<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>nakjaDimande</title>
	<atom:link href="http://nakjadimande.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nakjadimande.com</link>
	<description>tembang di ladang jiwa..</description>
	<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:50:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sepelemparan Sendal</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/02/08/sepelemparan-sendal/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/02/08/sepelemparan-sendal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 04:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[antaraReindanAku]]></category>

		<category><![CDATA[batu]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<category><![CDATA[lempar]]></category>

		<category><![CDATA[rein numpang berpuisi]]></category>

		<category><![CDATA[sendal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3854</guid>
		<description><![CDATA[

Sepelemparan Sendal
oleh: Rein
aku coba mengukur jarak antara kita
paling hanya sepelemparan batu katamu
[hey! mana aku tega melemparmu dengan batu]
mungkin harus ganti batu dengan sendalku ini
sendal melayang lebih indah daripada batu
dan pasti lebih sepelemparan sendal jauhmu dariku
[tapi aku tak berniat melemparkan sendal ke arahmu]
jadi kucoba mengukur lagi
tidak dengan batu, tidak juga sendal
ternyata kamu hanya sepelemparan hati
disini, tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align: center;">
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sepelemparan Sendal<br />
oleh: Rein</strong></p>
<p style="text-align: justify;">aku coba mengukur jarak antara kita<br />
paling hanya sepelemparan batu katamu</p>
<h5 style="text-align: justify;"><strong>[hey! mana aku tega melemparmu dengan batu]</strong></h5>
<p style="text-align: justify;">mungkin harus ganti batu dengan sendalku ini<br />
sendal melayang lebih indah daripada batu<br />
dan pasti lebih sepelemparan sendal jauhmu dariku</p>
<h5 style="text-align: justify;"><strong>[tapi aku tak berniat melemparkan sendal ke arahmu]</strong></h5>
<p style="text-align: justify;">jadi kucoba mengukur lagi<br />
tidak dengan batu, tidak juga sendal<br />
ternyata kamu hanya sepelemparan hati<br />
disini, tak lebih.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><strong>[ini hasil pengukuran yang jauh lebih presisi]</strong></h5>
</blockquote>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-3866 alignnone" title="love_to_rain" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/02/love_to_rain.jpg" alt="love_to_rain" width="240" height="320" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>&gt;&gt;&gt;hey kamu! iya kamu..! mau aku lempar pake batu, sendal atau hati?</strong> <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/02/08/sepelemparan-sendal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Seni Tradisional #1 : Teater Rakyat Nusantara</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/02/06/belajar-seni-tradisional-1-teater-rakyat-nusantara/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/02/06/belajar-seni-tradisional-1-teater-rakyat-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 15:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bicaratentaNG]]></category>

		<category><![CDATA[kesenian daerah]]></category>

		<category><![CDATA[teater rakyat]]></category>

		<category><![CDATA[tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3834</guid>
		<description><![CDATA[
Aihh.. malam minggu begini si Bundo ngajakin belajar seni tradisional, nape bun? kesambet juga tampaknya gara-gara Opera van Padeblogan dalam episode Sepatu Kaca Cinderella yang bercita rasa tradisional itu  

