Archive for the 'Sabbaee' Category
September 10th, 2010 by nakjaDimande

Dinda Cutes
Hedeeeehhh… Bundo kemana siyh?
kok tamu tamu dibiarin aja berdiri di luar pagar..
Kakek, Nenek, Om dan Tante.. mari-mari semua masuk aja ke Ladang
biarin deh hari ini Dinda yang jadi tuan rumah
Maapin aja Bundo Lahir dan Batin ya
mungkin beliau sedang sibuk gak sempat pulang udah berapa hari 
owhya meskipun di LJ gak ada kue.. tapi Dinda terima angpau kok
Dinda mewakili Segenap keluarga besar LJ menghaturkan:
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Minal aidin wal faidzin
Mohon ma’af lahir dan bathin
__________
note: sponsor Frame dan Sketsa : Mbahkung Mars dan Mang Pyan
August 11th, 2010 by nakjaDimande
Opa, Oma, Om dan Tante.. gimana puasanya di hari pertama?
Klo laper, haus, lemes dan pengen pingsan,
coba deh tatap mata dan senyum Nona si Kelinci Merah Jambu
dijamin seger lagiiiii
_____________
note: Kelinci merah jambu ini kepunyaan Mama Susi dan Papa Bob
Mama Adin punya hak peluk dan cium ajah
July 27th, 2010 by nakjaDimande
Ibu, kini aku makin mengerti nilaimu
Kamu adalah tugu kehidupanku
……
Kamu adalah teratai kedamaian samadi
Kamu adalah kidung rakyat jelata
Kamu adalah kiblat nurani di dalam kelakuanku
[Sajak Ibunda – Rendra]
Dulu aku pernah berkata bahwa Rendra seperti juga Iwan fals begitu fasih saat berbicara tentang ibu, mungkin harus menjadi pribadi yang matang seperti mereka terlebih dahulu bila aku ingin dapat menghormati karier tersulit didunia, menjadi seorang ibu..
Trus, apakah hari ini aku sudah berubah menjadi perempuan matang? belum.. masih jauh. Tapi makin hari aku semakin mengakui ketangguhan Mama, menghadapi bermacam halilintar yang aku persembahkan buat beliau.
Berbilang 2 putaran tahun aku menyimpan semua untukku sendiri, karena tak ingin menyakiti Mama. Dan sungguh ajaib, ketika saat itu tiba beliau masih saja tersenyum lebar meski dengan genangan air mata. Mama justru yang menghiburku, membuatku teduh dan yakin bahwa hidup akan berjalan baik-baik saja.
Semoga Allah mengampuni aku yang paling sering bikin Mama berduka, dan aku tau Allah akan selalu jaga Mama.. jaga hatinya.
Mama, Mrs.Weasley ku.. Yang meskipun sedikit galak, kehadirannya selalu menghangatkan the Burrow ini. Dan yang paling penting Mama punya tongkat sihir untuk menghilangkan semua galauku, sampai kapanpun aku akan terus membutuhkan kekuatan sihirnya
pengen tau reaksi Mama
bila suatu saat Simon Templar datang melamar anaknya.
June 29th, 2010 by nakjaDimande
dedalane guna lawan sekti
kudu andhap asor
wani ngalah luhur wekasane
tumungkula yen dipun dukani
bapang den simpangi
ana catur mungkur
jalan menuju kekuatan dan kesaktian
adalah sikap rendah hati
mau mengalah, pada akhirnya dimuliakan
tunduklah bila dimarahi
singkirilah angkara murka
menjauhlah dari pembicaraan (yang) tak bermutu
.jpg)
Dalam Tembang Macapat, Mijil ditempatkan pada urutan awal. Mijil berarti thukul, tumbuh, bersemi, dan istilah bagi perkembangan kehidupan manusia diartikan sebagai kelahiran. Dalam khazanah budaya Jawa, perhitungan neptu dina (hari) dan pasaran weton (kelahiran) seseorang menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupannya. Neptu dina dan pasaran ini meliputi hari, pasaran, tanggal atau jam lahir yang nantinya akan digunakan sebagai dasar perhitungan dalam hal perkembangan kehidupannya : rejekinya, jodohnya, keberuntungannya bahkan hari naas kematiannya.
