Archive for the 'perjalananCintaku' Category
February 23rd, 2010 by nakjaDimande
Bila di rahim Minang bersemayam diriku yang pertama
Dari rahim Bandung telah lahir diriku yang kedua
Mereka dua kekasihku yang tak mampu untuk kupilih
Dan tak kuasa untuk kusatukan..
[Bukittinggi, 16 Februari 2006]

Bukittinggi, tepianku yang selalu mendendangkan rabab ’tuk memanggil pulang.

Bandung, rantau-an hati. Belum pernah merantau lebih jauh lagi, di sana kuhitung jejak langkah yang beberapa dibiarkan hilang. Kunikmati menghafal semua persilangan gang dan jalannya seumpama urat di telapak tangan, dan kubiarkan Bandung melebur dalam suka dan dukaku.
sedang merindukan bandung..
February 16th, 2010 by nakjaDimande

7 hari sudah aku bersama A Lin, si bidadari kecil, kesempatan yang jarang kuperoleh tentu saja. A Ling, kadang kutambah huruf ‘g’ saat memanggil bidadari itu. Panggilan khusus dariku, berhubung ponakan ke-13 ini [hey! A Ling dapat angka cantik rupanya] memang punya cita rasa tionghoa yang mengalir dari keluarga uni Vie, iparku itu. Kayla si sulung bertanya, “kok nama dede, A Ling ciy bun?” belum sempat kujelaskan pada Kayla bahwa A Ling adalah nama tionghoa yang paling aku suka saat ini dan bahwa A Ling adalah kekasih platonis-nya Ikal, walau sedikit khawatir juga Kayla akan bertanya lagi, “platunyis, apaan tu bun?”
Kemarin sore A Lin tidak ada lagi di rumah Aur. Alhamdulillah si uni sudah diperbolehkan pulang setelah cukup lama menginap di rumah sakit. Senang melihat ibu dan anak bersatu kembali, itu yang paling penting. Aku tahu sedihnya kakakku itu setiap kali A Lin berkunjung ke RS, hanya bisa diciumnya saja tanpa bisa menggendong karena belum boleh banyak bergerak. Matanya berkaca-kaca setiap kali bilang, “Bun, titip si ade ya..” dan dia tau aku cengar-cengir kesenangan dapat kesempatan mengurus si kecil.
Sekarang tidak ada A Lin lagi di kamar, hanya wanginya saja yang tersisa. Aroma bayi yang bercampur ompol dan juga pup itu berhasil mengelabui penciumanku dengan menyimpulkan aroma seperti itu adalah wangi.
Semalam sudah tidak begadang membuatkan susu untuk A Lin, sehingga jam istirahat nanti aku tidak akan terlelap lagi di puskesmas seperti seminggu belakangan ini. [btw, tidur di puskesmas ternyata nikmat juga]
Tidak ada A Lin lagi, maka aku akan kembali setia pada si pinky. Membayar hutang bw yang seminggu sudah bertumpuk. Aku rindu pada nuansa beningku semua.
>>>Dan mungkin harus belajar arti cinta platonis yang sesungguhnya pada A Ling dan Ikal, agar aku tidak cengeng lagi setiap kali ingat A Lin.
December 22nd, 2009 by nakjaDimande
Selamat Hari Ibu
untuk semua Ibunda..
yang telah menjadi tempat tumbuh
beraneka bunga indah di muka bumi
|
|
hari ini bundo bertugas di Padeblogan dan di BlogCamp
[pengumuman Sang Juara PPC]
October 30th, 2009 by nakjaDimande
Generasi yang lebih tua biasanya selalu mengkhawatirkan generasi yang berada jauh dibawahnya, mengkhawatirkannya dalam segala hal.
Contohnya saja aku, sebagai generasi yang lahir terlebih dahulu alias lebih tua, sering sok iye mengkhawatirkan para bocah jaman sekarang.
