Archive for the 'BarAlekgaDang' Category
February 16th, 2010 by nakjaDimande

Bhirawa dan Jombang, dua hal yang istimewa. Di ingatanku segala hal yang berasal dari Jombang pasti beken. Terkenalnya ngga bakalan nanggung, buktinya sudah banyak. Diantaranya ada Gus Dur, Cak Nun, Cak Nur, Inul [bukan inul yang ituh, ini Inul ponakannya Pakde
] dan tak dipungkiri juga kebekenan Ryan dan Ponari.
Takkan jauh-jauh, pada Bhirawa pun menitis bakat beken dari tanah Jombang ini. Didukung oleh sutradara Bhirawa yang memang sudah terlebih dahulu melejit di gemerlapnya panggung dunia maya. Dengan pengalaman dan usaha beliau yang tak kenal lelah, bisa dipastikan Bhirawa akan segera menyusul kemasyhuran BlogCamp.
Sesungguhnya aku tiada-lah sanggup mereview sebuah blog, apalagi itu Bhirawa. Tapi aku coba juga menuliskannya semampuku, daripada Pakde ganteng itu manyun [info dari Bude bahwa Pakde klo lagi manyun bumi bisa gonjang ganjing]
Yupz mari aku mulai sajah repiu ailopiu untuk Bhirawa!
Tampilan Bhirawa:
Halah, urusan ini aku paling gregetan sama Pakde, ganti theme itu bisa 3 kali sehari seperti minum obat. Tidur beliau tidak akan tentram bila dalam seminggu tidak gonta-ganti theme [info dari Emak bahwa ini adalah pelampiasan bakat playboy-nya Pakde sewaktu muda dulu, kali ini masih untung hanya gonta ganti theme]
Theme yang aku lihat hari ini, putih abu-abu. Aku suka sederhananya. Jika besok pagi Pakde ganti theme lagi silahkan saja, asalkan tetap pilih yang sederhana ya Dhe.
Kinerja Bhirawa :
Sejauh ini Bhirawa bisa dengan mudah diakses, engga pake sesak napas. Aku tidak mengerti ukuran kecepatan loadingnya, yang jelas cukup cepat. Untuk menemukan artikel terdahulu juga cukup mudah, Pakde sangat memperhatikan hal-hal seperti ini. Karena beliau sangat paham ada banyak penggemar fanatik yang ingin tahu lebih banyak tentang Bhirawa. [Lebih tepatnya: banyak yang penasaran sama Pakde]
Artikel Bhirawa :
Seperti hampir di semua blog milik Pakde yang lain, artikelnya selalu sarat manfaat. Disuguhkan secara singkat dan dengan bahasa yang mudah dipahami. Sentuhan humor yang kental tak pernah lupa mengiringi. Pokoknya Bhirawa beruntung sekali ditangani oleh sutradara yang tidak pernah kehabisan ide. Pengamatanku selama ini bahwa artikel di Bhirawa ditulis dengan serius. Sentuhan humor-nya pun dirancang sedemikian rupa oleh Pakde sehingga bisa menghilangkan kerutan di kening para pembaca Bhirawa..
>>>Kesimpulannya: Bhirawa adalah sebuah Blog yang tidak main-main, karena ditangani oleh seorang Narablog yang bukan main!
Note :
Meski ini bukan review sungguhan, tugasku untuk ikut memeriahkan Jambore on the Blog akhirnya kesampaian sudah.
February 2nd, 2010 by nakjaDimande
Jambore on the Blog (JOB)
Pernahkah berkenalan dengan Bhirawa yang gagah itu? Saatnya rapatkan lagi hatimu pada Bhirawa dengan mengikuti Jambore on the Blog. Tali Asih sudah pasti memikat!
www.bhirawaganteng.com
Berbagi surat Cinta (BsC)
Di tumpukan kertas usang di sudut gudang mungkin masih terselip surat cinta yang pernah anda tulis tapi lupa dikirim. Ikutkan saja di BsC, hadiah dijamin menarik!
www.cintarindumelulu.com
adv by masihkoepoebiroe
Buruaaaannn..!!!
