Archive for the 'nuansaBeningku' Category
August 29th, 2010 by nakjaDimande
Bundo Rahmi by Septarius E. Lestiant (AtA)
____________________
Sio Mama by Om Taufik
__________
Hmm, eMak mimpi apa ya?
Hari minggu begini dapat dua bingkisan yang datangnya hampir berbarengan. Istimewa karena dua bingkisan tersebut punya tema yang sama, tentang ‘IBU’.
Lihatlah gambar diatas, Ibu mana yang tak luluh hatinya bila diam-diam dibuatkan sketsa oleh ananda tercinta? Septarius E. Lestiant atau bekennya AtA yang senantiasa menyapa eMak dengan panggilan Bundo Rahmi adalah calon Menteri Pariwisata di Kabinet eMak berikutnya
karena eMak paling suka baca ulasan AtA tentang objek wisata menarik yang ada disekeliling tempat AtA tinggal.
Terus terang AtA adalah calon mantu idaman para ibu masa kini, eMak juga berharap AtA berkenan memilih salah satu atau dua diantara banyak putri eMak guna dijadikan istri. AtA punya keahlian di dunia kuliner, menguasai french & italian food, dikit-dikit masakan latin kayak enchiladas dan macem-macem masakan pakai tortilas.. sudah pasti Neng, Nok, Oyen dan genDuk pada gak paham istilah kuliner tsb, karena memang semua putri eMak gak ada yang ngerti dapur [gak kayak eMaknya]
AtA sayang, makasi ya sketsanya.. Bundo suka banget.
Bundo senantiasa mendoakan semoga AtA menjadi Wirausahawan yang sukses, usaha pupuk dan kebun jamurnya lancar. Dan suatu saat cita-cita Bundo kesampean dimasakin capcay dan omelet isi jamur oleh chef AtA, amiiiinnn..
Dan.. bingkisan berikutnya datang dari Kendal, seseorang yang bernama Om Taufik mengirimkan instrumentasi lagu Sio Mama.. rupanya Om Taufik ini punya tetangga baik hati seekor Koepoe Biroe yang menginformasikan bahwa eMak suka lagu tersebut, dan pernah nangis berurai air mata dengerin lagu itu dimainkan Om NH.
Makasi ya Om Taufik, titip salam buat tetangganya
___________
note : itu judul sengaja dibuat sedemikian rupa, guna ikut dukung gerakan SEO positif kata kunci SMP
eMak dapat info dari mbak Monda.
August 23rd, 2010 by nakjaDimande
teruntuk Pakde pujaanku
yang sedang menikmati rasa haru
semoga Allah senantiasa melindungimu
dan limpahkan berkah sepanjang usiamu
aku datang lagi ke bawah pohon jambu
tempat dulu kita bertemu, meski tiada yang menunggu
tak lagi kulihat memutih rambutmu
yang duduk sendu menahan rindu
Pakde, kutaruh di sana hadiah itu dibawah pohon jambu
untukmu di hari kelahiranmu
~*~*
*~*~
Pakde Sayang.. Happy Milad..! Jangan lupa kado ulang tahunnya ambil di bawah pohon jambu. Semoga berkenan dan gak bikin Pakde pingsan.. dan harap diam-diam saja ya Dhe
Buat para sahabat, silahkan menikmati pesta langsung di BlogCamp yaa. Hari ini pesta di BlogCamp dijamin meriah karena merupakan acara puncak pagelaran Aku Cinta Indonesia dan bertepatan dengan peringatan hari lahir Komandan BlogCamp. Selamat menikmati..!
August 19th, 2010 by nakjaDimande

duduk duduk sendirian dalam Bukittinggi yang hujan seharian, dingin.. teramat dingin menusuk tulang perasaan kelam berusaha kuhalau rasa yang tak karuan memandangi gambar di atas yang hanya akan tinggal kenangan sebuah teduh yang sudah kuanggap rumahku.. mungkin kali ini aku harus belajar mengerti meski menahan sesak tak rela.
tak lupa ucapkan selamat Ulang Tahun untuk Bunda Ly dan Hari, peluk cium untuk dua orang tersayang..
dan, hmm.. pernahkah kamu merasa ingin menangis sedari pagi tapi tak punya alasan yang cukup kuat untuk itu.. akhirnya langit sore berbaik hati mengirimkan alasan untukku menangis, sebuah lagu cantik.. yang sangat indah, membuatku tak malu mengalirkan air mataku sederas hujan, makasiiiiii banget om eNHa (lagunya boleh dipersembahkan buat Nang ya Om)
Neng, Nok, nDuk.. plis peluk eMak
August 9th, 2010 by nakjaDimande
Sabtu kemarin sekitar pukul 9, Taman Sabai nan Aluih menjadi saksi atas pertemuan pertama dari sepasang kekasih. Penjaga LJ kopdar..! O Mak, akhirnyaaaa.
Siapa siyh yang mau-maunya ngopdarin penjaga LJ..? gak kira-kira datang langsung dari sebrang pulau, tepatnya dari Tangerang. Bunda Ly tersayang nan cantik itu. Yang masih menyisakan semua keluwesan dan keanggunannya sebagai seorang mantan pramugari.
