Archive for the 'penulisBertandang' Category
August 27th, 2010 by nakjaDimande
Sahabat Ladang Jiwa yang dirahmati Allah, perkenalkan namaku Fatima Azzahra, saat ini aku ingin berbagi dengan Ladang Jiwanya bundo tersayang, Perempuan yang semoga ketegarannya serupa bunda Siti Hajar (amiiinnn.. *red). Di hari ke 17 di bulan syahru Rahma ini, izinkan aku mengulas kisah dengan kalian.
Bicara kehidupan tak pernah lepas dengan kematian,ibaratnya sudah satu paket, tak bisa dilepaskan, tak bisa dipisahkan. satu tautan yang saling terkait [agak ngeri yah jika bicara kematian? tapi tidak untukku, karna pelan maut akan menjemputku
]
Bagi orang orang beriman hidupnya tidak untuk hidup, tapi hidupnya untuk Yang Maha Hidup, hidupnya bukan untuk mati, tapi justru mati itulah untuk hidup.
Hidupnya untuk Yang Maha Hidup…..
Dia tidak takut mati, dia tidak cari mati,dan ia tidak lupa akan mati.
Justru dia rindukan mati..
Mengapa?
Karna mati bukanlah wafat, karna mati bukan akhir dalam kehidupan ini, tapi awaL kehidupan sebenarnya.
Karna mati satu satunya pintu bertemu denganNYA.
Kebahagian bagi kekasih adalah saat saat, detik-detik berjumpa denganNYA
[samakan dengan kalian jika bertemu dengan pujaan hatinya?]
Saat berjumpa itulah kebahagian bagi orang orang beriman yang dicintai ALLAH.
Begitupun denganku, yang merindukan untuk bertemu denganNYA, semoga pertemuan itu seperti fatima azzahra sesungguhnya, amin.
Sahabat Ladang Jiwa tersayang, semoga hidup kita benar benar untuk Yang Maha Hidup, sehingga perjumpaan dengan kekasih sejati akan indah nantinya. amin.
*river stone,fatima azzahra*
_________________________________________________
Nuansa Beningnya LJ pasti tau deh, Fatima Azzahra itu adalah nama panggilan lain buat salah satu putrinya eMak. Sama seperti eMak, fatima ini pun pemalu.. jadi daripada eMak ditimpuk pohon pinus terpaksa deh gak dikasih link apalagi dipasang foto.
Fatima sayang.. makasi untuk sharingnya jumat siang ini, cukup membuat ilalang di ladang segar kembali. btw eMak mau pasang foto Fatima Azzahra sewaktu masih imoet.. niyh dia, cantik kan?
August 4th, 2010 by nakjaDimande
duluuu sekali…. saat ALLAH menciptakan manusia…
sudah diciptakan perbedaan sudut pandang ini…
saat itu, malaikat diberi pandangan, bahwa manusia akan menciptakan pertumpahan darah saja…
syetan diberi pandangan, bahwa dia diciptakan lebih baik dari pada manusia…
jika kita perhatikan, memandang sebuah titik bisa dari 360 sudut…
belum lagi jika berbentuk 3 dimensi… makin lebih banyak lagi lokasi sudut pandang yg ada…
ALLAH memberikan petunjuk kepada siapa yang ALLAH kehendaki… (2:272)
Mungkinkah, dari sekian banyak sudut pandang, kita hanya diberi lihat dari sebagian kecilnya saja?
Lalu untuk apa ALLAH ciptakan perbedaan ini?
Untuk saling memberi kesempatan beramal…
Untuk saling mengenal…
disaat kita anggap, sudut pandang yg lain salah, kita diberi kesempatan oleh ALLAH untuk menahan amarah dan memberi maaf…
disaat itu pula, kita diberi kesempatan untuk menginfakkan kasih sayang kita kepada orang yang kita anggap salah…
kenapa ya, malah disuruh saling kenal? disuruh berjamaah juga….?
supaya sudut pandangnya jadi komplit kayaknya ya…??
yuk maree… saling kenal dan beramal…
_________
note : Sebuah tulisan dari KD, seorang lelaki yang Insya Allah bakal jadi brothernya Bundo. Yang dengannya Bundo pernah punya perbedaan sudut pandang, dan belajar bahwa memaksakan orang lain untuk punya satu sudut pandang yang sama dengan kita biasanya hanya akan menghasilkan rasa sakit.
Selama yang dipandang hanya yang SATU, berdiri di sudut manapun gak masalah toh?
KD makasi yaa, sudah berbaik hati kirim tulisan untuk LJ
July 29th, 2010 by nakjaDimande
Cinta. Isi rumahnya penuh cerita tentang kekuatan cinta yang indah, tentang kemesraan manusia dan alam semesta, tentang indahnya jalinan kasih dua insan yang fana. Tapi tak seorangpun tahu dia sering dikecewakan oleh cinta manusia.
Tegar. Yang kubaca adalah untaian motivasi yang indah, gairah hidup yang menggelora, untaian kata yang menggugah rasa dan ketegaran hidup yang luar biasa. Tapi tak seorangpun tahu dia pernah rapuh dan terjatuh berkali-kali.
Gagah. Aku terlalu terbuai dengan ungkapan eksotika keperkasaannya, menaklukkan segala problema, menerjang garis batas ketakutan dan kemapanan, hingga terhanyut dalam petualangan yang menakjubkan. Tapi tak seorangpun tahu dia pernah menjadi kerdil bertahun-tahun.