Para waskita jaman dulu menghimpunnya dalam bentuk primbon, semacam ensiklopedi kehidupan. Primbon bukan ramalan, boleh percaya atau menolaknya. Akan lebih bijaksana menyikapi primbon sebagai rambu-rambu kehidupan yang telah disusun oleh leluhur.
Kutipan tembang Mijil di atas adalah doa setiap orang tua bagi anaknya yang baru lahir. Betapa dalam maknanya. Dalam perjalanan kehidupan anak-anaknya, orang tua berkewajiban membimbing dan mengarahkan agar anak-anaknya tetap pada jalur dedalane guna lawan sekti tadi.
Ketika seseorang masuk dalam fase dewasa, semestinya sudah mampu memaknai arti kelahirannya di dunia ini. Semua tingkah lakunya adalah sikap rendah hati, selalu mau mengalah yang pada akhirnya nanti akan dimuliakan hidupnya. Gusti Allah tentunya tidak sedang iseng dengan menghadirkan kita di dunia ini. Kelahiran kita adalah untuk memberikan manfaat bagi sesama umat manusia.
Untuk my lovely sister, tepat di hari ini selamat mengenang tanggal kelahiran dengan diiringi Tembang Mijil Symphony #2906.
_____________________________
Artikel di atas sudah pasti bikinan my lovely brother, satu-satunya yang paling menyebalkan itu. Tapi hatinya baik minta ampun karena telah menghadiahkan tulisan ini di hari kelahiranku menggantikan kehadirannya di Ladang Jiwa, sekarang beliau masih dalam perjalanan pulang dari umroh.
Makasih ya Kak, Insya Allah lima pesan tersebut akan ku terapkan dalam langkahku ke depan. Selamat datang kembali di Padeblogan, semoga kakak sekeluarga sehat dan ditunggu ceritanya tentang perjalanan indah ke Pusat Bumi.
===========================================================
Berlima

Nang:
Nang, anak tertua di keluarga LJ, profesiku sebagai tukang kompor. Usaha ituh tlah kurintis semenjak aku bercita-cita sebagai penjinak bom. Kurasakan beban yang kupikul sangatlah berat, ibarat memikul 2 buah container, agak lebay siyh.. tapi memang begitulah keadaannya *suka melebay2kan maksute*. Tentang keempat adikku, jangan tanya berapa besar rasa sayangku pada mereka, bersama eMak akhirnya aku bisa membesarkan mereka tentunya dengan kegigihan dan kebulatan tekad serta penuh semangad bahwa segala penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Di rumah, akulah anak eMak yang paling bisa diandalkan, semua aku kerjakan mulai memasak, menyeket, menyulam hingga memandikan adik2ku sewaktu kecil dulu. Demi mereka, aku rela berbuat apapun, kapanpun dan dimanapun mereka telah menyatu dalam segenap jiwa dan ragaku. Dan tentang eMak, bagiku beliau adalah seorang yang sangat2 bersajadah eh bersahaja dink, lelahku langsung lenyap, begitu melihat senyumnya. Ah.. eMak, senyum donk..
Neng
Namaku Neng, anak kedua dikeluarga LJ, profesiku sebagai tukang kebun dan pengamen. Kebunku selalu bersih, bahkan tak sedikitpun kubiarkan bahan beracun dan berbahaya mengotorinya *opo iyo?*. Selesai membersihkan rumput, menyiram dan memupuk tanaman yang kutanam dengan sepenuh cinta,dengan bermodalkan ecek ecek yang terbuat dari tutup tong drum dan beberapa buah sendal jepit tak berupa lagi, aku berangkat mengamen. Aku sengaja membawa banyak sandal jepit, sendal jepit itu ku gunakan untuk melempar mereka yang hanya ingin gratisan mendengarkan lagu yang tlah kunyanyikan dengan suara merduku. Pangkalan ngamenku biasanya di lampu merah Tunjungan plaza. Selepas mbecak Nok (adik perempuanku), terkadang menemaniku dan turut mengamen juga, jujur aku iri padanya, suaranya lebih cempreng dari suaraku. Mereka yang risih dengan suara cemprengnya langsung memberi tanpa menunggu lagu habis dinyanyikan, enak tho?. Nok juga sering menilep uang hasil ngamen, jika bosan Neng dan Nok membantu Nduk memalak dipasar. Semua aku lakukan demi seraup permata dan segudang intan berlian *lebay*. Neng bersyukur mempunyai sodara2 yang hebat dan eMak, bagiku senyummu bunga, matamu surya. Luv u Mak… sun dulu sinih.