Layaknya bertemu kekasih untuk pertama kali, tentu saja aku diserang grogi. Kamera yang sudah aku siapkan dari semalam tidak berhasil aku bawa karena ternyata aku memasukkannya ke dalam tas yang salah. Akhirnya hanya bisa mengandalkan kamera hape saja. **pikoendotcom
Janji bertemu di sekitaran Jam Gadang, cukup ajaib kami langsung saling tunjuk walaupun jarak berjauhan. Gak pake telponan buat mastiin, juga gak janjian pake baju apa. Sudah aku pesankan begitu, jangan kasih tau aku Bunda pake baju apa.. aku pasti bisa mengenali Bunda. Dan benar, sangat mudah mengenali beliau dari jarak jauh sekalipun.. satu-satunya perempuan yang jalannya paling anggun ditaman Sabai nan Aluih kemarin itu , sumpah!
Berhubung Jam Gadang sedang diperbaiki, tentu saja kurang nyaman nangkring disana. Bunda dan Om Agus (suami Bunda yang cakep kayak bintang sinetron itu) ngajakin aku dan KD ke sebuah kedai nasi milik ponakan om Agus, lokasinya gak begitu jauh dari Jam Gadang. Owhya, Bunda Ly dan Om Agus memang bukan tamu di Bukittinggi mereka dua-duanya orang Minang asli. Bahkan Om Agus boleh dibilang adalah preman penguasa Bukittinggi, setiap sudut kampung ini beliau paham banget.
Sampai di kedai nasi Merry ponakannya Om Agus, kita langsung ambil posisi paling pojok. Selama hampir satu jam KD asik terima ilmu body building dari Om Agus yang juga menjelaskannya dengan penuh semangat. Aku dan Bunda tentu saja cuek, asik dengan cerita yang lain. Alhamdulillah, para lelaki tersebut akhirnya bubar. KD harus balik ke kampus dan Om Agus masih mau keliling bertemu teman2nya.
Tinggallah kami berdua. Melanjutkan gosip hangat dan menjawab beberapa pertanyaan yang cukup sulit dari Bunda, seperti : “apakah Ram itu sungguhan perempuan..?” atau pernyataan seperti : “kayaknya Vyan itu bohong deh ngaku berusia 21 tahun, menurut Bunda usianya sekitaran 30 tahun” (dua hal yang aku juga bingung jawabannya)
Dan kawan, sungguh menyebalkan karena selama kopdar tersebut Bunda dirongrong terus sama pacarnya yang dari Surabaya itu dengan berbagai pertanyaan. Terus terang hal tersebut sangat mengganggu ketenangan kami, apalagi instruksi2 yang tak masuk akal dari orang tersebut. Suatu kali aku membaca sms-nya “Mbak, jangan lupa fotoin Bundo ya” Bunda membalas “gak diijinin sama Bundo” Orang itu lalu mencak-mencak “disuruh foto diam2 kok malah minta ijin dulu sih” [xixi, pakdeeee... i love u].
Bunda juga sempat pengen telpon Kyaine, karena selama ini Bunda belom pernah dengar suaranya. Tapi aku melarang, dengan pertimbangan Kyaine pasti grogi berat klo ditelpon oleh dua makhluk manis dan imut begini dan kasian juga bila mengganggu ketenangan beliau nonton Ftv PWN di hari Sabtu. (Mungkin suatu waktu Bunda bakal nyamperin Kyaine ke Telukjambe sono, mergokin Kyaine lg nonton Ftv)
Tak cukup hanya di pasar atas, jam satu siang kami pindah lokasi. Pilihan berikutnya jatuh ke puskesmas, karena Bunda pengen ketemu Zani si cantik itu. Bunda juga pengen lihat sawah di sebelah ruanganku yang kebetulan baru saja ditanami kembali. Zani juga terlibat pembicaraan seru, ditawarin jadi mantunya Bunda (Zani tampak agak goyah dgn tawaran Bunda tsb, hedeh.. hedeh..)
Tak terasa waktu berlalu, 7 jam bersama Bunda Ly tersayang. Masih kurang.. banyak yg belum kulakukan sbg tuan rumah yang baik. Bunda belom kuajak ke rumah, blom disuguhi apa-apa.. nanti ya bun, Insya Allah akan ada lagi saat untuk kita berjumpa dalam suasana yang berbeda.. suasana yg lebih ceria. Amiin.
Owhya Bunda membawakan aku seabreg oleh2, ada buku dan pernak pernik dari Korea. (Bun, kaos koreanya aku bagi buat Zani satu, abisnya dia nangis minta
)
Hmm, Kopdar pertama..
Yang memberikan kesan yang sangat dalam buatku, karena kemarin Bunda hadir sebagai Ibuku. I love u so much Bunda, makasi untuk semuanya.
menuliskan ini
sambil dengerin Ballade Pour Adeline kesukaan Bunda Ly
July 20th, 2010 by nakjaDimande
Keluarga Besar Ladang Jiwa
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Yang Pertama
18 Juli 2009 - 18 Juli 2010
“BLOG CAMP”
www.abdulcholik.com
Semoga Semakin Disayang Pembacanya
Keluarga Besar LJ
Bundo ~ Nang ~ Nen9 ~ Nok ~ Ntong ~ Nduk
Paklik ~ MM (Karyawan LJ)
July 12th, 2010 by nakjaDimande
PINTU GERBANG PADEBLOGAN
Kereta Ekspres warna Pink jurusan Bukittinggi – Jakarta – Kendal – Surabaya itu terparkir rapi.
Spanduk oranye berkibar tertiup angin Juli. Tulisan penuh filosofi menghiasi spanduk tadi.
