Archive for the 'BarAlekgaDang' Category
August 13th, 2010 by nakjaDimande
Bukit nan Tinggi
Aceh, Parapat - Danau Toba, Medan, Pekanbaru, Bengkulu
Serang, Tangerang, Jakarta, Bogor, Telukjambe Karawang, Bandung
Cigugur, Kampung Manis, Tasikmalaya, Purbalingga
trus..
Semarang, Salatiga, Solo, Yogya, Kendal, Pati, Brumbung Kediri
Sukolilo, Surabaya, Jombang, Bali, Banjar Baru
Melawi, Samarinda, Makasar
kudapati sahabat di setiap titik itu
mengenalkanku pada sudut kota dan kampung
serasa aku pun ikut mengembara
menghafal roman negri para sahabat
menyatu dalam suka dan dukanya
21 bulan di Ladang Jiwa
cintaku pada nusantara tak lagi hanya sepotong
dan kamu, iya kamu semua
yang bikin aku cinta Indonesia
sumpah!
_______
note : Disertai ancaman bakal jadi codot, tulisan tak jelas di atas didaftarkan pada hajatannya Pakdhe Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia.
July 12th, 2010 by nakjaDimande
PINTU GERBANG PADEBLOGAN
Kereta Ekspres warna Pink jurusan Bukittinggi – Jakarta – Kendal – Surabaya itu terparkir rapi.
Spanduk oranye berkibar tertiup angin Juli. Tulisan penuh filosofi menghiasi spanduk tadi.
“sapa sing tekun golek teken bakal tekan”
Sayup-sayup tembang mijil mengalun walaupun lirih namun cukup mengisi seluruh ruang yang ada walaupun dari para “bala wingking” menginginkan diputar lagu dangdut atau “campur sari” agar menambah semangat bekerja.
Tak dinyana “gerutuan” itu terdengar oleh operator soundsystem yang langsung mengganti tembang dengan lagu spesial yang entah dari mana datangnya lagu ini tau-tau sudah ada dan disetel keras-keras.
Selamat Ulang Tahun [Evie Tamala] <<—- Yang ini boleh di download..
Hari ini suasana Padeblogan tampak berseri. Handai taulan dan famili berdatangan dari pelosok negeri.
AULA PADEBLOGAN
Panggung Seni berdiri dengan gagah. Nang bikin dekorasi, nTong yang bantu pegang kursi yang ditumpuk (ternyata Nang gak cukup tinggi) karena tenda khusus yang luas dan tinggi didatangkan dari Jerman kiriman dari perusahaan terkenal DaimlerBenz yang merupakan mitra bisnis Kyaine. Agar tidak terjadi seperti tragedi runtuhnya tenda sirkus baru-baru ini di Jakarta. Aneka alat musik tersedia, dari mulai Orchestra Philharmonic, Karawitan, Kulintang, Arumba, Jazz hingga nDank-Dhut lengkap bin komplit…. Tampak speaker besar bertumpuk dengan “garang” dari soundsystem merk Marshall dipasang ditiap sudut agar semua tamu dapat menikmati dengan nyaman.
Tak luput pula, berbagai rangkaian bunga bermacam ukuran dan juga aneka anyaman janur melengkapi dekorasi semakin membuat suasana meriah.
Kerjasama yang baik dari anak lelaki bundo yang ganteng dan tampan ini sangat mengesankan tamu gadis ABG yang sudah datang lebih dahulu. Bahkan diantaranya ada yang sedang serius berbisik-bisik (sambil mengerling mesra) memperhatikan dua lelaki yang sedang sibuk bekerja. Walaupun peluh menetes namun semakin menambah “gallant dan macho”.
The Ordinary Trainer, om NH18 pun tak ketinggalan ikut andil pada persiapan ini, sibuk mencoba beberapa alat musik sambil manggut-manggut dan memilin kumisnya yang sudah mulai dihiasi “kembang jambu” dan berguman “amazing..”
RUANG TENGAH PADEBLOGAN
Para senior tak ketinggalan, sudah berkumpul dan saling bercengkerama. Nampak pada barisan depan ada pakdhe Cholik dan Budhe Ipung disampingnya ikut serta Bella yang cantik dan imoet dan Briga yang gagah seperti eyangnya.. (prikitiw..!!) Bunda Lily hadir bersama keluarga tercintanya, menggandeng mesra Ayahanda Agus yang mengiringi langkah putranya yang ganteng dan putrinya yang cantik. Didekat tumpukan soundsystem asik bercengkerama kang Yayat dan Bang Isro Batavusqu, tentu mereka sedang sharing tentang sepedanya masing-masing. Mas Edi yang datang dari Medan dengan membawa berkardus-kardus Bika Ambon tak ingin ketinggalan.