[Idana dan Julie, maapin judul acaranya diacak-acak
]
January 16th, 2010 by nakjaDimande

Pagi yang indah hadir tak lagi diam-diam di kehangatan januari nan biru..
Kembang Ilalang berseri disinari mentari pagi, berbunga-bunga lah si Penjaga Ladang kali ini, rasanya tak percaya.
Ucapan terimakasih untuk Leysbook yang sudah memilih 7 Suara dari Ladang Jiwa sebagai Artikel Terbaik dalam acara Kemeriahan Leysbook. Tulisan yang sangat jauh dari sempurna, yang ditulis sepenuh hati meski tertatih-tatih dan tak mengikuti kaidah kepenulisan yang semestinya.
Terimakasih tak terhingga.
aku berada di sini karena chemistry
aku menulis karena chemistry
aku bersamamu semua, Nuansa Beningku.. dengan chemistry itu
chemistry yang given by Allah SWT
Alhamdulillahirabbil’alamin.
January 7th, 2010 by nakjaDimande

Fiuhh, Leeyys….!!! Mohon agar jangan tutup dulu pendaftaran di Kemeriahan Leysbook, maafkan aku karena menjadi peserta di kelompok terakhir akibat dari kelalaianku dan juga disebabkan oleh kesibukan yang melandaku beberapa minggu terakhir. Siang ini tugas –yang membuatku harus hiatus itu– Alhamdulillah selesai tuntas dan hal pertama yang kulakukan setelah itu adalah segera membuat artikel ini untuk Leysbook.
[siapa kak? siapa yang nanya? *Mariska Ayu mode on]
Ok Leys, kusimpulkan 7 manfaat blog yang membuat aku betah tiap hari nangkring di depan si Pinky. Melakukan segala macam hal dengan blog yang sudah kuanggap sebagai Rumah Ketujuh ini. Betah gila!
Bebas menjadi Bunglon! Tak ada aturan yang melarang aku hendak menjadi apa saja. Di sini aku bisa menjadi seorang perempuan penjaga ladang setengah baya, dengan karakter melankolis campur sanguin [gabungan yang kurang lazim], soulmatenya pakde dan memiliki nuansa bening yang bersedia menjadi anak-anakku tersayang. Sedangkan di Blog sana aku boleh menjadi gadis remaja aneh yang main hujan-hujanan melulu. Dan di Blog yang sono aku bisa menjadi manusia tanpa jenis kelamin. Sesuka ku saja tak ada yang melarang.
Hanya di Blog saja aku berani sok iye menggurui bahwa hidup seharusnya begini atau begitu, padahal pada kenyataannya aku sendiri masih begono. Bagiku tak mengapa, karena yang membaca berulang-ulang semua tulisan itu adalah diriku sendiri, setidaknya bisa memotivasi aku berubah menjadi manusia yang lebih baik. Amiin.
Belajar menata hati dan mengendalikan emosi. Walaupun suasana hati sedang nelangsa, toh aku tetap bisa pasang emo yang lagi cengengesan. Belajar melakukan interaksi yang baik dengan para sahabat narablog. Di dunia nyata, aku mengalami kesulitan menyembunyikan emosi karena semua terlihat jelas di wajahku dan tak bisa diganti dengan emo yang dikehendaki!
Setahun yang lalu tak pernah mimpi punya sahabat dari segala penjuru mata angin dengan beraneka nuansa. Aku, perempuan sudut kampung di pinggiran lembah bisa bersahabat denganmu semua para narablog yang hebat. Ya, Hebat..! karena bisa membuatku terpukau walau aku tak tahu rupamu, tak tahu siapa namamu yang sebenarnya namun aku merasa sungguhan mengenalmu. Persahabatan yang terjalin murni lewat aliran kata di artikel para sahabat. Mungkin istilahnya aku jatuh cinta saat pertama kali membaca mu –bukan saat menatapmu– bagiku ‘mata’ adalah rangkaian kata itu.
