Archive for the 'rakbuKunakja' Category
January 28th, 2010 by nakjaDimande
Now I see the secret of the making of the best persons
It is to grow in the open air and to eat and sleep
with the earth..
[Walt Whitman – Song of the Open Road]
Menuliskan Gie Sang Demonstran pada hari ini, adalah kesengajaan yang disengajakan. Sedikit membayangkan andai Gie masih ada hari ini, puisi mana yang akan dibacakannya? Entah, menurutku demonstrasi hanya pas bila diisi dengan sajak dan puisi. Seperti yang juga dilakukan Rendra dahulu.
~oOo~
Buku Soe Hok-Gie Sekali Lagi, adalah buku kedua tentang Gie yang sampai di tanganku. Dengan 512 halaman yang cukup memukau, membuat aku lebih menikmatinya dibanding buku Gie yang pertama dulu. Buku ini terdiri dari lima bagian yang memuat perjalanan Soe Hok Gie saat dirinya masih hidup, juga beberapa tulisan mengenai Gie dengan para sahabatnya.
Membaca kesaksian dari para sahabat Gie di masa lalu dan juga membaca kesan dari beberapa orang yang mengakui Gie telah memberikan banyak inspirasi pada hari ini, membuat aku lebih memahami lagi bahwa seorang pahlawan memang tak pernah mati. Akan terus hadir menginspirasi generasi berikutnya.
Pengakuan jujur dariku, bahwa Nicolas Saputra-lah yang membuat aku ingin mengenal Gie, hehhe [makasi Nico..] Sebelum film Gie diluncurkan bisa dibilang nama Gie hanya selewat pernah kudengar dan tak kupedulikan. Terimakasih pada orang-orang hebat yang sudah berusaha menggali tentang Gie sehingga menghasilkan film bagus itu dan juga menghadirkan buku luar biasa ini. Sangat membantu generasi muda mendapatkan sosok pahlawan baru untuk dijadikan panutan. Sejujurnya juga bahwa sosok Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro kadang dianggap seperti pahlawan dalam dongeng karena hidup di waktu yang sangat jauh di masa silam [atau usaha memperkenalkan mereka masih sangat kurang, hanya dari film-film lama yang terasa kuno sekali]
Gie hidup di masa yang masih cukup dekat dengan hari ini beserta kenyataan hidup yang hampir mirip, saat musim demonstrasi telah bersemi kembali.
Andai hari ini, 28 Januari 2010 hadir seorang pemuda bernama Soe Hok-Gie , kira-kira apa yang dilakukannya? Energi idealis seperti apakah yang akan Gie tampilkan di Jakarta sana? Pastinya sesuatu yang menarik karena Gie adalah anak muda yang cerdas, peka dan ‘berani nekad’ yang selalu dipenuhi energi meluap untuk melakukan reaksi yang sangat keras dengan cara unik sesuai wataknya. Reaksi keras yang tertuang lewat puisi dan lirik [hmm, terlalu panjang bila harus kutuliskan detil tentang pemuda mempesona ini, kau baca sajalah bukunya..]
Yang berkesan bagiku adalah betapa Gie sangat diilhami oleh Walt Whitman pada syair Song of the Open Road. Bahwa alam terbuka itu adalah gunung, di sana Gie merasa bersih dan membersihkan diri. Memutuskan untuk ke gunung lagi.. dan lagi.. sampai akhirnya Gie memenuhi kutipannya sendiri diatas kata demi kata, huruf demi huruf. Di Gunung akhirnya Gie berbaring tidur selama-lamanya bersama bumi.
dan antara ransel-ransel kosong
dan api unggun jang membara
aku terima itu semua
melampaui batas-batas hutanmu
melampaui batas-batas djurangmu
aku tjinta padamu Pangrango
Karena aku tjinta pada keberanian hidup
[Mandalawangi-Pangrango, Soe Hok-Gie]
[kakak, makasi bukunya..]
