Archive for the 'bicaratentaNG' Category
March 10th, 2010 by nakjaDimande

BUNDO
Dulu sekali :
Dalam Kaba Tjindur Mato (Cindua Mato) dikisahkan Bundo Kanduang adalah ratu asli, yang diciptakan bersamaan dengan alam ini (samo tajadi jo alamko). Ia merupakan ibu dari Raja Alam, Dang Tuanku, yang dilahirkannya setelah ia meminum air kelapa gading. Dia adalah timpalan Raja Rum, Raja Cina dan Raja dari Laut.
Secara harfiah Bundo Kanduang berarti ibu sejati atau ibu kandung tapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau. [sumber : wikipedia]
Antara dulu dan sekarang :
“Bundo kanduang limpapeh rumah nan gadang. Amban puruak pegangan kunci. Amban puruak aluang bunian. Pusek jalo kumpulan tali. Hiasan dalam nagari “.
Demikian indah perumpamaan peran seorang bundo, yang mengandung anak keturunannya dalam suatu pertalian darah yang berlanjut secara turun temurun dari garis per-ibuan, yang digambarkan dalam suatu bahasa kalbu, yang dikenal dengan sebutan petatah petitih minang kabau. Seorang bundo bertanggung jawab dalam keluarga karena ia tiang penyanggah rumah tangga (limpapeh). Ia mampu menyelesaikan persoalan rumah tangga (ambun puruak pegangan kunci – ambun puruak aluang bunian). Ia mampu menghimpun keluarga besarnya dalam arti luas – extended family- (pusek jalo kumpulan tali). Ia juga sebagai penjaga adat dan budaya dalam suatu peradaban manusia (sumarak dalam nagari). [sumber dari sini]
Masa kini :
Bundo yang ini sama sekali bukan anaknya Bathara Surya, bukan jelmaan matahari, rembulan, kejora atau apapun-lah benda langit bercahaya lainnnya. Ia tak bercahaya, hanya saja sering terpukau matahari pagi di antara ada dan tiada.
Ia seorang narablog yang sering tersendat-sendat menghapdet Ladang Jiwa-nya. Sifat baiknya entahlah, yang jelas ia mudah jatuh cinta padamu. Iya padamu.
Ada ribuan perempuan dengan panggilan bundo di ranah minang, ada ratusan rumah makan bernama bundo di nusantara ini dan terdapat sekitar 286,000 hasil penelusuran untuk bundo di halaman sang google.
>>>> Cobalah tanya pada Inyiak, mbah, Om, uwak, yayank Google, siapakah B.U.N.D.O yang paling ia sayang? ketikkanlah 5 huruf itu..
Note:
Artikel ini untuk mengimbangi kenarsisan yang terjadi di Padeblogan pagi ini. Bila anda merasa kurang nyaman komeng disana, disarankan untuk komeng di sini saja. Sama-sama bikin eneg pastinya
February 6th, 2010 by nakjaDimande

Aihh.. malam minggu begini si Bundo ngajakin belajar seni tradisional, nape bun? kesambet juga tampaknya gara-gara Opera van Padeblogan dalam episode Sepatu Kaca Cinderella yang bercita rasa tradisional itu
Terus terang sejak ditawari peran oleh Pakde Cholik pada sebuah pertunjukan kethoprak, membuat aku ingin tahu lebih banyak tentang bermacam kesenian nusantara. Bukan hanya seni tradisional jawa, aku pun sebenarnya belum paham lebih jauh tentang seni teater dari ranah minang yang dikenal dengan randai, seni bertutur pada rabab dan saluang, juga ingin menelusuri pengisahan sejarah ranah minang lewat tambo.
Tadi pagi sembari mengikuti perjalanan para punggawa kerajaan mencari sang pemilik sepatu kaca, aku sempatkan bertanya pada Inyiak Gugel tentang bermacam-macam contoh teater rakyat yang terdapat di Indonesia.