Nok
Kenalan dulu.. aku Nok. Ya Nok, anak emak bernomor jidat 3, Mak mang sering nomerin anaknya dijidat, takut kelupaan soale. Paling narsis dan paling eksis diantara sodara yang laen. Sebenarnya ke-narsis-anku karena doktrin dari eMak. Dulu saat Nok masih kecil, eMak selalu bilang gini, ‘Nok, anakku wedok sing ayu dewe’. Meskipun belakangan Nok baru sadar maksud kata-kata eMak. Ayu dewe, ayu=cantik, dewe=sendirian, jadi kesimpulanya Nok itu cantiknya cuman kalau sendirian, nah kalau lagi ngumpul sama banyak orang, Nok juga masih paling cantik, narsis tho?. Aktifitas Nok sehari-hari sebagai tukang becak, itung2 bantu eMak yang hanya berprofesi jadi tukang congkel gigi. Kata akang Nok seperti kutilang darat (Kurus, tinggi, langsing, dan rattt *seret bingung nyari kepanjangannya*) tapi kalau urusan gowes becak siyh, keciiiiilll …. ke bulan pun, bakal Nok anter-jemput PP *brasa ndogeng*. Postur tinggi Nok yang menjulang, dimanfaatkan dengan semena-mena oleh eMak. Kadang Nok dijadikan tiang jemuran, kadang juga jadi galah untuk ngambil mangga depan rumah dan kalau malem sering pengganjal pintu. Apapun itu pokoknya asal membuat Emak seneng Nok lakukan, karena eMak adalah perempuan embun, muara jiwa bagi kami semua anak-anaknya.
Ntong
Nah namaku Ntong, bukan kaNtong, bukan geNtong, cukup Ntong. Di keluarga LJ, urutanku persis dibawah Nok, aku kalah gesit. Aku laki–laki kalem, pendiam, tulen dan pulen. Gemar ngecengin cewek-cewek cantik dan imyut-imyut kayak marmyut diberi lipstik, wajar tho?. Aku selalu nurut apa kata eMak, jika eMak nyuruh ke sumur yang ada di sebelah barat buat nyari aer, aku pasti akan pergi ke timur (yang dibarat ituh tembok Mak !). Aku anak yang paling disayang eMak, dua kali sehari sehabis sarapan dan sebelum tidur eMak selalu bilang kalo Ntong pria tampan dan pintar, tangguh dan hebad, berbudi luhur dan rendah hati, ramah tamah dan tepa selira dan masih banyak lagi. Kata sodara2ku sekalian, aku seorang playboy, suka geli sendiri kalo disebut playboy, ngapain juga mainin laki-laki?. Profesiku? Biarkan saja para sodaraku yang lain yang bekerja, aku lebih senang berdiam diri dikamar ditemani bunga 7 rupa, kopi pait, rokok kretek, aroma dupa dan menyan plus minyak nyonyong. Bicara tentang eMak, bagiku beliau perempuan lemah lembut, penyayang dan penyabar, heran tak satupun sifat-sifat eMak menurun pada sodara perempuanku.
Nduk
Nduk, anak terakhir keluarga LJ. Menjadi anak paling bontot adalah keberuntungan bagiku, semasih dalam kandungan aku sengaja menendang mereka keluar duluan. Selayaknya anak paling kecil, sodara-sodaraku begitu memanjakanku, walaupun dengan bantuan golok. Dengan modal muka sangar dan hati ibu tiri yang kejam, aku mencoba peruntungan sebagai pengumpul uang preman pasar. Kulakoni demi menambah perbendaharaan kas keluarga LJ. Itu saja yang dapat kuceritakan tentang diriku. Dan eMak. Bagiku beliau adalah seorang eMak, selakunya eMak dan selayaknya eMak *bingung? podho*
________________________________
Nang, Neng, Nok, Ntong dan Nduk adalah 5 anak eMak yang lumayan misterius, karena jarang menampakkan wujud aslinya.. khusus di hari istimewa ini mereka menampakkan diri buat pengunjung LJ.
