Archive for the 'bicaratentaNG' Category
August 16th, 2010 by nakjaDimande

Apa yang terjadi dengan bangsa ini seandainya Soekarno - Hatta tidak bertemu? Atau keduanya hidup di jaman yang berbeda? Namun, sejarah tidak pernah berjalan dengan pengandaian.
Garis kehidupan tak pernah ada yang menebak. Soekarno dan Hatta pun tanpa sadar seperti sudah ditakdirkan bakal tampil bersama di panggung sejarah. Menimba ilmu di sekolah-sekolah jempolan, membaca banyak buku, berkenalan dengan orang besar, bahkan meringkuk di penjara, menjadi bagian dari proses itu.
Pertemuan bersejarah di Oranje Boulevard 57 (sekarang Jl. Diponegoro) Jakarta pada tanggal 9 Juli 1942 yang kemudian melahirkan Dwitunggal. Penyatuan dua orang yang berbeda latar belakang, gaya, serta kepribadian. Dua orang yang sedari awal tidak saling menyenangi tapi dipersatukan dalam perjuangan bersama, karena tugas terlalu besar untuk dipikul sendiri-sendiri.
Air mata menetes ke bantal
Pertemuan terakhir mereka terjadi di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta, dua hari sebelum Bung Karno tutup usia. Itu mencerminkan kedalaman hubungan mereka sebagai teman seperjuangan.
Putri Bung Hatta, Meutia, mengisahkan,
“Ibu (Rahmi Hatta) mengatakan, bahwa kemarahan mereka satu sama lain, hanya dapat dipahami oleh mereka sendiri, sehingga orang yang tak mengenal Soekarno-Hatta mungkin bisa salah interpretasi. Pada saat-saatnya, mereka saling memaafkan satu sama lain dan pada saat tertentu, respek Bung Karno terhadap Ayah atau sebaliknya sangat kelihatan.
“Pada suatu hari Ayah mengajukan permohonan kepada Presiden Soeharto untuk menengok Bung Karno yang sakit berat. Kami melihat sesuatu yang mengharukan: Pertemuan antara dua proklamator untuk yang terakhir kalinya. Begitu masuk ruangan, Ayah langsung menuju ke kamar tidur Bung Karno sambil berkata: ‘Aa, No, apa kabar?’
“Bung Karno diam saja, memandang Ayah beberapa lama, kemudian mengucapkan kata-kata yang sulit kami tangkap, tetapi kira-kira berbunyi, ‘Hoe gaat het met jou?’ [Apa kabar?].
“Tak lama kemudian, beberapa kali airmata beliau menetes ke bantal, sambil memandang Ayah beberapa lama yang terus memijiti lengan Bung Karno. Beliau malah minta dipasangkan kacamata, agar dapat memandang Ayah lebih jelas lagi.
“Tak ada kata-kata lebih lanjut, namun kiranya hati keduanya saling berbicara. Mungkin juga beliau berdua mengenangkan suka-duka di masa perjuangan bersama sejak puluhan tahun yang silam, masa-masa pergaulan bersama dan mungkin saling memaafkan”
Tugas sejarah telah dituntaskan oleh keduanya. Dwitunggal Soekarno - Hatta meninggalkan kesan dan teladan yang mendalam bagi bangsa ini. Sesuatu yang kini makin langka ditemui.
__________________________________________________________________________
Betapa hebatnya drama hubungan dua tokoh raksasa ini, yang jelas berbeda karakter, berbeda cara, tetapi bersatu dalam tujuan jelas, dan tegas, mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Proses kelahiran Dwitunggal dan pertemuan terakhir keduanya yang dramatis - dua hari sebelum Bung Karno wafat - dipaparkan oleh P. Swantoro dalam buku Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu [2002].
Aku gak punya buku tersebut, tulisan di atas aku salin dari cukilan buku Bapak P. Swantoro yang dimuat di majalah Intisari edisi Agustus 2002. Kisah yang sangat mengesankan tentang pertemuan dan perpisahan dua Proklamator tercinta. _________________________________________________________________________________________________
May 14th, 2010 by nakjaDimande
Dari Wikipedia disebutkan bahwa pemberian nama jalan dan gang tergantung kepada pendekatan yang digunakan, kadang tidak gampang sehingga sering dikombinasi dengan nama jalan yang biasa digunakan
* Nama pahlawan biasanya ditetapkan pada jalan-jalan utama kota, contohnya Jl. Jendral Soedirman, Jl. Sukarno Hatta dan Jl. Prof M. Yamin SH (ini jalan utama di bukit nan tinggi).