Di sisi lain terlihat pula miss Oyen “yang sudah kurus” sedang meneliti siapa-siapa yang hadir menerka-nerka siapa yang bodynya bakal menyaingi dia. Disebelah miss Oyen tampak pula bu Mars dan Bunda NH yang asik ngobrolin arisan nampaknya. Sementara terlihat Mas Mandor bersandar di tembok sedang sibuk nelepon, Mas Zenteguh juga hadir bersama anak dan istrinya.
Dalam buku tamu sudah tertera, Ceuceu Soviati, Anna, Kaka Akin, Uda Vizon, Mas Narno, Achmad Sholeh, Abu Gholib, Bu guru Jumialely, Rita Susanti, Kang Ian, Irfan Jayadi, Mas Andi, Didit Tukang Poto, Nahdi, Julie, Mas Aldy dan mbak SausKecap dll, dkk, dbd.
Kemana sang Koepoe Biroe? Tanyakan pada cicak yang sedang mengerami telurnya.
DAPUR PADEBLOGAN
Neng, Nok dan nDuk ada di posisi masing-masing, Neng membuat adonan kue dan Nok bertugas meracik bumbu. Lha nDuk ngapain? Karna tenaga ekstra yang dimilikinya, nDuk diberdayakan guna nguleg bumbu dan memarut kelapa. (Yang ini ide sapa? gak sekalian aja nDuknya suruh numbuk gabah atau manjat kelapa
)
”Agaknya Emak sudah luluh hatinya, niyh buktinya mau repot-repot ngadain pesta buat Paklik’. Neng memulai obrolan.
“Jangan salah Neng, nanti seusai acara ini semua biaya pasti di klaim ke Paklik. Ya kan nDuk?’, Sahut Nok sembari melempar 1 kepala bawang putih ke arah nDuk. nDuk yang sedari tadi melihat keluar jendela, dan sedang manyun karena mendapat tugas nguleg bumbu serta memarut kelapa tak menyahut sedikitpun, dari ekor matanya nDuk dapat menangkap gelagat Nok yang akan melempar bawang putih kearahnya.
Tanpa melepas tatapannya, sebelum bawang putih mendarat di kepala dengan tangan kiri nDuk berhasil menangkapnya, kemudian memasukkan kedalam mulut, lalu dikunyah-kunyah. Tak diyana, nDuk memuntahkan kunyahannya, menggunakan tenaga maha dasyat nDuk melempar kembali. Naas bagi Nok yang kebetulan sedang menguap, bawang putih hasil ulekan mulut nDuk berhasil masuk ke mulut Nok dan tertelan.
‘Uaasemm tenan…!! ‘ Nok mengumpat, matanya memerah.
Melihat Nok sulit bernafas, Neng bergegas mengambil air putih.
“nDuk.., sama Mbak Yu nya jangan jahat begitu, sepantesnya jadi adik ituh yang nurut. Eh Nok, emangnya bawang putih dah ganti rasa ya? Kok jadi asem?’ tanya Neng kepada Nok.
‘Heh?’ Nok bingung dengan pertanyaan Neng.
“Acara sebentar lagi akan dimulai, bumbu belum sedikitpun nDuk ulek, kelapa belum juga nDuk parut. Hayo..cepetan dikerjain, bisa gagal pesta akbar ini kalo hidangan tak matang” Neng memerintah. nDuk masih terdiam dan termanyun dengan tatapan tak lepas ke luar jendela.
“nnDuuk.. mmemang… sussah.. di dikaassiih.. ttauunnyaa Yuu” tambah Nok dengan nada terbata-bata (sekarang dah gak musim bata Yu, tapi dah pake hebel barusan tanya Wak google)
nDuk masih terdiam dan termanyun dengan tatapan tak lepas ke luar jendela “Kok diam aja nDuk? jadi siapa donk yang nguleg bumbu ama marut kelapa? Neng gak mau ah, tangan Neng bisa jadi kasar, lagian biasanya sehabis nguleg bumbu badan Neng suka demam” dengan sedikit lebay Neng kembali bersuara.
“Nok juga ogah kalo nguleg bumbu ama marut kelapa, takut maagnya Nok kambuh” Nok tak mau kalah dengan gaya lebaynya yang melebihi ambang batas.
Mendengar percakapan kedua saudaranya, kembali dengan kekuatan maha dasyat nDuk melempar 2 buah kartu nama. Satu kartu nama nempel di jidat Neng dan satu lagi berhasil ditangkap oleh Nok yang tak ingin kecolongan untuk yang kedua kalinya. Neng membaca Kartu Nama yang dipegangnya tertera “Opera Van Oyen” menyediakan segala macam makanan dan minuman berbahan dasar jengkol, pesan banyak dapat diskon, pesan sedikit jangan ngebon, Melayani delivery order Pulang-Pergi.