Canda. Tak kuasa aku menahan tawa setiap kali singgah ke tempatnya, tempat aku mencari semerbak senyum yang selalu dia tebarkan, tempat aku menikmati alur keluguan dan keceriaan, membuatku terpesona dengan segala kelucuannya. Tapi tak seorangpun tahu dia terlalu banyak menangis dalam hidupnya.
Dia, seperti itulah yang kukenal di dunia maya. Dan Aku, mungkin seperti itulah yang kau kenal di dunia maya, dan kelak ketika kau menjumpaiku berbeda, bolehkah aku memohon jika aku tetap ingin kau mengenalku seperti di dunia maya?
_______________________

note : lagi-lagi ditulis oleh seorang penulis rahasia.
Untuk yang merasa punya ikatan batin dengan penulis ini, pasti bisa menebak!
_________________________________________________________________
July 22nd, 2010 by nakjaDimande
Ade : “Ma…buku cerita Ade cuma satu, Kakak punya empat.”
Mama : “Trus?”
Ade : “Ya Ade juga harus punya empat kayak Kakak.”
Mama : “Emang kalo Kakak punya empat, Ade juga harus punya empat?”
Ade : “Iya.”
Mama : “Tante Lisda mobilnya banyak, mobil kita harusnya banyak juga dong…. Tante Yusuf anaknya empat, anak mama cuma dua, harusnya anak mama empat juga dong. Kalo apa yang kita punya harus selalu sama dengan orang lain, repot juga ya De?”
Ade : “…………………..”
Mama : “(singing)….syukuri apa yang ada…hidup adalah anugrah….”
Ade : “(singing)…tetap jalani hidup ini….melakukan yang terbaik….”
Dan Ade pun mengerti.
Selamat Hari Anak Indonesia ya De..!
[tante p3ri bilang kecepetan sehari
]
__________________________________________________________________________

Sang Mama menuliskan dialog di atas lalu bertanya pada Bundo,
“klo tulisan yang kayak begini layak tayang di Ladang Jiwa gak ya..?”
Tentu saja bundo langsung oke dengan tulisan singkat yang manis ini.
Dan itu bukan karena Jae sang mama adalah sobat Bundo selama 17 tahun. Ibu Guru ini memang suka pura-pura tidak bisa menulis, padahal di dunia FB beliau adalah admin dari sebuah grup yang memotivasi anggotanya untuk menulis. Anggota grup tersebut sudah mencapai ribuan orang, pokoknya si Jae ini luar biasa.
Setiap orang punya dunianya masing-masing, dan Jae menemukan dunianya pada grup yang dibinanya tersebut. Makanya Bundo gak cerewet ketika ia tak lagi mengurusi blognya, karena Jae memang sudah pas dengan perannya di FB. Blog dan FB hanyalah media, selama itu bisa bermanfaat, pake media apapun tidak masalah.
Seorang Sarjana Kedokteran Gigi, yang menempuh jalan istimewa dengan menjadi guru mengaji dan guru sebuah SDIT di Cimahi. Yang sudah 17 tahun jiwanya berada bersama Bundo, bintangku yang luar biasa.. I Love u, Jae!
Ntar pulang ngajar balesin komen yaa..!
___________________________________________________________________________
July 15th, 2010 by nakjaDimande
“Di tengah-tengah cahaya terang matahari, jangan meminta bantuan kelelawar untuk mencari arah perjalanan. Jika engkau badai samudera, jangan meminta bantuan kepada bayangan cahaya dan pasir di tepi pantai. Dan engkau, janganlah membuat penjepit dari batang kayu yang sudah lapuk.”
(Yusuf di Penjara – Jalaluddin Rumi dalam Masnawi)
Bertahun-tahun sudah aku membaca paragrap itu…
Agaknya, Rumi benar, bahwa masing-masing manusia telah diberkati dengan ‘cahaya terang matahari’, yakni jiwa, akal, dan hati. Melalui media-media itu, Tuhan tak henti-hentinya mengalirkan petunjuk. Lalu, mengapa harus ‘meminta bantuan kelelawar’ yang bodoh dalam ‘cahaya terang’ itu?
Masing-masing manusia telah diberi kekuatan sekuat ‘badai samudera’, maka tidaklah layak ia percaya kepada ‘bayangan cahaya’ yang semu dan berharap kepada ‘pasir di tepi pantai’ yang bisa dihempaskannya.
Manusia sepatutnya percaya dan mensyukuri anugerah-anugerah itu. Manfaatkan ia dengan baik, supaya tak ‘membuat penjepit dari batang kayu yang sudah lapuk’.
Bertahun-tahun sudah aku membaca paragrap itu, namun aku masih saja belum mampu menafsirkannya dengan tepat. Paragrap itu, masih saja bisa ditafsirkan lebih luas lagi, lebih dalam lagi…
Menafsirkan Rumi, ternyata bukan pekerjaan yang bisa selesai sehari dua hari.
_________________________________________________

Nah ini dia contoh anak bujang yang tak mau merepotkan Bundo-nya, Kali ini tampilan foto penulis tamu di LJ tidak akan tampak samping lagi karena Sudes dengan suka rela memberikan foto tampak depannya yang sungguh akan membuat para Ibu ingin segera melamar Sudes sebagai menantu. Anak bujang yang tampan.
Khery Sudeska, Bundo mengenalnya sudah cukup lama. Berdomisili di Pekan baru, pemuda kelahiran 3 Mei ini adalah seorang narablog yang pemikir. Menulis tentang kebangsaan adalah favoritnya, walaupun sesekali diselingi artikel ringan yang tetap saja menggunakan pemikiran yang dalam.