Hasilnya sebagai berikut :
Bangsawan (Sumatra Utara); Randai (Sumatra Barat); Dermuluk (Sumatra Selatan); Makyong, Mendu (Riau, Kalimantan Barat); Mamanda (Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur); Ubrug, Longser, Bonjet (Jawa Barat); Lenong, Topeng, Blantik (Betawi); Mansres (Indramayu); Sintren (Cirebon); Kethoprak (Yogya, Solo, Jawa Tengah, Jawa Timur); Wayang (Kulit atau Purwa, Orang, Topeng, Golek, Sungging, Gedog, Kidang Kencana, Menak; Klitik atau Krucil, Kulit Perjuangan, Kulit Kancil, Potehi, Cina, atau Thithi, Beber, Madya, Tasripin, Suluh, Wahana, Pancasila, Wahyu) tersebar hampir di seluruh Jawa; Dadung Awuk (Yogya); Kuda Lumping (Yogya, Solo, Jawa Tengah, Ponorogo, Jawa Timur); Srandul (Jawa Tengah, Jawa Timur); Ludrug, Kentrung (Jawa Timur); Drama Gong, Gambuh, Arja, Topeng, Prembon (Bali); Topeng Dalang (Klaten, Jawa Tengah, Jawa Timur); Topeng (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura); Panji (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur) (Satoto 1991:121—189).
Berdasarkan pengamatan awamku ini bahwa ternyata kesenian tiap daerah di nusantara sebenarnya memiliki kemiripan, walaupun karakternya berbeda. Karakter seni Melayu tentu berbeda dengan kesenian Batak, berbeda dengan kesenian Jawa dan juga Kalimantan. Tapi semuanya indah, karena mengandung nilai luhur yang luar biasa, dengan cara penyajian yang tentu saja mempunyai keunikan masing-masing.
Kembali pada tawaran peran dari pakde Cholik, ehm 
Berhubung peran yang diminta oleh beliau nanti adalah sebagai perempuan jawa tentu saja itu adalah tantangan yang cukup berat bagiku. Karakter gemulainya itu loh yang ndak yakin bisa, karena berdasarkan informasi dari pakde bahwa lakon perempuan di pewayangan seperti Srikandi, meski jagoan tetap saja harus gemulai dan bila tertawa tidak boleh ngakak.
Hmm, meski naskah untuk pertunjukan tersebut sampai saat ini belum dikirimkan kepadaku, kontrak juga sama sekali belum ditandatangani, serta permintaan atas DP 50 % belum tentu disetujui. Tak ada salahnya aku tetap bersiap-siap dari sekarang!
>>>Duncay, mohon saran agar si Bundo ngga malu-maluin dalam pementasan nanti
juga sudilah berbagi sedikit cerita tentang seni tradisional yang menarik di daerahmu..
January 25th, 2010 by nakjaDimande
Demi pertanggungjawabanku sebagai lulusan Fakultas Ilmu Sekeloa, maka hari senin ini akan dimulai dengan artikel yang berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut. Walaupun setengah mati juga bagiku memikirkan judul yang puitis namun tak berhasil. Tapi tak mengapa, aku rela sesekali untuk membuang jauh-jauh kepuitisanku demi artikel ini.
Okelah kalau begitu, artikel ini diperuntukkan bagi orang tua atau calon orang tua, tips agar si kecil kooperatif bila diajak merawat giginya ke dokter gigi. Sehingga cita-cita orang tua agar si kecil memiliki senyum yang super manis bisa tercapai. Dan tentu saja tujuan akhirnya adalah agar aku, sebagai dokter gigi tidak terlalu kewalahan membujuk si kecil, yang jelas-jelas adalah kelemahanku yang utama
Inilah 7 poin tersebut :
1. Jangan gunakan perawatan gigi sebagai ancaman atau hukuman dan hilangkanlah kebiasaan menakut-nakuti si kecil. “Klo ndak sikat gigi, ntar gigimu dicabut sama dokter gigi loh..!” [iigghhh emangnya dokter gigi algojo]
2. Sedini mungkin perkenalkan klinik gigi pada si kecil. Gpp bila hanya sekedar berkunjung walaupun tak punya keluhan, biarkan anak bertanya-tanya pada dokter gigi sambil melihat-lihat poster dan model gigi. Harapannya ketika suatu waktu si kecil punya keluhan, ia dengan mudah akan menurut untuk diajak ke dokter gigi. [stt, tentu saja kunjungi dokter gigi yang tidak terlalu ramai.. yang bikin tips ini prakteknya ngga ramai kok
]
3. Berikan contoh. Bila suatu waktu anda kebetulan harus mengalami perawatan atau pencabutan gigi, tunjukan pada anak bahwa anda berani dan perlihatkan pada anak bahwa perawatan gigi itu adalah hal yang wajar. [Jangan sebelum dan sesudah cabut gigi anda terlihat cengeng di depan si kecil]
4. Jangan memberikan sogokan kepada anak agar mau ke dokter gigi. Tentu anda sudah paham sogokan dalam hal apapun tidak baik. Biarkan kemauan tumbuh sendiri dari dalam diri si kecil.