“sapa sing tekun golek teken bakal tekan”
Sayup-sayup tembang mijil mengalun walaupun lirih namun cukup mengisi seluruh ruang yang ada walaupun dari para “bala wingking” menginginkan diputar lagu dangdut atau “campur sari” agar menambah semangat bekerja.
Tak dinyana “gerutuan” itu terdengar oleh operator soundsystem yang langsung mengganti tembang dengan lagu spesial yang entah dari mana datangnya lagu ini tau-tau sudah ada dan disetel keras-keras.
Selamat Ulang Tahun [Evie Tamala] <<—- Yang ini boleh di download..
Hari ini suasana Padeblogan tampak berseri. Handai taulan dan famili berdatangan dari pelosok negeri.
AULA PADEBLOGAN
Panggung Seni berdiri dengan gagah. Nang bikin dekorasi, nTong yang bantu pegang kursi yang ditumpuk (ternyata Nang gak cukup tinggi) karena tenda khusus yang luas dan tinggi didatangkan dari Jerman kiriman dari perusahaan terkenal DaimlerBenz yang merupakan mitra bisnis Kyaine. Agar tidak terjadi seperti tragedi runtuhnya tenda sirkus baru-baru ini di Jakarta. Aneka alat musik tersedia, dari mulai Orchestra Philharmonic, Karawitan, Kulintang, Arumba, Jazz hingga nDank-Dhut lengkap bin komplit…. Tampak speaker besar bertumpuk dengan “garang” dari soundsystem merk Marshall dipasang ditiap sudut agar semua tamu dapat menikmati dengan nyaman.
Tak luput pula, berbagai rangkaian bunga bermacam ukuran dan juga aneka anyaman janur melengkapi dekorasi semakin membuat suasana meriah.
Kerjasama yang baik dari anak lelaki bundo yang ganteng dan tampan ini sangat mengesankan tamu gadis ABG yang sudah datang lebih dahulu. Bahkan diantaranya ada yang sedang serius berbisik-bisik (sambil mengerling mesra) memperhatikan dua lelaki yang sedang sibuk bekerja. Walaupun peluh menetes namun semakin menambah “gallant dan macho”.
The Ordinary Trainer, om NH18 pun tak ketinggalan ikut andil pada persiapan ini, sibuk mencoba beberapa alat musik sambil manggut-manggut dan memilin kumisnya yang sudah mulai dihiasi “kembang jambu” dan berguman “amazing..”
RUANG TENGAH PADEBLOGAN
Para senior tak ketinggalan, sudah berkumpul dan saling bercengkerama. Nampak pada barisan depan ada pakdhe Cholik dan Budhe Ipung disampingnya ikut serta Bella yang cantik dan imoet dan Briga yang gagah seperti eyangnya.. (prikitiw..!!) Bunda Lily hadir bersama keluarga tercintanya, menggandeng mesra Ayahanda Agus yang mengiringi langkah putranya yang ganteng dan putrinya yang cantik. Didekat tumpukan soundsystem asik bercengkerama kang Yayat dan Bang Isro Batavusqu, tentu mereka sedang sharing tentang sepedanya masing-masing. Mas Edi yang datang dari Medan dengan membawa berkardus-kardus Bika Ambon tak ingin ketinggalan.
Di sisi lain terlihat pula miss Oyen “yang sudah kurus” sedang meneliti siapa-siapa yang hadir menerka-nerka siapa yang bodynya bakal menyaingi dia. Disebelah miss Oyen tampak pula bu Mars dan Bunda NH yang asik ngobrolin arisan nampaknya. Sementara terlihat Mas Mandor bersandar di tembok sedang sibuk nelepon, Mas Zenteguh juga hadir bersama anak dan istrinya.
Dalam buku tamu sudah tertera, Ceuceu Soviati, Anna, Kaka Akin, Uda Vizon, Mas Narno, Achmad Sholeh, Abu Gholib, Bu guru Jumialely, Rita Susanti, Kang Ian, Irfan Jayadi, Mas Andi, Didit Tukang Poto, Nahdi, Julie, Mas Aldy dan mbak SausKecap dll, dkk, dbd.
Kemana sang Koepoe Biroe? Tanyakan pada cicak yang sedang mengerami telurnya.
DAPUR PADEBLOGAN
Neng, Nok dan nDuk ada di posisi masing-masing, Neng membuat adonan kue dan Nok bertugas meracik bumbu. Lha nDuk ngapain? Karna tenaga ekstra yang dimilikinya, nDuk diberdayakan guna nguleg bumbu dan memarut kelapa. (Yang ini ide sapa? gak sekalian aja nDuknya suruh numbuk gabah atau manjat kelapa
)
”Agaknya Emak sudah luluh hatinya, niyh buktinya mau repot-repot ngadain pesta buat Paklik’. Neng memulai obrolan.
“Jangan salah Neng, nanti seusai acara ini semua biaya pasti di klaim ke Paklik. Ya kan nDuk?’, Sahut Nok sembari melempar 1 kepala bawang putih ke arah nDuk. nDuk yang sedari tadi melihat keluar jendela, dan sedang manyun karena mendapat tugas nguleg bumbu serta memarut kelapa tak menyahut sedikitpun, dari ekor matanya nDuk dapat menangkap gelagat Nok yang akan melempar bawang putih kearahnya.
