Archive for the 'hujanAku' Category
November 13th, 2009 by nakjaDimande
Hujan deras di Bukittinggi sudah berlangsung sejak beberapa minggu yang lalu dan empat hari belakangan ini seperti mencapai puncaknya, sangat deras dalam waktu yang sangat lama.
Bagi yang melihat di tv mungkin sudah tahu bahwa hari selasa 10 November lalu pasar yang berada di lereng bukit kecil antara Pasar Atas dan Pasar Bawah mengalami longsor. Sebuah tebing tiba-tiba jatuh menimpa tenda pedagang yang ada di lereng itu dan dua orang tewas pada kejadian ini.
Inalillahi wa innalillahi rajiun.. semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi musibah ini, amin.

foto milik uda erison j kambari
=========================
Kabarnya hujan deras kali ini merata sampai ke Bandung dan kota lainnya. Aku masih ingat betapa dinginnya bila musim hujan di Bandung, tapi tetap saja tak mungkin mengalahkan dinginnya Bukittinggi.
Alhamdulillah walaupun hujan deras turun di Bandung, buku pesanan para pemenang berhasil ditemukan lengkap! Ternyata kesulitan terutama pada buku “Akar Berpilin” yang tak mudah untuk ditemukan di toko buku. Sama sulitnya dengan meminta alamat Imoe *anak muda itu sukar untuk dihubungi

[Adinda Nazwa, gadis cantik yang kali ini sudah mandi terlebih dahulu, melaporkan bahwa paket itu siap untuk melayang ke alamat para pemenang, sabar yaaa
]
>>>>dun, bagaimana hujan dikotamu hari ini? cukup deraskah..? semoga tetap hangat walau mentari enggan menampakkan diri..
note : dun adalah singkatan dari dunsanak, artinya saudaraku.. **sambil tengok kanan kiri takut dimarahin ninik mamak
October 6th, 2009 by nakjaDimande
tadi surat-suratan sama pakde cholik, memberitahu bahwa buku kiriman beliau sudah sampai.. terlambat 5 hari, mungkin karena jalan yang terputus. aku bilang pada pakde, bahwa aku akan membaca dan mempraktekkan isi buku tersebut dengan tekun.. sehingga mungkin beberapa saat kedepan takkan sempat bw dan hapdet **nyari-nyari alasan biar ga usah hapdet..
demi hapdet aku akan bercerita bahwa teman-teman yang bertugas kamis kemarin di pariaman sudah kembali dan digantikan oleh yang lain, Rio [dokter umum puskesmas] bercerita bahwa kamis itu pariaman belum tersentuh bantuan dari luar.. warga pariaman masih berusaha sendiri mencari keluarganya yang tertimbun. tim dibagi, ada yang bertugas di UGD rumah sakit, sebagian di lapangan.. ambulans untuk mengangkut korban masih sangat sedikit waktu itu, baru pada hari jumat datang banyak bantuan.. dari segi tenaga medis dan obat-obatan menurut Rio cukup berlimpah, hal penting yang sangat kurang adalah Bed dan selimut untuk pasien..
sayangnya banyak sekali daerah yang tak dapat ditembus lewat jalur darat, sehingga bantuan medis cukup sulit untuk sampai ke sana, diantaranya daerah kampung dalam, malalak, koto tinggi, cubadak aia, tandikek.. masih banyak lagi daerah yang terisolasi.. aku lihat di tv penyaluran makanan akhirnya bisa dilakukan dengan menggunakan helikopter..
aku tidak mendapatkan foto dari teman-teman, karena sudah tak sempat motret katanya.. menurut Eko [salah seorang petugas medis dari puskesmas] mandi juga tak bisa karena kesulitan menemukan air bersih, yang berkesan bagi eko adalah bahwa hari kamis itu pariaman sangat mencekam, bala bantuan kurang cepat menembus pariaman..
sebelum musibah ini terjadi, aku sudah pernah baca poin-poin penanggulangan bencana di blognya noe dan mas nur.. aku menganggap segalanya akan mudah ditangani karena kita sudah berulangkali mengalami hal ini..