5. Jangan memarahi dan berlaku kasar pada anak. Yang sering terjadi adalah, anak dengan ibu atau bapaknya bertengkar di depanku. Hal ini tentu tidak baik bagi kepercayaan diri si kecil, karena dimarahi di depan orang lain. Mereka butuh proses, bersabarlah [kepada dokter gigi-nya juga, bersabarlah!
]
6. Jangan membohongi anak. Katakan saja sejujurnya bahwa memang dicabut gigi itu menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Bila anda berbohong dikhawatirkan kepercayaan anak terhadap anda dan dokter gigi jadi hilang.
7. Jangan mengancam anak. Karena ancaman yang berulang-ulang akan berdampak kurang baik pada psikologis anak. Trauma psikologis yang berkepanjangan akan menjadikan anak takut dan menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter gigi selama-lamanya. [klo sudah begini, gawat dah!]
>>>Segala strategi pendekatan harus terus dicoba. Tidak bisa terjadi begitu saja. Untuk melakukannya kita memerlukan waktu dan proses. Hal yang perlu diingat, membujuk anak itu termasuk seni mempengaruhi orang lain. Jadi perlu kesabaran. Selamat mencoba!
Note: artikel ini tentu saja hasil nyontek sana sini.
.
December 11th, 2009 by nakjaDimande
Ini kisah perjumpaan dua orang sahabat yang sudah puluhan tahun terpisahkan, bernama Rio dan Bujang. Mereka kangen-kangenan, ngobrol ramai bercerita soal nostalgia SMA dan kemudian tentang kehidupan mereka sekarang ini
“Ngemeng-ngemeng, mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?” ujar Rio pada si Bujang yang terus membujang.
“Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya aku masih membujang. Dulu di Bandung, aku bertemu seorang gadis cantik yang amat pintar. Aku pikir dia adalah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku. Namun ternyata setelah kenal baru ketahuan bahwa ia sangat sombong. Hubungan kami putus sampai disitu.
“Di Jakarta, aku ketemu seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Aku langsung kasmaran, hatiku berdesir kencang. Namun belakang ketahuan ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.

“Aku terus berusaha mencari tanpa kenal lelah, sampai akhirnya aku bersua wanita ideal yang selama ini aku dambakan. Ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan, dan suka humor. Aku pikir, inilah pendamping hidup yang dikirim Tuhan.”
“Lantas” sergah Rio dengan antusias “Kenapa tidak kau lamar gadis itu, wahai Bujang?” Yang ditanya diam, hening.
Lalu dengan lirih si Bujang menjawab, “Baru belakangan aku tahu bahwa ia juga sedang mencari pria sempurna.”
>>> Duncay yang merasa Bujangan ‘hampir’ abadi, jangan tersinggung yaaaa, teruslah berikhtiar dan berdoa.. 
kisah di atas diambil dari majalah usang
yang aku baca tadi pagi, ditambah sedikit rekayasa
November 17th, 2009 by nakjaDimande

kemanakah malam bersembunyi
saat pagiku menjelang
kemanakah ghulam berlari
saat hatiku berdentang
merdu..