Nok juga membaca Kartu Nama yang dipegangnya “Pabrik Tentang Tempe” mengolah tempe dengan kualitas diatas rata-rata, pengujian menggunakan Gage R&R. Sedia tempe olahan dan tempe mentah selalu dalam keadaan fresh. Partai Besar dan Kecil, dalam dan luar Jawa. Anda Pesan-Kami Antar.
Selesai membaca Neng dan Nok saling berpandangan.
“Kalo gak ada yang nguleg bumbu dan marut kelapa kita pesen makanan aja. Nok kamu telepon gih, pesan yang banyak, tamu paklik bakal segudang garam yang datang” perintah Neng sembari memberikan kartu nama yang dipegangnya kepada Nok.
“NoklagiNoklagi nDukituhkerjanyaapasih? semuasemuaNok apapaNok apapaNok, huh !!”Nok menggerutu.
“EGP GPL lah” batin nDuk dengan mata masih menatap keluar jendela.
“Liat apa siyh nDuk daritadi gak meleng-meleng” Neng menghampiri nDuk yang berdiri dekat jendela.
“Iyah, liat apaan siyh?” Nok turut penasaran setelah selesai menelpon.
Tanpa bicara nDuk hanya menunjuk saja.
“Ooo…nDuk gak tau ya kalau ituhkan berarti Siapa yang mau tekun, maka ia akan mendapatkan teken dan ia akan segera tekan atau kesampaian apa yang menjadi idamannya. Proses yang panjang yang harus dilalui seseorang agar sampai pada tekan, penuh onak dan duri, derita, duka dan nestapa yang selalu mengiringinya. Dari laku tekun saja membutuhkan waktu yang tidak pendek, kemudian mendapatkan teken yang bukan berarti halangan dan cobaan usai. Teken yang digunakan itu harus dimanfaatkan secara sebaik-baiknya agar sampai tidak meleset. Setelah proses demi proses dijalani, barulah tekan atau berhasil. Jelas nDuk?” Neng menjelaskan. nDuk menggeleng.
“Masih belum jelas nDuk? Ituh tulisannya “sapa sing tekun golek teken bakal tekan”, maknanya yang dijelasin Neng tadi. Nok menambahkan nDuk masih menggeleng
“Hayyah… kamu itu dari tadi ngeliatin apa siyh?” Neng dan Nok bertanya secara bersamaan dengan nada yang mulai meninggi.
“Itu lho.. mangga Wak Mahmud dah mulai kuning-kuning, enaknya ntar malem diambil pake galah atau dilempar ya?” Akhirnya nDuk mulai bicara. Neng menjewer kuping nDuk hingga membentuk angka 8, sementara Nok menjepit nDuk dengan daun jendela. Lalu pergi meninggalkan nDuk begitu saja. (Pada puas dah.. kalo nDuk sengsara).
* Tak lama kemudian Neng dan Nok kembali menghampiri nDuk yang masih dalam keadaan terjepit daun jendela.
“Ngapain masih disitu, buruaan… Acara Ulang Tahun Paklik akan dimulai”. Neng dan Nok menarik nDuk secara paksa. (brasa beradegan di flim India kalo mau nyanyi)
KAMAR TIDUR PADEBLOGAN
Pria kekar berambut cepak tidur dengan suksesnya. Hari ini ia ingin mengenang kembali saat menjadi bayi. Ya… Hari ini 43 taun yang lalu, ia resmi terdaftar sebagai penghuni planet bumi.
Tiba2 muncul sesosok bayangan, wanita cantik luar biasa yang sedang membisikkan sesuatu. Bayangan itu adalah visualisasi dari apa yang sedang ada di mimpi pria kekar tadi. Dengan kecanggihan teknologi kamera TV Tjap Koepoe, maka bayang2 tadi bisa unggah di youtube. Inilah hasil rekamannya. Beruntung tidak berlanjut dengan kejadian yang tak diinginkan, sehingga tak satupun pasal KUHP maupun Undang2 IT yang dilanggar.
Sungguh sebuah pesta yang sempurna,
Selamat mengenang hari lahir, Gus, Kyaine, guru kami, paklik’e bocah2, sahabat kami tercinta..!