Tanpa melepas tatapannya, sebelum bawang putih mendarat di kepala dengan tangan kiri nDuk berhasil menangkapnya, kemudian memasukkan kedalam mulut, lalu dikunyah-kunyah. Tak diyana, nDuk memuntahkan kunyahannya, menggunakan tenaga maha dasyat nDuk melempar kembali. Naas bagi Nok yang kebetulan sedang menguap, bawang putih hasil ulekan mulut nDuk berhasil masuk ke mulut Nok dan tertelan.
‘Uaasemm tenan…!! ‘ Nok mengumpat, matanya memerah.
Melihat Nok sulit bernafas, Neng bergegas mengambil air putih.
“nDuk.., sama Mbak Yu nya jangan jahat begitu, sepantesnya jadi adik ituh yang nurut. Eh Nok, emangnya bawang putih dah ganti rasa ya? Kok jadi asem?’ tanya Neng kepada Nok.
‘Heh?’ Nok bingung dengan pertanyaan Neng.
“Acara sebentar lagi akan dimulai, bumbu belum sedikitpun nDuk ulek, kelapa belum juga nDuk parut. Hayo..cepetan dikerjain, bisa gagal pesta akbar ini kalo hidangan tak matang” Neng memerintah. nDuk masih terdiam dan termanyun dengan tatapan tak lepas ke luar jendela.
“nnDuuk.. mmemang… sussah.. di dikaassiih.. ttauunnyaa Yuu” tambah Nok dengan nada terbata-bata (sekarang dah gak musim bata Yu, tapi dah pake hebel barusan tanya Wak google)
nDuk masih terdiam dan termanyun dengan tatapan tak lepas ke luar jendela “Kok diam aja nDuk? jadi siapa donk yang nguleg bumbu ama marut kelapa? Neng gak mau ah, tangan Neng bisa jadi kasar, lagian biasanya sehabis nguleg bumbu badan Neng suka demam” dengan sedikit lebay Neng kembali bersuara.
“Nok juga ogah kalo nguleg bumbu ama marut kelapa, takut maagnya Nok kambuh” Nok tak mau kalah dengan gaya lebaynya yang melebihi ambang batas.
Mendengar percakapan kedua saudaranya, kembali dengan kekuatan maha dasyat nDuk melempar 2 buah kartu nama. Satu kartu nama nempel di jidat Neng dan satu lagi berhasil ditangkap oleh Nok yang tak ingin kecolongan untuk yang kedua kalinya. Neng membaca Kartu Nama yang dipegangnya tertera “Opera Van Oyen” menyediakan segala macam makanan dan minuman berbahan dasar jengkol, pesan banyak dapat diskon, pesan sedikit jangan ngebon, Melayani delivery order Pulang-Pergi.
Nok juga membaca Kartu Nama yang dipegangnya “Pabrik Tentang Tempe” mengolah tempe dengan kualitas diatas rata-rata, pengujian menggunakan Gage R&R. Sedia tempe olahan dan tempe mentah selalu dalam keadaan fresh. Partai Besar dan Kecil, dalam dan luar Jawa. Anda Pesan-Kami Antar.
Selesai membaca Neng dan Nok saling berpandangan.
“Kalo gak ada yang nguleg bumbu dan marut kelapa kita pesen makanan aja. Nok kamu telepon gih, pesan yang banyak, tamu paklik bakal segudang garam yang datang” perintah Neng sembari memberikan kartu nama yang dipegangnya kepada Nok.
“NoklagiNoklagi nDukituhkerjanyaapasih? semuasemuaNok apapaNok apapaNok, huh !!”Nok menggerutu.
“EGP GPL lah” batin nDuk dengan mata masih menatap keluar jendela.
“Liat apa siyh nDuk daritadi gak meleng-meleng” Neng menghampiri nDuk yang berdiri dekat jendela.
“Iyah, liat apaan siyh?” Nok turut penasaran setelah selesai menelpon.
Tanpa bicara nDuk hanya menunjuk saja.
“Ooo…nDuk gak tau ya kalau ituhkan berarti Siapa yang mau tekun, maka ia akan mendapatkan teken dan ia akan segera tekan atau kesampaian apa yang menjadi idamannya. Proses yang panjang yang harus dilalui seseorang agar sampai pada tekan, penuh onak dan duri, derita, duka dan nestapa yang selalu mengiringinya. Dari laku tekun saja membutuhkan waktu yang tidak pendek, kemudian mendapatkan teken yang bukan berarti halangan dan cobaan usai. Teken yang digunakan itu harus dimanfaatkan secara sebaik-baiknya agar sampai tidak meleset. Setelah proses demi proses dijalani, barulah tekan atau berhasil. Jelas nDuk?” Neng menjelaskan. nDuk menggeleng.
“Masih belum jelas nDuk? Ituh tulisannya “sapa sing tekun golek teken bakal tekan”, maknanya yang dijelasin Neng tadi. Nok menambahkan nDuk masih menggeleng
“Hayyah… kamu itu dari tadi ngeliatin apa siyh?” Neng dan Nok bertanya secara bersamaan dengan nada yang mulai meninggi.
“Itu lho.. mangga Wak Mahmud dah mulai kuning-kuning, enaknya ntar malem diambil pake galah atau dilempar ya?” Akhirnya nDuk mulai bicara. Neng menjewer kuping nDuk hingga membentuk angka 8, sementara Nok menjepit nDuk dengan daun jendela. Lalu pergi meninggalkan nDuk begitu saja. (Pada puas dah.. kalo nDuk sengsara).