Terus terang sejak ditawari peran oleh Pakde Cholik pada sebuah pertunjukan kethoprak, membuat aku ingin tahu lebih banyak tentang bermacam kesenian nusantara. Bukan hanya seni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://ukmkethoprak.blogspot.com/"><img class="alignleft size-full wp-image-3837" title="kethoprak" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/02/kethoprak.jpg" alt="kethoprak" width="200" height="150" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Aihh.. malam minggu begini si Bundo ngajakin belajar seni tradisional, nape bun? kesambet juga tampaknya gara-gara <strong>Opera van Padeblogan</strong> dalam episode <a href="http://guskar.com/2010/02/05/sepatu-kaca-cinderella/"><strong>Sepatu Kaca Cinderella</strong></a> yang bercita rasa tradisional itu <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Terus terang sejak ditawari peran oleh <strong>Pakde Cholik</strong> pada sebuah <strong><a href="http://mbahcholik.info/2010/02/05/guskar-akan-mendirikan-ketoprak-blogger/">pertunjukan kethoprak</a></strong>, membuat aku ingin tahu lebih banyak tentang bermacam kesenian nusantara. Bukan hanya seni tradisional jawa, aku pun sebenarnya belum paham lebih jauh tentang seni teater dari ranah minang yang dikenal dengan <strong>randai</strong>, seni bertutur pada <strong>rabab</strong> dan <strong>saluang</strong>, juga ingin menelusuri pengisahan sejarah ranah minang lewat <strong>tambo</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tadi pagi sembari mengikuti perjalanan para punggawa kerajaan mencari sang pemilik sepatu kaca, aku sempatkan bertanya pada <em>Inyiak</em> Gugel tentang bermacam-macam contoh teater rakyat yang terdapat di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Hasilnya sebagai berikut :</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Bangsawan </strong>(Sumatra Utara); <strong>Randai </strong>(Sumatra Barat); <strong>Dermuluk </strong>(Sumatra Selatan); <strong>Makyong, Mendu </strong>(Riau, Kalimantan Barat); <strong>Mamanda </strong>(Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur); <strong>Ubrug, Longser, Bonjet</strong> (Jawa Barat); <strong>Lenong, Topeng, Blantik</strong> (Betawi); <strong>Mansres </strong>(Indramayu); <strong>Sintren </strong>(Cirebon); <strong>Kethoprak </strong>(Yogya, Solo, Jawa Tengah, Jawa Timur); <strong>Wayang (Kulit atau Purwa, Orang, Topeng, Golek, Sungging, Gedog, Kidang Kencana, Menak; Klitik atau Krucil, Kulit Perjuangan, Kulit Kancil, Potehi, Cina, atau Thithi, Beber, Madya, Tasripin, Suluh, Wahana, Pancasila, Wahyu)</strong> tersebar hampir di seluruh Jawa; <strong>Dadung Awuk </strong>(Yogya); <strong>Kuda Lumping</strong> (Yogya, Solo, Jawa Tengah, Ponorogo, Jawa Timur); <strong>Srandul </strong>(Jawa Tengah, Jawa Timur); <strong>Ludrug, Kentrung</strong> (Jawa Timur); <strong>Drama Gong, Gambuh, Arja, Topeng, Prembon</strong> (Bali); <strong>Topeng Dalang </strong>(Klaten, Jawa Tengah, Jawa Timur); <strong>Topeng </strong>(Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura); <strong>Panji </strong>(Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur) <em><strong><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=219938336109">(Satoto 1991:121—189)</a></strong>.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Berdasarkan pengamatan awamku ini bahwa ternyata kesenian tiap daerah di nusantara sebenarnya memiliki kemiripan, walaupun karakternya berbeda. Karakter seni Melayu tentu berbeda dengan kesenian Batak, berbeda dengan kesenian Jawa dan juga Kalimantan. Tapi semuanya indah, karena mengandung nilai luhur yang luar biasa, dengan  cara penyajian yang tentu saja mempunyai keunikan masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kembali pada tawaran peran dari pakde Cholik, ehm <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
Berhubung peran yang diminta oleh beliau nanti adalah sebagai perempuan jawa tentu saja itu adalah tantangan yang cukup berat bagiku. Karakter gemulainya itu loh yang ndak yakin bisa, karena berdasarkan informasi dari pakde bahwa lakon perempuan di pewayangan seperti Srikandi, meski jagoan tetap saja harus gemulai dan bila tertawa tidak boleh ngakak. <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Hmm, meski naskah untuk pertunjukan tersebut sampai saat ini belum dikirimkan kepadaku, kontrak juga sama sekali belum ditandatangani, serta permintaan atas DP 50 % belum tentu disetujui. Tak ada salahnya aku tetap bersiap-siap dari sekarang!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>&gt;&gt;&gt;Duncay, mohon saran agar si Bundo ngga malu-maluin dalam pementasan nanti <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> juga sudilah berbagi sedikit cerita tentang seni tradisional yang menarik di daerahmu.. </strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/02/06/belajar-seni-tradisional-1-teater-rakyat-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Marah? udah engga, Kangen? iyah! Maafkan-lah aku</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/02/05/marah-udah-engga-kangen-iyah-maafkan-lah-aku/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/02/05/marah-udah-engga-kangen-iyah-maafkan-lah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 23:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[tempOdibandOeng]]></category>