________________________
note : Bundo ternyata dilaporkan ke polisi oleh manajer PWN gara-gara gak bisa melunasi honor PWN yang sudah tampil dalam mimpinya Kyaine. Sampai saat ini tak seorangpun yang menyadari ketidakhadiran Bundo, karena semua masih asik berpesta. Sehingga bundo hanya mampu berucap lirih dari balik sel penahanan :
“Happy birthday my lovely brother.. we all love you”
(Bundo gak begitu sedih krn di sel barengan ma Ariel)
June 30th, 2010 by nakjaDimande
Berlima
Nang:
Nang, anak tertua di keluarga LJ, profesiku sebagai tukang kompor. Usaha ituh tlah kurintis semenjak aku bercita-cita sebagai penjinak bom. Kurasakan beban yang kupikul sangatlah berat, ibarat memikul 2 buah container, agak lebay siyh.. tapi memang begitulah keadaannya *suka melebay2kan maksute*. Tentang keempat adikku, jangan tanya berapa besar rasa sayangku pada mereka, bersama eMak akhirnya aku bisa membesarkan mereka tentunya dengan kegigihan dan kebulatan tekad serta penuh semangad bahwa segala penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Di rumah, akulah anak eMak yang paling bisa diandalkan, semua aku kerjakan mulai memasak, menyeket, menyulam hingga memandikan adik2ku sewaktu kecil dulu. Demi mereka, aku rela berbuat apapun, kapanpun dan dimanapun mereka telah menyatu dalam segenap jiwa dan ragaku. Dan tentang eMak, bagiku beliau adalah seorang yang sangat2 bersajadah eh bersahaja dink, lelahku langsung lenyap, begitu melihat senyumnya. Ah.. eMak, senyum donk..
Neng
Namaku Neng, anak kedua dikeluarga LJ, profesiku sebagai tukang kebun dan pengamen. Kebunku selalu bersih, bahkan tak sedikitpun kubiarkan bahan beracun dan berbahaya mengotorinya *opo iyo?*. Selesai membersihkan rumput, menyiram dan memupuk tanaman yang kutanam dengan sepenuh cinta,dengan bermodalkan ecek ecek yang terbuat dari tutup tong drum dan beberapa buah sendal jepit tak berupa lagi, aku berangkat mengamen. Aku sengaja membawa banyak sandal jepit, sendal jepit itu ku gunakan untuk melempar mereka yang hanya ingin gratisan mendengarkan lagu yang tlah kunyanyikan dengan suara merduku. Pangkalan ngamenku biasanya di lampu merah Tunjungan plaza. Selepas mbecak Nok (adik perempuanku), terkadang menemaniku dan turut mengamen juga, jujur aku iri padanya, suaranya lebih cempreng dari suaraku. Mereka yang risih dengan suara cemprengnya langsung memberi tanpa menunggu lagu habis dinyanyikan, enak tho?. Nok juga sering menilep uang hasil ngamen, jika bosan Neng dan Nok membantu Nduk memalak dipasar. Semua aku lakukan demi seraup permata dan segudang intan berlian *lebay*. Neng bersyukur mempunyai sodara2 yang hebat dan eMak, bagiku senyummu bunga, matamu surya. Luv u Mak… sun dulu sinih.
Nok
Kenalan dulu.. aku Nok. Ya Nok, anak emak bernomor jidat 3, Mak mang sering nomerin anaknya dijidat, takut kelupaan soale. Paling narsis dan paling eksis diantara sodara yang laen. Sebenarnya ke-narsis-anku karena doktrin dari eMak. Dulu saat Nok masih kecil, eMak selalu bilang gini, ‘Nok, anakku wedok sing ayu dewe’. Meskipun belakangan Nok baru sadar maksud kata-kata eMak. Ayu dewe, ayu=cantik, dewe=sendirian, jadi kesimpulanya Nok itu cantiknya cuman kalau sendirian, nah kalau lagi ngumpul sama banyak orang, Nok juga masih paling cantik, narsis tho?. Aktifitas Nok sehari-hari sebagai tukang becak, itung2 bantu eMak yang hanya berprofesi jadi tukang congkel gigi. Kata akang Nok seperti kutilang darat (Kurus, tinggi, langsing, dan rattt *seret bingung nyari kepanjangannya*) tapi kalau urusan gowes becak siyh, keciiiiilll …. ke bulan pun, bakal Nok anter-jemput PP *brasa ndogeng*. Postur tinggi Nok yang menjulang, dimanfaatkan dengan semena-mena oleh eMak. Kadang Nok dijadikan tiang jemuran, kadang juga jadi galah untuk ngambil mangga depan rumah dan kalau malem sering pengganjal pintu. Apapun itu pokoknya asal membuat Emak seneng Nok lakukan, karena eMak adalah perempuan embun, muara jiwa bagi kami semua anak-anaknya.