* Nama hewan, bunga, tanaman. Di sekitaran Dipati Ukur Bandung ada jalan yang menggunakan nama burung semua, Tikukur, Merak, Dederuk, Titiran (Titiran Dalam I, kosan pertamaku), Titimplik, Caladi ( yang jualan kaos C59 itu), Gang Tilil (kosanku yang kedua, disini isinya mahasisiwi minang semua), Manyar, Gelatik (di sini kosan para mahasiswa minang, KKUMD-ku tersayang) Burung Gereja, ciung, Puyuh dan Gagak (jalan ini teramat penuh kenangan).
* Nama tokoh, disesuaikan dengan lokasinya. Seperti pemberian nama Pasteur sebagai nama jalan karena di situ ada Lembaga Pasteur (Biofarma) dan di sekelilingnya nama jalan para dokter seperti Eyckman, Otten, Rajiman dll.
* Nama tokoh yang tinggal dikawasan yang bersangkutan. Seperti JL. Inggit Ganarsih, atau biasa dikenal dengan JL. Ciateul. Aku suka lewat di jalan ini, memperhatikan rumah kenangan awal kisah cinta Bu Inggit dan Sukarno. Rumah bersejarah tempat Bu Inggit mengantarkan Sukarno ke gerbang cita-cita.
Yang tak pernah aku duga bahwa ternyata pemerintah juga sudah sangat mengapresiasi keberadaan narablog di dunia nyata. Hal ini terbukti dengan digunakannya nama seorang narablog jenius peraih penghargaan Silverblog dari ISBA sebagai nama salah satu gang di wilayah Lengkong, Bandung.
Hanya saja sayang sekali pemberian nama ini kurang diketahui oleh orang banyak, Bahkan oleh orang-orang yang setiap hari keluar masuk gang tersebut.
”Punteun teteh, jujur saya mah nteu terang kalau nama jalan ini diambil dari nama narablog yang gugur saat bertempur meraih penghargaan silperblog tea. Saya malah sama sekali tak pernah dengar tentang Hari Mulya, saha eta teh?” ujar seorang pedagang cireng yang mangkal di depan gang tersebut.

Mungkin hanya masalah waktu saja, aku yakin pelan-pelan Hari Mulya akan dikenal oleh masyarakat luas. Meskipun sekarang namanya baru diabadikan sebagai nama sebuah gang tapi itu merupakan langkah besar untuk menyusul prestasi sang guru yang namanya sudah diabadikan sebagai nama jalan utama di Planet Mars sana.

[Dang Tuanku sengaja diutus ke Planet Mars khusus untuk membuat sketsa jalan tersebut]
March 26th, 2010 by nakjaDimande
Dalam kepatuhannya, sang air dialiri daya yang sangat hebat oleh Tuhan agar ia bisa kembali menuju lautan luas.
Maka tatkala kita tak mampu mengikuti fitrah air yang begitu patuh kepada Tuhan, maka pada saat yang sama kita sekaligus juga sudah tidak patuh lagi pada-Nya.
Saat danau dan sungai sudah hilang untuk membangun mall dan perumahan, sang air pun mengalah. Ia akan mencari tempat lain untuk menunjukkan kepatuhannya pada Tuhan.
Saat tanah tak lagi bisa disisipi oleh sang air, Ia akan mengalir deras menyapukan bangunan dan manusia yang berada disekitarnya..
[disalin dari ucapan guruku, Pak Deka. Bukittinggi 0407]
__________________________________
Sendal ini adalah saksi bisu ketika sang air mengalir deras merendam kota Karawang selama tujuh hari ini.
Tingginya volume air di sungai Citarum membuat beberapa lokasi di Karawang terendam air. Menurut keterangan beberapa sumber bahwa banjir diperkirakan akan terus berlangsung untuk beberapa hari kedepan, mengingat kiriman air dari waduk Jatiluhur Purwakarta akan terus mengalir deras. Jebolnya waduk Jatiluhur adalah salah satu yang dikhawatirkan, semoga Allah SWT menjauhkan hal tersebut.
Doa tak putus bagi semua saudara kita yang terkena musibah, tetaplah semangat!
March 19th, 2010 by nakjaDimande

Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana ia diciptakan
Dan langit bagaimana ia ditinggikan?