		<category><![CDATA[Marah]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3809</guid>
		<description><![CDATA[Semua kita pasti pernah mengalami yang namanya marah, salah paham, jengkel dengan orang-orang yang berada di sekeliling. Dalam hubungan antar manusia, pertengkaran wajar saja terjadi. Namun perlu diupayakan agar  perbedaan pendapat itu tidak membuat hubungan menjadi semakin buruk atau malah membuat dendam. Ighh benar-benar tidak nyaman kalau punya dendam atau didendamkesumati oleh orang lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua kita pasti pernah mengalami yang namanya marah, salah paham, jengkel dengan orang-orang yang berada di sekeliling. Dalam hubungan antar manusia, pertengkaran wajar saja terjadi. Namun perlu diupayakan agar  perbedaan pendapat itu tidak membuat hubungan menjadi semakin buruk atau malah membuat dendam. Ighh benar-benar tidak nyaman kalau punya dendam atau didendamkesumati oleh orang lain. Seringnya pertengkaran yang menimbulkan dendam ini terjadi antara orang-orang  yang tadinya sangat akrab [pengalaman pribadi <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ]</p>
<p style="text-align: justify;">Segala macam seni dalam bertengkar pernah aku dengar, dan ternyata tak ada yang sehebat satu kata : <strong>MAAF</strong>. Meminta maaf dan ikhlas memaafkan, hanya itulah kuncinya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h5>[Sudah jelas postingan si Bundo kali ini ngga akan jauh-jauh.. ujung-ujungnya curcol]</h5>
</p>
<p><center><img class="aligncenter size-full wp-image-3818" title="BabakanSiliwangiDahuluKala" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/02/jadul.jpg" alt="BabakanSiliwangiDahuluKala" width="428" height="309" /></center></p>
<p style="text-align: justify;">Dua gadis remaja yang berada di bawah payung ungu itu adalah Aku dan Di, dua sahabat yang tadinya tak terpisahkan. Pada suatu hari &#8212; setelah bertahun-tahun bersama &#8212; kami bertengkar. Pertengkaran antara dua orang yang keras kepala tentang satu hal yang tak seharusnya dipertengkarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Meluas dari masalah yang dipertengkarkan, melibatkan emosi sehingga mulailah saling tuduh. Aku menuduh Di mencampakkan aku, sedangkan Di menganggap aku membuang dia dari hidupku. Itulah pertengkaran terhebat dalam hidupku. Akibat kemarahan yang hanya sehari itu akhirnya aku harus kehilangan sahabatku, orang yang sangat aku sayang, my Lady Di [Di lahir persis 1 juli]</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada yang bisa mendamaikan kami waktu itu, tak ada yang sudi meminta maaf terlebih dahulu. Padahal sebenarnya kemarahan itu sudah lama menghilang, yang tersisa hanyalah rindu untuk bercanda lagi bersamanya. Entahlah bodohnya aku membiarkan waktu berlalu hanya dengan menulisi surat yang sama sekali tidak aku sampaikan padanya [aku memang lebay sedari dulu].</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingat hal lucu setiap Ibunda Di datang dari Bukittinggi, aku akan tidur di rumah mereka [yang berada di daerah sukaluyu] walaupun aku dan Di tidak saling bertegur sapa. Aku tetap tidur di kamar Di, di atas dipan sedangkan Di akan tidur di lantai. Hebatnya kami bertahan untuk terus diam. Begitu terus hampir setahun lamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah suatu waktu Allah SWT membukakan hati. Walau perlu waktu lama bagi aku dan Di mengembalikan persahabatan kami seperti sedia kala, menyesali segala kebodohan. Ketika berbaikan itu aku tak bisa banyak bicara karena sudah lupa cara bicara padanya, aku hanya memberikan surat yang kutulis dahulu dan Di menyimpannya [Di termasuk orang yang memaklumi kelebay-an ku dalam hal ini]</p>
<p style="text-align: justify;">Aku belajar bahwa sungguh takkan dipisahkanNYA bila aku mau menyayangi orang-orang terkasih hanya karena Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus belajar, semoga waktu akan mendewasakan diri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>>>>Duncay, jangan pernah tiru kesalahanku. Bila kemarin atau hari ini dirimu bertengkar dengan seseorang segeralah minta maaf. Tidak ada kalah menang dalam sebuah silaturrahim </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<h5>____<br />
note: kualitas foto tersebut ternyata kurang bagus sehingga wajah kami berdua terhapus dimakan waktu <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> dan di lapangan basket babakan siliwangi itu kami adalah wasit penghitung waktu yang sangat sering mencurangi pihak lawan, tapi ngga pernah ketauan.</h5></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/02/05/marah-udah-engga-kangen-iyah-maafkan-lah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tuturtakinginjalankeluar</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/02/03/tuturtakinginjalankeluar/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/02/03/tuturtakinginjalankeluar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 04:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[takBisakuKategoriKan]]></category>

		<category><![CDATA[binar]]></category>

		<category><![CDATA[sinar]]></category>

		<category><![CDATA[takinginjalankeluar]]></category>

		<category><![CDATA[tutur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3793</guid>
		<description><![CDATA[ 