>>Buat yang selama ini penasaran dengan penampakan Vyan RH, Wi3nd, Nda, Hari Mulya dan Ram (Lung), inilah mereka..! 
_________________________________________________________________________________________________
eMak
Selama ini wujud eMak sering hanya terlihat satu sisi, pipi chubby nya yang kiri saja. Di hari ini eMak mau kasih liat wajahnya lengkap dari dua sisi, plus braces tentu saja. Namun eMak masih disandera oleh si Koepoe Biroe, ia hanya mau kasih lihat eMak pada narablog yang berhati emas. Anda kah orangnya? selamat mencoba
Stop Press..!!!
Berhubung ada sms yang meminta kejelasan tentang foto anak2 eMak di atas, maka secara mendadak eMak mengadakan sayembara. Silahkan mencocokkan gambar di foto tersebut dengan nama yang ada.
Bagi 3 (tiga) orang yang menebak secara tepat kelima nama tersebut akan mendapatkan hadiah istimewa dari eMak.
June 19th, 2010 by nakjaDimande

Nona, kau begitu indah untukku
Nona, aku mencintaimu
………
ladang jiwaku pada suatu hari,
ketika aku jatuh cinta
April 9th, 2010 by nakjaDimande
Astaghfirullah hal adziim..
Sebuah kesembronoan kembali terjadi.
Sebuah kegegabahan terulang lagi.
Tadi aku mengirimkan hadiah untuk Ata dan Ram atas kemenangan mereka pada Kuis Tak Bertanggung Jawab kemarin itu [Rychan, ditunggu alamatnya ya!]. Seperti biasa, walaupun kemarin buku pilihan sudah tersedia tapi aku tidak membungkusnya dari semalam. Aku lebih suka menunda pekerjaan dan menyelesaikannya dalam keadaan terdesak.
Dan pagi tadi, di sela-sela memburu waktu agar tidak terlambat ke Puskesmas, aku sempatkan membungkus buku-buku tersebut dengan sampul coklat. Serta tak lupa menempelkan nama dan alamat yang sudah kuketik rapi. Taraaa, selesai sudah! [puas rasanya bisa menyelesaikan sesuatu dalam waktu sempit begitu]. Menjelang aku pulang dari puskesmas , paket tersebut pun sudah masuk ke kantor pos. Beres dah..!!!
Tapi.. tahukan kawan..?
Diperjalanan pulang, aku terus bertanya-tanya dalam hati. Bahwa sepertinya ada sesuatu yang terlewat..! ada yang terlewat.. hmm. Dan tiba-tiba badanku panas dingin, mukaku berubah warna merah kuning hijau, menyadari sesuatu yang terlupa itu.
Aku lupa melepas label harga pada buku-buku tersebut!
Pengen nangiiiisss..
Ini bukan kejadian pertama, sudah banyak kesembronoan yang aku lakukan akibat kebiasaanku yang suka terburu-buru. . aku ingat beberapa keteledoran berkaitan dengan hal kirim mengirim:
# Aku pernah mengirimkan DVD untuk seorang sahabat blogger di Kuala Lumpur. Aku membungkusnya sesaat setelah bangun tidur dan mengirimkannya dengan senang hati. Aku sama sekali tidak menyadari adanya kelalaian , bahkan ketika ia meledekku dengan ucapan “59 ribu terimakasih untuk seseorang di Bukit nan tinggi”…
cukup lama bagiku untuk menangkap maksudnya itu, sampai kemudian aku menemukan struk pembelian DVD dan ternyata 59.000 itu adalah angka yang tertera di label harga, lupa aku lepas! [entah apa warna wajahku saat itu..]