* Tak lama kemudian Neng dan Nok kembali menghampiri nDuk yang masih dalam keadaan terjepit daun jendela.
“Ngapain masih disitu, buruaan… Acara Ulang Tahun Paklik akan dimulai”. Neng dan Nok menarik nDuk secara paksa. (brasa beradegan di flim India kalo mau nyanyi)
KAMAR TIDUR PADEBLOGAN
Pria kekar berambut cepak tidur dengan suksesnya. Hari ini ia ingin mengenang kembali saat menjadi bayi. Ya… Hari ini 43 taun yang lalu, ia resmi terdaftar sebagai penghuni planet bumi.
Tiba2 muncul sesosok bayangan, wanita cantik luar biasa yang sedang membisikkan sesuatu. Bayangan itu adalah visualisasi dari apa yang sedang ada di mimpi pria kekar tadi. Dengan kecanggihan teknologi kamera TV Tjap Koepoe, maka bayang2 tadi bisa unggah di youtube. Inilah hasil rekamannya. Beruntung tidak berlanjut dengan kejadian yang tak diinginkan, sehingga tak satupun pasal KUHP maupun Undang2 IT yang dilanggar.
Sungguh sebuah pesta yang sempurna,
Selamat mengenang hari lahir, Gus, Kyaine, guru kami, paklik’e bocah2, sahabat kami tercinta..!
________________________
note : Bundo ternyata dilaporkan ke polisi oleh manajer PWN gara-gara gak bisa melunasi honor PWN yang sudah tampil dalam mimpinya Kyaine. Sampai saat ini tak seorangpun yang menyadari ketidakhadiran Bundo, karena semua masih asik berpesta. Sehingga bundo hanya mampu berucap lirih dari balik sel penahanan :
“Happy birthday my lovely brother.. we all love you”
(Bundo gak begitu sedih krn di sel barengan ma Ariel)
June 29th, 2010 by nakjaDimande
dedalane guna lawan sekti
kudu andhap asor
wani ngalah luhur wekasane
tumungkula yen dipun dukani
bapang den simpangi
ana catur mungkur
jalan menuju kekuatan dan kesaktian
adalah sikap rendah hati
mau mengalah, pada akhirnya dimuliakan
tunduklah bila dimarahi
singkirilah angkara murka
menjauhlah dari pembicaraan (yang) tak bermutu
.jpg)
Dalam Tembang Macapat, Mijil ditempatkan pada urutan awal. Mijil berarti thukul, tumbuh, bersemi, dan istilah bagi perkembangan kehidupan manusia diartikan sebagai kelahiran. Dalam khazanah budaya Jawa, perhitungan neptu dina (hari) dan pasaran weton (kelahiran) seseorang menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupannya. Neptu dina dan pasaran ini meliputi hari, pasaran, tanggal atau jam lahir yang nantinya akan digunakan sebagai dasar perhitungan dalam hal perkembangan kehidupannya : rejekinya, jodohnya, keberuntungannya bahkan hari naas kematiannya.
Para waskita jaman dulu menghimpunnya dalam bentuk primbon, semacam ensiklopedi kehidupan. Primbon bukan ramalan, boleh percaya atau menolaknya. Akan lebih bijaksana menyikapi primbon sebagai rambu-rambu kehidupan yang telah disusun oleh leluhur.
Kutipan tembang Mijil di atas adalah doa setiap orang tua bagi anaknya yang baru lahir. Betapa dalam maknanya. Dalam perjalanan kehidupan anak-anaknya, orang tua berkewajiban membimbing dan mengarahkan agar anak-anaknya tetap pada jalur dedalane guna lawan sekti tadi.
Ketika seseorang masuk dalam fase dewasa, semestinya sudah mampu memaknai arti kelahirannya di dunia ini. Semua tingkah lakunya adalah sikap rendah hati, selalu mau mengalah yang pada akhirnya nanti akan dimuliakan hidupnya. Gusti Allah tentunya tidak sedang iseng dengan menghadirkan kita di dunia ini. Kelahiran kita adalah untuk memberikan manfaat bagi sesama umat manusia.
Untuk my lovely sister, tepat di hari ini selamat mengenang tanggal kelahiran dengan diiringi Tembang Mijil Symphony #2906.
_____________________________
Artikel di atas sudah pasti bikinan my lovely brother, satu-satunya yang paling menyebalkan itu. Tapi hatinya baik minta ampun karena telah menghadiahkan tulisan ini di hari kelahiranku menggantikan kehadirannya di Ladang Jiwa, sekarang beliau masih dalam perjalanan pulang dari umroh.
Makasih ya Kak, Insya Allah lima pesan tersebut akan ku terapkan dalam langkahku ke depan. Selamat datang kembali di Padeblogan, semoga kakak sekeluarga sehat dan ditunggu ceritanya tentang perjalanan indah ke Pusat Bumi.