seseorang yang ingin meniadakan tutur adalah aku. tak mau lagi kudengar setan bicara bangsat bahkan anjing  bertutur ke hatiku lewat gonggongannya itu. pernah seseorang bertutur padaku agar jentikkan jemari dan sulap setan juga anjing itu membisu seketika. tapi aku mengaku lelah untuk jentikkan jemari. kucoba berteman dengan murai bisu,  namun hasrat tutur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"> <a href="http://www.myspace.com/tzmum"><img src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/02/art-photography.jpg" alt="don&#039;t speak" title="don&#039;t speak" width="320" height="320" class="aligncenter size-full wp-image-3804" /></p>
<p style="text-align: center;"></a></p>
<h5 style="text-align: justify;"><strong>seseorang yang ingin meniadakan tutur adalah aku. tak mau lagi kudengar setan bicara bangsat bahkan anjing  bertutur ke hatiku lewat gonggongannya itu. pernah seseorang bertutur padaku agar jentikkan jemari dan sulap setan juga anjing itu membisu seketika. tapi aku mengaku lelah untuk jentikkan jemari. kucoba berteman dengan murai bisu,  namun hasrat tutur tak bisa hambat sayap isyaratnya. pernah berharap ilalang sudi berkawan dalam diam, apa daya kuasa tutur tak bisa hambat lambainya. tak ada yang mengerti bahwa tutur dan pikirku tak ingin temukan jalan keluar. tak ingin menjelma jendela yang tertangkap sinarnya, tak ingin menjadi mata yang  terbaca binarnya.</strong></h5>
<h5 style="text-align: justify;"><strong>carikan makhluk yang tak bertutur, bantu aku. wahai..</strong></h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/02/03/tuturtakinginjalankeluar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ngiklan Ajah</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/02/02/ngiklan-ajah/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/02/02/ngiklan-ajah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 03:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[BarAlekgaDang]]></category>

		<category><![CDATA[Berbagi Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Bhirawa]]></category>

		<category><![CDATA[Idana]]></category>

		<category><![CDATA[Jambore on the BLog]]></category>

		<category><![CDATA[julie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3759</guid>
		<description><![CDATA[



Jambore on the Blog (JOB)
Pernahkah berkenalan dengan Bhirawa yang gagah itu? Saatnya rapatkan lagi hatimu pada Bhirawa dengan mengikuti Jambore on the Blog. Tali Asih sudah pasti memikat!
www.bhirawaganteng.com
Berbagi surat Cinta (BsC)
Di tumpukan kertas usang di sudut gudang mungkin masih terselip surat cinta yang pernah anda tulis tapi lupa dikirim. Ikutkan saja di BsC, hadiah dijamin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><blockquote>
<p><center><br />
<span style="color: #000000; font-family: tahoma;"></p>
<div style="border: 1px solid #ff0000; padding: 4px 10px 0px; overflow: auto; width: 190px;">
<p style="text-align: justify;line-height: 120%;font-size:90%;"><span style="color: red;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Jambore on the Blog (JOB)</span></strong></span><br />
Pernahkah berkenalan dengan Bhirawa yang gagah itu? Saatnya rapatkan lagi hatimu pada Bhirawa dengan mengikuti Jambore on the Blog. Tali Asih sudah pasti memikat!<br />
<a href="http://mbahcholik.info/2010/01/31/jambore-on-the-blog/">www.bhirawaganteng.com</a></p>
<p style="text-align: justify;line-height: 120%;font-size:90%"><span style="color: red;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Berbagi surat Cinta (BsC)</span></strong></span><br />
Di tumpukan kertas usang di sudut gudang mungkin masih terselip surat cinta yang pernah anda tulis tapi lupa dikirim. Ikutkan saja di BsC, hadiah dijamin menarik!<br />
<a href="http://idana.blogdetik.com/2010/01/31/berbagi-cinta/">www.cintarindumelulu.com<br />
</a></p>
<p style="text-align: right;line-height: 120%;font-size:90%">adv by <a href="http://marsudiyanto.info">masihkoepoebiroe</a></p>
</div>
<p></span></center></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Buruaaaannn..!!!</strong><br />
[Idana dan Julie, maapin judul acaranya diacak-acak <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ]</p>
</blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/02/02/ngiklan-ajah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kitchen Set Kebanggaan Niang</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/01/31/kitchen-set-kebanggaan-niang/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/01/31/kitchen-set-kebanggaan-niang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 16:41:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[nakjagastrOnOmikz]]></category>