November 18th, 2009 by nakjaDimande
Haaaahhh… sudahlah. Aku capek dengan semua ini, aku jenuh, aku bosan. Aku bosan dengan rutinitas yang membosankan ini. Aku ingin sepulang kerja ada yang jemput, atau ada yang mijitin punggungku karena pegal seharian duduk di depan monitor komputer. Aku ingin…. Haaahh? Aku ingin ada yang setiap malam tidur di sebelahku? Gawat!! Berarti aku udah pengen nikah dong!! Hoaaa… help…
[ Still loving U – Yessi Greena Winda P ]

Ehmm.. ehm.. maaf saudara-saudara, sore kemarin aku mendapat kiriman buku lagi..!!! **dasar tukang pamer
Kali ini dari YC, si cantik yang baru meluncurkan novel terbarunya yang berjudul Still Loving U. Tentu saja aku belum sempat membacanya, petikan diatas aku ambil secara acak, kebetulan saja halaman tersebut yang terbuka. Pada novel YC tidak ada kategori apakah ini termasuk teenlit ataukah bukan, namun setelah aku bertemu petikan tulisan di atas maka aku memasukkan novel ini ke dalam kategori chicklit, dengan tagline nya being single and happy **idiiih bundo..! sok iye bikin klasifikasi padahal belum baca
YC mengirimkan buku ini sebagai hadiah Milad #1 Ladang Ilalang. Gadis itu tak mengizinkan aku untuk membelinya, yaaa si bundo bisa apalagi selain pasrah dapat kiriman buku gratis penuh cinta dari penulisnya langsung!

Salatiga, 14 november 2009
Dear Bundo,
Selamat ulang tahun untuk “Ladang Ilalang” semoga tetap menjadi blog yang menginspirasi banyak orang…
“Still Loving You” khusus buat Bundo… semoga cinta selalu menyertai Bundo dan orang-orang yang Bundo sayangi..
luv ’n care
Yessy
Makaciy YC sayang! sukses terus untukmu, semangat.. dan buat semua narablog yang singgah kesini, jangan lupa hubungi Yessi untuk memesan still loving U..!!!
~*~*
*~*~
November 16th, 2009 by nakjaDimande
Kampungku dekat Kali Cemoro agak jauh dari jalur Boyolali-Solo sempat memperoleh kiriman abu. Rumpun padi sedikit layu. Untung segera diimbangi matahari. Kabut tak sempat mengental jatuh sebagai titik-titik embun. Semoga kehadiran abu menambah bunga tanah.
[petikan dari : Matahari Tergadai oleh Sunarno Sahlan]

Yusuf kedua yang singgah ke rumahku sore ini adalah buku dari Forum Lingkar Pena Jawa Tengah berjudul : Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf. Berisi lima belas cerpen, salah satunya milik mas Narno berjudul Matahari Tergadai yang berkisah tentang Merapi.
Mas narno adalah sahabat nakjaDimande dari masa awal, aku belajar menulis puisi dari beliau. Puisi mas narno sungguh banyak, entah sudah dari bertahun-tahun yang lalu ditulisnya. Beliau update blognya dengan mencomot puisi itu satu persatu. Sedangkan aku harus setengah mati untuk membuat satu puisi saja
Dari sekian banyak puisi beliau, yang paling berkesan adalah sajak sepotong doa :
yang kemaren kau berikan
di antara belantara kesibukan
sepotong buatku.
Puisi yang sangat sederhana.
Aku masih ingat ketika puisi itu muncul di blog mas narno, aku sedang hiatus gara-gara patah hati dalam menulis. Tapi tidak tahan untuk tidak mengomentari puisi-puisi beliau dan kemudian puisi sepotong doa itu menginspirasiku untuk membuat tulisan yang berjudul hampir mirip dan mengakhiri masa hiatus 40 hariku itu **pasti mas narno tahu aku mencuri judulnya
terimakasih mas narno.. selalu menjadi guru, teman seperjalananku.
**mas narno ndak akan suka aku membuat tulisan ini
note:
makasi juga untuk 4 majalah dari ponpes Husnul Khotimah [mimpi apa si bundo mejeng disana?]
November 16th, 2009 by nakjaDimande
Ya Rabb…
Yang Maha menggetarkan hati,
biarlah dosaku sepenuh langit
tak sanggup bumi menopang
biarlah kezaliman bak Fir’aun
yang bahkan laut pun ingin menelannya
biarlah kedurhakaanku melebihi Alqamah
biarlah kudengar penghuni langit dan bumi menyumpahiku
biarlah neraka menantiku
biarlah surga menutup pintunya
Ya Rabb..
satu hal yang kuminta dari-MU
dari Zat yang tak pernah sanggup menolak
dari zat yang malu mengembalikan tangan hambanya
dalam kehampaan
dari zat yang tak pernah tuli atau pura-pura tuli
dari Zat yang Mahatahu
dari Raja segala raja
dari Pemilik Tunggal jagad alam ini;
tanamkan keyakinan di dada ini, di hati ini
di sela-sela pikiran burukku
bahwa Engkau Maha Pengampun
bahwa Engkau Maha Pemberi maaf
Engkau penciptaku dan aku ciptaan-MU
kemana lagi aku akan mengadu?
jangan Kau tutup pintu-MU
Rabb..
aku tahu Engkau perduli
tidak pernah mau Engkau berpaling
Engkau pemilik Kasih, Pemilik Sayang
Engkau Pemilik segala Pertolongan
Biarlah..