Sama seperti orang-orang tua dahulu mengkhawatirkan generasiku. Dan sudah merupakan hukum alam bila terdapat banyak perbedaan yang terjadi antar generasi ini
Coba aku gambarkan perbedaan tersebut:
# Dulu: saat berusia 13 tahun aku belum bisa memasak, aku ingat betapa ibuku khawatir bukan main. Kata-kata yang sering diulang adalah bahwa aku akan sulit mendapatkan suami dengan kondisi tak bisa ke dapur [hihi saat usiaku 13 th ibuku sdh memikirkan calon suami untukku] kenyataannya: hal tersebut bukanlah perkara sulit, aku akan mencoret nama teman-teman lelakiku yang jelas-jelas menyatakan bhw istrinya harus pintar memasak. Dan Allah SWT yang sungguh menyayangiku mengirimkan KD yang tak pernah berkeberatan dengan hal yang satu itu
]
kondisi sekarang: ponakanku si kembar tak pernah didorong oleh ibunya untuk bisa memasak, kakakku itu bilang bahwa dia sudah cukup bersyukur bila si kembar mampu menyelesaikan PRnya sampai tuntas, itu saja sudah menyita waktu.. boro-boro sempat diajari memasak
**dan tak pernah juga ibu mereka membicarakan tentang betapa kelak mereka akan sulit mendapatkan suami gara-gara tak bisa memasak [tapi nanti itu zamannya orang-orang makan masakan instan semua, jadi tak perlulah pintar ke dapur
]
# Dulu: kegiatanku menonton TV hanya sekedarnya saja, palingan si unyil, Ria Jenaka, Oshin dan Aneka Ria Safari. Sebagian besar waktuku habis bersama teman-teman bermain sepeda, atau jalan-jalan kesawah dan ladang.. tidak hanya sesekali saja, hampir setiap hari sepulang sekolah! yang membuatku harus diomeli ibuku karena menurut beliau seharusnya anak perempuan di rumah saja bukannya keluyuran terus setiap hari [tapi hasilnya selalu juara kelas tuh.. **narcol:narsis colongan mode On]
kondisi sekarang: anak-anak disibukkan mengerjakan PR yang seabreg dalam keadaan yang cukup tertekan, lha wong ortunya juga ikutan stress krn ga paham tentang PR anaknya
dan setelah PR selesai, bocah-bocah itu akan bersantai dengan menonton kartun atau sinetron anak yang kadang bukannya menghibur malah membuat stress bertambah karena jalan cerita yang aneh [sisi positifnya mungkin, anak-anak itu terlatih menghadapi stress sedari kecil]
hmm..
Bila dibahas satu persatu tentu banyak sekali perbedaan itu, lha iya jamannya saja sudah jauh berubah! Tidak pula pada tempatnya bila aku menginginkan anak-anak sekarang mengulang apa yang dulu aku lakukan, masanya sudah berlalu.. Berjalan ke sekolah melewati pematang sawah, menginjak tanah biasa, bukan di trotoar dari paving block. Bermain ditengah hujan, kesekolah tak pernah membawa jas hujan ataupun payung karena memang itulah yang diinginkan, menikmati hujan.
Menumbuk daun pacar untuk pemerah kuku dan memeras daun bunga raya lalu dicampur sabun, kemudian ditiup dengan sedotan menghasilkan puluhan balon berterbangan, membuat kalung dari daun singkong, main pasar-pasaran dan jajan kerupuk kuah dengan bihun goreng diatasnya seharga seratus perak, masih banyak sejuta kenangan lain yang dengan senang hati akan kuceritakan, tak habis-habis..
Betapa semua itu adalah surga masa kecilku, dan ada kekhawatiranku bahwa generasi sekarang tak lagi miliki masa cerianya sebagai kanak-kanak.
Tapi, mungkin saja kekhawatiranku berlebihan.. seperti dulu ibuku mengkhawatirkan aku. Karena ternyata toh semuanya baik-baik saja. Para orang tua dan guru tentu lebih paham akan kondisi anak-anak yang tumbuh dan berkembang di masa sekarang [harus tanya Desri, ibu guru itu]
Berdasarkan pengalamanku sebagai anak [karena aku belum menjadi orangtua] betapapun kejamnya dunia yang dilalui oleh seorang anak, aku yakin semuanya akan baik-baik saja bila ia selalu dikelilingi oleh lingkungan yang penuh cinta. Dan Allah selalu Maha Menjaga..
>>>Dan, bolehkah aku tahu apakah kenangan terindah di masa kecilmu….?
**si bundo sekarang gaya, suka nanya di akhir artikel.. anggap saja itu sebagai soal test untukmu di saat blogwalking
August 28th, 2009 by nakjaDimande

dibawah ini adalah percakapan cukup penting antara aku dan KD
Aku: [dengan gagah berani] “nda.. dulu itu siti sarah karena belum bisa punya anak.. beliau menyarankan nabi Ibrahim untuk menikahi bunda hajar.. kali aja dinda harus begitu ya.. mungkin harus suruh kanda menikah lagi..”
KD: “ah, yang masa?” [KD selalu menukar kata ‘ah masa sih’ menjadi ‘ah yang masa..’]