# Salah mengirim SMS. Aku pernah punya sebuah rencana jahil berdua dengan temanku terhadap seorang teman yang lain. Selama beberapa hari membahas tentang korban melulu melalui sms, dan satu kali aku kena batunya. Karena dikepalaku melekat nama korban tsb, tanpa sengaja sebuah message berisi rencana jahil yang aku ketik malah terkirim pada sang korban..!!! dia langsung nanya “ini apa-an yaa..? untung ngga terlalu fatal karena aku kan jago ngeles. [ffuuiihh, ketika message itu terkirim aku deg2an setengah mati]
# Aku pernah salah mengetikkan kata “Kepada Yth” menjadi “Kepada Ytc” , mampus deh..! kali itu wajahku warnanya padam banget ngga ada merahnya sama sekali. Jadi ngga enak makan saking malunya.
Duh, kenapa selalu terulang seehhh.. ngga pernah belajar dari kesalahan. Segala sesuatu selayaknya terencana dan dilakukan dengan tenang. Setiap kali aku terburu-buru dan sembrono, Allah langsung menghukumku. Bikin wajahku langsung merah kuning hijau karena malu.
Insya Allah mulai saat ini berusaha untuk tidak gegabah lagi, Bismillah.
>>>Dun, apakah dirimu gegabah juga..? mudah-mudahan tidak.
Ram dan Ata, sudilah kiranya langsung menyobek sampul plastik
tanpa melirik label harganya. pliiiisss
March 10th, 2010 by nakjaDimande

BUNDO
Dulu sekali :
Dalam Kaba Tjindur Mato (Cindua Mato) dikisahkan Bundo Kanduang adalah ratu asli, yang diciptakan bersamaan dengan alam ini (samo tajadi jo alamko). Ia merupakan ibu dari Raja Alam, Dang Tuanku, yang dilahirkannya setelah ia meminum air kelapa gading. Dia adalah timpalan Raja Rum, Raja Cina dan Raja dari Laut.
Secara harfiah Bundo Kanduang berarti ibu sejati atau ibu kandung tapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau. [sumber : wikipedia]
Antara dulu dan sekarang :
“Bundo kanduang limpapeh rumah nan gadang. Amban puruak pegangan kunci. Amban puruak aluang bunian. Pusek jalo kumpulan tali. Hiasan dalam nagari “.
Demikian indah perumpamaan peran seorang bundo, yang mengandung anak keturunannya dalam suatu pertalian darah yang berlanjut secara turun temurun dari garis per-ibuan, yang digambarkan dalam suatu bahasa kalbu, yang dikenal dengan sebutan petatah petitih minang kabau. Seorang bundo bertanggung jawab dalam keluarga karena ia tiang penyanggah rumah tangga (limpapeh). Ia mampu menyelesaikan persoalan rumah tangga (ambun puruak pegangan kunci – ambun puruak aluang bunian). Ia mampu menghimpun keluarga besarnya dalam arti luas – extended family- (pusek jalo kumpulan tali). Ia juga sebagai penjaga adat dan budaya dalam suatu peradaban manusia (sumarak dalam nagari). [sumber dari sini]
Masa kini :
Bundo yang ini sama sekali bukan anaknya Bathara Surya, bukan jelmaan matahari, rembulan, kejora atau apapun-lah benda langit bercahaya lainnnya. Ia tak bercahaya, hanya saja sering terpukau matahari pagi di antara ada dan tiada.
Ia seorang narablog yang sering tersendat-sendat menghapdet Ladang Jiwa-nya. Sifat baiknya entahlah, yang jelas ia mudah jatuh cinta padamu. Iya padamu.
Ada ribuan perempuan dengan panggilan bundo di ranah minang, ada ratusan rumah makan bernama bundo di nusantara ini dan terdapat sekitar 286,000 hasil penelusuran untuk bundo di halaman sang google.
>>>> Cobalah tanya pada Inyiak, mbah, Om, uwak, yayank Google, siapakah B.U.N.D.O yang paling ia sayang? ketikkanlah 5 huruf itu..
Note:
Artikel ini untuk mengimbangi kenarsisan yang terjadi di Padeblogan pagi ini. Bila anda merasa kurang nyaman komeng disana, disarankan untuk komeng di sini saja. Sama-sama bikin eneg pastinya
February 23rd, 2010 by nakjaDimande
Bila di rahim Minang bersemayam diriku yang pertama
Dari rahim Bandung telah lahir diriku yang kedua
Mereka dua kekasihku yang tak mampu untuk kupilih
Dan tak kuasa untuk kusatukan..