		<category><![CDATA[dapur]]></category>

		<category><![CDATA[Niang]]></category>

		<category><![CDATA[tradisionil]]></category>

		<category><![CDATA[tungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3738</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu bersama si kembar, dengan agenda utama mengunjungi Niang. Niang  begitulah panggilan sayang kami pada beliau tanpa embel-embel maktuo, nenek atau yang lainnya. Beliau tinggal di pinggir ngarai sianok di seberang Bukittinggi, dahulu kala Ibuku harus berjalan kaki melewati lembah untuk sampai di rumah Niang. Sekarang cukup 15 menit saja bila naik kendaraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari minggu bersama si kembar, dengan agenda utama mengunjungi <strong>Niang</strong>. Niang  begitulah panggilan sayang kami pada beliau tanpa embel-embel maktuo, nenek atau yang lainnya. Beliau tinggal di pinggir ngarai sianok di seberang Bukittinggi, dahulu kala Ibuku harus berjalan kaki melewati lembah untuk sampai di rumah Niang. Sekarang cukup 15 menit saja bila naik kendaraan bermotor.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang istimewa di rumah Niang? Sudah  pasti Niang adalah yang paling istimewa, beliau seorang ibu yang penuh perhatian. Memiliki Ilmu agama yang cukup dalam, karena beliau adalah lulusan <strong>Pesantren Parabek</strong> *dulu itu sudah yang paling keren buat seorang perempuan. Menyenangkan bercanda dengan Niang, walau sering juga bikin telinga kita kebakaran dengan omelannya. Kali ini si kembar yang kena omel gara-gara sholat mereka yang super kilat **Niang ga liat  aku lagi sholat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-3739 alignnone" title="dapur-niang1" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/01/dapur-niang1-300x250.jpg" alt="dapur-niang1" width="300" height="250" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Rumah Niang berada di kampung yang agak di pedalaman, namanya kampung <strong>Guguak Tinggi</strong> [artinya Bukit Tinggi juga]. Yang menyenangkan bila memasuki kampung ini adalah suasananya yang masih alami. Begitu juga di rumah Niang segalanya masih serba tradisionil, terutama dapurnya. Dapur Niang paling aku suka, dengan kitchen set yang super klasik!</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-3744" title="dapur-niang3" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/01/dapur-niang3.jpg" alt="dapur-niang3" width="141" height="92" />Sampai saat ini Niang tak berkeinginan mengganti kitchen set-nya dengan kompor gas atau kompor minyak tanah.  Beliau tidak mau karena merasa hasil masakan menjadi tidak selezat bila memasak dengan kayu bakar. Untuk hal ini aku setuju dengan Niang, segala sesuatu yang dimasak di atas tungku itu [<strong>tigo tungku sajarangan</strong>] hasilnya selalu lebih nikmat. Alasannya menurutku karena memasak dengan kayu bakar jauh lebih sulit, butuh seorang koki yang penuh cinta untuk bertahan di dapur klasik itu. Sehingga hasil masakannya pun pasti penuh cinta gitu deehhh.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling asyik adalah sebelum bara apinya padam, aku paling suka membakar ubi jalar di sana. Cukup benamkan di antara bara itu, tunggu sesaat.. tinggal dinikmati *hehe dasar cangok!</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga Dapur itu akan terus bertahan, tapi entahlah bila nanti Niang sudah ndak kuat memasak lagi, mungkin penerus Niang akan beralih memasak dengan kompor. Sementara ini Niang masih sehat aku bersyukur masih bisa menikmati pemandangan dapur yang penuh nostalgia itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><center><img class="size-full wp-image-3746 alignnone" title="Niang n mom" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/01/dapur-niang31.jpg" alt="Niang n mom" width="283" height="133" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p></center></p>
<p style="text-align: justify;">Dan Niang teramat paham bahwa masakannya yang penuh cinta itu selalu membawa kami anak dan cucunya kesana lagi.. dan lagi..!!! Makasi Niang Sayang, semoga Allah SWT senantiasa menyayangimu. Amiin</p>
<p><center><img class="aligncenter size-medium wp-image-3747" title="dapur-niang6" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/01/dapur-uniang6-300x187.jpg" alt="dapur-uniang6" width="300" height="187" /></center></p>
<p style="text-align: center;">yuk, makan.. makan.. makan..!<br />
foto hasil masakan sengaja dengan warna aslinya<br />
biar ngabibita <strong>ncep Pyan</strong> &#8216;ma <strong>Ulil,</strong> ngacaaiiiii <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/01/31/kitchen-set-kebanggaan-niang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gie di Dua Puluh Delapan Djanuari</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/01/28/gie-di-dua-puluh-delapan-djanuari/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/01/28/gie-di-dua-puluh-delapan-djanuari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[rakbuKunakja]]></category>

		<category><![CDATA[bukan review! sumpah]]></category>

		<category><![CDATA[Sang Demonstran]]></category>

		<category><![CDATA[Soe Hok Gie Sekali Lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3724</guid>
		<description><![CDATA[
Now I see the secret of the making of the best persons
It is to grow in the open air and to eat and sleep
with the earth..
[Walt Whitman – Song of the Open Road]