jatuh cinta pada matamu
meski tak pernah kutatap binar itu
namun ku tahu ia menusuk tajam
lewat kata-katamu yang menghujam
[puisimaksandotcom]
Semua sudah pasti setuju bahwa Blog adalah sumber ilmu! Segala macam ilmu rasanya sudah dibahas oleh para narablog. Tentang mesin, tentang Kesehatan Gigi [tentu saja bukan olehku], Tentang Politik dan segala berita terhangat akan langsung dibuatkan ulasannya oleh para sahabatku yang hebat-hebat tersebut. Seandainya tidak ngeblog aku tentu akan terheran-heran saat orang lain membahas tentang Cicak Buaya, Manohara dan sebagainya. Bisa dipastikan dengan gaya lugu aku akan bertanya kepada Zani –perawatku yang rada melek sama berita terhangat itu– Apakah miyabi itu? sejenis masakan jepang kah?. Berbeda dengan sekarang, Anggodo pun aku kenal. Bahkan rasanya sangat akrab
Meningkatkan kemampuan tata bahasa dan menambah kosa kata. Aku mengenal istilah-istilah terbaru setelah membaca blog para sahabat. Walaupun butuh waktu cukup lama untuk menyerapnya, namun sangat bermanfaat bagiku yang mengalami kesulitan mengembangkan tulisan karena keterbatasan kosa kata yang kumiliki. Sekarang sedikit demi sedikit bisa teratasi. Bahkan aku bisa tahu kepanjangan BBRKTJDKTITMSM yang sering diucapkan oleh Suaminya Mba Leys itu, padahal dulunya aku ora ngerti babar blas!
Tapi kawan, alasan paling utama aku sangat cinta nge-blog adalah karena:

Di sini aku bisa banyak bicara tanpa ketahuan
bahwa aslinya aku ini gagap!
~oOo~
note:
# butuh 4 jam mengetik ini sampai publish
# gambar didapat dari sini dan situ
December 21st, 2009 by nakjaDimande

Duncaayyyy, Hari ini pengumuman Parade Puisi Cinta..! **ups kok ga ada yang antusias seeehhh???
Hari ini, Pakde Cholik selaku tuan rumah Parade Puisi Cinta akan mengumumkan 15 puisi terbaik pilihan Dewan Juri. Lalu besok dilanjutkan dengan pengumuman 3 Puisi Sang Juara, tepat pada peringatan Hari Ibu. Dan juga ada 2 puisi unik pilihan tuan rumah yang akan mendapatkan tali asih.
Sebenarnya aku sebagai Juri Utama lebih berdebar-debar dibanding peserta. Jjjiiiiaaaaahhh, seumur-umur belum pernah jadi juri apapun lalu kali ini sekonyong-konyong menjadi Juri Utama untuk acara Parade Puisi Cinta dengan 149 peserta. Angka yang berada diluar prediksi aku dan Pakde, karena kami mengira peserta tak kan beda jauh jumlahnya dari peserta Supermanshow, berkisar 10 orang paling banyak.
Melihat peserta membludak, terus terang aku cukup gelagapan. Beruntung selalu ada dukungan moril dari para senior. Salah satunya Pak Mars yang mengusulkan agar juri melakukan pengelompokan atas sejumlah puisi tersebut, yang kemudian segera aku tindak lanjuti dengan membuat 7 kelompok tema cinta.
Awalnya bingung juga karena adanya keberagaman tema cinta, ada puisi cinta untuk istri, puisi cinta untuk ibu, puisi cinta untuk kekasih. Lha istri kan kekasih juga? mosok aku harus bikin kategori : Puisi Cinta untuk kekasih yang dinikahi, Puisi Cinta untuk kekasih yang belum menikah, belum lagi Puisi Cinta untuk kekasih orang lain. Tapi jangan khawatir akhirnya urusan pengelompokan ini berakhir dengan selamat.
Bantuan berikutnya datang dari PujanggaLangit, beliau memberikan kisi-kisi penilaian yang harus aku perhatikan selama penjurian, diantaranya meliputi unsur bahasa, tema dan kreatifitas ide. Untuk hal ini aku harus mempelajarinya perlahan-lahan, karena aku memang betul-betul juri pemula.