Ntong
Nah namaku Ntong, bukan kaNtong, bukan geNtong, cukup Ntong. Di keluarga LJ, urutanku persis dibawah Nok, aku kalah gesit. Aku laki–laki kalem, pendiam, tulen dan pulen. Gemar ngecengin cewek-cewek cantik dan imyut-imyut kayak marmyut diberi lipstik, wajar tho?. Aku selalu nurut apa kata eMak, jika eMak nyuruh ke sumur yang ada di sebelah barat buat nyari aer, aku pasti akan pergi ke timur (yang dibarat ituh tembok Mak !). Aku anak yang paling disayang eMak, dua kali sehari sehabis sarapan dan sebelum tidur eMak selalu bilang kalo Ntong pria tampan dan pintar, tangguh dan hebad, berbudi luhur dan rendah hati, ramah tamah dan tepa selira dan masih banyak lagi. Kata sodara2ku sekalian, aku seorang playboy, suka geli sendiri kalo disebut playboy, ngapain juga mainin laki-laki?. Profesiku? Biarkan saja para sodaraku yang lain yang bekerja, aku lebih senang berdiam diri dikamar ditemani bunga 7 rupa, kopi pait, rokok kretek, aroma dupa dan menyan plus minyak nyonyong. Bicara tentang eMak, bagiku beliau perempuan lemah lembut, penyayang dan penyabar, heran tak satupun sifat-sifat eMak menurun pada sodara perempuanku.
Nduk
Nduk, anak terakhir keluarga LJ. Menjadi anak paling bontot adalah keberuntungan bagiku, semasih dalam kandungan aku sengaja menendang mereka keluar duluan. Selayaknya anak paling kecil, sodara-sodaraku begitu memanjakanku, walaupun dengan bantuan golok. Dengan modal muka sangar dan hati ibu tiri yang kejam, aku mencoba peruntungan sebagai pengumpul uang preman pasar. Kulakoni demi menambah perbendaharaan kas keluarga LJ. Itu saja yang dapat kuceritakan tentang diriku. Dan eMak. Bagiku beliau adalah seorang eMak, selakunya eMak dan selayaknya eMak *bingung? podho*
________________________________
Nang, Neng, Nok, Ntong dan Nduk adalah 5 anak eMak yang lumayan misterius, karena jarang menampakkan wujud aslinya. Buat yang selama ini penasaran dengan penampakan Vyan RH, Wi3nd, Nda, Hari Mulya dan Ram (Lung), inilah mereka dan anda diminta menebak dengan cara mencocokkan gambar di foto tersebut dengan nama yang ada.
Bagi 3 (tiga) orang yang menebak secara tepat kelima nama tersebut akan mendapatkan hadiah istimewa dari eMak.
[ heran, dari kemarin yang jawab kok cuman dikit..??? ]
June 16th, 2010 by nakjaDimande
“Owh, terbaik dua?! tq buat penyelenggara KFM. Jujur saja peran kemarin itu sangat sulit, karena Bundo mengharuskan saya mati sungguhan”
[Toro Sutiro Jumpa Pers Lagi - sekuel dari fikmin : Jumpa Pers]
____________________________________________________________

Bundo mengucapkan terimakasih untuk penyelenggara Kontes Fiksi Mini, duo Wiend dan Nda yang luar biasa. Telah melibatkan Bapak Agus Noor sebagai juri dan menjaring sekitar 206 peserta, sungguh pekerjaan yang hebat..!
Untuk Genduk tersayang, yang telah menghabiskan malam-malam panjang bersama Bundo. Membahas tentang fiksi mini siapakah yang akan menang, kata sambutan yang seperti apakah yang akan genduk ucapkan dan apakah kami berdua akan menangis pada saat menerima penghargaan itu [**nduk, impian kita berdua telah menjadi kenyataan..]
Berikutnya untuk yang tersayang dan Toro Sutiro. Toro patut dapat acungan jempol atas penghayatannya terhadap peran tersebut. Dia sama sekali tidak memakai stuntman dalam adegan tabrakan maut itu, dan hebatnya Toro tak mau hanya sekedar pura-pura tewas. Dia sungguhan..
Terimakasih juga untuk Adipati Karna yang akhirnya mengakui bahwa kemenangan Bundo dan Genduk bukan karena KKN. Pak Agus Noor sama sekali tidak tau bahwa kami punya hubungan darah dengan penyelenggara, jadi ini murni karena beliau benar-benar terpesona dengan kami berdua. Tak ada unsur lain.
Yang teristimewa tentu saja para sahabat LJ yang udah kasih dukungan dan bareng-bareng ikut kontes ini, hasil karya para sahabat semuanya hebat dengan ide-ide brilian yang tak pernah terpikirkan oleh Bundo.
Selamat untuk kita semua..!
May 17th, 2010 by nakjaDimande
Setelah tabrakan maut itu, Toro Sutiro menggelar jumpa pers mengumumkan kematiannya. Sayang, tak semua orang percaya perkataan sang aktor.
____________________
Note:
Fiksi Mini ini diikutsertakan dalam ~Kontes Fiksi Mini~
yang diselenggarakan oleh ~Wi3nda~.