Aku: “ya, kalau memang mesti begitu dinda harus ikhlas.. kanda kan bukan milik dinda, cuman pinjeman dari ALLAH ..” [berusaha setegar teh ninih]
KD: “siipp klo begitu.. nanti kita siapin dulu yaa..” [sambil terus utak atik laptopnya]
Aku: “poligami itu nanti berarti dinda harus baik juga sama istri kanda itu ya?”
KD: “la iya dong.. masa yang engga..?”
Aku: “hmm.., ya udah deh..” [gghhlleeeeegghhhh]
[beberapa menit diam.. aku sibuk bales” berapa komen di blog.. lalu..]
Aku lagi: “eh ya nda.. nda..”
KD: “yo i cay..”
Aku: “kanda poligaminya ntar aja deh.. klo dinda udah ga ada!”
Jjiahahhhaaa.. ending yang tentu saja sudah ditebak oleh KD, karena gaya sok iye seperti ini sudah merupakan makanan sehari-hari KD selama 11 tahun..
***
aku memang belumlah seorang bundo, itulah mengapa blog ini berjudul nakjaDimande [jempol buat vyan! nak=ingin, menjadi ,mande=ibu..] karena bila sudah menjadi seorang ibu tentu namanya akan berganti menjadi lahjaDimande.. dan saat bercerita pada teman”nya KD akan mengganti sebutanku menjadi ‘ibunya anak-anak’.. hahay indah nian..
tak mengapa, bersyukur aku pernah rasakan beratnya menjadi wanita hamil.. KD juga sudah pernah rasakan merawat istri hamil yang manjanya minta ampun
aku jadi tahu mengapa setiap wanita hamil harus dijaga.. jadi tahu menghargai jasa seorang ibu.. bukan hanya ibuku.. semua ibu didunia ini. hebat mereka semua..!
aku menjadi tahu bahwa memang tak sesuatupun berada dalam genggamanku kecuali atas kehendakNYA.. belajar mengikhlaskan segala sesuatu yang memang bukan rezekiku..
Mahaanggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan.. [Tahajud cintaku – Cak Nun]
***
bongkar” dokument pdkt kami dahulu.. ternyata walau KD tak begitu suka puisi, cukup banyak puisi tersimpan di dokumen itu.. dan ini salah satu favorit: potongan puisi “napas gunung” oleh A. Zam zam noor
napas gunung yang dikibarkan kerudungmu
menghijaukan sawah-sawah dihatiku
selembar sajadah yang dihamparkan rindu
membuatku tersungkur lagi
kuhirup wangi tanah
kucium akar rumputan dan dingin batu:
seorang lelaki berlumuran darah
ditikam sepasang alismu! [alamakjaang..^^]
***
SORE SEMUAAA…!!!
hari ini ulang tahun perkawinan KD dan Bundo yang ke 11.. semoga cahayaNYA senantiasa menyinari rumah tangga kita semua.. amin
dan bagi yang belum.. doa, ikhtiar, tawakkal… semangat terus yaaa !!!
July 17th, 2009 by nakjaDimande
ehm.., mo pamer, KD sudah kembali sore kemarin!
cieee, kabut sutra ungu lenyap sudah..
merana bila KD tak ada.. lumayan banyak penderitaanku selama ditinggal pergi..
diantaranya harus menutup jendela menjelang senja hari.. uhh buka jendela pagi hari sih menyenangkan, giliran nutupnya menyiksa sekali.. serem sama gelap, serem sama cicak.. jendela rumahku seperti layaknya rumah tua dengan model jendela kayu yang harus dibuka dan ditutup
ngga ada yang nganter kemana-mana.. pernah satu hari naik angkutan umum. dasar apes.. ketemu sama orang yang dulu menyatakan cinta saat kelas satu SMP.. bersama istrinya. mampuslah aku menahan geli selama 10 menit perjalanan.. sejak hari itu aku selalu telpon si Jack.. tukang ojek langganan.. lebih aman dan nyaman bersama jack
trus, yg bikin sebel.. KD klo di bandung dan jkt pasti sll dikelilingi cewe2.. ada si dudut yang cantik, Lalaw, naura, putri.. uuhh, walau disini aku juga ditemani pria .. terutama si jack tiap pagi dan siang, si mas Lancar tukang baso dan si mas mpek-mpek.. yang walaupun aku tahu mpek2nya bo’ongan, cuman tepung doang yang digoreng trus kasih kuah cuka.. tapi teteuupp, lupa sama ajaran ‘jo saat pulang kemarin agar hanya memakan makanan yang sehat..
Alhamdulillah KD dah pulang.. cek bawaan KD..