[Bukittinggi, 16 Februari 2006]

Bukittinggi, tepianku yang selalu mendendangkan rabab ’tuk memanggil pulang.

Bandung, rantau-an hati. Belum pernah merantau lebih jauh lagi, di sana kuhitung jejak langkah yang beberapa dibiarkan hilang. Kunikmati menghafal semua persilangan gang dan jalannya seumpama urat di telapak tangan, dan kubiarkan Bandung melebur dalam suka dan dukaku.
sedang merindukan bandung..
February 16th, 2010 by nakjaDimande

7 hari sudah aku bersama A Lin, si bidadari kecil, kesempatan yang jarang kuperoleh tentu saja. A Ling, kadang kutambah huruf ‘g’ saat memanggil bidadari itu. Panggilan khusus dariku, berhubung ponakan ke-13 ini [hey! A Ling dapat angka cantik rupanya] memang punya cita rasa tionghoa yang mengalir dari keluarga uni Vie, iparku itu. Kayla si sulung bertanya, “kok nama dede, A Ling ciy bun?” belum sempat kujelaskan pada Kayla bahwa A Ling adalah nama tionghoa yang paling aku suka saat ini dan bahwa A Ling adalah kekasih platonis-nya Ikal, walau sedikit khawatir juga Kayla akan bertanya lagi, “platunyis, apaan tu bun?”
Kemarin sore A Lin tidak ada lagi di rumah Aur. Alhamdulillah si uni sudah diperbolehkan pulang setelah cukup lama menginap di rumah sakit. Senang melihat ibu dan anak bersatu kembali, itu yang paling penting. Aku tahu sedihnya kakakku itu setiap kali A Lin berkunjung ke RS, hanya bisa diciumnya saja tanpa bisa menggendong karena belum boleh banyak bergerak. Matanya berkaca-kaca setiap kali bilang, “Bun, titip si ade ya..” dan dia tau aku cengar-cengir kesenangan dapat kesempatan mengurus si kecil.
Sekarang tidak ada A Lin lagi di kamar, hanya wanginya saja yang tersisa. Aroma bayi yang bercampur ompol dan juga pup itu berhasil mengelabui penciumanku dengan menyimpulkan aroma seperti itu adalah wangi.
Semalam sudah tidak begadang membuatkan susu untuk A Lin, sehingga jam istirahat nanti aku tidak akan terlelap lagi di puskesmas seperti seminggu belakangan ini. [btw, tidur di puskesmas ternyata nikmat juga]
Tidak ada A Lin lagi, maka aku akan kembali setia pada si pinky. Membayar hutang bw yang seminggu sudah bertumpuk. Aku rindu pada nuansa beningku semua.
>>>Dan mungkin harus belajar arti cinta platonis yang sesungguhnya pada A Ling dan Ikal, agar aku tidak cengeng lagi setiap kali ingat A Lin.
December 22nd, 2009 by nakjaDimande
Selamat Hari Ibu
untuk semua Ibunda..
yang telah menjadi tempat tumbuh
beraneka bunga indah di muka bumi
|
|
hari ini bundo bertugas di Padeblogan dan di BlogCamp
[pengumuman Sang Juara PPC]
October 30th, 2009 by nakjaDimande
Generasi yang lebih tua biasanya selalu mengkhawatirkan generasi yang berada jauh dibawahnya, mengkhawatirkannya dalam segala hal.
Contohnya saja aku, sebagai generasi yang lahir terlebih dahulu alias lebih tua, sering sok iye mengkhawatirkan para bocah jaman sekarang.