===========================================================
Berlima

Nang:
Nang, anak tertua di keluarga LJ, profesiku sebagai tukang kompor. Usaha ituh tlah kurintis semenjak aku bercita-cita sebagai penjinak bom. Kurasakan beban yang kupikul sangatlah berat, ibarat memikul 2 buah container, agak lebay siyh.. tapi memang begitulah keadaannya *suka melebay2kan maksute*. Tentang keempat adikku, jangan tanya berapa besar rasa sayangku pada mereka, bersama eMak akhirnya aku bisa membesarkan mereka tentunya dengan kegigihan dan kebulatan tekad serta penuh semangad bahwa segala penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Di rumah, akulah anak eMak yang paling bisa diandalkan, semua aku kerjakan mulai memasak, menyeket, menyulam hingga memandikan adik2ku sewaktu kecil dulu. Demi mereka, aku rela berbuat apapun, kapanpun dan dimanapun mereka telah menyatu dalam segenap jiwa dan ragaku. Dan tentang eMak, bagiku beliau adalah seorang yang sangat2 bersajadah eh bersahaja dink, lelahku langsung lenyap, begitu melihat senyumnya. Ah.. eMak, senyum donk..
Neng
Namaku Neng, anak kedua dikeluarga LJ, profesiku sebagai tukang kebun dan pengamen. Kebunku selalu bersih, bahkan tak sedikitpun kubiarkan bahan beracun dan berbahaya mengotorinya *opo iyo?*. Selesai membersihkan rumput, menyiram dan memupuk tanaman yang kutanam dengan sepenuh cinta,dengan bermodalkan ecek ecek yang terbuat dari tutup tong drum dan beberapa buah sendal jepit tak berupa lagi, aku berangkat mengamen. Aku sengaja membawa banyak sandal jepit, sendal jepit itu ku gunakan untuk melempar mereka yang hanya ingin gratisan mendengarkan lagu yang tlah kunyanyikan dengan suara merduku. Pangkalan ngamenku biasanya di lampu merah Tunjungan plaza. Selepas mbecak Nok (adik perempuanku), terkadang menemaniku dan turut mengamen juga, jujur aku iri padanya, suaranya lebih cempreng dari suaraku. Mereka yang risih dengan suara cemprengnya langsung memberi tanpa menunggu lagu habis dinyanyikan, enak tho?. Nok juga sering menilep uang hasil ngamen, jika bosan Neng dan Nok membantu Nduk memalak dipasar. Semua aku lakukan demi seraup permata dan segudang intan berlian *lebay*. Neng bersyukur mempunyai sodara2 yang hebat dan eMak, bagiku senyummu bunga, matamu surya. Luv u Mak… sun dulu sinih.
Nok
Kenalan dulu.. aku Nok. Ya Nok, anak emak bernomor jidat 3, Mak mang sering nomerin anaknya dijidat, takut kelupaan soale. Paling narsis dan paling eksis diantara sodara yang laen. Sebenarnya ke-narsis-anku karena doktrin dari eMak. Dulu saat Nok masih kecil, eMak selalu bilang gini, ‘Nok, anakku wedok sing ayu dewe’. Meskipun belakangan Nok baru sadar maksud kata-kata eMak. Ayu dewe, ayu=cantik, dewe=sendirian, jadi kesimpulanya Nok itu cantiknya cuman kalau sendirian, nah kalau lagi ngumpul sama banyak orang, Nok juga masih paling cantik, narsis tho?. Aktifitas Nok sehari-hari sebagai tukang becak, itung2 bantu eMak yang hanya berprofesi jadi tukang congkel gigi. Kata akang Nok seperti kutilang darat (Kurus, tinggi, langsing, dan rattt *seret bingung nyari kepanjangannya*) tapi kalau urusan gowes becak siyh, keciiiiilll …. ke bulan pun, bakal Nok anter-jemput PP *brasa ndogeng*. Postur tinggi Nok yang menjulang, dimanfaatkan dengan semena-mena oleh eMak. Kadang Nok dijadikan tiang jemuran, kadang juga jadi galah untuk ngambil mangga depan rumah dan kalau malem sering pengganjal pintu. Apapun itu pokoknya asal membuat Emak seneng Nok lakukan, karena eMak adalah perempuan embun, muara jiwa bagi kami semua anak-anaknya.
Ntong
Nah namaku Ntong, bukan kaNtong, bukan geNtong, cukup Ntong. Di keluarga LJ, urutanku persis dibawah Nok, aku kalah gesit. Aku laki–laki kalem, pendiam, tulen dan pulen. Gemar ngecengin cewek-cewek cantik dan imyut-imyut kayak marmyut diberi lipstik, wajar tho?. Aku selalu nurut apa kata eMak, jika eMak nyuruh ke sumur yang ada di sebelah barat buat nyari aer, aku pasti akan pergi ke timur (yang dibarat ituh tembok Mak !). Aku anak yang paling disayang eMak, dua kali sehari sehabis sarapan dan sebelum tidur eMak selalu bilang kalo Ntong pria tampan dan pintar, tangguh dan hebad, berbudi luhur dan rendah hati, ramah tamah dan tepa selira dan masih banyak lagi. Kata sodara2ku sekalian, aku seorang playboy, suka geli sendiri kalo disebut playboy, ngapain juga mainin laki-laki?. Profesiku? Biarkan saja para sodaraku yang lain yang bekerja, aku lebih senang berdiam diri dikamar ditemani bunga 7 rupa, kopi pait, rokok kretek, aroma dupa dan menyan plus minyak nyonyong. Bicara tentang eMak, bagiku beliau perempuan lemah lembut, penyayang dan penyabar, heran tak satupun sifat-sifat eMak menurun pada sodara perempuanku.