“saya mencoba untuk mencari jalan tengah, membuat tulisan – yang saya upayakan – ringan dan santai untuk dibaca. Meskipun, nantinya, akan anda dapatkan juga tulisan dengan “gaya bahasan berat”. Ini, mungkin, berkaitan sulitnya saya keluar dari gaya menulis saya yang lama. Namun, saya akan terus mengupayakan apa yang saya tulis disini, secara perlahan, lama kelamaan, menjadi ringan dan enak dibaca..” Begitu pengakuan Sudes tentang gaya kepenulisannya.
Sudes, terimakasih sudah berbagi Rumi disini. Bundo senang sekali Sudes hadir di Ladang Jiwa. Jikalau Sudes ada waktu sudilah kiranya membalas komen yang masuk, ok!
July 8th, 2010 by nakjaDimande
Dulu sewaktu masih duduk di bangku SD, sudah diajarkan sifat-sifat mulia, salah satunya adalah dermawan. Kata dermawan, sedekah, amal, dan memberi begitu menancap kuat dalam pikiran karena diajarkan pada masa - masa pikiran masih belum mendapatkan ilmu-ilmu yang lain. Demikian juga dengan lawan katanya, kikir, semasa SD
pun diajarkan agar tidak menjadi orang kikir bin pelit. Kenangan masa SD ternyata benar-benar lugu dan polos, pelajaran kepribadian dermawan masih teringat sampai sekarang.
Sekarang kalau dipikir-pikir, masing-masing dari kita termasuk yang mana? Yang dermawan atau yang kikir. Atau lebih praktisnya kita mengambil amannya yaitu bukan kedua-duanya
karena masih belum condong ke kedua pilihan tersebut.
Sesungguhnya Allah memberi rejeki kepada makhluknya itu merata tanpa pilih kasih tinggal kita mengelola sesuai dengan kebutuhan. Allah memberi rejeki bukan hanya harta melainkan kenikmatan yang kita rasakan setiap hari yang tidak akan pernah bisa terhitung banyaknya. Adakalanya harta menjadi suatu ukuran tetapi itu bukanlah hal yang sangat penting / vital di dalam kehidupan sehingga tidak perlu mengejar sampai setengah hidup.
Ada beberapa tipe orang yang diberi harta oleh Allah.
Tipe pertama adalah orang yang diberi harta cukup. Lihat saja orang yang diberi harta yang cukup, orang ini hidup berkecukupan atau bahkan kekurangan sehingga hartanya tidak bersisa untuk disedekahkan. Orang seperti ini wajar saja tidak memberi karena tidak ada harta untuk dibagi kepada orang lain. Sepakat saja tipe pertama ini tidak dalam bahasan kali ini.
Tipe yang kedua adalah orang yang diberi harta berlebih. Tipe seperti ini adalah mereka yang diberi harta oleh Allah sehingga bisa memenuhi segala kebutuhannya dan masih bersisa / berlebih.
Kalau dilihat dari keadaan harta yang berlebih maka sesungguhnya itu adalah modal untuk kita menjadi seorang yang dermawan atau kikir. Maka jangan salah bahwa seorang dermawan itu membutuhkan modal yang sangat besar atau minimal lebih besar daripada orang yang kikir. Atau kita masih berpikir bahwa orang kikir dan pelit itu tidak membutuhkan biaya.
Orang yang dermawan adalah orang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia gunakan hartanya untuk memenuhi segala kebutuhannya kemudian ada sisa hartanya yang disebut berlebih. Kelebihan harta inilah yang dibagi-bagikan kepada orang lain.
Orang yang kikir adalah orang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia gunakan hartanya untuk memenuhi segala kebutuhannya kemudian ada sisa hartanya yang disebut berlebih. Kelebihan harta ini kemudian ia tumpuk -tumpuk dan enggan untuk dibagi-bagikan kepada orang lain.
Sesungguhnya orang dermawan dan orang kikir itu membutuhkan modal YANG SAMA BESARNYA !
Menjadi orang kaya harta bukan berarti mempunyai harta yang banyak kemudian ia terus menambah dan menambahnya lagi. Orang kaya adalah orang yang hartanya berkecukupan sehingga jika ada lebihnya ia tidak membutuhkan lagi kemudian ia membagi-bagikan hartanya kepada orang lain.
_________________________________________________________________
Bundo rasa percuma saja memperkenalkan orang ini, toh anda semua hanya dikasih lihat siluet wajahnya atau punggungnya saja.
Lebih baik kita menikmati tulisannya yang senantiasa bernas ini dan semoga saja ia akan membalas setiap komeng yang masuk [awas klo ngga..!]
Hmm, mungkin wajahnya akan terlihat jelas
bila ia sudah bertemu kekasihnya
Perempuan Desir Angin..
July 2nd, 2010 by nakjaDimande
Rintik hujan membasahi bumi, bersamaan dengan lajunya ketikan huruf demi huruf pada papan keyboardku. Mencoba untuk merangkai kata apa yang tepat untuk kusampaikan pada seorang wanita di bumi minangkabau. Wanita yang sudah ku anggap seperti ibu sendiri. Wanita yang selalu memberi hikmah disetiap tulisannya. Wanita yang selalu ceria ketika menyapa sahabat-sahabatnya.
Pertama berkunjung ke rumahnya, ada kesan indah yang tersampaikan. Pun begitu ketika diri ini mencoba masuk kerumahnya dan melihat satu persatu isi dari rumah itu. Ada rasa damai di hati ini.