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
(QS. Al-Ghashiyah, 88: 17-20)
Sebagaimana biasanya pada proses PDKT, tentu saja kita perlu mempelajari segala kelebihan yang dimiliki oleh target pdkt tersebut
Kali ini yang beruntung menjadi target adalah Onta, hewan padang pasir yang istimewa. Sesuai firman Allah SWT : ” Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana ia diciptakan? ”
Yuk kita perhatikan..!
Salah satu ciri khas onta adalah struktur tubuh yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang paling ganas sekalipun. Onta mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum. Mamalia ini dapat melakukan perjalanan jauh dengan beban ratusan kilogram di punggungnya selama berhari-hari.
1.Tahan lapar dan haus
Onta mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum selama delapan hari pada temperatur 50°C. Kendatipun onta berpunuk mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi makanan 2 kg rumput per hari.
2. Pengguna air yang efisien
Dalam waktu sekitar 10 menit, onta mampu meminum air hingga 130 liter, jumlah yang kurang lebih setara dengan sepertiga berat tubuhnya. Di samping itu, onta memiliki struktur berlendir dalam hidungnya dengan ukuran 100 kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Hal ini memungkinkan onta mendapatkan 66% uap air yang terkandung dalam udara.
3. Tidak ada yang mubadzir
Sebagian besar binatang akan mati keracunan ketika urea yang terakumulasi dalam ginjal mereka berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi onta mampu memaksimalkan penggunaan air dan zat-zat makanan dengan cara mengalirkan urea berulang-ulang ke liver. Struktur darah dan sel onta sangatlah unik dan khas sehingga binatang ini mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air di padang pasir.
4. Memiliki perlindungan terhadap tornado dan badai
Mata onta memiliki bulu mata yang tersusun menjadi dua lapisan. Lapisan bulu mata ini membentuk sebuah perangkap yang mampu melindungi mata onta dari badai pasir yang ganas. Di samping itu, onta dapat menutup hidungnya sehingga mencegah masuknya pasir ke dalam hidung. (Pak Agus Mustofa kemarin bilang bahwa mata onta mempunyai tirai pelindung yang transparan, ckckck keren!)
5. Memiliki Perlindungan terhadap panas dan dingin
Rambut tebal yang menutupi tubuh onta mampu melindungi kulit onta dari terpaan sinar matahari yang panas membakar. Sebaliknya, pada cuaca yang amat dingin rambut ini mampu menjaga tubuh onta agar tetap hangat (menurut cerita sunflo perbedaan suhu antara malam dan siang di padang pasir sangatlah ekstrim).
6.Tapak kaki yang tahan panas
Telapak kaki onta memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran dan panjang kakinya. Kaki ini dirancang secara khusus dan sengaja diciptakan dengan ukuran besar untuk membantu berjalan di atas padang pasir dengan mudah tanpa terperosok (huhu kebayang deh klo desain telapak kakinya seperti manusia, berjalan di pasir pantai saja cukup sulit bagiku karena sering terperosok, apalagi berjalan di gurun pasir yang luas.. betapa melelahkan) Telapak kaki onta memiliki bentuk melebar dan menggembung. Selain itu, kulit yang tebal pada telapak tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap pasir gurun yang panas membakar.
[...]
Begitulah istimewanya onta diciptakan oleh Allah SWT untuk membantu manusia dalam mengarungi kehidupan di padang pasir. Tidak hanya Onta, Allah telah menciptakan segala sesuatu yang ada di alam ini dengan sempurna, untuk memudahkan kita — makhlukNya — dalam menjalani kehidupan di muka bumi.
>>>maka, cinta manakah yang bisa mengalahkan cinta sang penguasa alam kepadamu?
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin (QS. Luqmaan, 31: 20)
referensi : harunyahya.com
January 25th, 2010 by nakjaDimande
Demi pertanggungjawabanku sebagai lulusan Fakultas Ilmu Sekeloa, maka hari senin ini akan dimulai dengan artikel yang berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut. Walaupun setengah mati juga bagiku memikirkan judul yang puitis namun tak berhasil. Tapi tak mengapa, aku rela sesekali untuk membuang jauh-jauh kepuitisanku demi artikel ini.