Nduk
Nduk, anak terakhir keluarga LJ. Menjadi anak paling bontot adalah keberuntungan bagiku, semasih dalam kandungan aku sengaja menendang mereka keluar duluan. Selayaknya anak paling kecil, sodara-sodaraku begitu memanjakanku, walaupun dengan bantuan golok. Dengan modal muka sangar dan hati ibu tiri yang kejam, aku mencoba peruntungan sebagai pengumpul uang preman pasar. Kulakoni demi menambah perbendaharaan kas keluarga LJ. Itu saja yang dapat kuceritakan tentang diriku. Dan eMak. Bagiku beliau adalah seorang eMak, selakunya eMak dan selayaknya eMak *bingung? podho*
________________________________
Nang, Neng, Nok, Ntong dan Nduk adalah 5 anak eMak yang lumayan misterius, karena jarang menampakkan wujud aslinya.. khusus di hari istimewa ini mereka menampakkan diri buat pengunjung LJ.
>>Buat yang selama ini penasaran dengan penampakan Vyan RH, Wi3nd, Nda, Hari Mulya dan Ram (Lung), inilah mereka..! 
_________________________________________________________________________________________________
eMak
Selama ini wujud eMak sering hanya terlihat satu sisi, pipi chubby nya yang kiri saja. Di hari ini eMak mau kasih liat wajahnya lengkap dari dua sisi, plus braces tentu saja. Namun eMak masih disandera oleh si Koepoe Biroe, ia hanya mau kasih lihat eMak pada narablog yang berhati emas. Anda kah orangnya? selamat mencoba
Stop Press..!!!
Berhubung ada sms yang meminta kejelasan tentang foto anak2 eMak di atas, maka secara mendadak eMak mengadakan sayembara. Silahkan mencocokkan gambar di foto tersebut dengan nama yang ada.
Bagi 3 (tiga) orang yang menebak secara tepat kelima nama tersebut akan mendapatkan hadiah istimewa dari eMak.
March 24th, 2010 by nakjaDimande

di matamu ada permainan pingpong
salah satunya perasaan saya
di matamu ada elang terbang
menerkam saya..!!!
[.....]
Puisi itu dicomot dari diary Bundo semasa SMP untuk menemani sketsa persembahan dari Vyan RH, putra sulung Bundo (maaf bila puisinya ndak nyambung).
Para ibu yang memiliki anak usia playgroup pasti pernah merasakan bahagianya diberi hadiah gambar hasil coretan putra tercinta, nah! akhirnya si bundo bisa ikut merasakan bahagia itu juga, walau putranya yang ini sudah tidak lagi di playgroup
Mungkin sebagian besar sahabat yang berkunjung ke LJ pernah mengenal Vyan, soale Vyan memang paling sering membantu bundo menjaga ladang ini. Tahun lalu dia adalah Top Komentator di sini, dan mendapat penghargaan sebagai Komentator Tangguh Ladang Jiwa 2009.
Vyan adalah seorang pemuda yang luar biasa jenius! Pengetahuannya meliputi segala bidang. Ia bisa tahu seluk beluk kebidanan, kedokteran gigi, komputer, kuliner dan segala macam hal lainnya. Kang Yayat dan Kyaine pun sering menyaksikan (alias jadi korban) kejeniusan Vyan ini
Bundo rasa pengetahuan Vyan hanya bisa disaingi oleh Wikipedia.
Menggambar, tentu saja tak mengherankan bila Vyan bisa menggambar. Sebagai seseorang yang kemampuannya melebihi Arsitek handal tentu saja jemarinya sudah terlatih untuk menggoreskan pensil di atas kertas. Vyan selalu mau belajar banyak hal termasuk belajar menggambar dengan pensil. Karena ia sangat terinspirasi dengan kata-kata gurunya Veri Apriyatno,SSn [pelopor Drawing Pencils Indonesia] bahwa : “Menggambar itu bukan bakat, hanya dibutuhkan kemauan dan ketekunan”
Para sahabat yang ingin belajar menggambar bisa melihat beberapa tips dari Vyan di sini dan lihat hasil karyanya yang lain di sini .
[...]
>>>Untuk Vyan tersayang, makasih ya sudah taroh bundo di matamu yang indah itu **Alisnya Vyan keren banget loh..!
____________
Note: Hasil karya Vyan di atas terinspirasi dari Veri Apriyatno, SSn. pelopor Drawing Pencils Indonesia dan Daniel Santisteban dari Grenoble, Perancis. Mereka berdua adalah guru menggambar yang sangat difavoritkan oleh Vyan.
Tentang keberadaan Vyan, apakah benar ia seorang pemuda atau bukan..? itu hanya perkiraan bundo saja. Karena jati dirinya masih misterius terpaksa bundo menganggapnya seorang pemuda manis baik hati yang berusia sekitar 21 tahun.
March 20th, 2010 by nakjaDimande

~oOo~
Foto Ilalang diatas adalah hasil bidikan Imran ‘Sang Menara’ beberapa hari yang lalu di Kuala Perlis. Imran beri judul fotonya Di Ruang Keemasan. Cantik sekali ilalang yang berkilau ditimpa sinar matahari, sesuatu yang memenuhi pikiranku hari-hari terakhir ini.