# nasi pepes udang ayam jamur buatan kakak iparku, hmm yummy..
# mustopa.. itu sejenis kentang yang di serut kemudian digoreng kering lalu diberi bumbu tumis..
# donat, biasalah buat yudha ponakanku si penggila donat
# tempe goreng bandung, paling enak.. aku harus ambil jatah agak banyak, **martha dikit aja yaaa..
# kiriman ibu ada jilbab, bahkan pelembab serta alas bedak dan juga spons buat cuci piring.. ibu mertuaku emang t.o.p.b.g.t.. klo bisa semuaaaa dikirim untuk mantu kesayangannya ini.. **ciee uhuy..**
# owh, KD bawa istri keduanya pulang.. lebih tipis dibanding suami ke dua ku..
**KD tukeran doonggg..**
# harusnya ada siomay dan batagor dari my hutriest..
ahh, yang penting KD dah pulang.. sela-sela jariku tak kosong lagi..
::note: turut berduka cita atas terjadinya bencana [lagi..] ledakan di JW Marriot.. semoga tak terulang.. tak terulang.. lagi. Amin ya Rabbana..
July 1st, 2009 by nakjaDimande
juni pun berlalu..
kemarin itu, juni datang hanya untuk memberitahuku
tentang cinta yang tak kusadari, lewat begitu saja..
terimakasih juni, telah hapus segala langkah ragu
bahwa cinta tak boleh dibiarkan menunggu
memang seharusnya, akulah yang menghampiri cinta..
dan saat juni telah berlalu, takkan pernah aku menutup jendela
masih akan kusaksikan hujan sore hari dari balik bingkainya
hujan yang selalu menghantarkan cinta..
::note: terimakasih untuk semua yang telah mengunjungiku di bulan juni..
June 29th, 2009 by nakjaDimande

[keluh]
tak habis pikir, mengapa aku tak bisa setangkas ibuku dulu
pagi pergi mengajar pulangnya urus anak lima, sendirian
sedangkan aku mengurus KD seorang saja
namun setrikaan baju selalu saja keteteran
[akan aku coba tanggulangi, dan pliss.. jangan bilang gara-gara FB karena ini kasus sudah dari dahulu kala]
tak bisa miliki senyum seperti ibuku
yang senyumnya hangat, menghangatkan seisi kampung
sedangkan aku, tetangga di seberang sana
tak jua mampu kuhapal satu persatu
[masih bisa diusahakanlah...]
tak bisa bagi waktu seperti ibuku..
yang sekarang mengurus cucu disana sini
tapi tak tinggalkan tahajud dan pagi buta sudah duduk di surau
sedang aku, masih saja lelap menikmati mimpi..
[tak boleh begini lagi..]
tak bisa secantik ibuku
yang cantik lahirnya dan cantik batinnya
bisakah aku miliki juga..?
::note: 35 dengan keadaan begini sungguh memprihatinkan, memang..
35x
June 26th, 2009 by nakjaDimande
Sebagai orangtua, aku cukup sering bicara tentang jodoh pada anak-anakku **sok iye punya banyak anak **
dulu pernah aku cerita tentang jodoh episode makan siang atau jodoh episode lepas terompah.. berapa hari yang lalu si bundo ini mulai membual tentang jodoh episode peta perampok dan mungkin berhasil bikin si gadis puyeng
Peta perampok milik Harry Potter.., di peta itu Harry bisa lihat posisi Snape disebelah mana, sehingga harry bisa aman menyelinap keluar. Peta perampok mungkin bisa juga kita pakai untuk melihat si calon belahan jiwa yang sedang berjalan ke arah kita.. dan berakhir disuatu titik temu..
Karena aku sudah bertemu KD, aku bisa gambarkan peta perampok milikku sendiri..
.
aku hidup 19 tahun diranah minang **itupun berpindah tempat sampai 5 kali karena mengikuti dinas ayahku almarhum** kemudian aku beranjak ke arah selatan pada tahun 1993.. menyusuri sumatera ke arah selatan, berhenti sejenak di Lampung karena aku berubah pikiran.. minta balik lagi ke Bukittinggi tercinta
[hal plg pintar yg pernah kulakukan], sayangnya tim pengantar tak setuju.. akhirnya jadi juga aku menyebrangi selat sunda itu.
Dari jakarta masih terus ke arah selatan ke sebuah tempat bernama kota Bandung.. akhirnya aku menetap disana. berapa tahun kemudian aku bergerak lagi kearah selatan, kesebuah tempat kami ditugaskan oleh Kampus Unpad untuk melakukan KKN.. disebuah lereng bernama Gunung Puntang..