Menuliskan Gie Sang Demonstran pada hari ini, adalah kesengajaan yang disengajakan. Sedikit membayangkan andai Gie masih ada hari ini, puisi mana yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<blockquote><p>Now I see the secret of the making of the best persons<br />
It is to grow in the open air and to eat and sleep<br />
with the earth..</p>
<p><strong>[Walt Whitman – Song of the Open Road]</strong></p></blockquote>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menuliskan Gie Sang Demonstran pada hari ini, adalah kesengajaan yang disengajakan. Sedikit membayangkan andai Gie masih ada hari ini, puisi mana yang akan dibacakannya? Entah, menurutku demonstrasi hanya pas bila diisi dengan sajak dan puisi. Seperti yang juga dilakukan Rendra dahulu.</p>
<p style="text-align: center;">~oOo~</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-3725" title="gie" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/01/gie-271x300.jpg" alt="gie" width="271" height="300" />Buku <strong>Soe Hok-Gie Sekali Lagi</strong>, adalah buku kedua tentang Gie yang sampai di tanganku. Dengan 512 halaman yang cukup memukau, membuat aku  lebih menikmatinya  dibanding buku Gie yang pertama dulu. Buku ini terdiri dari lima bagian yang  memuat perjalanan Soe Hok Gie saat dirinya masih hidup, juga beberapa tulisan mengenai Gie dengan para sahabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca kesaksian dari para sahabat Gie di masa lalu dan juga membaca kesan dari beberapa orang yang mengakui Gie telah memberikan banyak inspirasi pada hari ini, membuat aku lebih memahami lagi bahwa seorang pahlawan memang tak pernah mati. Akan terus hadir menginspirasi generasi berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengakuan jujur dariku, bahwa Nicolas Saputra-lah yang membuat aku ingin mengenal Gie, hehhe [makasi Nico..] Sebelum film Gie diluncurkan bisa dibilang nama Gie hanya selewat pernah kudengar dan tak kupedulikan. Terimakasih pada orang-orang hebat yang sudah berusaha menggali tentang Gie sehingga menghasilkan film bagus itu dan juga menghadirkan buku luar biasa ini. Sangat membantu generasi muda mendapatkan sosok pahlawan baru untuk dijadikan panutan. Sejujurnya juga bahwa sosok Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro kadang dianggap seperti pahlawan dalam dongeng karena hidup di waktu yang sangat jauh di masa silam [atau usaha memperkenalkan mereka masih sangat kurang, hanya dari film-film lama yang terasa kuno sekali]</p>
<p style="text-align: justify;">Gie hidup di masa yang masih cukup dekat dengan hari ini beserta kenyataan hidup yang hampir mirip, saat musim demonstrasi telah bersemi kembali.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Andai hari ini, 28 Januari 2010 hadir seorang pemuda bernama Soe Hok-Gie</strong> , kira-kira apa yang dilakukannya? Energi idealis seperti apakah yang akan Gie tampilkan di Jakarta sana? Pastinya sesuatu yang menarik karena Gie adalah anak muda yang cerdas, peka dan ‘berani nekad’ yang selalu dipenuhi energi meluap untuk melakukan reaksi yang sangat keras dengan cara unik sesuai wataknya. Reaksi keras yang tertuang lewat puisi dan lirik [hmm, terlalu panjang bila harus kutuliskan detil tentang pemuda mempesona ini, kau baca sajalah bukunya..]</p>
<p style="text-align: justify;">Yang berkesan bagiku adalah betapa <strong>Gie sangat diilhami oleh Walt Whitman pada syair Song of the Open Road</strong>. Bahwa alam terbuka itu adalah gunung, di sana Gie merasa bersih dan membersihkan diri. Memutuskan untuk ke gunung lagi.. dan lagi.. sampai akhirnya Gie memenuhi kutipannya sendiri diatas kata demi kata, huruf demi huruf. Di Gunung akhirnya Gie berbaring tidur selama-lamanya bersama bumi.</p>
<p><strong>dan antara ransel-ransel kosong<br />
dan api unggun jang membara<br />
aku terima itu semua<br />
melampaui batas-batas hutanmu<br />
melampaui batas-batas djurangmu<br />
aku tjinta padamu Pangrango<br />
Karena aku tjinta pada keberanian hidup</strong></p>
<p><strong>[Mandalawangi-Pangrango, Soe Hok-Gie]</strong></p>
<h5 style="text-align: right;"><strong>[kakak, makasi bukunya..]</strong><strong><br />
</strong></h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/01/28/gie-di-dua-puluh-delapan-djanuari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>rintik-rintik..</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/01/26/rintik-rintik/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/01/26/rintik-rintik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 16:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[akudanPuisi]]></category>

		<category><![CDATA[bunga]]></category>

		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<category><![CDATA[lirik]]></category>

		<category><![CDATA[memanggil]]></category>

		<category><![CDATA[menggigil]]></category>

		<category><![CDATA[tak jelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[
rintik, rintik
hanya serintik saja  hujan tak deras
entah mengapa
hatinya mulai menggigil
lirik, lirik
hanya selirik saja lihat tak jelas
tapi entahlah rasa
hatinya ikut memanggil
menyahut, menyapa
bermekaran si bunga mungil..!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2523" title="hujandirumahaur" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2009/06/hujanrumahaur3.jpg" alt="hujanrumahaur3" width="496" height="344" /></p>
<p style="text-align: center;">rintik, rintik<br />
hanya serintik saja  hujan tak deras<br />
entah mengapa<br />
hatinya mulai menggigil</p>
<p style="text-align: center;">lirik, lirik<br />
hanya selirik saja lihat tak jelas<br />
tapi entahlah rasa<br />
hatinya ikut memanggil</p>
<p style="text-align: center;">menyahut, menyapa<br />
bermekaran si bunga mungil..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/01/26/rintik-rintik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 Tips Agar Anak Mau ke Dokter Gigi</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/01/25/7-tips-agar-anak-mau-ke-dokter-gigi/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/01/25/7-tips-agar-anak-mau-ke-dokter-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 04:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bicaratentaNG]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[dokter gigi]]></category>

