bukanlah masjid yang berkubah emas itu
bait-bait terakhir adalah kiriman abdullah.., saya hanya menambahkan sedikit saja..