Archive for the 'hanyamuatSATUcinta' Category
June 4th, 2010 by nakjaDimande
Sungguh hebat
Bila masih mampu menumpahkan darah
Memamerkan wajah bengis,
Dan membuang ludah di tanah ini
Tidak kah hati luluh
Bila kau dan aku ingat lantai atas rumah suci Baitul Maqdis
Di sana mihrab Bunda Maryam berada
Tidak kah kaki jatuh tersimpuh
Bila teringat Rasulullah dan Jibril
singgah sejenak di tanah ini
sebelum menuju Sidratul Muntaha
Mengapa biarkan puing beruntuhan tak kuasa
Biarkan tangisan menyayat mengadu tak biasa
Biarkan masjid-masjid bersujud menyatu dengan tanah
Hati siapakah itu..? wahai
Kuiringkan munajatku
Agar hati berganti dengan kasih sayang.
_______________________________
catt : Puisi di atas aku tulis lewat setahun yang lalu, tapi keadaanya masih sama
begitu sulitnya damai itu, entah sampai kapan?
Bunda Heru pagi ini suruh aku belajar QS. 22 : 39-40.
uffhhhh
May 26th, 2010 by nakjaDimande
sang cahaya itu telah pergi menghadap-Nya..
cahaya yang selalu berusaha menghilangkan kegelapan [QS. 2:17]
yang ucapan dan pesannya adalah cahaya [QS. 14:1]
pengabdiannya adalah cahaya [QS. 24:35]
nafasnya adalah cahaya [QS. 42:52]
detak jantung kehidupannya adalah cahaya [QS. 57:28]
Allah menciptakan si mata indah menjadi cahaya Bumi [QS. 71:16]
dan kini ia menghadap-Nya bagai cahaya Allah [QS. 24:35]
Selamat jalan pejuang cahaya.. selamat jalan Ibu Ainun Habibie
cahaya cinta sejati dan kasih sayangmu akan menginspirasi kami
sampai nanti saat kita dipertemukan lagi di kehidupan mendatang
yang lebih bercahaya lagi.. amin
_______________________
Masih tentang Ibu Ainun..
Kali ini oleh Bundaku dari Surabaya, Bunda Heru menyampaikan ungkapan cintanya untuk Ibu Ainun melalui tulisan indah ini. Sangat indah karena disertai angka-angka penuh makna.
Sayang sekali Bundaku ini gak punya blog, aku sering mendapatkan pesan indahnya lewat SMS.. dulu beliau sudah pernah punya FB tapi sekarang jarang disentuh karena kesibukannya. Bunda sayang, makaciy yaaaa
April 16th, 2010 by nakjaDimande
“A’uudzu billahi minasy syaithaanir rajiim”
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

Sedari pagi aku mencoba bertanya pada Inyiak Google tentang segala hal yang berhubungan dengan ta’awudz. Setelah membaca beberapa artikel, aku mendapatkan beberapa poin sebagai berikut:
1. Ta’awudz berarti meminta perlindungan kepada Allah dan sebagai pengakuan atas kekuasaan-Nya. Pengakuan atas kelemahan dan ketidakberdayaan kita dalam melawan musuh yang nyata namun bersifat batiniyah. Tidak ada yang kuasa untuk menolak dan mengusirnya kecuali Allah sebagai Zat yang telah menciptakannya.
2. Setan adalah makhluk Allah juga, ia bekerja menggoda manusia adalah atas seijin Allah SWT. Btw aku cukup takjub menemukan beberapa kelebihan sang setan, cmiiw.
# Ia pernah merasakan hidup di surga sebelum akhirnya diusir sama Allah [padahal nasib kita saja belum jelas loh, apakah sempat lihat surga atau tidak?]
# Ia meminta pada Allah agar diijinkan menggoda manusia sampai akhir zaman [ia meminta pada Allah.. sedangkan kita jarang-jarang loh meminta sama Allah, hayo ngakuuu
]
3. Ta’awudz bukanlah mantra. Betapa kita suka salah kaprah dalam menggunakan ayat-ayat Allah, seperti seringnya kita menggunakan Ayat Kursi sebagai mantra pengusir setan. [jangan-jangan setan malah tambah nyaman duduk diatas kursi lihat kita komat kamit baca mantra tersebut]
4. Setan itu adalah master segala hal. Ia bisa menyesatkan kita di segala kondisi. Disaat beribadah pun kita dibayang-bayanginya, saat berzakat ia membayangi kita dengan sifat ria. Saat sholat ia membawa pikiran kita pergi kemana-mana.. Saat membaca Alqur’an pun ia bisa menyesatkan kita. Aku rasa hanya satu hal yang ia tak bisa : Membaca Ta’awudz [ kagak mungkin kan setan berlindung pada Allah atas dirinya sendiri yang terkutuk
]
5. Sekali lagi Ta’awudz bukanlah Mantra yang dengan membacanya serta merta semua setan tunggang langgang [walaupun tentu saja sangat mudah bagi Allah untuk melakukan itu.]. Allah mengajarkan kita untuk berikhtiar melawan hawa nafsu. Lewat puasa dan sedekah.. Insya Allah bila puasa dan sedekah sudah bisa ikhlas, ta’awudznya juga bakal manjur abizzz. Gitu deeeeh..