Setiap hari diri ini mencoba untuk mampir ke rumah itu, rumah yang sering disebutnya sebagai ladang jiwa. Kadang diri ini tak meninggalkan jejak, bukan karena rasa sombong melainkan mungkin diri ini tak pantas berada dideretan tamu yang ada di disitu. Ah entahlah..
Hingga detik ini, kebiasan berkunjung menjadi rutinitas, membuat diri ini semakin mencintainya. Mungkin benar pepatah jawa ‚‘‘Witing tresno, jalarane soko kulino“. Terlalu naif mungkin, tapi ingin rasanya aku mengatakan
‘‘Bundo, Aku mencintaimu karena Allah“
Cinta karena Allah, bukan sekedar cinta pada fisik saja, sungguh fisik ini akan menua seiring dengan bertambahnya umur kita. Cinta karena Allah juga bukan karena segala kebaikan dan kelebihannya saja, tapi kita juga harus mengerti dan menerima segala kekurangannya.
Bundo, Selamat Ulang tahun ya…Semoga Allah selalu mengiringi dan menjaga bundo disetiap nafas dan waktu yang berlalu. I Love U Because Allah.
Ada seorang sahabat yang berdiri disamping Rosulullah Shollalahu Alaihi Wa Sallam, lalu seorang sahabat lain lewat dihadapan keduanya. Orang yang berada disamping Rosulullah itu tiba-tiba berkata „Ya Rasulullah, aku mencintai Dia.“ “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?“, tanya Nabi.”belum” jawab orang itu.Rosulullah berkata, “Nah, kabarkanlah kepadanya!“.Kemudian orang itu segera berkata kepada sahabatnya. “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.“Dengan serta merta orang itu menjawab, ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya“. (HR. Abu dawud)
_______________________________________________________________
Anak muda sekarang punya hobi berfoto hanya tampak punggung atau tampak samping, Edy Kurniawanto termasuk salah satunya. Narablog satu ini sedang sibuk menghadapi ujian semester di sebuat perguruan tinggi di kota Medan, namun ia tetap berusaha menyapa sahabat2 mayanya, meskipun udah dipelototin sama Bundo
Dilahirkan disebuah desa yang jauh dari ibukota manapun, kecamatan, kabupaten apalagi provinsi tak menyurutkan niatnya untuk terus maju dan belajar. Pria yang suka berbagi dan tak ingin melihat orang lain susah (selama masih bisa bantu) ini melalui pendidikan SD dan SMP Negeri di kampung halaman, tapi harus masuk ke SMK swasta ini bukan karena nilai ijazah yang tak mencukupi tapi lebih cenderung karena kebijakan yang pada waktu itu yang tak bersahabat. Tapi disinilah dimulai sebuah babak baru yang merupakan sebuah rekayasa dari sang pencipta…. begitulah yang tertulis di halaman tentang dirinya. Edy seorang pejuang di mata bundo.
Ed, makasi hadiah Ulang Tahunnya, terlalu indah. Malu rasanya karena Bundo gak sebaik yang Edy kira.. itu bisa jadi hanya semu belaka. Banyak hal buruk yang Edy tidak ketahui tentang Bundo. Tapi apapun itu, terimakasih sudah mencintai Bundo karena Allah SWT. Biar Allah yang membalas semuanya, Bundo tak punya apa-apa selain berusaha menyayangimu juga karenaNya. Insya Allah
July 1st, 2010 by nakjaDimande
Ladang Kemesraan
Ketika suaraku tak diterima dimana-mana,
Tidak demikian di ladang ilalang
Karena ladang ilalang adalah ladang tembang
Ketika sayapku tak leluasa mengembang
Tidak demikian di ladang ilalang
Karena ladang ilalang adalah ladang terlapang
Ketika hasrat berkomentar menggelegak
Ketika tangan gatal untuk ngacak-acak
Meski semua kata2ku terkesan norak
Kemana lagi kalau bukan ke Ladang Emak
Dan Ladang itu, Ladang Tembang itu…
Ladang Ilalang itu, Ladang mana lagi
Kalau bukan Ladang Jiwa.
Ladang yang rapi ditata oleh empunya
Ladang yang slalu dijaga anak2 tercintanya
Itulah Ladang Bersama
Ladang Kemesraan namanya
___________________
note : Puisi indah di atas adalah hadiah ulang tahun buat penjaga LJ. Sang penulis puisi terpaksa bundo rahasiakan, karena memang ia seorang yang pemalu. Bundo hanya ingat tentang dirinya yang sangat suka mendendangkan lagu I’m Yours bila sedang berada di ruang kerjanya. Tentang dirinya yang sangat mencintai sang istri meski mengakibatkan 1+1 = 0, dan juga tentang usahanya mencari mantu sampe ke kampung jengkol dengan cara yang anti biasa.
Tak bisa memaparkan fakta lebih banyak lagi karena kuatir akan menguak jati dirinya, biarlah rahasia diri sang penulis tersimpan selamanya di hati bundo.
Hey kamu, makasi ya..
halah, siapa siyh orangnya?
June 26th, 2010 by nakjaDimande
Obrolan antara orang yang tidak anda kenal, dengan orang yang anda pun tidak kenal.
Kami biasa manggilnya pake sebutan mbok Jarmi.
“Siapa !!?”
Busyeet daah… tanya ya tanya sob, tapi jangan dikuping gini, loe kira gue bolot !!. Mana pake muncrat lagi. Ciih..
“Kaget plus penasaran pren, mbok Jarmi sapa siyh? Gebetan baru loe ya?”