Apapun biarlah..
karena aku tahu Rahmat-Mu lebih besar daripada marah-MU
bahwa ampunan-MU lebih besar daripada siksa-MU
apalagi dosaku…
Biarlah.
[Ust. Yusuf Mansyur-Mencari Tuhan yang Hilang]

Mencari Tuhan yang Hilang oleh Ust. Yusuf Mansur.
Buku hadiah milad #1 nakjaDimande.com dari Pakde Cholik
Terimakasih pakde..
semoga berkah dari Allah SWT senantiasa mengalir untuk kita semua, amin
~*~*~*~
October 31st, 2009 by nakjaDimande
Minggu hujan puisi di hatiku..
***
lagu air jatuh bukanlah lagu hujan turun
di sebalik karang panjang, ada yang mengelupas
serupa kulit kopi
dan susupan paruh burung pelatuk di tandan pisang
tajam, dalam, pastilah nyansam
[kutipan dari: Lagu Air oleh Esha Tegar Putra]
# puisi diatas terdapat dalam buku 60 Puisi Terbaik Indonesia 2009 berupa kumpulan puisi dari 34 penyair, termasuk didalamnya satu puisi dari Esha Tegar Putra si pemilik kandang padati.
surprised di hari selasa! karena Lastri tidak memberitahu bahwa dia akan mengirimi aku sebuah buku kumpulan puisi
terimakasih Lastri cantik.. [kemarin Bapakmu sungguhan menyanyi lagu Biru ya?]
***
Rintik menitik
Oh, hujan lagi
Hujan melagu
Lagu merindu
Anak bersyahdu
Hujan berlalu
[kutipan dari: Anak-anak Hujan oleh Imran Abdul Jabar]
# puisi diatas terdapat dalam buku SALUN EKSOTIKATA, berupa kumpulan puisi dari 11 penyair malaysia dan 9 puisi indah didalamnya adalah milik Imran Abdul Jabar, sang menara
surprised di hari jumat! karena imran sama sekali tak memberitahu tentang pengiriman buku itu, dulu dia hanya bilang bahwa akan ada buku baru.. sehingga aku berharap diam-diam, bahwa dia akan mengirimi aku satu
terimakasih Imran, buku dengan tanda tanganmu itu sungguh membuatku tersenyum.. “Dan akan aku keluarkan bintang dari saku bajuku!” [aku ingin beri 59.000 bintang, tapi sayang sekali tak ada ada label harga dibuku itu
]
*****

September 24th, 2009 by nakjaDimande
Selamat Pagiiiiiii..!!!
hmm, ga ada yang nyahut.. pasti masih pada liburan niyh
KD libur sampai hari minggu, sehingga yang buru-buru pergi kerja pagi-pagi cuma aku sendiri.. si kembar juga libur sampai minggu, hari ini pun seisi rumah jalan-jalan ke Payakumbuh memenuhi undangan makan dari besan ibuku [di hari Raya, para besan akan saling mengundang dengan waktu yang sudah dijadwalkan]
batin ini sebenarnya tak bisa terima [si bundo Lebay], tapi masih bersyukur klo lihat google reader ada pakde Cholik yang senantiasa menemani, minimal 2 postingan sehari.. makaciy buat pakdhe yang setia meramaikan google readerku daaannn makaciy juga untuk hadiah bukunya ya pakdhe
kemarin kelayapan ditemani mas Alam dan Dhila.. setiap bertamu kerumah tetangga, selalu ketemu orang dua itu
apalagi mas Alam Endah itu selalu berjaya dgn pertamax nya, tampaknya beliau bener-bener nangkring di depan komputernya terus..
kenyataan bahwa kemacetan Bukittinggi mulai mereda.. walau sampai hari minggu ini Bukittinggi masih akan padat pengunjung, tapi tak separah beberapa hari yang lalu.. dan Metro tv kali ini menyebut Bukittinggi sebagai kota terpadat selama Lebaran **huhu kebagian ga enaknya doang
kenyataan lainnya, hari ini malah terbayang-bayang ketupat sayur ala lontong medan buatan ibuku yang sudah ludes itu.. keramaian di rumah kemarin sudah membuat konsentrasiku terhadap makanan buyar!
kenyataan berikutnya adalah, paket lebaran dari guskar sudah aku buka.. dan tentu saja akan kupamerkan disini, mumpung ada si kembar yang bersedia menjadi modelnya

buku tersebut masih bersampul plastik.. nanti bila sudah dilepas plastiknya dan selesai dibaca, akan ku kabari lagi pada postingan berikutnya **gubbrraakkk..!!!