Peta perampok KD juga cukup unik.., dilahirkan di Kalimantan, kemudian pindah ke ranah minang sampai usia 10 tahun **uuhh KD dan aku mungkin pernah bertemu pada masa-masa itu
** kemudian KD menjalani hal yang sama dengan aku, dari Ranah minang menyusuri sumatera ke arah selatan.. sebrangi selat sunda, lalu menetap di Bandung.. untuk kemudian datang ke gunung Puntang, lalu berkenalan dengan aku disana..
hmm, Gunung Puntang.. disitulah titik temu itu
Seandainya kita dibekali peta seperti itu sedari awal.. tentu tak perlu lagi bertanya-tanya..
tapi tidak, Allah menghendaki jodoh, rezeki dan maut adalah misteri.. agar kita tak berhenti berusaha, tak berhenti bergerak.. tak berhenti meminta padaNYA.
Dan seperti apapun rumitnya peta perampok milik kita masing-masing, semua itu hanyalah agar kita berucap Subhanallah, Maha Suci Allah yang selalu mengatur segala sesuatu dengan sempurna..
So, bersabar.. berusaha.. InsyaAllah anak2 bundo semua punya peta perampok versi masing-masing..
::note: adik KD, Fatra.. setelah berputar-putar kian kemari ternyata akhirnya menikah dengan gadis sebelah rumah.. yang dinding rumahnya menempel ke rumah mertuaku. .
June 1st, 2009 by nakjaDimande
O, akhirnya..
hey Juni..!!!, senang sekali melihatmu datang
gelagapan aku segera kedepan cermin,
dan hmm.. satu tahun cukup, untuk merubah wajah dalam cermin
namun maafkan aku, tak ada lagi yang berubah..
aku masih yang kemarin, sama dengan setahun yang lalu
saat kau datang terakhir kali
tak lebih dewasa, tak lebih kuat..
masih serapuh jejak dipasir, yang mudah hilang oleh hujan
aku masih mencintaimu, Juni
walau setahun lalu kau beri hujan deras
hancurkan semua tanggul di ladang jiwaku
tak mengapa..
karena telah datang pelangi, kokohkan lagi semuanya untukku..
dan terus berbunga ladangku tunggu makna hadirmu setiap kali
Selamat datang, Juni.. smoga bisa kunikmati 30 kali pagi
dan saksikan 30 kali matahari terbit, bersamamu..
February 24th, 2009 by nakjaDimande
Butet.., dipangungsian do apangmu ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
..
Butet.., sotung ngolngolan ro hamuna ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
..
Butet.., tibo do mulak au apangmu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
..
Butet.., haru patibu ma magodang ale butet
Asa adong da palang merah ale butet
Da palang merah ni negara ale butet
..
hidoge doge doge.. hidoge hidoge doge..
putriku..,
ayahmu sedang di pengungsian
ikut perang gerilya
putriku..
semoga kau sabar
menunggu kabar dari ayahmu
putriku.. lekaslah besar
dan menjadi anggota Palang Merah
semoga Tuhan bersamamu..
**terjemahan bebas oleh saya sendiri, hasil nyontek juga dikit..**
Berjanji memberikan lagu Butet lengkap dengan terjemahan untuk seorang teman di FB..

Butet.. itulah nama yang pertama diberikan Apa untuk memanggil saya
Kisah Ama waktu itu.. bahwa, khusus saat saya lahir.. **saya anak ke 4** Apa meminta agar diijinkan memberikan nama untuk saya.. 3 anak sebelumnya Ama yang beri nama.. semua nama itu biasanya diambil Ama saat mendengar siaran radio, makanya tak aneh terlahirlah nama-nama itu.. si uni Dewi, si abang 1 Edwin, abang 2 Edward..
3 bulan sudah berlalu.., Apa masih berpikir tentang nama saya, Ama mulai panik tampaknya.. dan thanks ya Rabb.. akhirnya lahirlah nama indah itu.. hmm.. ga perlu lah diumumkan disini.. yang penting Apa ternyata jago juga cari nama karena nama saya mengandung dua Asmaul Husna.. Al Adl dan Ar Rahim
tapi.. pas si bungsu, adik saya Rudy lahir.. Apa angkat tangan… kapok..!!!
seiring dewasa.. nama butet tetap nempel.. dan tahukah anda..
saya mudah jatuh cinta pada orang yang memanggil saya dengan nama itu..
so.. hati-hati..
,
,
note:
1. Butet adlh nama perempuan tapanuli, identik dengan perempuan perkasa.. jadi cocoklah dengan saya 
2. Makna lagu itu tjd pada saya: bahwa saya tumbuh besar tak bersama ayah dan bahwa saya jadi anggota Palang Merah.. **jd petugas kesehatan maksudnya**
3. Hmm..
,
,
« Previous Page