6. [Ini pendapat pribadi loh ya] Setan itu adalah makhluk Allah juga, jadi aku memilih untuk tidak membencinya. Klo dia menggangguku maka akan kuminta Allah untuk mengusirnya, itu saja.
>>>Klo ada yang mau nambahin atau koreksi tulisan bundo diatas, silahkan ya.. dengan senang hati
note:
pada saat artikel ini dipublish beberapa menit yang lalu aku menggunakan gambar yang cukup menyeramkan, ternyata itu malah bikin hatiku menjadi sempit saat membaca artikel ini.. itu sebabnya kemudian aku ganti dengan pic berwarna biru seperti diatas. Kesimpulan tambahan: klo aku semakin berprasangka buruk sama setan, spt nyalah2in setan atas semua kesalahanku sendiri biasanya pikiranku malah tambah burem, tak bisa berpikir jernih. So..
February 28th, 2010 by nakjaDimande
..ada beberapa hal, ada sesuatu — sebuah rasa, yang meskipun seluruh kata di dunia ini dihimpun menjadi satu, tak ada satu pun yang dapat mewakili untuk dapat menggambarkannya. Karena itulah manusia menangis. Untuk sesuatu yang tak tertanggungkan, tak terkatakan.
Air mata menetes, dan hati ini bersedih. Namun, sesungguhnya aku tidak akan mengucap sepatah kata pun melainkan perkataan yang diridhai Allah. Demi Allah, wahai Ibrahim, sungguh kepergianmu membuatku sangat bersedih.
[ucapan Rasulullah SAW pada saat kepergian putranya, Ibrahim - Elegi Cinta Maria]
Untuk sahabat tercinta yang telah kehilangan lelaki ciliknya hari ini
hanya mampu kutatap gigil tubuhnya menahan rasa dalam deras air mata
Innalillahi Wa Innalillahi Rajiun
February 26th, 2010 by nakjaDimande
Insan Utama
Oleh: Hadad Alwi
Engkau mengenalnya
Insan yang utama
Lelaki pilihan
Menjadi utusan
Ia menunjukan
Jalan kebenaran
Baik hatinya (Baik hatinya)
Santun perangainya (Sungguh santun perangainya)
Jujur katanya (Tak pernah dusta)
Kita menyayangnya (Bersholawatlah baginya)
Ia teladan bagi kita semua (Ia-lah teladan kita)
Sebagai karunia yang diberikan Allah bagi semua
Muhammad namanya
Ikuti jalannya

Bukittinggi berseri dua hari ini, acara peringatan kelahiran Rasulullah SAW diisi oleh Bapak Ir. Agus Mustofa dari Surabaya. Dimulai semalam di Mesjid Agung dan dilanjutkan tadi pagi di auditorium Perpustakaan Bung Hatta, berbagi ilmu tentang beberapa hal yang dibahas pada buku-buku beliau [semua ada 25 judul] yang seringnya kontroversial tersebut. Salah satunya adalah Metamorfosis Sang Nabi. Tentu saja aku tak hendak menuliskan tentang segala kontroversi tersebut, pastinya malah bikin kacau dengan pengetahuanku yang masih sangat sedikit ini.
Cukuplah dengan satu pertanyaan, bagaimanakah sebaiknya kita di hari kelahiran Rasulullah SAW? Apa yang seharusnya dilakukan, hanyakah sekedar peringatan saja?
Pak Agus menjelaskan dengan satu ayat:
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” (QS 21 : 107)
Bahwa Rasulullah SAW dihadirkan di muka bumi ini tak lain adalah untuk menjadi rahmat. Rahmat bagi seluruh alam, tanpa kecuali. Tidak hanya untuk satu kaum saja.
Karena ia-lah teladan
Sebagai karunia yang diberikan Allah bagi semua
Dia, Rasulullah SAW
Ikuti jalannya
Kembalilah, ikuti jalannya. Hanya itu yang seharusnya aku lakukan.