Okelah kalau begitu, artikel ini diperuntukkan bagi orang tua atau calon orang tua, tips agar si kecil kooperatif bila diajak merawat giginya ke dokter gigi. Sehingga cita-cita orang tua agar si kecil memiliki senyum yang super manis bisa tercapai. Dan tentu saja tujuan akhirnya adalah agar aku, sebagai dokter gigi tidak terlalu kewalahan membujuk si kecil, yang jelas-jelas adalah kelemahanku yang utama
Inilah 7 poin tersebut :
1. Jangan gunakan perawatan gigi sebagai ancaman atau hukuman dan hilangkanlah kebiasaan menakut-nakuti si kecil. “Klo ndak sikat gigi, ntar gigimu dicabut sama dokter gigi loh..!” [iigghhh emangnya dokter gigi algojo]
2. Sedini mungkin perkenalkan klinik gigi pada si kecil. Gpp bila hanya sekedar berkunjung walaupun tak punya keluhan, biarkan anak bertanya-tanya pada dokter gigi sambil melihat-lihat poster dan model gigi. Harapannya ketika suatu waktu si kecil punya keluhan, ia dengan mudah akan menurut untuk diajak ke dokter gigi. [stt, tentu saja kunjungi dokter gigi yang tidak terlalu ramai.. yang bikin tips ini prakteknya ngga ramai kok
]
3. Berikan contoh. Bila suatu waktu anda kebetulan harus mengalami perawatan atau pencabutan gigi, tunjukan pada anak bahwa anda berani dan perlihatkan pada anak bahwa perawatan gigi itu adalah hal yang wajar. [Jangan sebelum dan sesudah cabut gigi anda terlihat cengeng di depan si kecil]
4. Jangan memberikan sogokan kepada anak agar mau ke dokter gigi. Tentu anda sudah paham sogokan dalam hal apapun tidak baik. Biarkan kemauan tumbuh sendiri dari dalam diri si kecil.
5. Jangan memarahi dan berlaku kasar pada anak. Yang sering terjadi adalah, anak dengan ibu atau bapaknya bertengkar di depanku. Hal ini tentu tidak baik bagi kepercayaan diri si kecil, karena dimarahi di depan orang lain. Mereka butuh proses, bersabarlah [kepada dokter gigi-nya juga, bersabarlah!
]
6. Jangan membohongi anak. Katakan saja sejujurnya bahwa memang dicabut gigi itu menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Bila anda berbohong dikhawatirkan kepercayaan anak terhadap anda dan dokter gigi jadi hilang.
7. Jangan mengancam anak. Karena ancaman yang berulang-ulang akan berdampak kurang baik pada psikologis anak. Trauma psikologis yang berkepanjangan akan menjadikan anak takut dan menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter gigi selama-lamanya. [klo sudah begini, gawat dah!]
>>>Segala strategi pendekatan harus terus dicoba. Tidak bisa terjadi begitu saja. Untuk melakukannya kita memerlukan waktu dan proses. Hal yang perlu diingat, membujuk anak itu termasuk seni mempengaruhi orang lain. Jadi perlu kesabaran. Selamat mencoba!
Note: artikel ini tentu saja hasil nyontek sana sini.
.
December 11th, 2009 by nakjaDimande
Ini kisah perjumpaan dua orang sahabat yang sudah puluhan tahun terpisahkan, bernama Rio dan Bujang. Mereka kangen-kangenan, ngobrol ramai bercerita soal nostalgia SMA dan kemudian tentang kehidupan mereka sekarang ini
“Ngemeng-ngemeng, mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?” ujar Rio pada si Bujang yang terus membujang.
“Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya aku masih membujang. Dulu di Bandung, aku bertemu seorang gadis cantik yang amat pintar. Aku pikir dia adalah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku. Namun ternyata setelah kenal baru ketahuan bahwa ia sangat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu.
“Di Jakarta, aku ketemu seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Aku langsung kasmaran, hatiku berdesir kencang. Namun belakang ketahuan ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.

“Aku terus berusaha mencari tanpa kenal lelah, sampai akhirnya aku bersua wanita ideal yang selama ini aku dambakan. Ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan, dan suka humor. Aku pikir, inilah pendamping hidup yang dikirim Tuhan.”
“Lantas” sergah Rio dengan antusias “Kenapa tidak kau lamar gadis itu, wahai Bujang?” Yang ditanya diam, hening.
Lalu dengan lirih si Bujang menjawab, “Baru belakangan aku tahu bahwa ia juga sedang mencari pria sempurna.”