		<category><![CDATA[gigi]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[mulut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=3712</guid>
		<description><![CDATA[Demi pertanggungjawabanku sebagai lulusan Fakultas Ilmu Sekeloa, maka hari senin ini akan dimulai dengan artikel yang berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut. Walaupun setengah mati juga bagiku memikirkan judul yang puitis namun tak berhasil. Tapi tak mengapa, aku rela sesekali untuk membuang jauh-jauh kepuitisanku demi artikel ini.
Okelah kalau begitu, artikel ini diperuntukkan bagi orang tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-3713" title="penyuluhan" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2010/01/penyuluhan1-238x300.jpg" alt="penyuluhan" width="238" height="300" />Demi pertanggungjawabanku sebagai lulusan <a href="http://nakjadimande.com/2010/01/20/sekeloa-fakultas-kelebihan-gadis/"><strong>Fakultas Ilmu Sekeloa</strong></a>, maka hari senin ini akan dimulai dengan artikel yang berhubungan dengan Kesehatan Gigi dan Mulut. Walaupun setengah mati juga bagiku memikirkan judul yang puitis namun tak berhasil. Tapi tak mengapa, aku rela sesekali untuk membuang jauh-jauh kepuitisanku demi artikel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Okelah kalau begitu, artikel ini diperuntukkan bagi orang tua atau calon orang tua, tips agar si kecil  kooperatif bila diajak merawat giginya ke dokter gigi. Sehingga cita-cita orang tua agar si kecil memiliki senyum yang super manis bisa tercapai. Dan tentu saja tujuan akhirnya adalah agar aku, sebagai dokter gigi tidak terlalu kewalahan membujuk si kecil, yang jelas-jelas adalah kelemahanku yang  utama <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Inilah 7 poin tersebut :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong> Jangan gunakan perawatan gigi sebagai ancaman atau hukuman dan hilangkanlah kebiasaan menakut-nakuti si kecil. “Klo ndak sikat gigi, ntar gigimu dicabut sama dokter gigi loh..!” [iigghhh emangnya dokter gigi algojo]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> Sedini mungkin perkenalkan klinik gigi pada si kecil. Gpp bila hanya sekedar berkunjung walaupun tak punya keluhan, biarkan anak bertanya-tanya pada dokter gigi sambil melihat-lihat poster dan model gigi. Harapannya ketika suatu waktu si kecil punya keluhan, ia dengan mudah akan menurut untuk diajak ke dokter gigi. [stt, tentu saja kunjungi dokter gigi yang tidak terlalu ramai.. yang bikin tips ini prakteknya ngga ramai kok <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong> Berikan contoh. Bila suatu waktu anda kebetulan harus mengalami perawatan atau pencabutan gigi, tunjukan  pada anak bahwa anda berani dan perlihatkan pada anak bahwa perawatan gigi itu adalah hal yang wajar. [Jangan sebelum dan sesudah  cabut gigi anda terlihat cengeng di depan si kecil]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. </strong>Jangan memberikan sogokan kepada anak agar mau ke dokter gigi. Tentu anda sudah paham sogokan dalam hal apapun tidak baik. Biarkan kemauan tumbuh sendiri dari dalam diri si kecil.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. </strong>Jangan memarahi dan berlaku kasar pada anak. Yang sering terjadi adalah, anak dengan ibu atau bapaknya bertengkar di depanku. Hal ini tentu tidak baik bagi kepercayaan diri si kecil, karena dimarahi di depan orang lain. Mereka butuh proses, bersabarlah [kepada dokter gigi-nya juga, bersabarlah! <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6.</strong> Jangan membohongi anak. Katakan saja sejujurnya bahwa memang dicabut gigi itu menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Bila anda berbohong dikhawatirkan kepercayaan anak terhadap anda dan dokter gigi jadi hilang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. </strong>Jangan mengancam anak. Karena ancaman yang berulang-ulang akan berdampak kurang baik pada psikologis anak. Trauma psikologis yang berkepanjangan akan menjadikan anak takut dan menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan dokter gigi selama-lamanya. [klo sudah begini, gawat dah!]</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&gt;&gt;&gt;</strong>Segala strategi pendekatan harus terus dicoba. Tidak bisa terjadi begitu saja. Untuk melakukannya kita memerlukan waktu dan proses. Hal yang perlu diingat, membujuk anak itu termasuk seni mempengaruhi orang lain. Jadi perlu kesabaran. Selamat mencoba!</p>
<h5 style="text-align: right;"><strong>Note: artikel ini tentu saja hasil nyontek sana sini.</strong></h5>
<p style="text-align: right;">.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/01/25/7-tips-agar-anak-mau-ke-dokter-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat keluar Jendela</title>
		<link>http://nakjadimande.com/2010/01/24/melihat-ke-luar-jendela/</link>
		<comments>http://nakjadimande.com/2010/01/24/melihat-ke-luar-jendela/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 03:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nakjaDimande</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[meLihatkeLuarjendeLa]]></category>

