Archive for the 'tempOdibandOeng' Category
February 5th, 2010 by nakjaDimande
Semua kita pasti pernah mengalami yang namanya marah, salah paham, jengkel dengan orang-orang yang berada di sekeliling. Dalam hubungan antar manusia, pertengkaran wajar saja terjadi. Namun perlu diupayakan agar perbedaan pendapat itu tidak membuat hubungan menjadi semakin buruk atau malah membuat dendam. Ighh benar-benar tidak nyaman kalau punya dendam atau didendamkesumati oleh orang lain. Seringnya pertengkaran yang menimbulkan dendam ini terjadi antara orang-orang yang tadinya sangat akrab [pengalaman pribadi
]
Segala macam seni dalam bertengkar pernah aku dengar, dan ternyata tak ada yang sehebat satu kata : MAAF. Meminta maaf dan ikhlas memaafkan, hanya itulah kuncinya.
[Sudah jelas postingan si Bundo kali ini ngga akan jauh-jauh.. ujung-ujungnya curcol]
Dua gadis remaja yang berada di bawah payung ungu itu adalah Aku dan Di, dua sahabat yang tadinya tak terpisahkan. Pada suatu hari — setelah bertahun-tahun bersama — kami bertengkar. Pertengkaran antara dua orang yang keras kepala tentang satu hal yang tak seharusnya dipertengkarkan.
Meluas dari masalah yang dipertengkarkan, melibatkan emosi sehingga mulailah saling tuduh. Aku menuduh Di mencampakkan aku, sedangkan Di menganggap aku membuang dia dari hidupku. Itulah pertengkaran terhebat dalam hidupku. Akibat kemarahan yang hanya sehari itu akhirnya aku harus kehilangan sahabatku, orang yang sangat aku sayang, my Lady Di [Di lahir persis 1 juli]
Tak ada yang bisa mendamaikan kami waktu itu, tak ada yang sudi meminta maaf terlebih dahulu. Padahal sebenarnya kemarahan itu sudah lama menghilang, yang tersisa hanyalah rindu untuk bercanda lagi bersamanya. Entahlah bodohnya aku membiarkan waktu berlalu hanya dengan menulisi surat yang sama sekali tidak aku sampaikan padanya [aku memang lebay sedari dulu].
Aku ingat hal lucu setiap Ibunda Di datang dari Bukittinggi, aku akan tidur di rumah mereka [yang berada di daerah sukaluyu] walaupun aku dan Di tidak saling bertegur sapa. Aku tetap tidur di kamar Di, di atas dipan sedangkan Di akan tidur di lantai. Hebatnya kami bertahan untuk terus diam. Begitu terus hampir setahun lamanya.
Alhamdulillah suatu waktu Allah SWT membukakan hati. Walau perlu waktu lama bagi aku dan Di mengembalikan persahabatan kami seperti sedia kala, menyesali segala kebodohan. Ketika berbaikan itu aku tak bisa banyak bicara karena sudah lupa cara bicara padanya, aku hanya memberikan surat yang kutulis dahulu dan Di menyimpannya [Di termasuk orang yang memaklumi kelebay-an ku dalam hal ini]
Aku belajar bahwa sungguh takkan dipisahkanNYA bila aku mau menyayangi orang-orang terkasih hanya karena Allah SWT.
Terus belajar, semoga waktu akan mendewasakan diri.
>>>Duncay, jangan pernah tiru kesalahanku. Bila kemarin atau hari ini dirimu bertengkar dengan seseorang segeralah minta maaf. Tidak ada kalah menang dalam sebuah silaturrahim
____
note: kualitas foto tersebut ternyata kurang bagus sehingga wajah kami berdua terhapus dimakan waktu
dan di lapangan basket babakan siliwangi itu kami adalah wasit penghitung waktu yang sangat sering mencurangi pihak lawan, tapi ngga pernah ketauan.