ternyata kita memang lemah
terlalu lemah..
kemarin siang setelah pelayanan di puskesmas aku dan KD mengantarkan bahan makanan ke Padang, sahabat KD seorang relawan meminta dibelikan bahan makanan bayi, minuman, biskuit dan mie instan untuk diberikan pada sebuah kampung di Padang.. kota terdekat yang masih punya persediaan barang adalah bukittinggi
pemilik toko tempat KD belanja bilang bahwa sepanjang pagi sudah ada beberapa truk dari media indonesia yang mengambil barang dari Bukittinggi untuk dibawa ke pariaman.. dan persediaan di toko pun mulai menipis. tapi Alhamdulillah semua pesanan sahabat tersebut ternyata masih bisa dicukupi..
jam setengah dua kami berangkat bertiga, sangat beruntung masih bisa mendapatkan pinjaman mobil yg cukup besar dengan sopirnya [terimakasih untuk 'ayah'] antrian bensin tak lagi panjang seperti hari minggu.. perjalanan cukup lancar sampai akhirnya di dekat lembah anai ternyata ada dua titik longsor kecil.. sehingga harus menunggu cukup lama, karena jalan sedang dibersihkan oleh petugas..



sampai di padang sudah maghrib sekitar pukul setengah tujuh, berarti butuh 5 jam untuk sampai, normalnya hanya 2 jam..
untuk pakde, asrama TNI disepanjang jalan aku lihat tidak hancur secara keseluruhan.. banyak rumah yang teras dan ruang tamunya hancur tapi bagian belakang masih utuh, rumah-rumah tua kebanyakan rata dengan tanah..
kami sholat maghrib dan menurunkan barang di sebuah rumah, disana sudah ada bungkusan-bungkusan kecil berisi beras.. umi [tuan rumah] bercerita bahwa sudah berapa hari ini warga saling berbagi, karena pembagian bahan makanan untuk tiap RT memang tak mencukupi.. Alhamdulillah ada saja warga yang membagi kelebihan berasnya, dibungkus dengan kantong-kantong kecil dan dibagikan pada tetangga..
karena listrik di sebagian daerah masih padam, jadi malam itu kami ngobrol ditemani lampu semprong.. kondisi yang memprihatinkan karena air juga sama sekali tak mengalir, mereka menampung air hujan yang turun hampir setiap hari..
mengingat perjalanan pulang yang mungkin saja masih ada hambatan longsor, kami pun segera minta ijin untuk pulang.
dan sampai sekarang rasa hati masih muram..
October 2nd, 2009 by nakjaDimande
selamat malam sahabatku semua..
terimakasih atas doanya untuk semua saudara kita yang terkena musibah.. semoga selalu diberi kesabaran, ketabahan dan menjadi lebih kuat lagi, amiin.
Bukittinggi ikut merasakan guncangan hebat itu, Alhamdulillah tak ada korban jiwa disini.. cerita KD bahwa saat itu motornya terasa sangat oleng sehingga harus berhenti dan KD baru sadar apa yang terjadi setelah melihat banyak orang berhamburan keluar rumah. sedangkan aku berada di rumah dengan ibu dan nenek, menurut ibu tanah serasa mau amblas..
saat gempa terjadi, listrik padam sehingga tak bisa nyalakan tv.. jadi kami sama sekali tidak tahu di mana sumber gempa terjadi, mau telepon juga tak bisa.. ajaibnya kami bisa terima telpon dari luar sumatera barat, sehingga kondisi keluarga di padang justru aku ketahui dari ‘mamaw’ adik iparku di Bandung. mamaw juga yang berbaik hati membalasi pertanyaan yang ada di wall FB aku dan KD.. malam itu kucoba buka blog ini lewat hp ternyata bisa walau cuma sebentar, untuk mengabari bahwa kami disini baik-baik saja.. dan sempat menanyai shige yang punya keluarga di pariaman.