January 22nd, 2010 by nakjaDimande

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas, tiada yang menahannya selain daripada Allah. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman [16:79]
***
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu [67:19]
***
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan juga burung dengan mengembangkan sayapnya. masing-masing telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan [24:41]
Maha benar Allah dengan segala firmanNYA
Selamat hari jum’at, nuansa beningku di ladang jiwa..
Ku ingin bersamamu mengepakkan sayap.
sesungguhnya tiada yang dapat menahan kepak sayap itu di udara, smoga tak ada lagi ragu..
September 11th, 2009 by nakjaDimande
hwaa tumben si bundo hari ini pake judul basa inggris.. 
hehhe, judul itu aku dapat dari ustad yang semalam kasih tausiyah habis tarawehan, kebetulan peserta taraweh anak muda semua **kecuali aku dan KD.. jadi Ustad Djati bisa bebas berbahasa inggris dalam ceramahnya. Kebayang klo ceramah Ramadhan di mushalla sebelah rumahku yang isinya kebanyakan ibu-ibu diatas 50 tahun, bisa mati gaya ustad Djati bila bicara inggris begitu **palingan ibu-ibu itu pada tidur..
Unshakeable Mentality, iman yang tak tergoyahkan.. keimanan milik Nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail.. tiga orang luar biasa yang percaya bahwa perintah Allah SWT tiada kan pernah salah, percaya dengan Rahman dan RahimNYA. tak sedikitpun pernah mereka meragukan Allah SWT.. itulah mental yang tak sanggup tergoyahkan oleh apapun.
dalam kehidupan ini, kita kadang menjadi Ibrahim.. saat kita harus meninggalkan keluarga yang sangat dicintai untuk pergi mencari nafkah dan mungkin diantara kita harus ada yang merelakan kehilangan anak yang telah didambakan sejak lama.. **aku teringat Anton, yang kehilangan 11 anggota keluarga pada saat gempa kemarin
kita kadang menjadi Bunda Hajar.. ketika tiba saatnya kita harus berjuang sendirian membesarkan anak tanpa suami, tanpa memiliki bekal apapun. dan setelah sang permata hati tumbuh besar kita pun masih harus siap untuk kehilangannya.. **bagaimana bisa kau sekokoh itu wahai bunda..?
dan bisa jadi tiba saatnya kita menjadi Ismail.. tumbuh besar tanpa didampingi oleh ayah tercinta.. lalu ada kalanya kita harus kehilangan hal paling berharga dari diri kita.. **bagaimana bisa Ismail merelakan nyawanya sendiri?
sumber kekuatan yang dimiliki oleh nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail, digambarkan dengan dua angka yaitu: 0 dan 1. diterjemahkan dalam kalimat La ilaha il-Allah.. tiada [0] yang patut disembah selain Allah [1]. Hanya Allah saja.. bukan anak, bukan harta benda, bahkan bukan nyawamu sendiri..

sudahkah kau dan aku memahami makna La ilaha il-Allah..?
Allah akan terus perjalankan untuk membuat kita paham..
mohon pahamkan kami ya Rabbana..
***
note: biar semangat saat mengucapkannya
, bentuk huruf nol dengan telunjuk dan ibu jari pada kata La, kemudian diakhiri dengan mengangkat satu jari telunjuk pada kata Allah. Ok..?! La ilaha il-Allah.. tiada tuhan selain Allah..!
September 2nd, 2009 by nakjaDimande
|
sinar mentari begitu biasa
namun mencekam bila DIA tutup gerhana
udara dan angin begitu biasa
namun mencekam bila DIA hadirkan badai
riak, ombak adalah biasa
namun mencekam bila DIA jelmakan Tsunami
tarikan napasku terlalu biasa
dan pasti mencekam bila DIA
berkehendak mengambil
mengapa aku teriakkan namaNYA setelah mencekam datang
mengapa tak kurindukan DIA sekarang
pada saat yang biasa saja..
[Bukittinggi, november 2008]
|
turut berduka atas musibah gempa yang menimpa daerah jawa barat dan sekitarnya.. semoga Allah SWT melindungi kita semua, amin..
August 25th, 2009 by nakjaDimande
|
bila kau genggam setangkai bunga
lalu kau goyangkan indah kelopaknya
pasti aku kan lihat geraknya
gerak bunga dalam genggamanmu
…..
aku sudah lihat gerak angin
melalui debu yang beterbangan
kurasakan gerak jantung
yang tak kuasa kuperintah berhenti
kulihat gerak bibir..,
melalui senyum yang tak sanggup kupaksakan
jauhkah yang menggerakkan dengan yang digerakkan?
sejatinya dekat dan pasti dalam genggaman..