Sama seperti orang-orang tua dahulu mengkhawatirkan generasiku. Dan sudah merupakan hukum alam bila terdapat banyak perbedaan yang terjadi antar generasi ini
Coba aku gambarkan perbedaan tersebut:
# Dulu: saat berusia 13 tahun aku belum bisa memasak, aku ingat betapa ibuku khawatir bukan main. Kata-kata yang sering diulang adalah bahwa aku akan sulit mendapatkan suami dengan kondisi tak bisa ke dapur [hihi saat usiaku 13 th ibuku sdh memikirkan calon suami untukku] kenyataannya: hal tersebut bukanlah perkara sulit, aku akan mencoret nama teman-teman lelakiku yang jelas-jelas menyatakan bhw istrinya harus pintar memasak. Dan Allah SWT yang sungguh menyayangiku mengirimkan KD yang tak pernah berkeberatan dengan hal yang satu itu
]
kondisi sekarang: ponakanku si kembar tak pernah didorong oleh ibunya untuk bisa memasak, kakakku itu bilang bahwa dia sudah cukup bersyukur bila si kembar mampu menyelesaikan PRnya sampai tuntas, itu saja sudah menyita waktu.. boro-boro sempat diajari memasak
**dan tak pernah juga ibu mereka membicarakan tentang betapa kelak mereka akan sulit mendapatkan suami gara-gara tak bisa memasak [tapi nanti itu zamannya orang-orang makan masakan instan semua, jadi tak perlulah pintar ke dapur
]
# Dulu: kegiatanku menonton TV hanya sekedarnya saja, palingan si unyil, Ria Jenaka, Oshin dan Aneka Ria Safari. Sebagian besar waktuku habis bersama teman-teman bermain sepeda, atau jalan-jalan kesawah dan ladang.. tidak hanya sesekali saja, hampir setiap hari sepulang sekolah! yang membuatku harus diomeli ibuku karena menurut beliau seharusnya anak perempuan di rumah saja bukannya keluyuran terus setiap hari [tapi hasilnya selalu juara kelas tuh.. **narcol:narsis colongan mode On]
kondisi sekarang: anak-anak disibukkan mengerjakan PR yang seabreg dalam keadaan yang cukup tertekan, lha wong ortunya juga ikutan stress krn ga paham tentang PR anaknya
dan setelah PR selesai, bocah-bocah itu akan bersantai dengan menonton kartun atau sinetron anak yang kadang bukannya menghibur malah membuat stress bertambah karena jalan cerita yang aneh [sisi positifnya mungkin, anak-anak itu terlatih menghadapi stress sedari kecil]
hmm..
Bila dibahas satu persatu tentu banyak sekali perbedaan itu, lha iya jamannya saja sudah jauh berubah! Tidak pula pada tempatnya bila aku menginginkan anak-anak sekarang mengulang apa yang dulu aku lakukan, masanya sudah berlalu.. Berjalan ke sekolah melewati pematang sawah, menginjak tanah biasa, bukan di trotoar dari paving block. Bermain ditengah hujan, kesekolah tak pernah membawa jas hujan ataupun payung karena memang itulah yang diinginkan, menikmati hujan.
Menumbuk daun pacar untuk pemerah kuku dan memeras daun bunga raya lalu dicampur sabun, kemudian ditiup dengan sedotan menghasilkan puluhan balon berterbangan, membuat kalung dari daun singkong, main pasar-pasaran dan jajan kerupuk kuah dengan bihun goreng diatasnya seharga seratus perak, masih banyak sejuta kenangan lain yang dengan senang hati akan kuceritakan, tak habis-habis..
Betapa semua itu adalah surga masa kecilku, dan ada kekhawatiranku bahwa generasi sekarang tak lagi miliki masa cerianya sebagai kanak-kanak.
Tapi, mungkin saja kekhawatiranku berlebihan.. seperti dulu ibuku mengkhawatirkan aku. Karena ternyata toh semuanya baik-baik saja. Para orang tua dan guru tentu lebih paham akan kondisi anak-anak yang tumbuh dan berkembang di masa sekarang [harus tanya Desri, ibu guru itu]
Berdasarkan pengalamanku sebagai anak [karena aku belum menjadi orangtua] betapapun kejamnya dunia yang dilalui oleh seorang anak, aku yakin semuanya akan baik-baik saja bila ia selalu dikelilingi oleh lingkungan yang penuh cinta. Dan Allah selalu Maha Menjaga..
>>>Dan, bolehkah aku tahu apakah kenangan terindah di masa kecilmu….?
**si bundo sekarang gaya, suka nanya di akhir artikel.. anggap saja itu sebagai soal test untukmu di saat blogwalking
« Previous Page