Dan orang yang paling membantuku selama penjurian siapa lagi kalau bukan Pakde Cholik [namanya juga asisten juri
], beliau senantiasa menghibur agar kepalaku tak berasap. Mempercayai dan mendukung apapun keputusanku sebagai juri utama, tentu saja setelah sebelumnya kami melakukan diskusi yang serius. **duncay percaya kan klo juri utama diskusi serius dengan asisten juri?
~oOo~
Terimakasih atas 149 puisi cinta itu, yang sudah membuat hatiku berbunga-bunga saat membacanya. Membawaku ke alam cintamu masing-masing.
Sungguh, bagaimana mungkin aku mengabaikan kata cinta di puisimu itu? dan membandingkan satu puisi dengan yang lain. Bukankah semuanya ditulis dari hati yang paling dalam saat panah si cupid tepat mengarah ke jantungmu sehingga melahirkan puisi luar biasa.
149 puisi itu telah terpilih, tali asih diberikan untuk semuanya berupa Cinta kembali dariku untukmu.. [mau yach, yach.. yach..? ]
>>>Ok Duncay, maafkan bila ada yang tidak berkenan selama aku bertugas sebagai juri dan aku hanya bisa berpesan padamu semua, bila lain kali hendak mengikuti acara lomba puisi sebaiknya perhatikan dulu dengan hati-hati siapa dewan jurinya!
~*~*
*~*~
===============================================================
Terimakasih untuk:
7 orang penulis puisi yang terjegal. Tindakan yang terpaksa dilakukan oleh juri untuk menjaga obyektifitasnya, suatu hal yang sangat sulit dalam menilai suatu karya puisi. Adapun 7 orang penulis tersebut sudah dihubungi juri satu persatu dan Alhamdulillah semua berlapang dada menerima kenyataan bahwa puisinya dijegal dengan hormat oleh Dewan Juri. Penasaran dengan nama 7 orang penulis puisi tersebut..? mohon maaf sementara ini masih rahasia
===============================================================
The Soundtrack of PPC : Ketika Cinta Bertasbih by Melly Goeslaw
December 14th, 2009 by nakjaDimande
[lewat juga 130 judul puisi..]
ps. sudah tau kan, klo postingannya seperti ini berarti kepala sang penjaga Ladang sedang berasap, nyari pic baru pun sudah tak sanggup
December 9th, 2009 by nakjaDimande
Hati ini sedang rindu
Karena engkau belum menjengukku
Mungkin engkau sengaja melupakanku
Ataukah engkau telah jemu
Wahai kekasih pujaanku
Wahai juwitaku
Aku kan menunggumu
Walau sampai memutih rambutku
**dari seseorang yang sedang sendu
dan duduk dibawah pohon jambu
[Di Bawah Pohon Jambu - Pakde Cholik, Asisten juri]
Di bawah pohon jambu
Kulihat memutih rambutmu
O cinta, tak pernah aku melupakanmu
Jangan toning lagi rambut indahmu itu
[jawaban Di Bawah Pohon Jambu – Juri Utama]
Dua puisi di atas adalah contoh puisi berkualitas tinggi hasil karya tim juri. Semoga anda semua sudah semakin yakin dengan mutu juri PPC, sehingga tidak perlu ragu menyertakan puisi anda untuk kami nilai.
Hahhh? Tidak bermutu..? siapa yang berani bilang begitu ngacung..!
Hmm, tapi tak mengapa.. Simon Cowell dan Paula Abdul pun tak begitu bisa menyanyi tapi bisa menjadi juri yang mumpuni di American Idol [jjjiiaahhh smoga simon dan paula ikhlas disama-samain]
>>>Duncay, kelihatan banget ya klo juri utama mulai stress..?