Gebetan moyang loe!!, masa gue ngegebet mbok-mbok. Mbok Jarmi yang rumahnya di ujung kampung gue.
“Mana gue tau kampung loe dimana, loe cuman mau crita segitu doank?”
Hla.. eloe nya gak tanya, ngapain juga gue capek-capek nyeritain.
“Iya-iya… sekarang gue tanya, mbok Jarmi itu cewe ya?”
Haayyah… loe dulu sekolah belajarnya di pojokan ya? Heran gue, kalo dah dipanggil mbok-mbok ya pasti cewe lah. Di kampung gue kaga ada cap belalai yang dipanggil mbok, gue setrika juga dah loe.
“Tadi disuruh tanya, giliran nanya malah mau disetrika, mang gue duwit basah !.
Udah diyem dulu loe, gue mau crita nih. Mbok Jarmi ituh perempuan kuat sob, tangguh.
“Seperti Marcopolo yang pemberani dan tangguh dan sekuat macaan.. hauuummm,”
*keplak* Gue serius, dodong !!
“Sakit monyong!, loe siyh dah tau guenya gak sabaran, nyeritainnya malah seperempat-seperempat. Dah.. lanjutin, gak bakal gue sela, tobat gue”
Mbok Jarmi itu salah satu dari sekian perempuan kuat yang gue kenal. Seorang janda, yang untuk menghidupi keluarganya bekerja sebagai tukang pijat di kampung gue. Gue bener-bener salut ama kegigihan mbok Jarmi. Mbok Jarmi punya empat orang anak. Tiga diantaranya belum dititipin akal dan yang satu dah selesai SMA, sebuah prestasi yang membanggakan bagi mbok Jarmi yang katanya SDpun gak lulus.
“Ntar..ntar…maksud loe.. belum dititipin akal itu yang begimana? Gak faham gue, apa… keterbelakangan mental gitu?”
Aarrgggh… eloe nyela-nyela mulu. Keterbelakangan? Terserah lu mau nyebutinnya gimana, mulut-mulut loe.
“Trus..trus.. lanjutin crita loe”
Gue pernah tanya ke mbok Jarmi, pertanyaan aneh yang seharusnya gak ditanyakan dan menurut gue emang gak perlu dipertanyakan.
“Halah…. bahasa loe mbulet. Langsung aja sebutin loe tanya apa ke mbok Jarmi gak usah pake bahasa mbulet lan mbilet, bikin pala gue mumet, mata gue sepet, dan akhirnya idung gue nih ikut-ikutan tumpet”
Ngomong loe ribet, ogah gue ngelanjutinnya, pulang sana loe !!
“Kampret loe!, inikan rumah gue, loe namu disini, main usir-usir aja. Gue santet juga dah loe!!”
Lue siyh bikin gue emosi, kan akhirnya gue jadi lupa diri. Ok, gue lanjutin. Gue pernah tanya, “Mbok gimana siyh rasanya punya anak yang belum dititipin akal?”. Trus mbok Jarminya jawab “ Ya.. mesti ikhlas, dijaga dan dirawat”. Gue tanya lagi “Tapikan agak ringan ya mbok? Ada yang ngebantu-bantu, tuh anak lanang yang baru tamat SMA kemaren”. Mbok Jarmi malah bilang gini “Yang waras sama yang gak waras sama aja. Malah lebih repot ngurusin yang waras, kalo yang gak waras, paling cuman nyukupin makannya aja udah, gak banyak permintaan. Nah.. kalo yang waras, biarpun makan udah cukup, tetekbengeknya juga dah cukup, tapi masiih aja pengen yang lain yang kalau diturutin gak bakal abis-abis, gak pandang orang tuanya mampu atau nggak. Lagian kalo disuruh bantu-bantu, wuiiih… susahnya bukan main. Trus kalo sedikit dibentak, malah gentian mbok yang dibentak, kalo diplototin malah mbok yang gantian diplototin, ngurusin yang waras ituh lebih susah”.
“Hla? mang itu bedanya sob, antara yang Idi… eh antara yang belum dititipin ama yang dititipin? Keinginan ituh tadi kan.”
Nah disitu ituh, Gue juga bilang gitu sama mbok Jarmi. Mbok Jarminya ngejawab lagi gini “seharusnya yang waras ituh, yang kudu ngerti”.
“Inih maksudnya, ngerti yang gimana sob?”
Ya. entah, maksut mbok Jarmi ituh ngerti yang kek gimana gue juga kaga ngerti. Mbok Jarminya keburu ada pasien lain jadi gak sempet gue tanya-tanya lagi. Tapi, bisa jadi maksud mbok Jarmi kudu ngerti dititipin kewarasan ituh buat apa.
“Mungkin juga, eh.. loe dipijat mbok Jarmi juga ya? Pijatannya yahuud tak?
*keplak* Keponakan gue yang dipijat. Dah malem nih, SMS dari gue dah loe baca kan? Ya dah, siniin kunci motor gue.
“Idung loe angus!!, sejak kapan gue pinjem motor loe? Yang ada loe yang bakal minjem. Nih kuncinya, jaga baek-baek, gue gak mau si Mimi di towal towel sama orang yang bertanggung jawabpun enggak”
Halah.. motor jelek aja loe namain Mimi. Ya dah, gue pulang dulu, besok siang gue kembaliin.
Ati-ati loe ngebawanya.