February 16th, 2010 by nakjaDimande

Bhirawa dan Jombang, dua hal yang istimewa. Di ingatanku segala hal yang berasal dari Jombang pasti beken. Terkenalnya ngga bakalan nanggung, buktinya sudah banyak. Diantaranya ada Gus Dur, Cak Nun, Cak Nur, Inul [bukan inul yang ituh, ini Inul ponakannya Pakde
] dan tak dipungkiri juga kebekenan Ryan dan Ponari.
Takkan jauh-jauh, pada Bhirawa pun menitis bakat beken dari tanah Jombang ini. Didukung oleh sutradara Bhirawa yang memang sudah terlebih dahulu melejit di gemerlapnya panggung dunia maya. Dengan pengalaman dan usaha beliau yang tak kenal lelah, bisa dipastikan Bhirawa akan segera menyusul kemasyhuran BlogCamp.
Sesungguhnya aku tiada-lah sanggup mereview sebuah blog, apalagi itu Bhirawa. Tapi aku coba juga menuliskannya semampuku, daripada Pakde ganteng itu manyun [info dari Bude bahwa Pakde klo lagi manyun bumi bisa gonjang ganjing]
Yupz mari aku mulai sajah repiu ailopiu untuk Bhirawa!
Tampilan Bhirawa:
Halah, urusan ini aku paling gregetan sama Pakde, ganti theme itu bisa 3 kali sehari seperti minum obat. Tidur beliau tidak akan tentram bila dalam seminggu tidak gonta-ganti theme [info dari Emak bahwa ini adalah pelampiasan bakat playboy-nya Pakde sewaktu muda dulu, kali ini masih untung hanya gonta ganti theme]
Theme yang aku lihat hari ini, putih abu-abu. Aku suka sederhananya. Jika besok pagi Pakde ganti theme lagi silahkan saja, asalkan tetap pilih yang sederhana ya Dhe.
Kinerja Bhirawa :
Sejauh ini Bhirawa bisa dengan mudah diakses, engga pake sesak napas. Aku tidak mengerti ukuran kecepatan loadingnya, yang jelas cukup cepat. Untuk menemukan artikel terdahulu juga cukup mudah, Pakde sangat memperhatikan hal-hal seperti ini. Karena beliau sangat paham ada banyak penggemar fanatik yang ingin tahu lebih banyak tentang Bhirawa. [Lebih tepatnya: banyak yang penasaran sama Pakde]
Artikel Bhirawa :
Seperti hampir di semua blog milik Pakde yang lain, artikelnya selalu sarat manfaat. Disuguhkan secara singkat dan dengan bahasa yang mudah dipahami. Sentuhan humor yang kental tak pernah lupa mengiringi. Pokoknya Bhirawa beruntung sekali ditangani oleh sutradara yang tidak pernah kehabisan ide. Pengamatanku selama ini bahwa artikel di Bhirawa ditulis dengan serius. Sentuhan humor-nya pun dirancang sedemikian rupa oleh Pakde sehingga bisa menghilangkan kerutan di kening para pembaca Bhirawa..
>>>Kesimpulannya: Bhirawa adalah sebuah Blog yang tidak main-main, karena ditangani oleh seorang Narablog yang bukan main!
Note :
Meski ini bukan review sungguhan, tugasku untuk ikut memeriahkan Jambore on the Blog akhirnya kesampaian sudah.
February 2nd, 2010 by nakjaDimande
Jambore on the Blog (JOB)
Pernahkah berkenalan dengan Bhirawa yang gagah itu? Saatnya rapatkan lagi hatimu pada Bhirawa dengan mengikuti Jambore on the Blog. Tali Asih sudah pasti memikat!
www.bhirawaganteng.com
Berbagi surat Cinta (BsC)
Di tumpukan kertas usang di sudut gudang mungkin masih terselip surat cinta yang pernah anda tulis tapi lupa dikirim. Ikutkan saja di BsC, hadiah dijamin menarik!
www.cintarindumelulu.com
adv by masihkoepoebiroe
Buruaaaannn..!!!
[Idana dan Julie, maapin judul acaranya diacak-acak
]
January 16th, 2010 by nakjaDimande

Pagi yang indah hadir tak lagi diam-diam di kehangatan januari nan biru..
Kembang Ilalang berseri disinari mentari pagi, berbunga-bunga lah si Penjaga Ladang kali ini, rasanya tak percaya.
Ucapan terimakasih untuk Leysbook yang sudah memilih 7 Suara dari Ladang Jiwa sebagai Artikel Terbaik dalam acara Kemeriahan Leysbook. Tulisan yang sangat jauh dari sempurna, yang ditulis sepenuh hati meski tertatih-tatih dan tak mengikuti kaidah kepenulisan yang semestinya.
Terimakasih tak terhingga.
aku berada di sini karena chemistry
aku menulis karena chemistry
aku bersamamu semua, Nuansa Beningku.. dengan chemistry itu
chemistry yang given by Allah SWT
Alhamdulillahirabbil’alamin.