Minum Teh Bersama Ibu
Ramaikan dan ikuti Karnaval Blog “Minum Teh Bersama Ibu”
www.guskar.com
Parade Puisi Cinta (PPC)
Ungkapkan rasa cinta Anda dalam bentuk puisi, lalu ikutkan!
www.abdulcholik.com
Sekhilaf info penjurian PPC
Taukah anda? bahwa juri utama mulai mabok dan sempoyongan! ada baiknya ikuti terus serba serbi penjurian PPC.
www.nakjadimande.com
adv by metamarsphose
December 1st, 2009 by nakjaDimande

Pakde Cholik, Sang Pujangga ngeThril mengadakan acara yang berhubungan dengan puisi, bertajuk Parade Puisi Cinta. Dalam rangka menyambut Hari Ibu, dengan tema cinta yang tak dibatasi dan jenis puisi yang bebas. Sebebas-bebasnya..!
Demi mengembangkan eksistensi hasrat berpuisi dan memacu kreatifitas narablog, menurutku program Parade Puisi Cinta [untuk selanjutnya kusebut PPC] adalah kesempatan yang sangat bagus bagi kita untuk mulai nekad menulis puisi. Terutama bagi narablog yang masih malu-malu.
Menengok ke blog pakde tadi pagi, aku melihat ada beberapa yang sudah datang dengan gagah berani menyatakan “ya, saya ikut..!”. namun banyak juga yang ragu-ragu, bingung atau pura-pura bingung dan pura-pura ngga bisa
Ah, sudahlah duncay buang saja kalimat : ” bisa ngga yaa..?” cobalah dahulu, ok!
Hadiah yang dijanjikan pada acara ini belum diuraikan oleh pakde, sekedar bocoran bahwa tanda mata yang disediakan sangat luar biasa. Pagi ini aku mendapat informasi bahwa pujangga kelas dunia pun berniat untuk menjadi sponsor pada PPC ini.
Hmm, apakah anda semua para Duncay masih ragu..? cobalah tengok jurinya! Dua orang yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing, seorang pujangga ngethril dan yang satunya pujangga lebay. Jangan lewatkan, ini kesempatan yang sangat langka dan silahkan rasakan sensasinya saat puisi anda dinilai oleh mereka berdua.
Nah..! aku rasa sudah tak ada alasan untuk tak mengikuti Parade Puisi Cinta, apalagi kemarin kita sudah mengadakan pelatihan menulis puisi
>>>> Awas ya..!!! klo ndak ikutan, rasakan nanti akibatnya..
November 10th, 2009 by nakjaDimande

Shigeee… Judulmu ini membunuhku..!
Judul yang seperti ini aku masukkan ke dalam kategori judul yang mencekik leher. Sewaktu mengundi, semua judul yang mengandung kata ilalang sudah aku beri jampi-jampi agar jangan sampai keluar. Tapi ternyata Y.A..! [Ya Ampuuunnn]..
Hahhh!!! Dari Bukittinggi untuk Indonesia? Mimpi apa si bujang petualang memberi aku kata-kata ini. Tak adalah itu untuk Indonesia, lha untuk satu RT saja aku belum melakukan sesuatu apapun juga. Jadi maaf shige, kita lupakan saja kata-kata itu.. biar si bundo bercerita tentang ladang ilalangnya saja, ok!
#
Setahun sudah ladang ilalang mengalir dengan segala macam curhat colongannya yang kadang membuat beberapa teman menghibur dengan mengatakan curcolnya lumayan kok ndak jelek-jelek amat, walau kebanyakan memang hanyalah tulisan tak jelas arah.
Usahaku untuk menulis sesuatu sering terhalang oleh pengetahuanku yang masih sedikit, seperti yang pernah aku ceritakan bahwa aku bukanlah pembaca yang tekun. Yang sangat membantu adalah kehadiran dua orang narablog pemalas di kehidupan nyataku, yaitu KD dan Abdullah [dua-duanya ada di blogroll aku.. hanya saja Abdullah memakai nama lain], dari merekalah aku mendapatkan aliran ide untuk menulis.