January 20th, 2010 by nakjaDimande
Sekian lama ‘tuk mengerti
Dirimu jadi misteri yang kian terselami
Sekian jauh menilai
Kadar cinta terjalin milikmu sejati
Sejuta asa yang sempat
Kutitipkan di dalam sinar matamu
Pribadi nan sederhana
Menjanjikan keteduhan kasih nan murni
Ternyata t’lah menjadi
Kebahagiaan hati yang tiada terperi
[KLA Project – Tentang Kita]
KLA telah mengiringi masa indahku di Sekeloa
Kampung kecil itu bernama Sekeloa [Seke = mata air, Loa = pohon Loa] mungkin karena banyak pohon Loa, berada di kawasan Dipati Ukur Bandung. Melewati jalan sempit agak mendaki karena memang Sekeloa merupakan kesatuan dengan daerah Dago yang merupakan perbukitan. Di bagian dalam kampung itu terdapatlah sebuah kampus yang penuh kenangan indah untukku. Kampus yang sudah melewati usia 50 tahun, november lalu. Tempat menuntut ilmu yang dengan mudah kumasuki tapi ternyata susah payah kutinggalkan [sehubungan dengan hobby-ku mengambil cuti kuliah, resmi ataupun tidak ]
Pemandangan yang lazim terlihat mulai dari depan jalan masuk kampung Sekeloa adalah segerombolan gadis yang menggunakan rok panjang. Peraturan yang berlaku untuk menggunakan rok, demi keleluasaan bergerak kebanyakan kami memilih model rok yang agak panjang menutupi betis [waktu itu aku belum berhijab] dan berpotongan lebar sehingga memudahkan bila harus berlari mengejar seminar yang selalu dimulai jam 6.30 pagi.
Ciri khas lain mahasiswi FKG adalah menjinjing perangkat semacam tas perkakas seperti yang dibawa oleh tukang listrik atau montir di bengkel, hanya saja ukurannya lebih kecil. Tas perkakas ini biasanya dibawa pulang atau kadang-kadang ditinggalkan di dalam loker di kampus.
Mengapa FKG mudah dikenali dari mahasiswinya? karena sesuai judul FKG adalah Fakultas Kelebihan Gadis. Seingatku jumlah total angkatanku saat pertama kali adalah sekitar 120 mahasiswa, 13 orang diantaranya adalah laki-laki. Setelah melewati semester kedua sekitar 3 orang dari pria itu melarikan diri ke ITB dan ITS [Djuned, Ipung dan satunya lagi aku lupa..]. Aku termasuk yang menghadap Dosen Wali-ku untuk ikut melarikan diri di akhir semester ke-dua itu. Tapi Ibu Chitra Badudu yang tercinta [beliau putri Bpk. Yus Badudu, idolaku] bersikeras tidak mengizinkan aku. Membujuk bahwa sebenarnya aku bisa, asalkan aku mau untuk mulai mencintai pelajaran anatomi gigi geligi yang paling aku benci itu.
Entahlah ramalan apa yang beliau gunakan, bahwa pada akhirnya nasibku tetap akan berakhir sebagai dokter gigi. Sementara satu persatu teman seperjuanganku drop out dan mengundurkan diri. Menikmati bentuk kehidupan yang lain di luar sana, sebuah kemewahan yang sangat aku dambakan saat itu.
Kembali tentang perbandingan yang tak seimbang ini, sangat tak memungkinkan bagiku meminta tolong ini dan itu pada para pria yang hanya sedikit tersebut. Harus berusaha mengerjakan sendiri berbagai pekerjaan lab yang sebenarnya butuh tenaga laki-laki. Memang sudah hukum alamnya begitu, bila anda adalah gadis yang tidak cantik, yang suka maen tendang dan tak bisa bicara manis, maka berusahalah mengerjakan semuanya sendiri. Berbeda dengan Andari yang manis dan lembut itu, semua pria dari segala angkatan akan menyerahkan diri untuk membantunya
. Andari adalah sahabat yang sangat banyak membantuku, terutama meminjamkan peralatan mahal yang aku tidak mampu membelinya. [terimakasih bintangku, telah menyapaku di Lapangan Parkir Utara itu
]
Setelah sekian lama aku bertemu lagi dengan Ibu Chitra, dan beliau tertawa karena tebakannya benar bahwa aku bisa melewati semuanya. Alhamdulillah..