hal yang cukup meresahkan adalah saat yolan, seorang sepupu yang sore itu sedang les bahasa jepang sama sekali tak diketahui keberadaanya.. kenyataan bahwa malam itu banyak pelajar yang terperangkap di sebuah gedung bimbingan belajar tentu saja sangat mencemaskan, puji syukur jam 2 malam yolan ditemukan juga bersama guru dan teman”nya..
kejadian seperti itu banyak terjadi, banyak orang tua yang bingung harus menjemput anaknya dimana.. karena telepon putus, listrik padam, hujan deras.. malam itu sungguh, subhanallah..
kemarin tim medis dari puskesmas sudah berangkat, bergantian sesuai jadwalnya masing-masing.. aku kebagian jaga puskesmas saja. teman-teman dari bukittinggi bertugas ke pariaman karena disana adalah daerah yang paling parah dan banyak yang belum tersentuh bantuan. tadi aku lihat metro tv sudah berhasil tembus ke daerah pariaman dan menyiarkan lokasi longsor di satu titik.. pemandangan sepanjang jalan sungguh porak poranda.
di Danau Maninjau, untuk kawanku amir azzam apakah sudah kontak dengan keluarga disana? ada beberapa bukit disekitar danau yang runtuh, semoga keluarga senantiasa dalam lindungannya. Amiin..
sedangkan kondisi di kota padang tentu bisa dilihat di tv bahwa evakuasi korban masih terkonsentrasi di reruntuhan hotel, gedung bimbel Gama dan STBA, Alhamdulillah hari ini beberapa korban ditemukan selamat.
jalan dari Bukittinggi ke Padang lewat Lembah anai yang terputus, kabarnya tadi sudah bisa dilewati lagi.. cukup mengkhawatirkan karena daerah itu rawan longsor apalagi hujan terus turun beberapa hari ini.
musibah.. pilu yang sama seperti kemarin di Tasikmalaya, seperti ketika itu di Jogja, seperti dulu di Bengkulu dan seperti yang sudah pernah terjadi di Aceh..
para ahli masih akan terus membahas, ini mengapa dan harus bagaimana, agar kedepan kita akan selalu bersiap dan terbiasa menghadapi musibah gempa ini..
beberapa sahabatku perantau di jakarta tadi siang bercerita, betapa mereka tak bisa menahan air mata ketika melakukan shalat ghaib seusai shalat jumat.. duka ini tentu saja tak hanya milik kami warga bumi andalas, terimakasih untuk semua sahabatku yang telah ikut merasakan duka yang sama..
dengan satu keyakinan bahwa semua hal ini terjadi berada di antara kita dan Tuhan.. tak lengah pengawasanNYA sedetikpun.
September 4th, 2009 by nakjaDimande
perempuan itu bernama Rusmiyanti
sedang hamil tua.. menunggu melahirkan mungkin besok atau malah nanti malam
aku tak bisa berkata: “selamat ya teh, senangnya sebentar lagi punya bayi”
karena sekarang dia di tenda pengungsian, semua perlengkapan bayi yang dibeli sudah hancur ditimpa reruntuhan rumahnya.. entah dimana lagi si bayi mungil kelak berteduh
tapi aku yakin teteh itu akan tersenyum bahagia saat bayinya lahir nanti..
Laki-laki itu bernama Anton..
aku tak sanggup menceritakan dia kehilangan apa saja
tadi aku lihat dia berdiri limbung diantara petugas pencarian
bila berhadapan dengannya saat ini pun, rasanya aku tak kan kuasa untuk berucap: “sabar ya kang..” ku yakin hanya akan terdengar seperti angin lalu..
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..
mereka.. bukan aku yang kehilangan, tapi ijinkan aku ikut merasakan luka..
August 13th, 2009 by nakjaDimande

hujan mungkin turun lagi senja nanti
menjelma arus liar, menyudutkan bening
terperangkap keruh bertemankan galau
untukmu kali ini, hujan dalam peran antagonis
aku mengerti pahit itu
kala perahu kertasmu hanyut dibawa deras hujan kemarin
kini kau terus menatap dari balik jendela
dan sudut matamu ikut mengalirkan sungai
menangislah yang deras, tapi jangan menghilang
sungguh, tak satupun ingin kehilanganmu..