Rabb.., dalam genggamanMU kah diriku ini..?
[Bukitinggi, 24 november 2008] |
::note: puisi lama dengan kemasan baru. Zian terimakasih..! akhirnya bundo backgroundnya berhasil..!
August 18th, 2009 by nakjaDimande

sayang, masihkah kau biarkan suratku
diam berdebu di sudut kamar..
aku tahu kau sibuk, *oya sibuk mengembara
*
tak mengapa,
aku disini sabar menunggumu mengeja makna..
sayang, lirihkanlah suratku perlahan-lahan
lewat di separuh malam nanti..
kala hening menyentuhkan lembut kepada bumi
agar berenangan cinta dihatimu
hingga kau dengar apa yang ingin kubisikkan
tiada juta penyair bisa tandingi
semua kata indah di dalam surat itu
samudera puisi yang terbentang untuk jiwamu yang tenang
masihkah boleh membujuk hatimu?
jadilah kekasihku, hanya itu.
[jelang Ramadhan.. inspirasi dari Surat Cinta 73:1-10]
ps. Bongkar gudang lagi, mencari surat cinta untuk memeriahkan acara Berbagi Cinta di sini
July 20th, 2009 by nakjaDimande
Pagi tadi jam 8… di depan ruangan berdiri seorang lelaki dengan usia kira-kira menjelang 40 tahun. berpakaian hitam-hitam seperti layaknya seorang pendekar silat.. aku mengenalnya, dan owh!.. ternyata beliau memang akan membahas tentang silat pada hari Isra’ Mi’raj ini..
Silat tuo minang kabau.. suatu seni beladiri tradisional **ok aku tahu itu**
yang membuat aku takjub adalah.. ternyata silat itu diambil dari kata ‘shilatun’.. artinya “tak terputus’.. itulah mengapa gerakan silat berbeda dengan gerakan bela diri yang lain.. dalam silat gerakan tak boleh terputus dan dalam kehalusan geraknya terdapat kekuatan yang dahsyat.. **aku sering berpikir gerakan silat itu indah, sangat indah**
Seperti juga kata shilaturrahim.. ada sesuatu yang senantiasa harus menyertainya, yaitu hati.. dalam silat pun begitu, walaupun ia adalah seni beladiri, tetap ada kasih sayang disitu.. sehingga musuh pun sebenarnya segan pada seorang pesilat sejati.
Silat.. diilhami dari shalat.. Subhanallah, hebatnya para leluhur kita..
dalam shalat terdapat rangkaian gerakan yang tak terputus.. dan dalam gerakan shalat yang terlihat sederhana itu terdapat kekuatan yang besar..
Silat – Shilatun - Shalatun
Pesilat yang tangguh, tentulah seorang yang teguh shalatnya..
Hmm, silat itu ternyata hanya pengantar sebelum beliau masuk ke materi shalat, lengkap dengan latihan gerak dan makna yang terkandung didalamnya
acara berakhir pada waktu Ashar.. Alhamdulillah, kulihat para peserta pulang dengan muka berseri semua.. pulang dengan membawa ilmu pada hari ini.
***
aku pun pulang, dan saat mengetik ini aku teringat lagi Abdullah dengan tembang jawa itu..
yen ing tawang ono lintang, cah ayu
aku ngenteni teka mu
marang mego ing angkoso, nimas
sung takok ke pawartamu…
dipuncak ketinggian ada bintang
disana ku tunggu kedatanganmu
pada awan - awan di angkasa
kutanyakan beritamu..
ketinggian itu…, hanya bisa dicapai saat kau merendahkan diri
dalam sujudmu,
kau akan mi’raj ke tempat yang penuh milyaran bintang
dan hanya dalam sujudmu kan temukan Sang Maha Tinggi
Subhana rabbiyal a’la wabihamdih..
Dan untuk kita, hanya untuk kita umatnya
Rasulullah menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk menjemput hadiah ini.
Assalammualaika ya Rasulullah, ya Habibullah..
sudahkah kau dan aku merasakan shalat sebagai hadiah terindah dari Ar Rahim..?
***
::note: guru kami tadi pagi namanya Bapak Dasrial, beliau adalah seorang insinyur dan bekerja di pt semen padang.. sedangkan Abdullah adalah dosen matematika pasca sarjana Universitas Andalas.. istimewa karena mereka berdua selalu punya cara pendekatan yang unik dalam hal berbagi ilmu.. bagi mereka tak ada istilah perbedaan belajar agama dengan belajar matematika.. ** apakah matematika, fisika, kedokteran berada diluar ilmu agama..?
**
« Previous Page