SELAMAT MELANJUTKAN LIBURAN BUAT SEMUAAA…!!!
August 8th, 2009 by nakjaDimande
Nyamperin matahari
Dari satu sisi
Memandang insan
Dari segenap jurusan
~ Rendra ~
Potongan puisi diatas aku temukan di Argenteuil nya ibu NH Dini.. disana tak disebutkan judul puisi tersebut.. dan pernah cek di mbah google, potongan puisi itu mirip dengan yang terdapat pada puisi Pamflet Cinta - Rendra, hanya ada kalimat yang sedikit berbeda..
Ma, nyamperin matahari dari satu sisi
Memandang wajahmu dari segenap jurusan
Aku tak paham dengan sastra.. tak paham seni dan seringnya tak tahu menghargai seni.. namun dari bahasa awamku ini, aku memahami bahwa setiap pujangga langit punya kebiasaan memandang insan dari segenap jurusan.. memandang semesta lekuk demi lekuknya..
Pujangga Langit sebutanku untuk mereka, para budayawan.. yang memberi nyawa pada setiap kata.. turun dari langit singgasana kata-kata, untuk melakukan tindakan nyata..
yang mereka lakukan sama beraninya dengan para prajurit di medan juang..
salah satu Pujangga Langit itu.. Bapak W.S Rendra
Sang Burung Merak telah berpulang ke Rahmatullah..
aku rasa ini bukan kehilangan, karena jejaknya cukup jelas untuk diteruskan..
Terimakasih Rendra..
July 23rd, 2009 by nakjaDimande
Mendapatkan Abangda Ketua Karmun
Assalamu’alaikum,
Bang Karmun yang dirahmati Allah,
Abang suruh aku belajar menulis, aku belajar menulis
Abang suruh aku KB, aku KB
Abang suruh aku mandi dua kali sehari, kuturuti mau Abang
Abang suruh aku membuat WC agar keluargaku tak buang hajat di hutan, kukerjakan spenuh hati.
Aku patuh takzim pada sepuluh Pedoman PKK seperti mau Abang.
Sekarang Abang suruh aku membuka mulut dan membiarkan perempuan Jakarta itu merogohkan tangannya kedalam mulutku? Tak usah ya.
Dia itu bukan muhrimku! Aku tak mau gigiku dicabut walaupun Abang mencabut nyawaku, aku tak mau berurusan dengan jarum suntik!
Titik!
Tertanda
Tancap bin Seliman
[surat Bang Tancap kepada Bang Karmun - maryamah karpov]
kurasa nasibku dua hari ini, mirip drg Diaz yang dimusuhi bang Tancap itu..!
mungkin perlu kutempel tulisan “MOHON MANGAP…” besar-besar didepan dental unit, tapi ahh susah pula harus bayar royalti sama mas wandi karena mohon mangap adalah hak paten beliau..
***
jadi daripada bundo susah hati.. ada baiknya sekarang ambil saja award dari pak guru sukohardjo itu.. yang beliau berikan kepada bundo atas dasar permohonan mangap juga.. walaupun bundo rasa ladang ilalang ini bukanlah jenis blog yang jarang apdet.. mungkin nanti bisa bundo teruskan ke KD.. yang sudah jelas-jelas jarang apdet..

tapi karena pak guru yang suka nekad itu sudah memberikannya dengan tulus ikhlas.. tentu bundo terima dengan senang hati.. makaciy ya pak guruuuu.. terimakasih juga sudah mengajari bundo agar tampilan tulisan menjadi rata pingir kanan kiri.. ternyata bisa! bisa! **ck ck.. kacian sekali bundo niyh..
July 7th, 2009 by nakjaDimande
jika kami bermain melawan bajak laut di selat malaka dan aku sebagai Hang Tuah maka ia adalah Hang Lekir. Dalam sandiwara memerangi kaum Quraishi, aku berperan selaku Khalifah Abu Bakar, Arai berkeras ingin menjadi panglima besar Hamzah. Jika aku Batman ia ingin menjadi Robin…
…… ia mengejar layangan untukku, memetik buah delima di puncak pohonnya hanya untukku. Sering bangun tidur aku menemukan kuaci, permen gula merah, bahkan mainan kecil dari tanah liat sudah ada di saku bajuku.