January 7th, 2010 by nakjaDimande

Fiuhh, Leeyys….!!! Mohon agar jangan tutup dulu pendaftaran di Kemeriahan Leysbook, maafkan aku karena menjadi peserta di kelompok terakhir akibat dari kelalaianku dan juga disebabkan oleh kesibukan yang melandaku beberapa minggu terakhir. Siang ini tugas –yang membuatku harus hiatus itu– Alhamdulillah selesai tuntas dan hal pertama yang kulakukan setelah itu adalah segera membuat artikel ini untuk Leysbook.
[siapa kak? siapa yang nanya? *Mariska Ayu mode on]
Ok Leys, kusimpulkan 7 manfaat blog yang membuat aku betah tiap hari nangkring di depan si Pinky. Melakukan segala macam hal dengan blog yang sudah kuanggap sebagai Rumah Ketujuh ini. Betah gila!
Bebas menjadi Bunglon! Tak ada aturan yang melarang aku hendak menjadi apa saja. Di sini aku bisa menjadi seorang perempuan penjaga ladang setengah baya, dengan karakter melankolis campur sanguin [gabungan yang kurang lazim], soulmatenya pakde dan memiliki nuansa bening yang bersedia menjadi anak-anakku tersayang. Sedangkan di Blog sana aku boleh menjadi gadis remaja aneh yang main hujan-hujanan melulu. Dan di Blog yang sono aku bisa menjadi manusia tanpa jenis kelamin. Sesuka ku saja tak ada yang melarang.
Hanya di Blog saja aku berani sok iye menggurui bahwa hidup seharusnya begini atau begitu, padahal pada kenyataannya aku sendiri masih begono. Bagiku tak mengapa, karena yang membaca berulang-ulang semua tulisan itu adalah diriku sendiri, setidaknya bisa memotivasi aku berubah menjadi manusia yang lebih baik. Amiin.
Belajar menata hati dan mengendalikan emosi. Walaupun suasana hati sedang nelangsa, toh aku tetap bisa pasang emo yang lagi cengengesan. Belajar melakukan interaksi yang baik dengan para sahabat narablog. Di dunia nyata, aku mengalami kesulitan menyembunyikan emosi karena semua terlihat jelas di wajahku dan tak bisa diganti dengan emo yang dikehendaki!
Setahun yang lalu tak pernah mimpi punya sahabat dari segala penjuru mata angin dengan beraneka nuansa. Aku, perempuan sudut kampung di pinggiran lembah bisa bersahabat denganmu semua para narablog yang hebat. Ya, Hebat..! karena bisa membuatku terpukau walau aku tak tahu rupamu, tak tahu siapa namamu yang sebenarnya namun aku merasa sungguhan mengenalmu. Persahabatan yang terjalin murni lewat aliran kata di artikel para sahabat. Mungkin istilahnya aku jatuh cinta saat pertama kali membaca mu –bukan saat menatapmu– bagiku ‘mata’ adalah rangkaian kata itu.
jatuh cinta pada matamu
meski tak pernah kutatap binar itu
namun ku tahu ia menusuk tajam
lewat kata-katamu yang menghujam
[puisimaksandotcom]
Semua sudah pasti setuju bahwa Blog adalah sumber ilmu! Segala macam ilmu rasanya sudah dibahas oleh para narablog. Tentang mesin, tentang Kesehatan Gigi [tentu saja bukan olehku], Tentang Politik dan segala berita terhangat akan langsung dibuatkan ulasannya oleh para sahabatku yang hebat-hebat tersebut. Seandainya tidak ngeblog aku tentu akan terheran-heran saat orang lain membahas tentang Cicak Buaya, Manohara dan sebagainya. Bisa dipastikan dengan gaya lugu aku akan bertanya kepada Zani –perawatku yang rada melek sama berita terhangat itu– Apakah miyabi itu? sejenis masakan jepang kah?. Berbeda dengan sekarang, Anggodo pun aku kenal. Bahkan rasanya sangat akrab
Meningkatkan kemampuan tata bahasa dan menambah kosa kata. Aku mengenal istilah-istilah terbaru setelah membaca blog para sahabat. Walaupun butuh waktu cukup lama untuk menyerapnya, namun sangat bermanfaat bagiku yang mengalami kesulitan mengembangkan tulisan karena keterbatasan kosa kata yang kumiliki. Sekarang sedikit demi sedikit bisa teratasi. Bahkan aku bisa tahu kepanjangan BBRKTJDKTITMSM yang sering diucapkan oleh Suaminya Mba Leys itu, padahal dulunya aku ora ngerti babar blas!
Tapi kawan, alasan paling utama aku sangat cinta nge-blog adalah karena:

Di sini aku bisa banyak bicara tanpa ketahuan
bahwa aslinya aku ini gagap!