[merdu - puisi dadakan untuk kang yayat arkasala]
Gyahahhhhaaa.. pagi tadi ada tantangan dari kang yayat untukku setelah kemarin berhasil menyebar virus tentang huruf-huruf cadel itu [ada 5 olang eeank dapat pengkhalkaan], sekarang kang yayat penasaran bagaimana caranya agar bisa suka pada puisi dan ingin bisa menulis puisi juga. **kang yayat ingin beri hadiah puisi untuk mamanya Arka
Karena waktunya sempit, tentu saja aku tak sempat cari referensi dari Bapak Taufik Ismail atau Bapak Sapardi Djoko Damono, tentang bagaimana cara menulis puisi yang baik dan benar. Jadi dengan sok iye aku akan membuat tips menulis puisi ala nakjaDimande.com.
# Jadikan semua orang sebagai sumber inspirasi. Di Ladang Ilalang sudah banyak yang menjadi korban puisiku, tapi seringnya aku tak memberi tahu pada sumber inspirasiku bahwa puisi itu adalah tentangnya. Biasanya yang punya perasaan cukup peka akan langsung datang dan cengar cengir komen. Ada juga yang langsung sembunyi karena tau banget bahwa itu adalah tentangnya, tapi kebanyakan sumber inspirasiku cuek bebek
Belajar membuat puisi dengan sumber inspirasi dari semua yang ada disekeliling.. tak hanya manusia, pemandangan alam pun bisa menginspirasi. tapi bagiku harus ada satu persyaratan penting: Jatuh Cinta! jatuh cinta dengan apa yang aku lihat dan aku dengar.
Jatuh cinta disini berarti melibatkan hati, bisa jadi aku jatuh cinta melihat bocah dekil yang bajunya tak diganti selama 2 minggu dan membuat aku akhirnya menulis.. Jatuh cinta dengan sawah di samping ruanganku yang sedang menunggu panen, Jatuh cinta denganmu semua seringkali
# apakah yang disebut puisi harus berupa susunan dan baris-baris yang diatur sedemikian rupa..? bagiku Tidak! yang manakah dari tulisanku yang aku kategorikan sebagai puisi?
Semua tulisan bagaimanapun bentuknya adalah puisi bila aku ingin menamainya puisi. paham kan..
walau hanya racauan dengan susunan tak teratur, tapi bila aku ingin menamainya puisi maka pembacaku harus setuju bahwa itu adalah puisi.
# Belajar menulis puisi dari penulis yang kita suka. Aku adalah pencinta pak Sapardi dan sering berkutat disekitar olah kata yang beliau hasilkan.. dan terus terang puisiku kebanyakan terinspirasi dari gaya pak Sapardi. Bagiku tak perlu takut dibilang menjiplak, karena memang niatnya bukan menjiplak. Pada puisiku selalu ada rasa milikku walaupun ada warna pak Sapardi didalamnya [sok iye banget si bundo nie]
# Puisi bukan untuk dipikirkan, tapi cukup dirasakan saja. Rasa yang yang dimiliki pembaca bisa jadi berbeda dengan rasa yang dimaksud oleh penulis, tak mengapa.. disitulah uniknya, dalam puisi kita tak perlu menyamakan persepsi. Sesuka hatimu sajalah..!
# Jangan pernah merasa puisi kita picisan, karena picisan atau tidak toh hanya kita sendiri yang tahu.
Dan sepagian tadi ada pengakuan dari 4 narablog pria tentang puisi [mengapa kok pria semua ya? mungkin karena yang wanita malu mengakui tentang puisi-puisi indahnya] :
pakde Cholik :
Puisi memang harus dibaca dengan hati agar makna yang diinginkan penulis tercapai. Paling mudah membaca puisiku karena benar-benar telanjang.
kawanlama95 :
bisa jadi puisi yang kita angap sederhana namun karena sang pembuat puisinya mempunyai karakter atau punya nilai (ruh) membuat kita yang baca menjadi terinspirasi. dan puisi itu jadi seperti bernyawa.
Masnur :
Puisi memang selalu menginspirasi. Awal2 saya ngeblog juga sering nulis puisi, tapi sekarang sepertinya badmood sama puisi, cuma seneng baca punya orang aja
morishige :
dulu sekali, waktu SD, saya pernah nulis pantun dan puisi satu buku penuh
>>> Ok Duncay, jadi gampang kan menulis puisi itu..?!! sekarang bolehkah bila aku meminta dirimu semua menuliskan sebait puisi di kolom komeng dibawah ini, terserah mau dipersembahkan untuk siapa **untukku juga boleh 
hayooo, masa nulis puisi aja ga berani seehhh..!!!