Walaupun mereka berdua adalah golongan narablog yang update blognya hanya sekali seabad
tapi sebenarnya ide-ide mereka mengalir di Ladang Ilalang ini. jadi bila terkadang tak sengaja muncul puisi yang lumayan **ciee, lumayan** maka itu tak sepenuhnya hasilku sendiri, sering sekali aku hanya memindahkan saja kalimat-kalimat mereka kedalam bahasa puisi, hanya itu.. Syukur pada Allah SWT yang selalu mengalirkan ide itu pada mereka yang kemudian dialirkan lagi kepadaku. Walau kadang aku tak sanggup mengalirkannya kembali pada para sahabat semua, karena keterbatasanku.
##
Membicarakan apa yang sudah dihasilkan ladang ilalang untuk sekeliling.. **apalagi Indonesia** tampaknya belum ada, tapi terus terang ladang ilalang banyak memberi arti untukku sebagai penjaganya. Walau masih jauh dari angan untuk membuat buku kumpulan puisi seperti yang dilakukan Imran, tapi aku sudah cukup senang bila puisi-puisiku itu bisa menyenangkan hati para sahabatku di dunia maya dan di dunia nyata.
Pernah juga sesekali tulisanku dipakai untuk materi liqo putri di lingkungan puskesmas **hehhe meuni bangga gitu deehh** dan menularkan kegemaran nekad menulis pada anak-anak di puskes, banyak yang tertarik untuk ngeblog juga tapi masih terhalang dengan fasilitas yang terbatas.
###
ffiiuuhhh, BLI akhirnya berakhir juga! Bebaaasss.. hhihi. Terus terang siksaan batin buatku selama seminggu belakangan ini, harus update setiap hari dengan judul pemberian dari para sahabat. Tapi rasanya senang tiada dua, karena ternyata seru sekali melihat aksi tuan rumah dadakan ini.
Kalau boleh aku ambil kesimpulan bahwa isi postingan kemarin itu tak lagi penting karena ternyata jawaban para tuan rumah dadakan tersebut teramatlah menakjubkan. Semua pertanyaan dijawab dengan cerdas, sesuai gaya mereka masing-masing. Dan sering sekali memancing tawa.. **padahal isi artikel sejak hari pertama tak ada satupun yang lucu
Kepada mas Badruz, ~wi3nd~, Nenyok, Imoe dan hari ini Shige.. terimakasih untuk persembahan judul dan kesediaannya menjadi tuan rumah di Ladang Ilalang, sungguh sangat berkesan.
Oya, bila harus memilih salah satu judul favorit, aku akan memilih judul pemberian pak guru wandi SEMUO PADO NYUAPIN JUDUL, APO TAK PUSING, DOK? sayang sekali judul ini bernasib sial tak keluar pada saat undian.
Dan sebelum terlupa aku ingin menanggapi komentar shige kemarin tentang beda Bagadang dengan Bagandang [Shige, ini menurut bundo lho ya, ndak pake nanya dan tidak merujuk pada kamus bahasa minang
]
Bagadang, seperti yang shige suka lakukan di Pariaman juga dikenal di Bukittinggi, istilah Bagadang lebih diutamakan pada kegiatan makan-makannya.. contoh: Bagadang Durian [rame-rame ngabisin durian satu gerobak ]
Sedangkan Bagandang lebih diutamakan pada acara yang cendrung untuk membuat semacam keributan, asal katanya dari gandang [gendang] *cmiiw
Ok deeehh kepada semua sahabat tercinta, sebagai penutup acara BLI penjaga ladang ilalang ucapkan terimakasih atas komentarnya, juga atas usulannya tentang perbaikan ladang ilalang.. semuanya akan jadi masukkan berguna bagiku..
>>>> kalau tahun depan Ladang Ilalang masih ada, ntar kita Bagandang lagi yaa…!