~oOo~
note:
# butuh 4 jam mengetik ini sampai publish
# gambar didapat dari sini dan situ
December 21st, 2009 by nakjaDimande

Duncaayyyy, Hari ini pengumuman Parade Puisi Cinta..! **ups kok ga ada yang antusias seeehhh???
Hari ini, Pakde Cholik selaku tuan rumah Parade Puisi Cinta akan mengumumkan 15 puisi terbaik pilihan Dewan Juri. Lalu besok dilanjutkan dengan pengumuman 3 Puisi Sang Juara, tepat pada peringatan Hari Ibu. Dan juga ada 2 puisi unik pilihan tuan rumah yang akan mendapatkan tali asih.
Sebenarnya aku sebagai Juri Utama lebih berdebar-debar dibanding peserta. Jjjiiiiaaaaahhh, seumur-umur belum pernah jadi juri apapun lalu kali ini sekonyong-konyong menjadi Juri Utama untuk acara Parade Puisi Cinta dengan 149 peserta. Angka yang berada diluar prediksi aku dan Pakde, karena kami mengira peserta tak kan beda jauh jumlahnya dari peserta Supermanshow, berkisar 10 orang paling banyak.
Melihat peserta membludak, terus terang aku cukup gelagapan. Beruntung selalu ada dukungan moril dari para senior. Salah satunya Pak Mars yang mengusulkan agar juri melakukan pengelompokan atas sejumlah puisi tersebut, yang kemudian segera aku tindak lanjuti dengan membuat 7 kelompok tema cinta.
Awalnya bingung juga karena adanya keberagaman tema cinta, ada puisi cinta untuk istri, puisi cinta untuk ibu, puisi cinta untuk kekasih. Lha istri kan kekasih juga? mosok aku harus bikin kategori : Puisi Cinta untuk kekasih yang dinikahi, Puisi Cinta untuk kekasih yang belum menikah, belum lagi Puisi Cinta untuk kekasih orang lain. Tapi jangan khawatir akhirnya urusan pengelompokan ini berakhir dengan selamat.
Bantuan berikutnya datang dari PujanggaLangit, beliau memberikan kisi-kisi penilaian yang harus aku perhatikan selama penjurian, diantaranya meliputi unsur bahasa, tema dan kreatifitas ide. Untuk hal ini aku harus mempelajarinya perlahan-lahan, karena aku memang betul-betul juri pemula.
Dan orang yang paling membantuku selama penjurian siapa lagi kalau bukan Pakde Cholik [namanya juga asisten juri
], beliau senantiasa menghibur agar kepalaku tak berasap. Mempercayai dan mendukung apapun keputusanku sebagai juri utama, tentu saja setelah sebelumnya kami melakukan diskusi yang serius. **duncay percaya kan klo juri utama diskusi serius dengan asisten juri?
~oOo~
Terimakasih atas 149 puisi cinta itu, yang sudah membuat hatiku berbunga-bunga saat membacanya. Membawaku ke alam cintamu masing-masing.
Sungguh, bagaimana mungkin aku mengabaikan kata cinta di puisimu itu? dan membandingkan satu puisi dengan yang lain. Bukankah semuanya ditulis dari hati yang paling dalam saat panah si cupid tepat mengarah ke jantungmu sehingga melahirkan puisi luar biasa.
149 puisi itu telah terpilih, tali asih diberikan untuk semuanya berupa Cinta kembali dariku untukmu.. [mau yach, yach.. yach..? ]
>>>Ok Duncay, maafkan bila ada yang tidak berkenan selama aku bertugas sebagai juri dan aku hanya bisa berpesan padamu semua, bila lain kali hendak mengikuti acara lomba puisi sebaiknya perhatikan dulu dengan hati-hati siapa dewan jurinya!
~*~*
*~*~
===============================================================
Terimakasih untuk:
7 orang penulis puisi yang terjegal. Tindakan yang terpaksa dilakukan oleh juri untuk menjaga obyektifitasnya, suatu hal yang sangat sulit dalam menilai suatu karya puisi. Adapun 7 orang penulis tersebut sudah dihubungi juri satu persatu dan Alhamdulillah semua berlapang dada menerima kenyataan bahwa puisinya dijegal dengan hormat oleh Dewan Juri. Penasaran dengan nama 7 orang penulis puisi tersebut..? mohon maaf sementara ini masih rahasia
===============================================================
The Soundtrack of PPC : Ketika Cinta Bertasbih by Melly Goeslaw
December 14th, 2009 by nakjaDimande
[lewat juga 130 judul puisi..]
ps. sudah tau kan, klo postingannya seperti ini berarti kepala sang penjaga Ladang sedang berasap, nyari pic baru pun sudah tak sanggup
« Previous Page