Masa-masa itu adalah hari-hari penuh tawa dan kekocakan dalam hidupku. Di kemudian hari aku menyadari bahwa ternyata yang membuat aku bertahan di kampus melalui segala macam kesulitan adalah berkat kehadiran para sahabat yang menyenangkan [nanti aku ceritakan tentang genk fosil tercinta]

Gedung Eyckman RSHS untuk fku dan fkg, karena sesuatu hal aku tak bisa pasang foto lama kami di kampus Sekeloa yang penuh tampang culun itu. [Andari, aku sudah pesan tolong foto Sekeloa yang baru, ok!]

[Akhirnya mendapatkan foto ini] Di tangga itu kami sering duduk bila sedang tak ada pekerjaan. Disitulah rok panjang berfungsi, karena bila menggunakan rok pendek dan duduk dengan cara yang kurang indah, maka dijamin Prof. Bergman akan menyentil telinga kami saat melewati tangga itu. Aku pernah kena sentil ngga ya?
>>>telat nanya: Duncay pernahkah dirimu merasa berada di jurusan yang salah dan sangat ingin melarikan diri..?
Hmm, Rein bilang dia mau masuk fakultas sastra UGM saja..
June 26th, 2009 by nakjaDimande
Sebagai orangtua, aku cukup sering bicara tentang jodoh pada anak-anakku **sok iye punya banyak anak **
dulu pernah aku cerita tentang jodoh episode makan siang atau jodoh episode lepas terompah.. berapa hari yang lalu si bundo ini mulai membual tentang jodoh episode peta perampok dan mungkin berhasil bikin si gadis puyeng
Peta perampok milik Harry Potter.., di peta itu Harry bisa lihat posisi Snape disebelah mana, sehingga harry bisa aman menyelinap keluar. Peta perampok mungkin bisa juga kita pakai untuk melihat si calon belahan jiwa yang sedang berjalan ke arah kita.. dan berakhir disuatu titik temu..
Karena aku sudah bertemu KD, aku bisa gambarkan peta perampok milikku sendiri..
.
aku hidup 19 tahun diranah minang **itupun berpindah tempat sampai 5 kali karena mengikuti dinas ayahku almarhum** kemudian aku beranjak ke arah selatan pada tahun 1993.. menyusuri sumatera ke arah selatan, berhenti sejenak di Lampung karena aku berubah pikiran.. minta balik lagi ke Bukittinggi tercinta
[hal plg pintar yg pernah kulakukan], sayangnya tim pengantar tak setuju.. akhirnya jadi juga aku menyebrangi selat sunda itu.
Dari jakarta masih terus ke arah selatan ke sebuah tempat bernama kota Bandung.. akhirnya aku menetap disana. berapa tahun kemudian aku bergerak lagi kearah selatan, kesebuah tempat kami ditugaskan oleh Kampus Unpad untuk melakukan KKN.. disebuah lereng bernama Gunung Puntang..
Peta perampok KD juga cukup unik.., dilahirkan di Kalimantan, kemudian pindah ke ranah minang sampai usia 10 tahun **uuhh KD dan aku mungkin pernah bertemu pada masa-masa itu
** kemudian KD menjalani hal yang sama dengan aku, dari Ranah minang menyusuri sumatera ke arah selatan.. sebrangi selat sunda, lalu menetap di Bandung.. untuk kemudian datang ke gunung Puntang, lalu berkenalan dengan aku disana..
hmm, Gunung Puntang.. disitulah titik temu itu
Seandainya kita dibekali peta seperti itu sedari awal.. tentu tak perlu lagi bertanya-tanya..
tapi tidak, Allah menghendaki jodoh, rezeki dan maut adalah misteri.. agar kita tak berhenti berusaha, tak berhenti bergerak.. tak berhenti meminta padaNYA.
Dan seperti apapun rumitnya peta perampok milik kita masing-masing, semua itu hanyalah agar kita berucap Subhanallah, Maha Suci Allah yang selalu mengatur segala sesuatu dengan sempurna..
So, bersabar.. berusaha.. InsyaAllah anak2 bundo semua punya peta perampok versi masing-masing..
::note: adik KD, Fatra.. setelah berputar-putar kian kemari ternyata akhirnya menikah dengan gadis sebelah rumah.. yang dinding rumahnya menempel ke rumah mertuaku. .