~*~*
*~*~
===========================================================

Morishige, jejaka petualang.. sudah lama aku kenal. Kesan pertama saat berkunjung biasa saja, sajian di blog shige didominasi oleh catatan perjalanannya dan resensi buku
Chemistry pertama kali terbentuk justru karena shige membuat resensi film Before Sunrise dan Before Sunset. Jadi aku jatuh cinta pada shige gara-gara dua film kesayanganku itu **yang jatuh cinta hanya si bundo, shigenya siyh biasa saja**
Hoby melakukan perjalanan sekalian melakukan tugas kuliahnya, hmm sungguh menyenangkan! Kali ini aku tak pasti dimanakah shige berada? Ah, dimanapun itu semoga di suatu tempat yang ada warnetnya
===========================================================
November 9th, 2009 by nakjaDimande
Hari Kamis itu, salah satu hasil undian menjatuhkan pilihannya pada judul dari imoe. Dan aku sudah tahu bahwa apapun judul yang diberikan oleh imoe, pasti dimaksudkannya untuk berbicara tentang anak-anak. Walau aku baru mengenalnya sebulan yang lalu, tapi aku mulai memahami siapa imoe **bundo SKSD** hidup imoe adalah untuk anak-anak.
Dari kamis sampai hari ini, aku tak menemukan satu pun poin tentang anak yang bisa kutulis dengan judul “Mata Indah Yang Bicara Kesedihan” itu. Apalah dayaku, semuanya buntu..
Aku sudah bisa menebak siapa yang memiliki mata indah itu, siapa yang bicara kesedihan itu. Merekalah anak-anak korban gempa, benar kan moe..? aku tak pernah benar-benar ikut mengurusi mereka seperti yang dilakukan imoe, maka aku merasa pengetahuanku amatlah sedikit tentang kepedihan yang mereka rasakan.
Semalam Abdullah bercerita tentang anak-anak di pariaman, betapa mereka perlu didampingi melewati semua ini. Banyak anak yang kehilangan muara bagi kegelisahannya, kehilangan muara bagi kemanjaan kanak-kanaknya, karena ada yang tiba-tiba tercerabut dari kehidupan mereka. Kehilangan ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.
Sampai pagi tadi aku tetap mengawang di tema ini, walau Abdullah sudah bercerita panjang tetap saja aku tak paham sepenuhnya dan merasa tak berhak untuk mewakili bicara padamu semua tentang kepedihan itu.
Aku berusaha melupakan hutangku pada judul tersebut, karena hari ini aku dan KD harus bertugas menemani Abdullah memberikan pelatihan untuk para ibu PKK KB-Kes di Padang Panjang. Seperti biasa aku hanya menemani saja dan langsung buka lappie pura-pura sibuk **padahal hanya mau nonton Nenyok bertempur ** dan aku sampai pada keputusan bahwa aku tak kan menulis apa-apa untuk hari senin. Aku hanya akan pasang judul lalu meminta imoe untuk bercerita pada para sahabat tentang kenyataan yang ada pada judul tersebut.
Tetapi tiba-tiba.. KD memasang gambar ini sebagai latar materi pada layar yang ada didepan sana..


Sungguh aku tercekat melihat gambar ini, dua anak dengan baju dekil yang mungkin sudah dua minggu tak diganti.. senyum mereka, tawa mereka yang sepenuh hati membuat hatiku perih.. aku perih karena tak berbuat apa-apa untuk hadirkan lebih banyak senyum di bibir mereka.
maafkan aku..
**ada kanak-kanak terperangkap dalam tubuh dewasaku
===========================================================
Imoe, seperti aku katakan diatas bahwa kami baru sebulan ini berkenalan. Mengagumkan melihat seorang anak muda yang begitu perhatian dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan perkembangan anak. Semua dilakukannya semata karena mengikuti hati nurani. Hatinya selalu menuntut untuk menyapa jiwa kanak-kanak yang kesepian itu
Para sahabat bisa bertanya tentang keadaan di Pariaman pada imoe, tapi kita harus memaklumi bahwa kemungkinan imoe belum akan membalas komentar dalam satu dua hari ini, aku belum konfirmasikan pada imoe.. hanya saja mengingat keadaan di pariaman maka aku sudah membuat keputusan bahwa imoe boleh membalasnya kapan saja, bila ia sudah sempat
=========================================================== ps. terimakasih KD, sudah pilihkan gambar itu sehingga akhirnya aku menulis ini..
