jendela..
March 3rd, 2009 by nakjaDimande
aku tidak ingin bersama orang yang tidak mau melihat
ke luar jendela…
[ucapan Samantha, the undomestic goddess.. ]
::note: hujan, samantha..
aku tidak ingin bersama orang yang tidak mau melihat
ke luar jendela…
[ucapan Samantha, the undomestic goddess.. ]
::note: hujan, samantha..
Yang manakah dahulu itu…????
Bagi bapak mertua saya yang asli sunda, Bandung tempo dulu mungkin saja adalah saat Bandung masih jadi lautan api.., lagu kenangan bapak tentang kota ini pasti sekitaran keroncong ‘Bandung selatan di waktu malam’.. bener ga ya judulnya..? lagunya sih saya tau.. hmm syahdu..
Buat KD.., Bandung tempo dulu adalah sekitar pertengahan tahun 1980, setelah numpang lahir di kalimantan dan TK SD di sumatera.. kenangan paling melekat bagi KD tentu saja SDnya yang di cijagra itu.. masa SMPnya yang cukup jaya **karena jd ketua osis
** dan masa SMA yg cukup membanggakan, karena diakui pernah jadi anggota vokal grup SMA 5 yg terkenal itu.. wqqq
Buat saya…?? panjang neehh urusannya ![]()
Bandung tempo dulu itu.., sekitar tahun 1993.. bentar yaa.. saya bayangkan dulu wangi udara bandung saat dini hari pertama saya memasuki gerbang kota… hmmm.., masih bisa terbayangkan dengan lengkap.. **hanya saja tak bisa dituliskan
**
Tak pernah bisa ceritakan semuanya.. sebagian kecil pernah saya tuliskan.. tapi tak menggambarkan dgn sempurna perjalanan tempo dulu saya di kota ini..
cukuplah kisah suatu pagi, di hari pertama jadi anak kost di sebuah gang kecil, tak jauh dari gedung sate…
saat membuka jendela dikamar atas.. terdengar petikan gitar dibawah sana
“..oh indahnya suasana, bila ku tau siapa namanya..”
vina panduwinata..!!! uuuhhh masa remaja…
,
, ![]()
**KD suka meledek dengan lagu ini, karena merupakan kisah paling sering saya ceritakan**
Dan..
Kota adalah seorang ibu,
dari rahim siapa lahir dirimu yang kedua
Sekali kau pernah mengembara disana,
bagai urat ditapak tangan
kauhafal silangan segala gangnya
Sekali kau bersatu dengan suka dukanya,
dan dia selamanya akan hidup didarahmu..Saini K.M. (”Kota Suci” 1968)
Gola Gong: aku akan membuka topengku, agar kau bisa melihat siapa diriku sesungguhnya
Saya: aku mau liat mas.., segera ya..!!
Gola Gong: Sudah kubuka. Kau masih belum bisa melihat siapa diriku sesungguhnya?
Saya: Alhamdulillah.., aku sudah liat Sang Aku pada diri mas gong..^^
Gola Gong: Lho, bukan itu. Aku adalah pria setengah iblis. Pagi berdzikir, siang jadi kikir. Jum’at bertobat, malam bermaksiat. huahahahaaa….. Aku pria setengah iblis, siap menerkam kamu, huahaahaha…. Aku adalah kita semua… huahahaha….
Saya: emang tadi ada ya mas..? wah aku ga liat.. yang keliatan tetap Sang Aku.. hehhheeh
Ge-er abizz.. karena komen saya di FB dijawab dua kali sama mas gong
Idola saya dari waktu remaja tanggung, mengikuti petualangannya dan puisi-puisi tersebut yang telah membius saya… sekian lama berlalu, hanya sesekali mengikuti kabarnya.. dan saya baru benar2 menemukannya berapa waktu yang lalu
Saya tak heran bila hari ini mas Gong dan keluarga (teristimewa mba tias) telah memberi kesejukan bagi semua yang berada disekeliling mereka.., membangun semangat belajar untuk kampung Banten.. tak dapat saya pungkiri betapa hati dan pikiran mas Gong dan mba tias sangat tercurah untuk itu
sungguh.., aku sudah lihat Sang Aku pada diri mas Gong..
dimatamu ada permainan pingpong
salah satunya perasaan saya..
dimatamu ada elang terbang
menerkam saya..!!!
Cihuy.. mantaaappp..
inilah puisi pertama yang tertulis di diary kusam itu. Diary resmi pertama milik saya. Hmm.. kalo ditilik lebih lanjut kemungkinan besar puisi ini hasil ngejiplak dari majalah hai.. hehhe, inget hai jadi terkenang Lupus.. Balada si Roy.. dan yang paling t.o.p.b.g.t.. Tia, Kembang manggis.. uhh saya bangetlah.. (ketauan uzurnya )
Bagi saya untuk bisa mengeluarkan kemampuan berbahasa, dibutuhkan kehadiran seorang pemuda setampan Ase, meteor garden.. (duh.., tambah lah jadulnya ) sulit untuk mengingat kembali, di mata siapakah saya pernah melihat permainan pingpong dan elang terbang itu… hehhhhe.
Ama (ibu) yang menyarankan saya untuk memiliki sebuah buku harian, saat itu diawal SMP.. dan segera menjadi santapan empuk bagi para kakak saya yang jahilnya, ampppyyuuuunnn deh
Saya ingat punya meja belajar yang memiliki laci dan sebuah lemari kecil dibawahnya. Diary selalu saya taruh di lemari dalam keadaan terkunci. Tapi sungguh mengherankan, mereka selalu tahu segala apa rahasia yang saya sembunyikan di buku itu.. hmmm..
,
,
Seiring kecerdasan saya bertambah.. (dikhawatirkan sekarang mulai berkurang ) saya akhirnya tahu, bahwa laci bagian atas bisa ditarik lepas dan dengan mudahnya diary itu bisa diambil.. huuhh, menyebalkan..!! tapi saya hanya bisa tertawa pasrah bila ingat hal yang satu itu.
Dan seiring usia saya.., tak lagi saya punya diary cantik, sekarang lebih seringnya saya menulis disela-sela buku agenda kantor.., bercampur dengan segala macam materi pelatihan kesehatan dan lebih banyak lagi bercampur dengan resep ayam goreng atau samba lado model terbaru yang diberi oleh ibu-ibu jago masak di puskesmas saya.
Hmm.. tetap saja itu diary cantik bagi saya. Saya bakal panik klo ketinggalan benda satu ini.
Diary… jadi ingat saya pernah dikirimi sms oleh seorang Bunda, lebaran kemarin. Bahwa ada sebuah diary yang sering kita lupakan.. padahal kita sendiri yang menyusunnya setiap hari.
>>>Itulah buku harian kita yang ditulis oleh dua malaikat.. yang akan rampung seiring berakhirnya usia..
Ampuni aku ya Rabb.., hambaMU yang selalu penuh dengan khilaf dan lupa