October 28th, 2009 by nakjaDimande
Ghuawwaatttttsss..! si bundo sok iye mau bicara seni, pasti sudah kehabisan bahan dan mulai mengada-ngada.. **tak tahu harus bicara apa di Hari Sumpah Pemuda
Hmm, menurut aku orang indonesia itu nyeni, semuanya..! dari sabang sampai merauke, meskipun tak seluruhnya terkenal. Terdapat masih banyak seni tradisional daerah yang belum aku ketahui, dan cukup senang melihat acara tv tentang petualangan ke seluruh penjuru tanah air karena biasanya diperlihatkan kesenian daerah yang unik yang belum pernah aku lihat.
Semua kesenian daerah itu, baik yang terkenal ataupun tidak.. sungguh mempesona!!! walaupun aku orang minang yang tak paham sepenuhnya tentang kesenian dari daerah lain, tapi aku tetap dapat menikmati syahdunya bila ada orang memetik kecapi pada seni karawitan sunda.. tak menghalangi aku untuk bisa menikmati lagu melayu, tembang jawa ataupun batak. syahdunya menelusup ke relung hati, entahlah mengapa.. mungkin karena seni selalu dihasilkan dari hati sehingga selalu sampai kepada hati.
Pada peristiwa yang belum cukup sebulan berlalu, gempa di ranah minang.. selain lagunya Ebiet G Ade, ada musik tradisional minang yang sering diperdengarkan oleh stasiun tv, yaitu alunan serunai dan saluang yang menyayat hati. Tanpa harus mengerti bahasa minang , para sahabat pasti paham bahwa itu adalah lagu luka. Mungkin begitulah cara orang Indonesia nyeni, semuanya disesuaikan dengan keadaan. Ada seni yang muncul karena kebutuhannya untuk mengabarkan berita duka, ada seni yang muncul untuk pengajaran hidup seperti macapat yang diciptakan oleh para pujangga jawa. Huebbaaattt sekali para leluhur itu!
[dan leluhur kita pun pasti tak suka bila terjadi permusuhan gara-gara karya seni yang mereka wariskan, nilai-nilai luhur sama sekali bukan untuk dipertengkarkan **jadi dilarang komeng dengan menggunakan kalimat penuh permusuhan tentang segala klaim karya seni di blog bundo yaa
]
Sekarang? aku masih berusaha mikir apakah sebaiknya para pemuda diharuskan menekuni seni tradisional itu? Hmm, gimana ya..
terus terang itu adalah hal yang sulit karena zaman sudah berubah.. para pemuda sekarang sibuk duduk di depan laptopnya **yang tua juga deennngg
Mungkin bukan seni secara fisik yang harus mati-matian dipertahankan, tapi yang penting adalah nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya harus terus diwariskan pada generasi muda, sehingga akan muncul hasil seni dengan nuansa baru tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.. **Alhamdulillah, si bundo berhasil mengeluarkan pernyataan yang serius
nyontek dimana ciy?
Ok deehh, wahai para pemuda.. walaupun tak ada dokumen dan bukti sejarah otentik tentang peristiwa sumpah pemuda [dapat info ini dari guskar.com
] tak mengapa, karena yang penting adalah mewarisi semangat juang dari pahlawan bangsa.
Mereka pasti menginginkan agar jangan sampai hilang rasa cinta pada tanah yang kita pijak, jangan sampai pudar rasa terimakasih pada air dan udara yang kita hirup. InsyaAllah.