>>> Duncay yang merasa Bujangan ‘hampir’ abadi, jangan tersinggung yaaaa, teruslah berikhtiar dan berdoa.. 
kisah di atas diambil dari majalah usang
yang aku baca tadi pagi, ditambah sedikit rekayasa
October 23rd, 2009 by nakjaDimande

Uhh, ternyata susah ngurusin para menteri baru itu. Baru selesai dilantik bukannya memikirkan program kerja, malahan sibuk memilih-milih kendaraan dinas terbaru
Tapi Alhamdulillah ada beberapa yang langsung siap bekerja sejak hari pertama, salah satunya Bapak Yayat Arkasala [beliau dipilih memang atas dasar kualitasnya, tak ada unsur balas budi
]
Jadi ya sudah lah daripada pusing, aku mau balik lagi ke jati diriku yang semula. Ingin sedikit bercerita tentang pemakaian braces, bukan dari sudut pandang seorang dokter gigi tapi berdasarkan pengalamanku setelah menggunakannya sejak 3 bulan yang lalu
1. Mengapa aku menggunakan braces? dulu pernah sedikit aku jelaskan bahwa kontak antara gigiku di rahang atas dan rahang bawah tidak normal [maloklusi] sehingga menyebabkan gangguan pada sendi rahang. Gejalanya sudah lama terasa bila aku mengunyah maka sendiku akan terasa sakit. Mengapa baru pakai sekarang saat usia sudah lanjut? Hihi, karena baru berhasil dirayu oleh temanku yang ahli orthondonti itu
2. Aku menggunakan kawat gigi cekat yang merupakan alat permanen yang dilekatkan menggunakan bonding, sehingga tak bisa asal buka lepas. Hal ini cukup menyiksa, seminggu pertama aku kesulitan makan kripik kesukaanku dan tak bisa lagi mengunyah habis tulang ayam
karena belum bisa beradaptasi dengan segala peralatan yang penuh di mulutku.
3. Konstruksi susunan kawat yang rumit, cukup sulit dalam menjaga kebersihannya, sikat giginya juga khusus. Sehingga aku harus mengurangi kegiatan makan bila di depan umum, karena biasanya sisa makanan akan menempel di sepanjang kawat itu. Bila menghadiri kenduri, aku harus berhati-hati saat makan, karena tak mungkin menumpang sikat gigi selesai makan
4. Setelah selesai diaktifkan setiap jangka waktu tertentu, gigi akan terasa sakit. Semula aku pikir rasa sakit ini akan mengurangi nafsu makan, ternyata sama sekali tidak..! karena toh yang dikawat adalah gigi bukannya lambung
[jadi berat badanku sama sekali tak berubah secara signifikan]
5. Jangan pernah makan permen karet atau jenang [kalamai, dodol] karena akan menyebabkan cincin braces lepas.. dan klo sudah lepas aku akan dimarahi oleh temanku itu karena dia yang repot memasangkan lagi, hahhha..
6. Setelah pemakaian braces, apakah percaya diriku semakin bertambah..? nah untuk yang satu ini aku berbeda dengan para ABG yang menggunakan braces demi mengikuti trend, karena justru sejak pemakaian braces aku takut bertemu banyak orang, sueeerrr!!! Apalagi bertemu narablog lain, ndak berani!
>>>>sesungguhnya senyum yang menawan berasal dari mana siyh? Ya dari hati yang tulus doonnggg…!
===========================================================

tulisan ini dibuat sebagai tugasku di hari pertama selaku Menteri Kesehatan Gigi pada Kabinet yang dipimpin Bapak Wandi Sukoharjo.
Doakan semoga aku istiqomah dalam menjalankan tugas ini. Dan tentu saja aku menunggu penawaran dari presiden tentang kendaraan dinas terbaru, agar aku semakin semangat bekerja
===========================================================
September 27th, 2009 by nakjaDimande
ehm, si bundo lagi mau serius niyh ikutan Bukan Contest : Brain storming-Bela Negara di rumah pakde Cholik.. mohon doa dan dukungannya
Bela Negara
Untuk bisa membela tentu kita perlu ‘berjuang’.. padanan kata lainnya bisa saja adalah ‘bertarung’ dan lalu mencoba untuk menang.. berjuang, bertarung dan lalu menang tentu itulah yang diinginkan.. tak ada tentara yang menginginkan kekalahan
lalu, membela negara dari apa siyh?