June 5th, 2009 by nakjaDimande
Ough.. terlambat..!!! 15 menit dari pukul empat sore
waktu yang kau pesankan kepadaku
untuk menjemputmu di stasiun hall bandung..
bergegas ku sapu semua ruang pandang
kulihat wajah-wajah berlalu lalang
tak satupun yang seperti wajahmu..
lewat 30 menit dari pukul empat sore
saatnya kupastikan dimana kau berada
yupp..! sebuah suara menyahut disebrang sana
kudengar 3 kalimat diucapkan dengan nada datar
sungguh datar..
tercekat sejenak..
pandang sekelilingku, nanar..
tarik napas panjang, dan mulai tersenyum..
lalu melenggang aku, dengan riang
BEBAS..!!! kau baik sekali
sudah lepaskan aku..
February 26th, 2009 by nakjaDimande

Yang manakah dahulu itu…????
Bagi bapak mertua saya yang asli sunda, Bandung tempo dulu mungkin saja adalah saat Bandung masih jadi lautan api.., lagu kenangan bapak tentang kota ini pasti sekitaran keroncong ‘Bandung selatan di waktu malam’.. bener ga ya judulnya..? lagunya sih saya tau.. hmm syahdu..
Buat KD.., Bandung tempo dulu adalah sekitar pertengahan tahun 1980, setelah numpang lahir di kalimantan dan TK SD di sumatera.. kenangan paling melekat bagi KD tentu saja SDnya yang di cijagra itu.. masa SMPnya yang cukup jaya **karena jd ketua osis
** dan masa SMA yg cukup membanggakan, karena diakui pernah jadi anggota vokal grup SMA 5 yg terkenal itu.. wqqq
Buat saya…?? panjang neehh urusannya 
Bandung tempo dulu itu.., sekitar tahun 1993.. bentar yaa.. saya bayangkan dulu wangi udara bandung saat dini hari pertama saya memasuki gerbang kota… hmmm.., masih bisa terbayangkan dengan lengkap.. **hanya saja tak bisa dituliskan
**
Tak pernah bisa ceritakan semuanya.. sebagian kecil pernah saya tuliskan.. tapi tak menggambarkan dgn sempurna perjalanan tempo dulu saya di kota ini..
cukuplah kisah suatu pagi, di hari pertama jadi anak kost di sebuah gang kecil, tak jauh dari gedung sate…
saat membuka jendela dikamar atas.. terdengar petikan gitar dibawah sana
“..oh indahnya suasana, bila ku tau siapa namanya..”
vina panduwinata..!!! uuuhhh masa remaja…
,
, 
**KD suka meledek dengan lagu ini, karena merupakan kisah paling sering saya ceritakan**
Dan..
Kota adalah seorang ibu,
dari rahim siapa lahir dirimu yang kedua
Sekali kau pernah mengembara disana,
bagai urat ditapak tangan
kauhafal silangan segala gangnya
Sekali kau bersatu dengan suka dukanya,
dan dia selamanya akan hidup didarahmu..
Saini K.M. (”Kota Suci” 1968)
November 20th, 2008 by nakjaDimande

Lagu ini adalah alasan saya masih mencintai sheila on 7 sampai hari ini. (anak2 di milis bilang mending sindentosca ajah
) Sejak pertama lagu Eros cs ini diputar saya langsung jatuh hati, sering saya bikin klip untuk lagu ini, versi saya sendiri tentunya.. kali ini saya akan bikin klip episode bandung.. (kisah klasik episode smp dan sma tunggu giliran ya
)
Yang pertama adalah klip dengan setting lokasi kota bandung sekitaran cisitu, panyingkiran, gelatik, gang tilil dan sukaluyu
Bintang video klipnya yaa.. saya dan segerombolan perompak.. yang saat ini lebih pas bila saya sebut sebagai keluarga saya. Salah satu yang istimewa adalah seorang gadis tomboy yang cantik, mungil, pinter dan sudah pasti dulu persis gilanya dengan saya
sisanya.. para perompak baik hati yang sama istimewanya buat saya. Tak habis saya tertawa melewati hari-hari bersama mereka dan tak habis saya menangis saat saya mengira semua sudah hilang tak berbekas.. juga gadis tomboy itu, yang pernah saya kira hilang.. tapi kemudian saya paham bahwa hidup memang harus dilalui dengan tawa dan tangis. Serta duka dan doa untuk kepergian sahabat baik hati yang meninggalkan kami lebih dahulu menghadap sang Khalik..