“Iyaah… bawel amat loe, kayak nenek-nenek mau lairan aja”
Sudah Habis
Ini sebenernya crita yang gak ngalor dan gak ngidul dan asal jadi
. Pada penasaran gak pengen liat mbok Jarmi. Nih saya kasih liat penampakan mbok Jarmi seperti apa.
Kesimpulan foto : Mbok Jarmi tak tampak sama sekali
Maaf.. lupa ngasi tau kalo mbok Jarmi bisa ngilang.. *disetrika*,
Saya belum pulang kampung, jadi blum bisa ngasi foto mbok Jarmi. Dan untuk mengurangi rasa penasaran, saya beri foto diatas. Semoga berkenan ^_^V *disantet*
____________________________

Artikel ini ditulis oleh anak kucing manis, bernama Lung.
Tak inginkan profil detilnya dipaparkan
hanya berpesan agar tulisan ini dipublish nanti saja
bila akang tercintanya sudah ditemukan dalam keadaan sehat.
[Alhamdulillah, sudah Nduk..
]
June 17th, 2010 by nakjaDimande
Pagi yang cerah dan burung2 pun berkicau dengan riangnya,, terbang kelangit luas…
Seorang gadis kecil terbangun diatas ranjangnya yang hangat.. wajah polos tanpa dosa menggemaskan bagai malaikat mungil.. kelopak matanya mengerjap2 akibat tertimpa sinar matahari pagi yang menerobos lewat celah tirai jendela..
Gadis kecil itu fayra… senyum manis merekah diwajahnya.. rambut ikal membingkai wajah bulatnya.. ia turun dari ranjang dan berlari mendekati jendela,, disibaknya tirai dan dibukanya daun jendela lebar2..
Ia tau, hari ini adalah hari tercerah dan terhangat dalam hidupnya,, yaaa.. hari ini… hari specialnya..
Fayra memandang kelangit biru yang menyilaukan, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya ke udara terbuka,, kebiasaan paginya sehabis bangun tidur.. kemudian gadis itu berlari keluar kamar..,, senyum manis masih setia menghias wajah bulatnya..
Langkah-langkah kecil membawa fayra kedapur,, belum sampai masuk kedalam ia berhenti.. dan mulai berjingkat-jingkat.. matanya terpejam menghirup aroma masakkan yang terbang bersama angin dari balik pintu dapur…
dibukanya pintu,, dan didapatinya seorang wanita sedang sibuk memasak, memunggunginya..
melihat wanita itu,, fayra segera berlari menghampiri.. memeluk pinggangnya dari belakang, dan berteriak memanggilnya “bundaaaa…” sesaat keduanya tertawa cekikikan,,
“bunda lagi ngapain…?”
bunda berbalik dan membungkuk,, memeluk dan mencium kedua pipi fayra.. “selamat ulang tahun my little anggel.. ” dikecupnya kening fayra dengan penuh kasih sayang…
“ma-aci bunda,, ayra sayaaang bunda… ” dipeluknya lagi sang bunda erat2
“nah, sekarang ayra main diluar dulu ya… supaya bunda bisa selesain masaknya..”
“bunda pasti lagi bikin kue buat ayra… hehehhh,, sini coba ayra cicipin dulu.. enak gaaa..”
“eits,, ga boleh.. nanti ga jadi kejutan lagi donk.. bunda kan mau bikin kue special buat ayra.. ok..”
“ummm.. iya deh,, ayra ok ajah..”
setelah puas bermanja2 dengan bundanya,, ayra berlari ke ruang tamu.. disana ia mendapati ayahnya yang sedang sibuk mendekor ruangan..
“ayaaah….,, ayra mau bantu… “
“loh… putri kecil ayah sudah bangun,,, sini dulu… selamat ulang tahun ya sayang.. ” digendong dan diciumnya pipi gembil fayra..
“muaccchh,, ayra sayang ayah… ” ia pun balik mencium gemas pipi ayahnya.. “ayra mo bantu ayah,, boleh kan?”
“humm,, ayra belum mandi yah.. mandi dulu gih,.. bau acem niyh… ” ayah mengernyitkan hidungnya kearah fayra..
“uhh,, masa siy.. ayra kan masih kecil,, jadi belum bau keringet,, ga kaya bang reza… “
diturunkannya fayra dari gendongan,, “ayra mandi dulu.. baru boleh bantu ayah…,, ok.. ” ayah mengedipkan sebelah matanya kearah fayra…
“iyaaa… ok deh,,,”
kembali fayra berlari ke kamar,, disana ia bertemu sang abang yang sedang asyik dengan kertas krep berwarna-warni,,, kejutan lain untuk ku.. pikir fayra
“ahhh… itu pasti kado buat ayra… iya kan bang,, iya kan…?!”
“uhhh,,, anak kecil so’ tau,, sana2 jangan ganggu…”
sebelum mengusir fayra jauh2 dari misi rahasianya.. abang menyempatkan diri mengacak2 rambut fayra yang sedari tadi sudah acak2an…
“selamat ulang tahun ya kiwil,, “ teriak abangnya sambil tertawa cekikikan..
“uhhh,, abang iseng… bilangin bunda niy.. weeekkk” sambil balik berlari fayra menjulurkan lidah kearah abangnya yang masih tertawa jahil…
tak sengaja dibelokkan fayra menabrak kakaknya aisyah,,
“auwww…” jidat fayra persis mehantam perut aisyah…
“duwhh,, hati2 donk ayra… jangan lari2an didalam rumah.. “
“ahhh,, apa tuw dibelakang ka aisyah,,” fayra melirik jail kearah belakang punggung kakaknya..