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
October 23rd, 2009 by nakjaDimande

Uhh, ternyata susah ngurusin para menteri baru itu. Baru selesai dilantik bukannya memikirkan program kerja, malahan sibuk memilih-milih kendaraan dinas terbaru
Tapi Alhamdulillah ada beberapa yang langsung siap bekerja sejak hari pertama, salah satunya Bapak Yayat Arkasala [beliau dipilih memang atas dasar kualitasnya, tak ada unsur balas budi
]
Jadi ya sudah lah daripada pusing, aku mau balik lagi ke jati diriku yang semula. Ingin sedikit bercerita tentang pemakaian braces, bukan dari sudut pandang seorang dokter gigi tapi berdasarkan pengalamanku setelah menggunakannya sejak 3 bulan yang lalu
1. Mengapa aku menggunakan braces? dulu pernah sedikit aku jelaskan bahwa kontak antara gigiku di rahang atas dan rahang bawah tidak normal [maloklusi] sehingga menyebabkan gangguan pada sendi rahang. Gejalanya sudah lama terasa bila aku mengunyah maka sendiku akan terasa sakit. Mengapa baru pakai sekarang saat usia sudah lanjut? Hihi, karena baru berhasil dirayu oleh temanku yang ahli orthondonti itu
2. Aku menggunakan kawat gigi cekat yang merupakan alat permanen yang dilekatkan menggunakan bonding, sehingga tak bisa asal buka lepas. Hal ini cukup menyiksa, seminggu pertama aku kesulitan makan kripik kesukaanku dan tak bisa lagi mengunyah habis tulang ayam
karena belum bisa beradaptasi dengan segala peralatan yang penuh di mulutku.
3. Konstruksi susunan kawat yang rumit, cukup sulit dalam menjaga kebersihannya, sikat giginya juga khusus. Sehingga aku harus mengurangi kegiatan makan bila di depan umum, karena biasanya sisa makanan akan menempel di sepanjang kawat itu. Bila menghadiri kenduri, aku harus berhati-hati saat makan, karena tak mungkin menumpang sikat gigi selesai makan
4. Setelah selesai diaktifkan setiap jangka waktu tertentu, gigi akan terasa sakit. Semula aku pikir rasa sakit ini akan mengurangi nafsu makan, ternyata sama sekali tidak..! karena toh yang dikawat adalah gigi bukannya lambung
[jadi berat badanku sama sekali tak berubah secara signifikan]
5. Jangan pernah makan permen karet atau jenang [kalamai, dodol] karena akan menyebabkan cincin braces lepas.. dan klo sudah lepas aku akan dimarahi oleh temanku itu karena dia yang repot memasangkan lagi, hahhha..
6. Setelah pemakaian braces, apakah percaya diriku semakin bertambah..? nah untuk yang satu ini aku berbeda dengan para ABG yang menggunakan braces demi mengikuti trend, karena justru sejak pemakaian braces aku takut bertemu banyak orang, sueeerrr!!! Apalagi bertemu narablog lain, ndak berani!
>>>>sesungguhnya senyum yang menawan berasal dari mana siyh? Ya dari hati yang tulus doonnggg…!
===========================================================

tulisan ini dibuat sebagai tugasku di hari pertama selaku Menteri Kesehatan Gigi pada Kabinet yang dipimpin Bapak Wandi Sukoharjo.
Doakan semoga aku istiqomah dalam menjalankan tugas ini. Dan tentu saja aku menunggu penawaran dari presiden tentang kendaraan dinas terbaru, agar aku semakin semangat bekerja
===========================================================
September 27th, 2009 by nakjaDimande
ehm, si bundo lagi mau serius niyh ikutan Bukan Contest : Brain storming-Bela Negara di rumah pakde Cholik.. mohon doa dan dukungannya
Bela Negara
Untuk bisa membela tentu kita perlu ‘berjuang’.. padanan kata lainnya bisa saja adalah ‘bertarung’ dan lalu mencoba untuk menang.. berjuang, bertarung dan lalu menang tentu itulah yang diinginkan.. tak ada tentara yang menginginkan kekalahan
lalu, membela negara dari apa siyh?
hasil tanya-tanya sama KD dan Abi, di Q.S Al Baqarah ayat 36, Allah berfirman bahwa sebagian diantara kita akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain.. artinya, manusia memang diciptakan dengan potensi bermusuhan, saling menyerang dan saling bersaing..
jadi bukanlah sesuatu yang aneh bila terus ada hal yang akan memancing permusuhan antara kita, antar bangsa antar negara.. nah, agar kita tak membuang energi dan terombang ambing diantara segala isu permusuhan tentu kita perlu tahu apakah sesungguhnya yang harus kita bela dimuka bumi ini?