Dan itu adalah percakapan ketika pertamakali berkenalan dengan Imran, salah satu nuansa beningku dari negeri seberang. Lucu dan senang mengamati lagi gaya bahasa aku dan imran waktu itu. Sudah setahun lebih kami bersahabat, banyak yang berubah tentu saja. Bila dulu Imran menulis di blognya hampir setiap hari sekarang tidak lagi, karena ia sangat sibuk dengan kegiatannya dibidang fotografi dan kepenulisan juga. Dan inilah gravatar lama aku dan Imran, lewat setahun terasa jadul sekali ya?
Aku termasuk golongan narablog yang melankolis, pada umumnya aku masih mengingat percakapan pertama kali yang menghadirkan chemistry antara aku dengan para sahabat narablog yang berkunjung di sini. Chemistry bisa jadi terjalin pada kunjungan kesekian, dan biasanya aku ingat saat itu. Ha ha Lebaaayyy..! mungkin lain kali bisa untuk bahan postingan di LJ.
>>>Bagaimana denganmu Duncay? masih ingatkah dirimu saat pertama kali hadirnya chemistry dengan sahabat narablogmu? **sungguh pertanyaan yang aneh** 
February 22nd, 2010 by nakjaDimande
Sebuah konspirasi di akhir pekan yang indah.
Jumat 19-2-2010
Pelaku : Saia berniat menjahili seseorang hari minggu nanti, bisakah anda membantu mendeteksi keberadaan korban pada hari minggu tersebut?
Perantara : Akan saya coba, dengan persyaratan tentunya
Pelaku : Ok, apa syaratnya?
Perantara : Jangan pernah ajak orang lain menjahili saya!
Pelaku : Siipp, saia tak pernah berniat menjahili anda. Suerr!
[Sang perantara pun mulai menanyai korban, agak berbelit-belit dan tampaknya berhasil membuat korban sedikit gusar. Sengaja menyebutkan ada kiriman barang dari seorang teman agar korban percaya bahwa hal ini serius. Percakapan pihak Perantara dengan Korban dapat diikuti disini.]
Sabtu 20-2-2010
Perantara : Korban berada di rumah sekitar pukul 5 sore, rencana anda seperti apa?
Pelaku : Rencana awal saia ingin melibatkan polisi, biar korban agak panik.
Perantara : Hati-hati loh, korban sudah sepuh.. kuatir jantungan.
Pelaku : Hahhh iya gitu? ya sudah saia pake cara yang manis saja.
Perantara : Cara yang manis pun pasti tetap akan bikin korban gusar. Sukses ya! Selamat berjuang..
Minggu 21-2-2010, sekitar pukul 15.00
[Sore itu sang perantara agak kuatir bahwa pelaku bakal nyasar, kuatir juga korban bakal telat pulang. Halah, mau ngerjain orang kok malah cemas siyh?]
Pelaku : Saia sudah dalam perjalanan, mohon bantuan petunjuk arah menuju ke rumah korban
Perantara : ok, sebentar saya tanyakan
[Satu jam kemudian perantara mendapatkan kepastian bahwa korban sudah berada di rumah. Pada detik-detik pertemuan antara pelaku dan korban tersebut, sang perantara duduk terdiam ikut berdebar sambil menatap hape.]
Pendek sekali jeda waktu saat pelaku sampai di rumah korban, tiba-tiba ada sms:
“Pakacil sudah datang!”
[Buyar semua bayangan sang perantara tentang pergulatan yang alot dalam perkenalan antara Pelaku dan Korban. Pelaku terlalu cepat menyerah.]
Perantara : Saya agak kecewa mengapa anda mudah sekali menyerah dengan korban yang ini, tidak biasanya anda begini.
Pelaku : Saia sungguh tidak tega melihat ekspresi kebingungan dari korban yang ini. Cukuplah segitu saja sudah bikin beliau bengong cukup lama.
[Perantara hanya berharap Pelaku sempat mengabadikan wajah bengong Sang Korban]
~*
*~

Pelaku

Korban

Perantara
terus berdoa
semoga tidak ada
tindakan balas dendam
February 20th, 2010 by nakjaDimande
Zani zani
Jantungku berdebar tiap kuingat padamu
Zani zani
Mengapa ada yang kurang saat kau tak ada
Zani zani
Melihatmu menyentuhmu itu yang kumau
Kau tak sempat tanyakan aku
Cintakah aku padamu
Reff:
Tiap kali aku berlutut aku berdoa
Suatu saat kau bisa cinta padaku
Tiap kali aku memanggil di dalam hati
Mana Zani mana Zaniku mana Zaniku
Zani zani
Apa kabarmu kabarku baik baik saja
Zani zani
Begitu banyak cerita tak habis tentangmu
Zani zani
Salamku untukmu dari hati yang terdalam
[Sunny-Sani-Sanny Zani – Bunga Citra Lestari]


Lagu di atas dipersembahkan buat Zani yang sedang meringkuk lemah di rumah karena diare. Gara-gara konsumsi cabe rawit yang berlebihan, walaupun dia senang dengan diare ini berharap berat badannya turun satu dua kilo. Cepat sembuh ya Zan, merana aku di ruangan ini tanpa dirimu
Buat Julie, yang semalam dirawat di rumah sakit.. istirahat ya jul, banyak sabar dalam sakitmu.
Spesial untuk Ceuceu, Selamat Ulang Tahun. Semoga berkah Allah SWT senantiasa mengiringi langkahmu, amiin.
« Previous Page
salam:
aku suka ini. bicara ilalang sama ilalang.
sama sedarjat, sama masalahnya, sama rumpunnya.
aku ngerti ini. aku suka. trimas!