“bukan apa2 ko’ sayang… ” aisyah manjawil usil pipi adiknya… “gih sana mandi,, bau acem niyh..”
“umm.. ayra ga bau ko,, niy buktinya masih wangikan…”
“ga ah,, bau acem..” aisyah menggeleng2kan kepala,, sambil memencet ujung hidungnya dengan satu tangan..
sedang satu tangannya lagi sibuk memegang bungkusan rahasia dibalik punggung…
“ya udah,, ayra mandi dulu deh… kenapa ci cemua orang bilang ayra bau acem.. uwhh..” fayra melangkah masuk kekamar mandi sambil menghentak2kan kaki kelantai.. tanda tidak terima dengan tuduhan bau asem itu..
“hihi,, selamat ulang tahun ya adik kecil.. muaaachh” aisyah mencium pipi fayra sebelum pintu kamar mandi tertutup..
“katanya bau acem,, tapi ko dicium2 mulu.. weeekk” kemudian pintu kamar mandi pun ditutup..
Walau baru duduk di TK Nol Besar.. fayra kecil terbilang mandiri.. tahun ini fayra sudah bisa makan sendiri,, mandi sendiri,, dan pakai baju sendiri,, bahkan sudah bisa berhitung sampai angka 50 loh… yang ini hasil belajar sendiri..
Setelah selesai mandi,, mengenakan gaun putih baru plus kuncir dan jepit warna-warninya.. fayra berjalan ke ruang tengah..
Sesampainya diruang tengah, fayra kaget bukan kepalang…. ruangan telah dipenuhi banyak orang.. dari keluarga tercinta hingga teman2 sepermainan yang tak terlalu ia kenali wajahnya.. tapi sebodo amat dalam hati fayra.. yang penting disini ada ayah, bunda, kakak, dan abang.. yipieee…
melihat fayra masuk keruangan, serentak semua meneriakkan ucapan selamat ulang tahun padanya…“Happy Birthday Aayraaaa….”,, kertas warna-warni berterbangan diatas kepala fayra.. rupanya ini kejutan yang sedari tadi dikerjakan reza abangnya..
Walau usil.. fayra tau kalau abangnya itu sayaaang banget sama dia.. setiap saat abang selalu siap membela jika ada yang coba2 usil ke fayra.. jika ditanya.. ”kenapa siy abang mo belain ayra?”,, jawab abang singkat.. “karena yang boleh usil sama ayra tuw cuma abang” sambil ketawa terkekeh.. menurut fayra sungguh itu jawaban yang aneh..
Setelah ucapan selamat,, kak aisyah menghampiri fayra sambil membawa bungkus besar berwarna merah jambu.
“ini kado special buat ayra… selamat ulang tahun ya adik kecil qu.. “ senyum manis kak aisyah menyejukkan hati fayra..
“makasih kakak qu sayang..” fayra memeluk dan mencium pipi kakak kesayangannya itu..
Kak aisyah hari ini tampil anggun dengan jilbab panjang biru mudanya,, sebagai kakak dirinya selalu sabar dan penuh pengertian.. apalagi disaat harus menghadapi kedua adiknya yang nakal dan super usil.. fayra berkhayal jika besar nanti dirinya akan secantik dan seanggun kak aisyah,, yups tentu saja..
Setelah menerima kado dari kak aisyah,, fayra berlari menghampiri ayah dan bunda,, dipeluk keduanya erat2… wajah bunda yang selalu memancarkan kehangatan dan kasih sayang serta pelukan ayah yang selalu memberi rasa aman dan nyaman..
Mereka adalah kado terindah yang tak kan pernah tergantikan…
“tiup lilinnya… tiup lilinnya..”
Tiba2 sorak sorai seisi ruangan meminta fayra meniup lilin yang telah terpasang.. diatas kue cantik buatan bundanya.. kue coklat bersalut cream strawberry.. dengan taburan coklat warna-warni diatasnya.. api dililin angka-5 itu telah menyala, bergerak menari2 tertiup angin.. seolah ikut meramaikan suasana..
Fayra bersiap ambil posisi,, menarik napas dalam2 dan menutup kedua matanya.. kemudian hembusan napas keluar dari bibir mungilnya.. setelahnya fayra tertawa,, tawa yang tak pernah selepas itu sebelumnya.. luapan kegembiraan dihari specialnya…
Kaget mendengar gema suara tawanya sendiri, mata fayra terbuka… tapi aneh,, kenapa hanya gema suara tawanya sendiri yang terdengar,, kemana suara semua orang yang baru saja bersorak sorai mengelilinginya…?
Sekejap seperti orang linglung.. fayra mendapati dirinya terbangun di ruang luas yang gelap dan dingin,, namun senyum bahagia masih tersisa diwajahnya..
“dimana ini?” fayra bersuara..
“kemana semua orang,, semua hadiah.. dan juga kue ulang tahunnya..?”
fayra masih terus celingak-celinguk diatas ranjang besi tuanya, berusaha mencari… namun yang terlihat hanya berderet2 ranjang besi dengan selimut bermotif garis hitam-putih,,,
Tersadar dari mimpinya fayra tersenyum getir,, melirik kearah kalendar disamping ranjangnya.. samar terlihat karena pantulan cahaya dari luar.. hari ini tanggal 2 Juni..
Matanya menerawang…,,
Humm tanggal 2 Juni ya.. baiklah..,, hari ini akan ku jadikan sebagai hari ulang tahun ku.. bisik fayra.. kemudian ia tersenyum..