pada Ali Imran ayat 104 Allah berfirman bahwa tugas kita adalah menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar.. **bangsa Israel juga bela negara tuh, tapi apakah sudah membela kebenaran?
dulu.. Tuanku Imam Bonjol, Cut Nya’ Dien, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin melawan kemungkaran penjajah dengan gagah berani dari atas kuda mereka..
dulu.. Rasuna Said, Kartini, Rahma EL Yunusia, Rohana Kudus, Dewi Sartika berjuang melawan kezaliman terhadap kaum wanita dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk perempuan..
sekarang?
tentu saja aturan dari ALLAH takkan berubah.. yang harus kita bela tetaplah kebenaran, yang kita perangi adalah kemungkaran.. tak melulu membela negara dari bangsa lain, justru yang harus diperhatikan adalah membela negara dari kerusakan yang disebabkan oleh diri kita sendiri..
setelah perjuangan bertumpah darah dari para pahlawan bangsa, di manakah posisi perjuangan kita hari ini?

seperti kata
Sun Tzu:
bila kekuatanmu kalah banyak dibanding musuh
maka bertahanlah..
tapi bila kau unggul di segala aspek
maka kasihanilah musuhmu itu..
jadi bila hari ini kita masih di posisi bertahan terhadap segala penindasan dan kemungkaran.. itu menunjukkan bahwa kita memang masih lemah, kekuatan kalah jauh dibanding para penindas.. penindas yang bisa jadi adalah bangsa kita sendiri..
bagaimana bila dalam Bela Negara ini kita ambil posisi aktif, menjadi pribadi yang unggul di segala aspek.. sehingga bangsa Indonesia kelak bisa bersama-sama dengan semua bangsa didunia bersorak “We Are The Champions..!” bersama-sama membela kebenaran di muka bumi dan bertakbir.. ALLAHU AKBAR..!!!
July 8th, 2009 by nakjaDimande
hari mencontreng Indonesia.. sebentar lagi, selesai sudah..
Bukittinggi cukup semangat tampaknya.. walau tak cukup kental pada diriku
terbukti dari telpon Linda sobatku beberapa saat yang lalu, dia melontarkan kalimat ‘menjadi saksi’ yang langsung aku sambut dengan kaget.. “Hahhh..!!! kasus apaan Lin?”
**Linda tak heran bila aku kaget.. karena sudah paham telminya aku..
dan apakah tadi aku ikut menyontreng?
biarlah itu menjadi rahasia antara aku, Tuhan dan petugas TPS Aur Kuning
status FB teman-temanku.. wiiiwww meriah semua, gambarkan perasaan mereka tentang peristiwa mencontreng hari ini..
Ikut Optimis bersama mereka, karena siapapun yang terpilih.. Allah SWT jualah Sang Maha Penjaga itu.. jadi tak ada kekhawatiran sama sekali..
dan baiklah.. ku pilih beberapa kutipan pada Pilpres kali ini
Sicindai : “sering-sering aja yaa pemilu pasti seru… slamat nyontreng semua.. Ditangan anda-anda nasib negeri ini, not me”
sudah bisa dimaklumi, aku memilih ini semata-mata karena dia sahabat karibku, dia merayakan Pilpres dengan melakukan perjalanan Jakarta Bandung.. hanya 1,5 jam saking sepinya..
Linda : “Alhamdulillah…udh selesai melaksanakan hak & kewajiban sbg warga negara yg baik. Semoga pemimpin yg dipilih & terpilih bisa menjalankan amanah yg diberikan Allah SWT dg baik. Amin”.
status yang menenangkan, wajar karena beliau adalah mantan Bos ku.. terbiasa memberikan kata-kata yang menenangkan bagi staf nya
Rio Juanda : “it’s time to cooking with someone special…”
dokter umum di puskes ini tampaknya mau mengambil momen pilpres sebagai saat yang tepat untuk beritahu bahwa Rio sudah punya someone spesial..
Dan..