November 8th, 2009 by nakjaDimande
Jalaluddin Rumi :
Cinta adalah sebuah samudra
yang kedalamannya tak terukur
Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar
ilmu pengetahuan, buku-buku dan
lembaran-lembaran halaman
Apapun yang engkau katakan atau
dengar tentang cinta itu adalah kulitnya
Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka!
Pilar :
Cinta adalah perangkap
Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya
bukan sisi gelapnya
note : cinta yang dimaksudkan oleh Rumi tentu saja jauh berbeda dengan cinta yang dipahami Pilar, si gadis yang menangis sendiri di tepian sungai piedra itu..
Ayo para lajang, mari kita bicara tentang cinta..!
Al-Qur’an menerangkan bahwa cinta yang bersemi di hati seseorang adalah given by Allah, sebagai salah satu tanda-tanda kebesaranNYA [Q.S Ar-Rum : 21]
Menemukan chemistry saling tertarik, rasa cinta dan kecocokan, sama sekali di luar kendali kita. Menurutku begitulah cara Allah menuntun kita untuk menemukan pasangan hidup, yang sepenuhnya adalah misteri.
Penuh misteri, karena kita tak punya peta perampok seperti milik Harry Potter yang bisa digunakan untuk melihat dimana posisi belahan jiwa berada pada saat ini. Kita tak pernah tahu dimanakah titik temu akan terjadi **tak ada ide, terpaksa harry potter lagi
Bisa jadi dirimu sebangku dengannya hari ini di bis kota tapi tak saling menyadari atau bisa saja dirimu bertemu kembali dengan orang yang sudah lama terlupa [misalkan teman TK], dia muncul tiba-tiba dan bertanya “hey kamu, maukah menikah denganku?” [aihh..]
Kita tak pernah tahu apakah cinta pertama, kedua , ketiga atau ke duapuluh sembilankah yang menuntun kita pada sang belahan jiwa.
Seandainya kita dibekali peta petunjuk sedari awal.. tentu tak perlu lagi bertanya-tanya. Tapi tidak, Allah menghendaki jodoh, rezeki dan maut adalah misteri. Agar kita tak berhenti berusaha, tak berhenti bergerak.. tak berhenti meminta padaNYA
Cinta yang benar tidak akan melahirkan kezaliman
Cinta karena rahmatNYA, kekuatan cinta inilah basis kehidupan cinta secara keseluruhan, terutama bekal yang tak lekang oleh waktu, tak lekang oleh usia. Kala badai menerpa sekencang apapun InsyaAllah kita akan survive, bertahan.
Manusia diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk bisa terus hidup setelah kehilangan orang-orang terkasih. Walaupun harus terluka, tapi yakinlah Allah selalu menyembuhkan semua luka itu.
yang kita tak mampu adalah bila hidup tanpa cintaNYA.. disadari ataupun tidak.
*****
Ehm, ehm, bundo.. ney kan minta judulnya Saat Cinta Kedua Menyapa..
K.E.D.U.A lho bun..! perlu dibahas ada apa dengan angka dua..? Sedangkan Paulo Coelho berkata semua kisah cinta adalah sama.
tampaknya om Paulo kali ini salah besar! tidaklah semua kisah cinta itu sama.. bisa jadi cinta kedua adalah sesuatu yang luar biasa, karena ada rahmat dari Sang Maha Cinta di dalamnya.
OK, Saat Cinta Kedua Menyapa.., alahai siapalah yang bisa bercerita tentang itu? tentu saja orang yang sedang merasakannya..
>>>orang itu bisa jadi adalah Ney, atau anda..?
===========================================================
Judul persembahan dari ney [Nenyok], gadis cantik dari luar angkasa yang aku kenal sekitar awal agustus yang lalu. tentu saja sesuatu hal yang sulit bagiku untuk membuat gadis ini terkesan, karena bagi ney segalanya perlu pemikiran yang dalam.
Tapi ah sudahlah ney, kali ini ndak boleh pake mikir.. ceritakanlah pada kami tentang indahnya ketika cinta kedua menyapa..!
===========================================================
Tulisan hari ini persembahan untuk anak-anak bundo, para lajang..
« Previous Page