hasil tanya-tanya sama KD dan Abi, di Q.S Al Baqarah ayat 36, Allah berfirman bahwa sebagian diantara kita akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain.. artinya, manusia memang diciptakan dengan potensi bermusuhan, saling menyerang dan saling bersaing..
jadi bukanlah sesuatu yang aneh bila terus ada hal yang akan memancing permusuhan antara kita, antar bangsa antar negara.. nah, agar kita tak membuang energi dan terombang ambing diantara segala isu permusuhan tentu kita perlu tahu apakah sesungguhnya yang harus kita bela dimuka bumi ini?
pada Ali Imran ayat 104 Allah berfirman bahwa tugas kita adalah menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar.. **bangsa Israel juga bela negara tuh, tapi apakah sudah membela kebenaran?
dulu.. Tuanku Imam Bonjol, Cut Nya’ Dien, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin melawan kemungkaran penjajah dengan gagah berani dari atas kuda mereka..
dulu.. Rasuna Said, Kartini, Rahma EL Yunusia, Rohana Kudus, Dewi Sartika berjuang melawan kezaliman terhadap kaum wanita dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk perempuan..
sekarang?
tentu saja aturan dari ALLAH takkan berubah.. yang harus kita bela tetaplah kebenaran, yang kita perangi adalah kemungkaran.. tak melulu membela negara dari bangsa lain, justru yang harus diperhatikan adalah membela negara dari kerusakan yang disebabkan oleh diri kita sendiri..
setelah perjuangan bertumpah darah dari para pahlawan bangsa, di manakah posisi perjuangan kita hari ini?

seperti kata
Sun Tzu:
bila kekuatanmu kalah banyak dibanding musuh
maka bertahanlah..
tapi bila kau unggul di segala aspek
maka kasihanilah musuhmu itu..
jadi bila hari ini kita masih di posisi bertahan terhadap segala penindasan dan kemungkaran.. itu menunjukkan bahwa kita memang masih lemah, kekuatan kalah jauh dibanding para penindas.. penindas yang bisa jadi adalah bangsa kita sendiri..
bagaimana bila dalam Bela Negara ini kita ambil posisi aktif, menjadi pribadi yang unggul di segala aspek.. sehingga bangsa Indonesia kelak bisa bersama-sama dengan semua bangsa didunia bersorak “We Are The Champions..!” bersama-sama membela kebenaran di muka bumi dan bertakbir.. ALLAHU AKBAR..!!!
July 8th, 2009 by nakjaDimande
hari mencontreng Indonesia.. sebentar lagi, selesai sudah..
Bukittinggi cukup semangat tampaknya.. walau tak cukup kental pada diriku
terbukti dari telpon Linda sobatku beberapa saat yang lalu, dia melontarkan kalimat ‘menjadi saksi’ yang langsung aku sambut dengan kaget.. “Hahhh..!!! kasus apaan Lin?”
**Linda tak heran bila aku kaget.. karena sudah paham telminya aku..
dan apakah tadi aku ikut menyontreng?
biarlah itu menjadi rahasia antara aku, Tuhan dan petugas TPS Aur Kuning
status FB teman-temanku.. wiiiwww meriah semua, gambarkan perasaan mereka tentang peristiwa mencontreng hari ini..
Ikut Optimis bersama mereka, karena siapapun yang terpilih.. Allah SWT jualah Sang Maha Penjaga itu.. jadi tak ada kekhawatiran sama sekali..
dan baiklah.. ku pilih beberapa kutipan pada Pilpres kali ini
Sicindai : “sering-sering aja yaa pemilu pasti seru… slamat nyontreng semua.. Ditangan anda-anda nasib negeri ini, not me”
sudah bisa dimaklumi, aku memilih ini semata-mata karena dia sahabat karibku, dia merayakan Pilpres dengan melakukan perjalanan Jakarta Bandung.. hanya 1,5 jam saking sepinya..
Linda : “Alhamdulillah…udh selesai melaksanakan hak & kewajiban sbg warga negara yg baik. Semoga pemimpin yg dipilih & terpilih bisa menjalankan amanah yg diberikan Allah SWT dg baik. Amin”.
status yang menenangkan, wajar karena beliau adalah mantan Bos ku.. terbiasa memberikan kata-kata yang menenangkan bagi staf nya
Rio Juanda : “it’s time to cooking with someone special…”
dokter umum di puskes ini tampaknya mau mengambil momen pilpres sebagai saat yang tepat untuk beritahu bahwa Rio sudah punya someone spesial..