		<category><![CDATA[berubah]]></category>

		<category><![CDATA[jendela]]></category>

		<category><![CDATA[nenek]]></category>

		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>

		<category><![CDATA[tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nakjadimande.com/?p=1129</guid>
		<description><![CDATA[“Ibuuuu.., nenek saya juga suka duduk depan jendela, itu kan kerjaannya orang tua..!” begitulah biasanya teriakan Supriyono supir  ambulans di puskesmasku yang lama, setiap mendapati aku memandang agak lama keluar jendela.
Jendela dan orang lanjut usia, membuat aku teringat nenek. Supriyono memang benar, karena bagi nenekku jendela adalah kehidupannya sekarang.
Lokasi favorit beliau adalah dekat meja setrikaan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>“Ibuuuu.., nenek saya juga suka duduk depan jendela, itu kan kerjaannya orang tua..!”</strong> begitulah biasanya teriakan Supriyono supir  ambulans di puskesmasku yang lama, setiap mendapati aku memandang agak lama<a href="http://nakjadimande.com/?p=630"> <strong>keluar jendela.</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jendela dan orang lanjut usia, membuat aku teringat nenek. Supriyono memang benar, karena bagi nenekku jendela adalah kehidupannya sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Lokasi favorit beliau adalah dekat meja setrikaan, di sanalah satu-satunya jendela yang langsung menghadap jalan raya. Beberapa jam sehari beliau akan duduk di sebuah kursi rotan, mengawasi hilir mudik warga kampung. Bila ada orang yang beliau kenali lewat, maka sesekali nenekku akan keluar memanggil orang itu kemudian mengajaknya bicara.</p>
<p style="text-align: justify;">85 tahun sudah nenekku tinggal di rumah ini, rumah tua yang  sudah sedikit direnovasi. Pemandangan dari jendela itu tentu saja sudah banyak berubah. Tak ada lagi penjaja pisang goreng dan ketan yang keliling kampung [waktu aku SMP masih ada], tak banyak lagi delman/bendi yang hilir mudik [dulu hanya sedikit angkutan umum ke jalur ini, sehingga pulang dari pasar orang biasa menumpang bendi, perginya cukup jalan kaki saja..] Aku selalu takut bila di tengah malam buta terdengar ringkik kuda di depan rumah,  gara-gara sobatku shanty bilang bahwa kuda suka tiba-tiba mogok dan meringkik bila bertemu makhluk ‘lain’  <img src='http://nakjadimande.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Dan sudah lama berlalu, kolam di depan itu menghilang sejak aku kelas 5 SD untuk keperluan pelebaran jalan raya. Dulu kegiatan pagi warga kampung berada disana, cuci pakaian, cuci piring, mandi. Sekarang pun masih ada kolam-kolam yang digunakan untuk itu. Di <strong><a href="http://nakjadimande.com/2009/05/21/tak-ada-padang-ilalang-di-belakang-rumahku/">kampung Ujung</a></strong> kebanyakan rumah masih mempunyai kolam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kembali ke jendela.</strong><br />
Jendela bagi nenekku mungkin sama dengan mengenang, mengenang adalah hak nenekku sebagai seseorang yang sudah melalui begitu banyak episode kehidupan. Dan pasti  banyak kenangan yang sudah aku rampas dari nenek, karena aku tidak bisa menjaga semuanya tetap sama seperti dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila aku menjadi nenek, pasti aku akan marah dan sedih bila segala sesuatu yang kucinta berubah atau hilang, Namun mungkin itulah sebabnya bila usia kita bertambah akan ada beberapa ingatan yang menghilang dari bagian-bagian kenangan. Aku rasa begitulah  cara Allah SWT menjaga kita agar tetap bisa tersenyum sampai di usia senja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8230;suatu saat  bila aku sempat menjadi tua seperti nenek, di balik jendela yang manakah aku akan duduk?</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-2520 alignnone" title="jendelarumahaur1" src="http://nakjadimande.com/wp-content/uploads/2009/06/jendelarumahaur1.jpg" alt="jendelarumahaur1" width="387" height="419" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><strong>::note:</strong> bahkan pemandangan di jendela yang ini pun sudah berubah. Euphorbia di pot itu minggu lalu dipindahkan semua oleh ibuku ke tanah di halaman. Pertumbuhannya tak lagi bagus, karena akarnya sudah memenuhi pot.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nakjadimande.com/2010/01/24/melihat-ke-luar-jendela/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