Klip nomer 2, setting lokasi sekeloa sekitaran fkg unpad.. bintang klipnya saya (lagi..) dengan sekumpulan gadis cantik yang menempati satu rumah kos2an. Jalan jalan muterin braga cikapundung nyari buku bekas (berkali-kali ampe hapal), jualan kue bikinan sendiri digasibu pagi minggu (walau saya cuman ikut heboh di gasibu doang) dan favorit saya adalah nangkring di markas mereka, karena sering ada aksi masak dari seorang Bara pattirajawane.. hehhhe walau judulnya ga jelas tapi tetap enak..
,
,
Klip nomer 3, setting lokasi parakan asri Bandung.. lokasi kitarannya lebih luas, bisa sampe ke cihideung
bintang Klipnya saya (juga..) dengan 3 ipar cantik yang bila bersama saya pasti sama gilanya. Muter jalan kaki alun alun-pasar baru itu hal biasa.., nangkring di gramedia dan menghiba satu dua judul buku atau duduk minum berjam-jam seolah-olah dirumah ga pernah ketemu.
Banyak kilas kisah klasik lain berlatar kota bandung yang takkan habis untuk dijadikan klip lagu ini.. si mang ade tukang somay, si mang bubur ayam, bu aceng yang tahu isinya maknyuzz abis.., bertahun-tahun saya menjalin kisah dengan mereka.. (uh kangen mereka dan makanannya
) bu tuti pedagang sayur yang sering kasih bonus alpukat matang dari pohonnya sendiri (alpukat plg enak didunia :)). Tak dipungkiri kisah sekejap pun menjadi sesuatu yang tak terlupakan sewaktu sekumpulan orang-orang kocak bertamu dalam kehidupan saya dan berhasil membawa saya mendaki, menuju sebuah curug dibandung selatan (hehhe.. dimanakah kalian berada?) lalu yang tak pernah hilang dari kesan adalah petualangan dua kali ke negeri jawa dengan dua gadis lemah lembut, yang setia terus sampai hari ini.. **hmm, senyum-senyum sendiri saya**
,
,
Dan.. ternyata saya harus berpisah dengan semua bintang video klip itu, karena perjalanan hidup harus terus saya arungi.. tak ada kata lain kecuali Syukur pada Tuhan Semesta Alam.. yang telah memberikan saya kesempatan untuk memiliki.. sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan..
Ya Rabb, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa qalbu-qalbu ini bertemu dengan kecintaannya padaMU..
maka teguhkanlah ikatannya ya Rabb, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, penuhilah dengan cahayaMU yang tak pernah redup..
Sesungguhnya Engkaulah sebaik baik penjaga dan sebaik baik penolong, amiin.
November 11th, 2008 by nakjaDimande

bila di rahim minang bersemayam diriku yang pertama
dari rahim bandung lahir diriku yang kedua
mereka adalah dua kekasihku
yang tak kuasa untuk kupilih
dan tak kuasa untuk kusatukan…
[16 feb 2006.., terinspirasi dari “Kota Suci” Saini K.M]
bandung telah melahirkan diriku yang kedua
lewat orang-orang terbaik yang singgah dan tak pernah meninggalkanku
tempat kumiliki sahabat hati.. dimana tawa tertumpah, sirnanya segala gundah
tempat kutemukan kekasih jiwa, teman dalam pengembaraanku..
dan kini ku pulang
mereguk ulang nyamannya rahim ibu
kembali kulihat sawah hijau dan kuning dari jendela kamar atas
terbius lagi dengan surau-surau tua nan cantik itu
dan suara burung dipagi hari, ahh surgaku…
tak tahu pasti, setelah ini kemanakah lagi pengembaraanku
namun aku tak perlu takut.., karena setiap rahim adalah muara cinta
yang akan melahirkan diriku yang ketiga.., keempat.., dan seterusnya
semestinya satu yang ku tahu pasti.., kini ku harus bersiap
tuk selalu pulang pada Sang Maha Rahim
sebenar-benarnya tempat diriku…
Bermula.