Kembali fayra masuk kedalam balutan selimut hitam-putihnya,, melanjutkan mimpi2 yang terputus.. sambil terus memeluk erat guling kesayangannya.. berharap yang dipeluk adalah sosok bunda yang begitu ia rindukan…
Di satu sisi guling berbalut seprai putih milik fayra,, tersulam tulisan dengan benang hitam yang mulai luntur “Rumah Yatim-Piatu Kasih Ibu”
Diluar hujan turun dengan derasnya, dan awan kelabu menyelimuti langit sepanjang malam.. di bulan Juni..
________________________________________________
Selamat ulang tahun Fayra sayang, Bundo ada di sini untuk memelukmu selalu.
…………………………………………….
……………………………..
Tulisan ini berhasil membuat bundo mengharu biru. Sebuah cerpen dari penulis rahasia, seorang gadis manis yang pemalu. Tentu saja Bundo harus memegang janji untuk tidak menyebutkan namanya di sini apalagi memajang fotonya. Gadis itu sering bermain di Ladang ini, ia anggota terlama di Ladang Jiwa
Gadis ini juga memiliki blog yang pernah para sahabat kunjungi.. hmm, mungkin saja ia akan berbaik hati membalas komen yang masuk. Bundo gak menjanjikan.
Sayang, cinta.. makasi ya cerpennya. Ayo bikin lagi, yang ini indah sekali.
Luv u.
June 15th, 2010 by nakjaDimande

Ini tumis toge teri buatan Mimi, dijamin lebih lezat dibandingkan bikinan Bundo
The Petai-nya itu loh, bikin ngacai..!
Menemukan seorang sahabat tidak harus dengan segenggam berlian, cukup dengan sepiring tauge…
Trust me! Ini ungkapan yang baru mimi temukan ketika mengingat kembali kali pertama mimi menginjakkan kaki (atau jari tangan???
) di Ladang Jiwa.
Awalnya sepiring tumis tauge teri buatan bundocay yang lezat, mampir di rumah pakdhe cholik.
Waktu itu, sepiring tauge teri ini adalah rival mimi (jiahhh bahasanya hahaha…) dalam acara masak-memasak di rumah pakdhe : harus memasak masakan dengan ikan dan sayur, lalu diberi nama yang seunik mungkin.
Bundo dengan kepiawaiannya mengolah kata dan huruf dan skenario film (???), menggubah nama ‘TuTauTe Kejar Tayang’ tuk nama masakannya…
Nama yang unik! Pikir mimi, seperti jurus kungfu tuh… jadi penasaran, ciapa ci niiyyy… mampir aaahhhhhh….
lalu aku klik url tersebut.
N’ then I knew the meaning of the phrase : LOVE @ the FIRST SIGHT!
Langsung jatuh cinta sama blog inih n juga sama pemiliknyah! Seorang dokter gigi cantik yang low profile dan baik hati, yang menjadi bundo bagi sekian banyak narablog yang unik-unik dan manja-manja (termasuk mimi yang ge-er inih)
seorang bundo yang dengan smart dan kesabarannya menjawab komeng-komeng kami yang ceriwis di Ladang Jiwa…
Yang di antara kesibukannya selalu menyempatkan diri untuk menyapa sahabat-sahabatnya tiap ada post baru di rumah sahabatnya, walau sahabatnya cuman apdet blog sebulan dua kali (si mimi maksudnya hehehe…)
Melihat ladang jiwa yang ga pernah sepi dari hiruk pikuk silaturahmi para sahabat, membuatku ingin menjadi seperti bundo… selalu menebarkan kebahagiaan bagi para sahabatnya yang berkunjung…
Thank you for being my friend, bundo… you’re so inspiring… semoga Allah selalu memberkahi bundo caycay…
Karna bundo, aku jadi mengerti indahnya cinta dalam sepiring tauge

_______________________________________
Ini hari Rabu Selasa..! mengapa ada artikel tamu..? he he, ceritanya si Penjaga Ladang khilaf. Tulisan dari Bakoel Kueh yang funky ini terselip cukup lama tanpa disadari. Khilaf, lupa.. maklum si Bundo udah tua
Bakoel kueh nan funky ini memiliki nama lengkap Fanty Puspita Dewi Setiawan. Biasa dipanggil Fanty atau lebih bekennya Mimi, panggilan kesayangan dari Allz putri semata wayangnya (eh, Allz dah punya adek blom ya Mi..?
) Mimi berpasangan dengan lelaki tampan yang berdiri di sebelahnya.. yang dipanggil Pipi.
Mimi memiliki toko kue online bernama KiosTe, namun karena kesibukannya akhir-akhir ini mimi sangat jarang posting, padahal kue-kuenya selalu oke punya. Beberapa sobat Narablog sudah membuktikan kelezatan kue bikinan Mimi, dan kreativitasnya sangat menakjubkan.
O, ya di keluarga Mimi kayaknya semuanya jago masak loh.. para sahabat mungkin juga kenal dengan Tanti seorang narablog yang cukup rajin posting dan selalu menampilkan resep-resep yang menggiurkan itu. Menyenangkan sekali pastinya bila sekeluarga jago masak semua **seandainya bundo tetanggaan dengan mereka
Baiklah Mimi sayang, makasih atas tulisan yang bikin bundo terharu dan juga tersipu-sipu ini. Maafkan kekhilafan bundo yaa, dan klo Mimi udah punya waktu boleh bales-bales komeng. Buat para pengunjung LJ dipersilahkan untuk pesan kue di KiosTe, dijamin yummy..!
« Previous Page