Dan..
Radhar Panca Dahana : “mengingat, michael jackson pernah begitu mengilhami panggung puisi dramatik “lalu waktu”, 1984. semangat, penghayatan hidup dan seninya, membawa zaman dalam tiap karyanya. dan bicara pada kita.
ketika kita, hari ini, sibuk menyontreng dengan kepentingan masing-masing, jacko michael dicontreng ratusan jiwa dengan hatinya. “where there is love, i’ll be there”. hanya hati bisa bercinta.
adakah itu di foto-foto kartu pemilu kita?”
I Love u, bang Radhar..!!! inilah status FB terbaik hari ini.. 
bang Radhar paling tahu aku begadang semalaman sampai dini hari, demi michael..
**
terimakasih untuk semua yang hari ini sudah memilih dengan hati
jangan pernah kau resahkan hasilnya
negeri ini masih akan tersenyum, selama masih ada kamu..
January 9th, 2009 by nakjaDimande

sore ini saya menangkap pemandangan yang hampir bisa dibilang tak biasa saya saksikan sebelumnya di sebuah infotainment, ayu azhary sedang dikejar2 wartawan.. itu biasa memang
yang istimewa adalah ayu sedang menggendong bayinya menggunakan kain panjang batik..
memang kenapa..? selain karena saya jarang liat selebriti gendong anak **padahal pasti banyak siy**, maksudnya bener2 menggendongnya kian kemari seperti itu.. apalagi pake kain panjang.. hehhhe ibu jaman sekarang kan lebih memilih gendongan yang modern atau menarohnya di kereta bayi yang bisa didorong itu **apa ya nama benda itu?**
ahh, tapi saya bukanlah atau belumlah seorang ibu, yang bisa merasakan tekhnik manakah yang paling nyaman bagi seorang ibu untuk mengendong bayinya.. tentu harus diperhatikan juga kenyamanan kedua belah pihak.. si baby dan si ibu. Jadi saya tak ingin menjudge bahwa seorang ibu yang lebih suka menaroh anaknya di kereta bayi itu berarti kurang sayang sama bayinya, tapi… ahh, lagi-lagi..
saya juga tak mungkin sok iye mau menggurui bahwa berdasarkan penelitian dan ada himbauan di negeri belanda.. bahwa gendongan kain panjang batik ala indonesia adalah yang paling t.o.p.b.g.t **nah lo.. kok malah di Belande..**

hal lain adalah kain panjang itu.. apalagi yang bermotif batik, merupakan benda istimewa bagi saya.. karena dulu ibu saya pergi mengajar pada tahun 80 awal selalu menggunakan kain itu, **sebelum berganti dengan seragam dinas**..
dulu.. beliau juga pasti menggendong saya dengan kain panjang batik, yang walaupun saya tak punya foto untuk membuktikannya tapi saya yakin sekali.. karena sampai sekarang setiap cucunya menjelang lahir pasti yang pertama beliau cari adalah persediaan kain panjangnya itu.. dan juga saat saya selesai dikuret kemarin yang pertama beliau hantarkan kekamar saya adalah sebuah kain batik **sekarang persediaannya pasti sudah menipis**
saya tak mengerti batik, sama halnya saya juga tak mengerti songket.. tak penting bagi saya apakah itu batik tulis yang mahal ataukah hanya batik hasil print, saya tak mengerti seni dan seringnya tak meng’hargai’ seni.. tapi saya mencintai kain panjang batik. Dan saya lebih cinta setiap ibu.. yang menggendong bayinya pakai kain panjang itu..
wahai para wartawan infotainment.., jika kalian mau mengulang lagi untuk melihat lebih dalam…, dia, seorang ibu yang cantik itu.. sedang menggendong bayinya memakai kain panjang bermotif batik..
note:
makasih buat ibu di bandung yang lemari kain batiknya selalu jadi korban jarahan saya **besok2 dijarah lagi ya bu..**
mamaw, umi, bunda heru, sari, ny suahedi noor, mrs D, ririade, bunda Nao, mba tias tatanka, bahkan Anggun Cipta Sasmi.., semuaaaanya pasti gendong anaknya pake kain panjang.. kenapa giliran ayu azhary baru saya tulis…??? Karena saat para bunda ini gendong anaknya saya ga sempat liat di infotainment…!!! Pizzzz bundas…
,
,
sayang sekali.., foto yang saya harapkan belum bertemu