Radhar Panca Dahana : “mengingat, michael jackson pernah begitu mengilhami panggung puisi dramatik “lalu waktu”, 1984. semangat, penghayatan hidup dan seninya, membawa zaman dalam tiap karyanya. dan bicara pada kita.
ketika kita, hari ini, sibuk menyontreng dengan kepentingan masing-masing, jacko michael dicontreng ratusan jiwa dengan hatinya. “where there is love, i’ll be there”. hanya hati bisa bercinta.
adakah itu di foto-foto kartu pemilu kita?”
I Love u, bang Radhar..!!! inilah status FB terbaik hari ini.. 
bang Radhar paling tahu aku begadang semalaman sampai dini hari, demi michael..
**
terimakasih untuk semua yang hari ini sudah memilih dengan hati
jangan pernah kau resahkan hasilnya
negeri ini masih akan tersenyum, selama masih ada kamu..
January 9th, 2009 by nakjaDimande

sore ini saya menangkap pemandangan yang hampir bisa dibilang tak biasa saya saksikan sebelumnya di sebuah infotainment, ayu azhary sedang dikejar2 wartawan.. itu biasa memang
yang istimewa adalah ayu sedang menggendong bayinya menggunakan kain panjang batik..
memang kenapa..? selain karena saya jarang liat selebriti gendong anak **padahal pasti banyak siy**, maksudnya bener2 menggendongnya kian kemari seperti itu.. apalagi pake kain panjang.. hehhhe ibu jaman sekarang kan lebih memilih gendongan yang modern atau menarohnya di kereta bayi yang bisa didorong itu **apa ya nama benda itu?**
ahh, tapi saya bukanlah atau belumlah seorang ibu, yang bisa merasakan tekhnik manakah yang paling nyaman bagi seorang ibu untuk mengendong bayinya.. tentu harus diperhatikan juga kenyamanan kedua belah pihak.. si baby dan si ibu. Jadi saya tak ingin menjudge bahwa seorang ibu yang lebih suka menaroh anaknya di kereta bayi itu berarti kurang sayang sama bayinya, tapi… ahh, lagi-lagi..
saya juga tak mungkin sok iye mau menggurui bahwa berdasarkan penelitian dan ada himbauan di negeri belanda.. bahwa gendongan kain panjang batik ala indonesia adalah yang paling t.o.p.b.g.t **nah lo.. kok malah di Belande..**

hal lain adalah kain panjang itu.. apalagi yang bermotif batik, merupakan benda istimewa bagi saya.. karena dulu ibu saya pergi mengajar pada tahun 80 awal selalu menggunakan kain itu, **sebelum berganti dengan seragam dinas**..
dulu.. beliau juga pasti menggendong saya dengan kain panjang batik, yang walaupun saya tak punya foto untuk membuktikannya tapi saya yakin sekali.. karena sampai sekarang setiap cucunya menjelang lahir pasti yang pertama beliau cari adalah persediaan kain panjangnya itu.. dan juga saat saya selesai dikuret kemarin yang pertama beliau hantarkan kekamar saya adalah sebuah kain batik **sekarang persediaannya pasti sudah menipis**
saya tak mengerti batik, sama halnya saya juga tak mengerti songket.. tak penting bagi saya apakah itu batik tulis yang mahal ataukah hanya batik hasil print, saya tak mengerti seni dan seringnya tak meng’hargai’ seni.. tapi saya mencintai kain panjang batik. Dan saya lebih cinta setiap ibu.. yang menggendong bayinya pakai kain panjang itu..
wahai para wartawan infotainment.., jika kalian mau mengulang lagi untuk melihat lebih dalam…, dia, seorang ibu yang cantik itu.. sedang menggendong bayinya memakai kain panjang bermotif batik..
note:
makasih buat ibu di bandung yang lemari kain batiknya selalu jadi korban jarahan saya **besok2 dijarah lagi ya bu..**
mamaw, umi, bunda heru, sari, ny suahedi noor, mrs D, ririade, bunda Nao, mba tias tatanka, bahkan Anggun Cipta Sasmi.., semuaaaanya pasti gendong anaknya pake kain panjang.. kenapa giliran ayu azhary baru saya tulis…??? Karena saat para bunda ini gendong anaknya saya ga sempat liat di infotainment…!!! Pizzzz bundas… :D ,
,
sayang sekali.., foto yang saya harapkan belum bertemu