~*Bukittinggi, 13 Agustus 2009*~
::note: mengapa tak kita cari saja perahu itu?
mungkin ia tersangkut ranting kurus yang rebah kesungai
atau kau buat lagi yang baru..? terserahlah.. tapi kumohon jangan menghilang..
July 1st, 2009 by nakjaDimande
juni pun berlalu..
kemarin itu, juni datang hanya untuk memberitahuku
tentang cinta yang tak kusadari, lewat begitu saja..
terimakasih juni, telah hapus segala langkah ragu
bahwa cinta tak boleh dibiarkan menunggu
memang seharusnya, akulah yang menghampiri cinta..
dan saat juni telah berlalu, takkan pernah aku menutup jendela
masih akan kusaksikan hujan sore hari dari balik bingkainya
hujan yang selalu menghantarkan cinta..
::note: terimakasih untuk semua yang telah mengunjungiku di bulan juni..
June 27th, 2009 by nakjaDimande
seorang gadis cantik berjanji untuk bertemu denganku..
hmm, sebenarnya dia tak pernah jelaskan
apakah dia seorang gadis manis
atau malah seorang lelaki tampan..
tapi hatiku berkata,
sungguh dia pasti seorang gadis yang sangat kutunggu..
kuhabiskan hari-hari untuk menulisi namanya
disetiap lembar kertas kosong yang dapat kutemukan
tuliskan nama yang manis untuk si gadis manis
tetapi kemudian, dia batalkan janji
tak sempat temui aku disini, sekarang
mungkin aku harus buat janji lagi pertemuan yang lain dengannya
tak mengapa..
aku hanya ingat,
gadis itu tak jadi menemuiku, hari ini setahun yang lalu..
June 13th, 2009 by nakjaDimande
berusaha mencari alasan untuk merasa tercampak
tak bisa, karena Rabb ku tak pernah campakkan aku
berusaha mencari alasan untuk merasa terluka
tak bisa, karena Tuhanku tak mungkin lukai aku
berusaha mencari alasan untuk merasa sendirian
bagaimana bisa, karena Sang Kekasih tak pernah lepas menggenggamku..
lalu kucoba mencari alasan untuk menangis
juga tak bisa, tak ada celah sedikitpun..
tapi mengapa kulihat bendungan hancur
air meluap-luap entah sampai mana
dan tetap kulihat Pilar menangis ditepi sungai Piedra
seperti juga aku..
May 15th, 2009 by nakjaDimande
diakhir mimpi, saat malam masih mentah merangkak
aku mendengar raungan keluar dari mulutku
sekuat tenaga ku katakan tidak pada sesuatu yang hendak merampas
entah merampas apa, tak dapat kumengerti
yang pasti aku tak rela hingga terus meraung-raung
terbangun,
takjub dengan airmata yang ternyata benar-benar hadir disudut mata
dan laki-laki disebelahku berkata dengan penuh kasih
“adinda dan DIA masih saling memiliki, sama sekali tak ada yang hilang”..
lalu kuteruskan tangisku, sampai subuh
beritahu aku wahai..
bagaimana hentikan tangis ini
tangis yang bukan karenaMU
tangis yang bukan karena takut kehilanganMU
tolong aku wahai..
karena satu yang kutahu, hanya kepadaMU tempat memohon pertolongan.
March 12th, 2009 by nakjaDimande
dan tak dapat kubendung airmata
lagi..
i love U…
March 11th, 2009 by nakjaDimande
semisal seorang anak kecil usia 3 tahun yang sedang lincah berlari kian kemari
meronta tiap kali ibunya ingin memandikan dan memakaikannya baju yang bagus..
seperti itulah aku..
yang terus menerus meronta dihadapanNYA..
padahal DIA tak suka bila aku datang dalam keadaan membantah dan menentang..
sudikah kau hadir, wahai sang sakinah..?
« Previous Page