Arai diam-diam membuatnya untukku…
[Sang Pemimpi, Andrea Hirata]
Arai, bocah melayu paling romantis kurasa.. rein pasti jatuh cinta bila bertemu dengannya
**
apa kabar, wahai Pemimpi..? teruskanlah mimpi itu.. jangan kubur, karena mimpi jacko michael pun tak terkubur bersama jasadnya nanti malam..
bila ada kesedihan, mengadulah pada ZAT Yang Tak Pernah Bersedih.. yang akan sembuhkan semua luka, tanpa terkecuali
merintihlah padaNYA, sejadi-jadinya.. tak mengapa, karena itulah mauNYA
**
kenangan, pernah kubilang seperti ladang ilalang
adanya indah untuk kau pandang.. biarkanlah ia tumbuh subur
dan kau akan tersenyum memandangnya , walau dari kejauhan
kau tak pernah butuhkan jalan setapak duka itu
**
kehilangan..
sungguhkah kita kehilangan?
siapakah sebenarnya yang memiliki dan dimiliki?
sungguhkah kita berhak memiliki?
titipkan saja setiap yang kau cinta pada ALLAH..
mohon dijaga, dan dikasihi olehNYA
karena DIA lah sebaik-baiknya Penjaga..
**
dan sekarang.. mari kita ucapkan Selamat Datang
pada benih CINTA baru, dari yang SATU
::note:
# ini bukan gumam tak jelas.. ini jelas untukmu, pemimpi yang kusayangi..
# baru tahu ternyata MJ tak suka dipanggil jacko.. ok, MICHAEL..!!!
May 29th, 2009 by nakjaDimande
narumalina nama gadis cilik itu
rambutnya panjang lurus, muka bulat dengan mata yang sedikit sipit
tinggal di lereng bukit bersama ibu.. ayah tak pernah dikenalnya, pergi entah kemana
narumalina dan ibu hidup dari hasil ladang di lereng bukit
sekali sepekan turun ke desa menjual hasil ladang
sampai suatu hari..
narumalina turun ke desa sendirian
hati bertanya..? ternyata ibu telah pergi untuk selamanya
sekian hari narumalina terus hidup sendiri, lalu datang seorang bibi hendak membawanya pergi
si gadis kecil menolak, menangis tak henti.., tak bisa tinggalkan lereng bukit dan ladang.. tak bisa tinggalkan pusara ibunda
[sayangnya.., tak ada yang mengerti narumalina.. semua berfikir untuk membawanya pergi]
dan tibalah saat itu,
beberapa orang menjemputnya ke lereng bukit
[aku sungguh tak tega bercerita bagian akhir ini..]
karena Narumalina ternyata sudah terbujur kaku disamping pusara ibunda
NARUMALINA takkan pernah tinggalkan lereng bukit itu..
note:
1. Narumalina, buku karya O.R Mandank [tahun 1932]
2. Aku membacanya saat kelas 3 SD.. sekitar tahun 1983.. buku yang mengguncang keceriaan kanak-kanak aku.. endingnya itu cukup lama mempengaruhi aku. ‘Ama yang bawakan buku itu, dan ‘Ama menganggap cerita itu cocok untuk aku baca..
3. Aku tak menemukan buku itu lagi.. sudah bongkar-bongkar lemari tak bertemu.. sudah pindah tangan ke tukang loak, mungkin.. padahal ingin aku ulang baca lagi untuk memastikan jalan ceritanya.. gambaran cerita diatas.. hanya berdasarkan tangkapan seorang anak kecil.. dan gambaran fisik Narumalina itu adalah aku..
4. Sudah cek ke om google, tak bertemu apa-apa kecuali tahun terbit.. dan aku baru tahu nama lengkap O.R Mandank adalah Oemar gelar Datuk Radjo Mandonk dilahirkan di Kota Panjang, Suliki, 1 Januari 1913.. hmm usia belasan beliau sudah jd penulis Balai Pustaka
5. Sekarang.. diusia 9 tahun anak-anak tak lagi memegang buku cerita.. sibuk membuat PR dan diselingi menonton sinetron-sinetron aneh..
March 3rd, 2009 by nakjaDimande

aku tidak ingin bersama orang yang tidak mau melihat
ke luar jendela…
[ucapan Samantha, the undomestic goddess.. ]
::note: hujan, samantha..
« Previous Page